Terminal    Musik    Indonesia
Membawa : Lucy Rahmawaty Keluarkan Album Selamanya Padamu
Lebih dewasa dan tambah seksi. Kesan itulah yang ingin ditampilkan Lusy Rachmawaty dalam album solo perdanaya. Bukan hanya dari penampilan di sampul kaset tapi juga di hadapan sejumlah wartawan, selasa 29/5, saat peluncuran album perdana Selamanya Padamu di Hotel Gran Mahakam, Jakarta.
Dengan tank top warna cokelat susu dan celana ketat warna senada, Nci--sapaan akrabnya--tampil sangat aduhai membawakan tiga buah lagu dengan koreografi tarian yang meliuk-liukan tubuh bersama Batavia Dancers. Dengan rambut tergerai Nci, terlihat lebih mirip Jennifer Lopez, penyanyi latin yang sedangbersinar itu.

" Perempuan di mana pun ingin dilihat indah. Buat saya, kalau mau indah, ya seksi dong, " ujarnya kenes. Apapun, inilah impian lama dipendam biduanita kelahiran 4 januari ini. Setelah keluar dari AB Three lantaran menikah sejak tahun lalu, nama Nci langsung berkibar sebagai pembawa acara Telekomania di Indosiar. "Saya tidak pernah terpikir untuk bisa berkarier solo," kata wanita berbola mata bulat ini. AB Three adalah satu dari sedikit kelompok vokal yang berkibar. Trio Lusy--Nola--Widi sempat mengharumkan nama Indonesia di berbagai festival dunia. Mereka, misalnya, meraih gelar bergengsi di Golden Stag Festival Rumania 1994, Grand Prix Macedonia, Internasional Festival dan Kazakhstan Internasional pada 1997. Nci bangga dengan almamaternya. "Dalam album solo ini saya tidak akan memaksa orang untuk menghilangkan image AB Three pada diri saya. Itu bagian dari sejarah," katanya.
Saat tidak lagi AB Three, Nci sempat berpikir untuk meneruskan sekolah. Tapi, kecintaannya kepada dunia tarik suara menyurutkan niat tersebut. "Saya nggak bisa kalau nggak nyanyi," ujarnya. Sebelum sampai ke tangan PT CeePee Production, Nci sempat diperebutkan sejumlah perusahaan rekaman. " Alhamdulillah Nci percaya pada warung kecil punya saya ketimbang perusahaan waralaba dengan label besar," tutur Tantowi, sang produser. Dengan niat ingin menciptakan penyanyi solo wanita baru, Nci di tangani serius oleh Tanto dan Dorie Kalmas, pencipta lagu Nada Kasih (Fariz RM). "Dari kacamata penyelenggara acara, saya tahu sekali susahnya mencari penyanyi wanita saat ini," kata Tanto.

Saat ini, katanya, orang hanya terpaku pada figur The Big Five : Krisdayanti, Yuni Shara, Mayangsari, Reza dan Titi DJ. Tiga nama pertama biasanya digemari oleh penonton berumur. Sedangkan Reza dan Titi lebih disenangi oleh kalangan muda. "Nah, Nci saya pasang agar bisa masuk di dua golongan itu," ungkap MC kawakan ini.
Nci, menambah daftar artis yang memutuskan berkarier solo. Sedikit dari contoh nama penyanyi solo yang tetap mengkilat meski dagang kaset sendiri yaitu Yana Yulio dan Katon Bagaskara. Yana, personil Elfa`s singer memutuskan mempunyai album sendiri hanya beberapa bulan setelah bergabung dengan kelompok vokal Elfa Secioria itu. " Setiap penyanyi pasti ingin mengekspresikan diri dan mendapat perhatian secara utuh," kata Yana. Elfa, gurunya sangat memahami keinginan penyanyi lulusan IPB ini. Di tengah jadual panggung ketat Elfa`s Singers, Yana rajin mengeluarkan album solo.
Sejak Cintamu yang diluncurkan pada 1989, Yana telah mengumpul
kan tujuh album solo. Rata-rata terjual lebih dari 200 ribu keping. Album Hasrat Cinta yang dirilis pada 1994 bahkan bisa menembus angka 600 ribu keping. " Tapi, saya nggak merasa lebih hebat dibanding Elfa`s Singers," kata Yana yang juga main sinetron dan menjadi presenter ini.
Lain Yana, lain pula Katon. Vokalis Kla Project ini, awalnya justru tak mau berkarier solo. " Saya orang yang paling menentang karier solo di Kla," ungkapnya. Lilo adalah orang pertama memutuskan ingin berkarier solo yang disusul oleh Adi, yang tampil solo sebagai musisi yang sukses menggarap album Memes, Terlanjur Sayang. Belakangan Katon tak tahan dan membuat Album Solo.Uniknya, album solo perdana Katon Dinda di Mana justru keluar lebih dulu  ketimbang milik rekannya. Dinda laku sampai 600 ribu keping di atas album Kla Project Yogyakarta (450 ribu). Setelah itu, berturut-turut keluar album Cinta Putih, Harmoni serta Damai dan Cinta.
Meski tak mengekor angka fantastis album perdana, toh Katon tetap puas. "Paling tidak saya tetap menunjukkan eksistensi. Saya ingin seperti Phil Collins atau Sting yang meski tidak bersama grupnya tetap terlihat warna khasnya," kata ayah dua anak ini. Berhitung dan kreatif, kata Yana dan Katon, adalah kunci agar bisa sukses berkaier solo tanpa merusak kelangsungan grup. Berhitung adalah kiat potensi pasar. Sedangkan lebih kreatif sebagai bagian dari tanggung jawab pada publik. Katon, misalnya sangat memilah-milah karyanya yang cocok dinyanyikan di Kla atau untuk album solo. "Warna Kla itu pop progresif sedangkan album solo saya lebih ke pop trendi, " kata mantan pramugara Garuda ini.

Itulah mengapa, ketika menciptakan Dinda di Mana, Katon sangat menyadari bahwa tembang itu tak bakal cocok dinyanyikan Kla. "Itu bukan jenis lagu Kla. Yang mendingan saya nyanyikan sendiri saja," kata Katon. Kreativitas pula yang sedang dicoba tawarkan Nci dengan album perdananya. Kemampuan menari yang didapat dari Willi Puah, koreografer AB Three tak dibuang begitu saja olehnya Lulusan Sastra Prancis UI ini. Ia pun mengasah lebih tajam vokalnya pada Chatarina Leimena, guru vokal IKJ. Waktulah yang akan membuktikan hasil jerih payah Nci kelak.
Kembali
Hosted by www.Geocities.ws

1