|
Balada Seorang Ibu
Dari dalam hatinya Kebat-kebit mengimbau namamu Kembalilah ke titik asalmu Ke satu daerah persemadianmu.
Walau ke ufuk mana pun Jika tiada jua jera Usah diidam pelangi syurga Menjalur terbenam telus ke nalurimu Lupakanlah.
Tidak pernah terfikir olehnya pembalasanmu Sedangkan hidupnya suatu ketika Dari curam yang dalam Ke lurah menuju jalan mati Mengharungi segala kepayahan Demi melihat dirimu sejahtera.
Separuh usianya melewati jalan waktu Separa dari zaman ke zaman Kehilanganmu menambahkan lagi duka laranya Sebelum langkahnya kaku Dan lidahnya kelu Kembalilah !
Oleh :
Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin SMKTR, Mukah (29 Julai 1999)
|
|