|
Mawar Hati III (Berakhirnya Satu Persoalan)
sewaktu bergema alunan "Jeritan Batinku" imbasan senyumanmu sayu menjelma telah lama ku nanti musimmu berbunga agar bisa ku sunting sejambak mawar kasturi penyembuh luka arakian lama menanti -
mawar berbunga tiada bermusim
mengapa cerita itu kau bawa ? walhal aku takut berbahasa cinta perit meneguk madu dari kelopakmu serimu menikam tenggelam ke dasar sukma -
mawar menyusur perjalanan cinta
betapa berbahasa berbunga berderet mengiringimu kenapa bahasa tanpa makna ini kau abadikan ? biasakah aku dengan pertanyaan sedemikian ? sedangkan aku telah lama kau semadikan bersama hanyutnya tangkai-tangkaimu yang telah layu
mawar mengubah seribu satu cerita
serpihan kelopakmu ku kutip satu demi satu untuk apa sisamu ku teguk kembali ? sedangkan nadimu bukan lagi untukku pastikah kau yang kita akan kekal di sini tidak akan berganjak meski kau berubah warna ?
mawar berbunga tiada bermusim mawar menyusur perjalanan cerita mawar berubah seribu satu cerita mawar berseri abadi satu warna !
Nukilan :
Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin Kampung Raga, Daerah Yan, Kedah D.A 20 Oktober 2002 : 11.50 pagi |
|