|
Revolusi I (Bicara buat daerah tercinta, Mukah)
Meruntun meratap Mendukung mendakap Sisa-sisa anak rakyat Yang kemaruk di persisiran Dulunya kaku menghijau Kini keluli konkrit terpacak megah Penuh reformasi.
Asalmu hanyalah daerah jajahan Berpanjikan adat susila Bertuankan kesultanan Kini variasimu dalam lembaran baru Perlahan-lahan dirimu merangkak Bangun dari mimpi-mimpi ngeri Yang menjadi sejarah kekal abadi.
Satu ketika dirimu pernah dipanaskan Haba kemusnahan evolusi kemajuan Sayu mata memandang Si anak kecil mengutip sisa yang tertinggal Sambil debu berterbangan Dari api pembakar semangat Penuh pengertian.
Lakaran sejarahmu tidak pernah pudar Terbukti tersohor di mata dunia Siapa tidak kenal keenakan sagunya ? Siapa tidak kenal kerangupan tebaloinya ? Siapa tidak kenal kelazatan umainya ? Siapa tidak kenal kesenian temasya kaulnya ? Dan siapa tidak kenal keunikan tibownya ?
Puisi tercipta rangkaian minda dan jiwa Bukan satu pemujaan Bukan pula omong-omongan cuma Anak jati mana tidak cintakan asal-usulnya Umpama kata Datuk Tan Sri Pehin kita "Akou lok pegui Mukah membangun Sama ji likou kek... Nebei mundur" Cukup memberi gambaran nyata Mukah bukan lagi pekan koboi Yang terpinggir di celah-celah kota dewasa.
Nukilan oleh :
Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin, Bangi, Selangor Darul Ehsan (1996) |
|