Terminal    Musik    Indonesia
Pak Bendot Meninggal Dunia
Mantan anggota senior grup lawak Srimulat, Saparbe alias Pak Bendot, meninggal dunia dirumah adiknya, Jl Kayu Manis no 8, Utan Kayu, Jakarta Timur, pukul 08.00, 23 Desember. Pria sederhana itu meninggal dunia akibat penyakit jantung dan prostat yang telah diderita sejak lama.
Atas permintaan keluarga, jenazah almarhum dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan. Setibanya di Yogyakarta. jenazah Pak Bendot disemayamkan di rumah anaknya di Kadipaten Lor, Kecamatan Keraton Yogyakarta. Rencananya jenazah akan dimakamkan di tempat Pemakaman Umum Karanggede, Basen Kulon, Kota Gede, Yogyakarta.
Meski sudah menderita sakit sejak lama, bahkan sempat dirawat beberapa lama di rumah sakit. September silam, kepergian Saparbe - nama pemberian orangtuanya -
membuat terkejut rekan-rekan almarhum di Srimulat. Saat disemayamkan, puluhan anggota Srimulat - antara lain Basuki, Kadir, Tarsan, Topan, Leysus, Doyok - dan Rano Karno serta beberapa aktor dan aktris hadir untuk mengantar kepergian pelawak itu. Bahkan, Tarsan mengantarkan bahwa Menteri Perhubungan Agum Gumelar juga turut prihatin dengan kepergian almarhum. " Bahkan, saya langsung diperintahkan Pak Agum untuk hadir di pemakaman Pak Bendot di Yogya," Ujarnya. Wajah Pak Bendot yang lucu memang masih menyambangi  pemirsa RCTI melalui Ketoprak Humor, Sabtu lalu (22/12). " Tayangan itu sendiri adalah syuting yang dilakukannya 11 Desember lalu.
Dan, itulah untuk terakhir kalinya ia ikut mengisi Ketoprak Humor," kata Tarsan lirih. Mengawali kariernya sebagai pelawak di Srimulat sejak 1961, nama Pak Bendot baru dikenal masyarakat setelah ikut bermain dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) garapan Rano Karno. Lewat perannya itulah, nama Pak Bendot akrab di masyarakat. Sejak itulah, Pak Bendot di percaya membintangi beberapa sinetron lain. Termasuk, membintangi iklan umum dan layanan masyarakat. " Dia memang punya karakter yang khas. Karena itu, saya mengajak untuk berperan dalam PSA(iklan layanan masyarakat) PLN versi telur dan juga iklan pemilu," ungkap sineas Garin Nugroho yang mengaku terkejut  saat mendengar wafatnya Pak Bendot. Mungkin karena itulah, iklan yang diperankannya cepat akrab di telinga masyarakat. " Terang terus, terus terang. Terus telur, ayam terus. Ayam kecil, ayam(maksudnya, i am)sorry ' menjadi ucapan yang sering ditirukan orang.
Kesederhanaan memang tampak dipancarkan pria kelahiran Yoyakarta, 20 Oktober 1925 ini. Bahkan, ketika dirinya sudah begitu amat terkenal, kegembiraan tetap terpancar dari wajahnya yang memang lucu itu. Pak Bendot pernah mengaku, dirinya sebagai orang Jawa menganut prinsip nrimo ing pandum atau menerima apa adanya. " Karena itu, saya menjalani hidup dengan rasa gembira saja. Punya uang, nggak punya uang, ya gembira terus. Kalau saya medapatkan kesusahan, itu saya nikmati. Bukan disesali. Itu juga kan suatu rachmat dari Yang di Atas,"
Ujar putra pertama dari enam bersaudara keluarga Raden Bekel Nagapuspito, seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta, suatu ketika. Kini polahnya tak pernah bisa disaksikan lagi. Tapi, ucapan-ucapannya akan selalu teringat. " Terang terus, terus terang. Terus telur, ayam terus. Ayam kecil, ayam sorry '.......
Kembali
Hosted by www.Geocities.ws

1