Membawa : Klamidia, akibatkan kemandulan


Dalam aktivitas seks, organ intim wanita berisiko lebih besar terkena penyakit, dibanding pria. Terutama dalam hubungan secara vaginal.
"Wanita, saat melakukan aktivitas seksual, kemasukan `benda asing`. Ada risiko trauma, karena pada saat penis masuk ke vagina terjadi pecahnya pembuluh-pembuluh darah kecil di bawah permukaan" tutur Dr Meiwita Paulina Budiharsana MPA PhD, dalam kesempatan Pelatihan Penulisan/Peliputan Kesehatan Reproduksi Wanita untuk Wartawan, yang diselenggarakan Population Council dan LP3Y di Yogyakarta, akhir tahun lalu.

Cairan mani menetap relatif lama dalam vagina, padahal selaput lendir vagina cukup rapuh. Kesempatan masuknya HIV atau virus lainnya ke dalam aliran darah pun jadi lebih besar. Gonore dan klamidia serta beberapa penyakit kelamin lain dapat menyebabkan limfosit
CD 4 (limfosit T Helper) berkumpul di daerah lokasi terinfeksi untuk melawan infeksi.
Sedangkan CD 4 adalah sasaran utama HIV, itu yang menyebabkan orang berpenyakit Gonore dan klamidia lebih mudahtertular HIV.
Program officer Ford Foundation yang menangani kesehatan reproduksi, gender dan hak-hak wanita ini, menemukan satu dari sepuluh perempuan - bahkan dari kalangan ibu rumah tangga biasa positif terinfeksi klamidia.

"Klamidia itu hampir sama dengan gonore. Tapi kenapa kita tidak pernah tahu tentang fakta itu?. Karena dalam cacatan di puskemas, tidak ada penyakit kelamin lain selain gonore dan sifili,"jelasnya. Klamida, sebenarnya disebabkan oleh bakteri. Biasanya menyerang saluran kencing atau organ-organ reproduksi. Pada wanita, menyebabkan infeksi di mulut rahim, sedangkan pada pria, menyebabkan infeksi di urethra(bagian dalam penis). Sebanyak 75 persen penderitanya, tidak mendapatkan gejala penyakit ini. Kalaupun muncul gejala, pada wanita, hanya berupa keputihan. Penyakit menular seksual (PMS) yang satu ini, dapat menular atau ditularkan pasangan.
Bayi yang lahir dari ibu yang tertular klamidia, dapat terkena infeksi mata( pneumonia).

Bila tidak di obati, organ reprodusi dan perut bagian bawah akan terasa sakit, juga tejadi PID( radang panggul), Selain itu, keluar cairan yang tidak biasa dari vagina atau penis, terasa panas pada saat buang air kecil serta terasa sakit saat berhubungen intim.
Saat ini, klamidia sudah dapat diobati hingga tuntas. Namun, bila infeksi klamidia yang terjadi cukup parah, atau tertular berulang-ulang, bisa menimbulkan kemandulan.
Itu sebabnya, seringkali wanita pekerja seks komersial yang beberapa kali tertular PMS ini, tidak memerlukan obat atau alat pencegah kehamilan karena sudah menjadi mandul.
Untuk mencegah klamidia, perhatikan selalu kebersihan organ intim, setia dengan satu pasangan  yang "Bersih"dari penyakit tersebut, dan lakukan hubungan seks dengan menggunakan kondom.
 

 Kembali


Hosted by www.Geocities.ws

1