Masih ingat film Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati? Di dua film itu Rano Karno bermain bareng Yessy Gusman. Kini, kedua bintang itu kembali akan bertemu dalam sinetron Kau di Atas Aku di Bawah. Selain Yessy Gusman, Lydia Kandau dan Herman Felani juga akan ikut tampil. Penulis cerita sinetron ini adalah Aerwendo Atmowiloto. Jam tayang sinetron komedi ini adalah pukul 20.30 WIB dan berdurasi satu jam. " Yah, ini bisa dikatakan reuni buat kami," ujar Rano.
Keempat bintang yang sempat menjadi idola remaja tahun 80--an ini memang terhitung tak sering nongol di layar kaca. Rano, selain bermain di Si Doel, praktis beberapa kali tampil dalam sinetron.
Sedangkan Lydia Kandau, pasangannya sempat hadir dalam sinetron Gara-Gara. Selain itu ada beberapa sinetron drama yang tidak terlalu mengangkat nama ibu empat putra ini.
Sementara Herman Felani malahan sibuk berbisnis. Beberapa tahun lalu, suami atlet sepak bola Mutia Datau ini sempat bermain sinetron Darah biru bareng Novia Kolopaking. Sedangkan Yessy Gusman lebih tenggelam lagi namanya di layar kaca. Lama tak akting, serial ini bisa menjadi ajang mereka untuk mengasah kembali kemampuan yang sempat menjulangkan nama mereka. Cerita Kau di Atas Aku di Bawah bertutur soal cinta yang menjadi penopang utama kehidupan perkawinan. Cinta seringkali labil dan seringkali berubah bentuk dan makna. Romantika perkawinan yang penuh intrik, kolusi, nepotisme dan `korupsi` inilah yan coba diangkat oleh Aerwendo. " Saya hanya mencoba mengangkat tema sehari-hari saja," kata Aerwendo, yang akan dipanggil akrab Wendo. Sinetron ini disutradarai oleh Encep Masduki. Dikisahkan, Arif(Rano Karno) dan Marni(Lydia Kandau) sepasang suami istri yang telah dikarunia tiga anak --Sinta, Rama, dan Ragil--gagal mencapai musyawarah mufakat yang bulat.
Mereka memutuskan untuk menempuh jalan perceraian sebagai solusi yang terbaik. Dalam proses pra perceraian itu, pasangan ini memutuskan untuk hidup `pisah lantai`. Marni, tinggal di lantai bawah bersama kroninya, yaitu Sinta, Rama Ragil dan Iyem, sang pembantu. Sedangkan sang suami, di lantai atas. Uniknya, saat mertua datang, keduanya berpura-pura menutupi agar tidak tampak telah terjadi hal yang serius. Karuan saja, timbul hal-hal unik, kalau tidak mau dianggap memancing senyum dari rumah tangga ajaib ini.
Di tangan Wendo, masalah perceraian yang dianggap serius dan berat itu menjadi encer meski tidak kehilangan maknanya. Konflik yang menjadi kekuatan dan pengikat cerita bisa diikuti dengan tidak harus berkerut kening.