Hujan mulai reda, setelah di berangkatkan dari masjid ke Tanah Kusir. Tampak hadir di antara ribuan pelayat diantaranya Prof Yuwono Sudarsono, Prof Selo Sumardjan, Taufiq Savalas, Ulfa Dwi Yanti, Miing Bagito, Us Us, Sandy Nayoan, Debby Sahertian, Robby Tumewu, Mus Mulyadi, Gugun Gondrong, Sys SN, Renny Jayusman, dan Putu Wijaya. Indro, satu-satunya personil Warkop yang tersisa, pada wartawan menceritakan bagaimana sahabatnya berjuang selama 24 jam menghadapi maut. " Saya menunggu dia dari subuh kemarin. Dan melihat perjuangan dia selama 24 jam mengahadapi maut," ujar Indro yang juga ditunjuk sebagai wakil keluarga. Sejak dibawa ke rumah sakit dua hari lalu, Lanjut Indro, penyakit anggota 094 Mapala UI itu keadaanya memang sudah sangat parah. Komplikasi antara tumor, ginjal dan paru-paru basah terus menggerogoti tubuhnya. Hingga meninggal, tanpa pesan apapun. Termasuk juga keberlangsungan Warkop dan ketiga anaknya. Tentang penyakitnya, Pertama ketahuan, Dono menderita penyakit tumor di bokongnya awal September setahun lalu. Dan sekitar tanggal 25 September 2000, tumor itu telah berhasil diangkat. Namun yang disayangkan, sejak itu tidak pernah diperiksa lagi. Itulah yang namanya Dono. Rupanya pribadinya yang tertutup, tercermin dalam kehidupan sehari-harinya. Dia terlalu takut dengan dokter. " Dan saya adalah orang yang paling berisik dalam hal ini. Dia sudah tak punya istri lagi. Siapa lagi yang akan memperhatikan," tambah Indro sambil mengusap air matanya yang jatuh dipipinya.