|
Degup Nadi
Menadah tangan yang hampar Tersadai kaku tanpa bersuara Berbelit-belit menyebut kalimah syahadat Namun sepi tiada bersuara.
Getarnya kian terasa Sehangat bara mentari senja Yang membisu tiada suara Dan lagunya kelam... Tenggelam...
Hanya harapan terus ditagih Bukan simpati Hanya agar mengerti Pada degup nadi Yang kian koma Ada waktunya kencang berlari Ada tikanya akan terhenti Mati... Jasad dihumban ke bumi Tersemadi Abadi di hati.
Coretan :
Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin, RTM Melaka (18 Mac 1999 - 8.03 malam) |
|