<BGSOUND SRC="http://www.geocities.com/myril88/silkroad.mid" LOOP=INFINITE>
Mawar Hati (VI)
(Sempadan Penghadang Pertemuan)

dalam mencoret bait-bait puisi ini
mataku bagai ditarik menatap sesuatu
ke satu sudut kelam berdebu
kerana di situ tergantung suatu nostalgia
sebuah potret silam bisu yang berbingkai usang -

mawar tidak perlu ragu.

ingin rasanya ku meniti pelangi
berlari berpegangan tangan menyapu awan
terbang bak si camar yang keriangan
daripada di sini terus menanti
khabar darimu yang jelas belum pasti -

mawar usah lama membisu.

kenapa lama benar dirimu menghilang
tidakkah terdetik untuk kembali menjengahku
ku rindukan kuntumanmu yang segar
persis seraut wajahmu yang tersenyum
memanggilku untuk terus bertanya khabarmu
kembalilah mawar hatiku -

mawar hati mawar yang satu.

rindu padamu masih seperti dulu
sesekali suaramu menjelma mengingatkan sesuatu
"kenapa mawar hati bukan mawarku ?"
"kenapa mawar hati lama menyepi ?"
-

mawar kembalikan cahaya dari kelopakmu.

ku akur kuntumanmu tidak seperti dulu
wujud sejuta warna dalam dirimu
di balik warnamu yang pernah ku kenali
terselit debunga matahari yang berduri
melakar suatu pengharapan menyakitkan -

izinkan aku bersuara melafazkan
mawar tidak perlu ragu
mawar usah lama membisu
mawar hati mawar yang satu
mawar kembalikan cahaya dari kelopakmu



Coretan :

Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin,
Sarawak - Melaka,
(30.12.2004 - 16.3.2005)
Hosted by www.Geocities.ws

1