Kawasan di sekitar Jl Pecenongan dan Jl KH Agus Salim selama ini de kenal sebagai kawasan warung tenda malam hari. Demikian halnya di Jl Sabang. Namun lantaran tidak punya kekhasan, kawasan ini kurang dikenal turis mancanegara. Oelh karenanya, Pemkot Jakarta Pusat akan menjadikan kawasan ini sebagai pusat makanan khas nasional. Kedua kawasan itu, Wakil Walikota Jakarta Pusat, Sabungan Panjaitan, selama ini banyak dikunjungi masyarakat lokal. Warung tendanya pun sangat rebatas jumlahnya. Padahal jika dikembangkan dengan serius, kawasan ini cukup prospektif untuk wisata belanja dan makanan. " Dengan seringnya dikunjungi wisatawan asing, maka akan menambah pendapatan warga serta devisa negara, " kata Sabungan disela acara rapim Kadinda Jakpus. Seiring dengan pengembangan kawasan ini, sekaligus juga bisa membantu menata para pedagang sektor informal.
Di Jakpus terutama setelah krisis ekonomi, jumlah pedagang kaki lima (PKL) mencapai 35 ribu. Dari jumlah itu, yang berusaha dilokasi resmi hanya 3.895 atau u 11.4 persen. Sisanya sebanyak 29 ribu, merupakan pedagang liar. Mereka berjualan di sembarang tempat serta memanfaatkan sarana umum. " Ini membuat Pemda kewalahan menertibkan. Padahal apabila dibina, dapat meningkatkan PAD, " jelas Sabungan lagi. Nantinya penataan kawasan tersebut diarahkan pada aspek eksistensi kawasan wisata malam yang punya nilai strategis dalam upaya menarik wisatawan. Baik wisatawan lokal mau pun mancanegara. Selain itu, harus dipikirkan pula efektifitas kawasan ini terhadap perekonomian masyarakat sekitar dan Jakpus umumnya. Dalam kesempatan yang sama, Sabungan menghimbau para anggota Kadinda Jakpus, untuk membantu pembinaan pengusaha sektor informal. " Pemda DKI kini sedang kesulitan dana membiyai pembangunan. Selayaknya Kadinda Jakpus dapat menjadi pelopor mengangkat perekonomian yang terpuruk, misalnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi lemah," kata Sabungan menambahkan.
Untuk mengangkat potensi perekonomian yang ada di Jakpus, Sabungan juga mengharapkan dunia usaha mampu menata industri wisata di kawasan ini antara lain wisata konvensi, belanja dan jasa. Menanggapi permintaan ini, Ketua Kadinda Jakpus, Husaini Sanny, menyatakan pihaknya akan berusaha mencarikan konsep yang terbaik untuk penataan kawasan Pecenongan dan Sabang. Searah tendensi Jakpus menjadi kota jasa dan perdagangan, imbuhnya, para pengusaha berbasis di Jakpus memang tengah berupaya membangun ekonomi yang terpuruk karena banyak diantaranya yang gulung tikar. Selain itu, Kadinda juga sedang membidik sejumlah kawasan untuk dikembangkan sebagai objek wisata malam, jasa dan belanja. Semisal kawasan Taman Monas, Kemayoran dan Lapangan Banteng.