<BGSOUND SRC="http://www.geocities.com/myril88/romeo.mid" LOOP=INFINITE>
Mawar Hati (IV)
(Pengembaraan Tiada Penghujung)

senyum mu bak mekarnya dahlia di singgahsana
menyanyi diiringi gesekan madu si cemara
megahnya dirimu berpanjikan duri di sebalik warna
mengaburi mata pencinta yang mabuk asmara
nalurimu entah kini kepunyaan siapa -

mawar serasi dengan kematangan dunia.

kelembutanmu ibarat racun bagi setanggi alamanda
meski tiada hikayat yang mencatat susur-galurmu
wujudmu tidak bertunjang pada sesiapa
bersahaja melambai menerbitkan rasa cinta -

mawar lahir dari puspa cendana.

bisa tusukan selumbar saktimu masih dirasai
dalam kelam mentari darahmu mula membeku
tatkala cemburu kembali bermaharajalela
serimu pudar diselimuti gerhana -

mawar tersenyum menyanyi irama sukma.

dari rantingmu tertera sebuah bicara
"mana bisa mawar berbunga tiada bermusim
mana bisa mawar menyusuri perjalanan cinta
mana bisa mawar mengubah seribu satu cerita
mawar bukan sebarangan mawar
mawar mekar dipagari halangan
mawar berseri abadi satu warna !" -

mawar setia di sebalik tirai Andalusia.

jika benar mawar masih kesepian
serulah aku sebagai peneman
jika benar mawar dihujani nista
serulah aku pengubat sengsara -

namun ku termenung sejenak pada firasatmu...
mawar serasi dengan kematangan dunia
mawar lahir dari puspa cendana
mawar tersenyum menyanyi irama sukma
mawar setia di sebalik tirai Anadalusia -



Nukilan :

Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin
Bukit Sebukor, Melaka
(31 Disember 2002 - 26 Disember 2004)
Hosted by www.Geocities.ws

1