Angin
Surga
Setelah
menunggu sembilan tahun, akhirnya arek-arek Suroboyo, Museum Sepuluh
November(MSN) diresmikan.Dengan diresmikannya MSN semakin mengukuhkan Surabaya
sebagai kota Pahlawan. Presiden Abdurachman Wahid, meresmikan museum ini
setelah merayakan Tahun Baru Imlek ke 2551 bersama Majelis Tinggi Agama
Khonghucu Indonesia Jawa Timur.
Monumen Sepuluh November ini berlokasi di jalan Pahlawan
dengan jarak sekitar 500 meter dari jembatan merah. Jembatan ini menjadi
terkenal karena lokasi peristiwa tewasnya Brigjen Mallaby, 30 oktober 1945.
Mallaby tewas saat pejuang Indonesia bentrok dengan tentara Belanda. Sedangkan
Tuga Pahlawan yang berbentuk paku terbalik dengan tinggi 40,5 meter, diameter
bawah 3,1 meter dan atas 1,3 meter, dibangun sebagai simbol arek-arek
Suroboyo menghadang tentara.Sekutu ketika hendak menduduki kembali
Kota Surabaya.
Tugu dibangun di lokasi bersejarah yakni di atas bekas
gedung Raad Van Justicie(gedung pengadilan tinggi) pada masa penjajahan
Belanda. Sedangkan masa penjajahan Jepang gedung itu dijadikan markas Kempetai.
Gedung yang persis berhadapan dengan Kantor Gubernur Jawa Timur itu, hancur
pada pertempuran 10 november 1945.
Di pintu masuk Tugu Pahlawan didirikan patung Proklamator Soekarno- Hatta yg sedang membacakan teks proklamasi. Di sekeliling tugu ini ditanami bunga bougenvile dan kamboja merah dan putih. Kemegahan Tugu Pahlawan tampak dengan latar belakang bangunan berbentuk piramida yang di pakai untuk museum. Menuju Museum, pengunjung harus melalui lorong, bisa menggunakan tangga biasa, elevator, atau lif. Saat memasuki Museum tak terasa pengunjung selaholah terbawa ke masa lalu, masa perjuangan arek-arek Suroboyo sambil menikmati segernya hurum bunga melati.
H- 1, pekerjaan museum terus dikebut, termasuk ndandani Gedung Negara Grahadi di Jl Gubernur Suryo(Jl.Pemuda). Gedung negara itu menurut kabar direncanakan sebagai tempat menginap President Abdurahman Wahid atau Gus Dur, sedangkan rombongannya termasuk Paspampres diinapkan di Hotel Simpang yang berdampingan dengan Grahadi. Ruangan berukuran 10 x 15 meter di sayap kiri gedung itu dipercantik, dindingnya dipasang wall paper serta tersedia fasilitas untuk kursi roda. Gedung yang selama ini digunakan sebagai tempat berbagai acara, kini tampak gemerlap dan mirip seperti suite room hotel berbintang lima.
Info: Kompas