|
Kasut Berjalan
Derapnya mencemaskan Makin lama makin dekat Ramai yang menekup telinga Ada yang menutup mata Dalam porak-peranda begitu Kesempatan pasti tidak dilepaskan Jeritan bukti haloba manusia Tapi tika derapnya berhenti Manusia kembali ke asalnya Bagai tiada apa yang berlaku Semuanya tenang Di sebalik kisah kasut berjalan.
Nukilan :
Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin UKM Bangi (21.4.2000) |
|