Angin Surga
        Terminal Musik Indonesia
Membawa : Surabaya Terancam Jadi Kota Sampah.


Surabaya terancam menjadi kota sampah setelah ratusan warga Keputih, melakukan aksi menutup Tempat Pembuangan Akhir( TPA)
Sukolilo. Warga Sukolilo menempuh cara seperti itu, setelah permintaan penutupan TPA tidak mendapat perhatian serius dari Pemda Kota Madya Surabaya. Bahkan, ada kecendrungan pemerintah Kota Surabaya menanggapi secara dingin keluhan tersebut.
Mereka menutup pintu masuk dan membentangkan poster serta spanduk, memprotes keberadaan TPA yang dianggap sebagai sumber penyakit bagi warga Sukolilo. Tiap hari sampah dibakar, sehingga asapnya tidak bisa terkontrol dan masuk ke rumah warga. Akibatnya, banyak warga terkena penyakit sesak napas.
Aksi yang dilakukan warga Keputih itu merupakan yang keduakalinya. Sebelumnya, penutupan TPA pernah dilakukan warga 21 september. Kemudian warga bersedia membuka kembali setelah ada pertemuan dengan pemda yang memberi janji akan segera mereali
sasikannya. Namun, sampah kemarin janji itu tidak pernah terwujud.

" Kalau saya pemda tidak mau mengindahkan permintaan kita, selamanya kita akan melakukan cara seperti ini. Biar Surabaya akan menjadi  kota sampah," kata salah seorang warga Sukolilo. Mereka memahami jika tetap ada penutupan, Surabaya yang selama ini mendapat julukan kota terbersih dengan keberhasilan menerima gelar Adipura Kencana terancam manjadi kota sampah.
Sejumlah warga mengaku sudah kehilangan kesabaran, karena keluhan yang selama ini di sampaikan kepada pemerintah tidak pernah ditanggapi. Padahal, kondisi warga Sukolilo sudah sangat memprihatinkan akibat pembuangan sampah tersebut.

"Pembuangan TPA itu tanpa musyawarah dengan warga sekitarnya. Tahu-tahu pemda telah memanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah, sekarang warga menjadi korban," kata warga yang keberatan disebutkan namanya ini. Memang dengan adanya pembuangan sampah di sana telah memberi sedikit kontribusi kepada warga sekitarnya. Mereka bisa mengais rezeki atas sampah-sampah itu.
Namun dampaknya, menurut mereka, sangat merugikan warga. Apalagi sampah yang dibuang disana tidak hanya sebatas limbah rumah tangga, tapi juga limbah industri. Akibatnya, sampah itu tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, juga telah mencemari air sumur warga.

" Kami tidak hanya dirugikan secara fisik, juga non fisik. Akibat pencemaran itu banyak warga disini terserang penyakit kulit, radang paru
-paru, asma, maupun sakit mata akibat polusi debu, " kata Sujarwo. Terhadap banyaknya warga yang menderita sejumlah penyakit tersebut, menurut seorang warga, mereka juga berencana akan menuntut pemda memberikan ganti rugi.
Sujarwo menjelaskan, pihaknya sudah mengadukan masalah tersebut ke LSM  Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi) Surabaya. Direktur Walhi Jatim Susianto SH, membenarkan hal itu. " Kami tak menyalahkan kalau warga melakukan aksi penutupan. Karena, memang sejauh ini pengaduan warga kepada pemda maupun DPRD kurang mendapat tanggapan," katanya.



 
 
Hosted by www.Geocities.ws

1