Stasiun televisi jaringan Internasional TV 5 akan menyiarkan Indonesia secara keseluruhan selama 24 jam, 6-7 Juli mendatang. Masyarakat Internasional akan tahu lebih dekat tentang Indonesia dan masyarakatnya melalui siaran langsung tersebut. Duta Besar Prancis Herve Ladsous mengatakan program tentang Indonesia ini akan menampilkan keindahan, budaya, dan cita-cita masyarakat Indonesia untuk diketahui masyarakat dunia. " Program ini memang erat kaitannya dengan budaya, parawisata, dan keindahan Indonesia. Masyarakat dunia akan tahu apa yang menjadi cita-cita masyarakat Indonesia. TV 5 akan menyiarkan keadaan Indonesia seutuhnya," kata Ladsous kepada wartawan.
Ia mengharapkan, dengan tayangan selama dua hari dengan durasi 24 jam penuh ini bisa menjadikan Indonesia makin dikenal di dunia internasional. " Saya pun sudah menantikan acara ini. Saya siap tidak tidur untuk melihat siaran langsung Indonesia selama 24 jam," ujarnya. TV 5 merupakan televisi jaringan internasional yang menggunakan bahasa Prancis. Saat ini, TV 5 telah menjaring 600 juta penonton di seluruh dunia. Program Indonesia 24 jam ini akan disiarkan secara langsung dari Jakarta. TV 5 juga akan mengadakan liputan langsung dari Yogyakarta dan Bali.
Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Badan Pelaksana Kementrian Kebudayaan dan Parawisata Setyanto P Santosa menyambut posetif siaran 24 jam Indonesia di TV 5. " Ini suatu peristiwa besar. Sebuah kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk mempublikasikan kondisi Indonesia ke luar negeri. Masyarakat selama ini menanggap Indonesia sebagai tempat yang tidak aman, banyak kerusuhan. Anggapan salah itu akan dibuktikan di sini, karena TV 5 akan menyiarkan secara langsung," ujarnya. Oleh karena itu, Setyanto menambahkan masyarakat Indonesia harus memanfaatkan peristiwa penting ini dengan sebaik-baiknya. Masih kata Setyanto, peristiwa ini bisa dimanfaatkan masyarakat pariwisata dan kantong-kantong kebudayaan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai tempat yang indah, aman, dan berbudaya.
Pihak Kementrian Budaya dan Pariwisata tengah mengupayakan agar siaran langsung ini dipusatkan di Museum Nasional. " Kami sedang mengupayakan Museum Nasional menjadi pusat siaran langsung. Selama ini, masyarakat internasional hanya mengenal Borobudur dan Prambanan saja. Kita ingin memperkenalkan tempat lain yang juga layak diketahui masyarakat internasional," ujar Setyanto. Dengan adanya tayangan langsung Indonesia selama 24 jam di TV 5, Setyanto mengaharapkan adanya perubahan pandangan masyarakat internasional terhadap masyarakat Indonesia paling tidak membuktikan Indonesia tidak rusuh yang dikira. Demikian informasi ini, yang saya dapatkan dari koran Media Indonesia tanggal 20 Mei 2002. Selamat menyaksikan 24 Jam tentang Indonesia di TV 5 pada tanggal 6 s/d 7 Juli mendatang.