<BGSOUND SRC="http://www.geocities.com/myril88/wintersnow.mid" LOOP=INFINITE>
Revolusi I
(Bicara buat daerah tercinta, Mukah)


Meruntun meratap
Mendukung mendakap
Sisa-sisa anak rakyat
Yang kemaruk di persisiran
Dulunya kaku menghijau
Kini keluli konkrit terpacak megah
Penuh reformasi.

Asalmu hanyalah daerah jajahan
Berpanjikan adat susila
Bertuankan kesultanan
Kini variasimu dalam lembaran baru
Perlahan-lahan dirimu merangkak
Bangun dari mimpi-mimpi ngeri
Yang menjadi sejarah kekal abadi.

Satu ketika dirimu pernah dipanaskan
Haba kemusnahan evolusi kemajuan
Sayu mata memandang
Si anak kecil mengutip sisa yang tertinggal
Sambil debu berterbangan
Dari api pembakar semangat
Penuh pengertian.

Lakaran sejarahmu tidak pernah pudar
Terbukti tersohor di mata dunia
Siapa tidak kenal keenakan sagunya ?
Siapa tidak kenal kerangupan tebaloinya ?
Siapa tidak kenal kelazatan umainya ?
Siapa tidak kenal kesenian temasya kaulnya ?
Dan siapa tidak kenal keunikan
tibownya ?

Puisi tercipta rangkaian minda dan jiwa
Bukan satu pemujaan
Bukan pula omong-omongan cuma
Anak jati mana tidak cintakan asal-usulnya
Umpama kata Datuk Tan Sri Pehin kita
"Akou lok pegui Mukah membangun
Sama ji likou kek... Nebei mundur"

Cukup memberi gambaran nyata
Mukah bukan lagi pekan koboi
Yang terpinggir di celah-celah kota dewasa.



Nukilan oleh :

Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin,
Bangi, Selangor Darul Ehsan
(1996)
Hosted by www.Geocities.ws

1