|
Mawar Hati (V) (Pengabadian Tanpa Pengertian)
bermusim telah berlalu pergi ku tetap menanti munculnya seri mu kerana jiwa mudaku mudah bergolak kekadang rentak hiba menari-nari dalam menanti menjelmanya si mawar hati -
mawar berselindung dibayangi mimpi.
meskipun kelopakmu pernah ku kutip suatu ketika hirisan durimu kekal meninggalkan parut cinta seringkali ku pasrah menyalahkan takdir hingga perjalanan hidup tiada bermakna kenapa mawar itu mesti ku rindui -
mawar kembali menerbitkan sinar.
ku pinta padamu serumpun simpati ku mahu dirimu kekal mawar hati bukan jelmaan yang datang si mawar berduri mestikah ini hadiah istimewa darimu di hari yang pernah menemukan kita di saat aku setia menanti -
mawar hatiku mawar yang sakti.
dari mentari mula terbenam hingga musim berubah wajah puas ku ikuti perjalanan hidupmu ku sengsara terbiar keseorangan menghambat longlai derap langkahku bagai layumu suatu ketika -
mawar ibarat cenderawasih di kayangan.
cerita kita penuh tanda tanya entah bila ketemu kesudahannya ku ingin kau hiasi sebuah kesepian meniti kalungan sejuta wangian kerana di situ kau akan mengerti -
mawar berselindung dibayangi mimpi mawar kembali menerbitkan sinar mawar hatiku mawar yang sakti mawar ibarat cenderwasih di kayangan -
Nukilan :
Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin Mukah, Sarawak - Alai, Melaka (26 Disember 2004 - 19 Mac 2005) |
|