Setelah saya keluar dari Radio Bangsa Jawa, saya membangun siaran radio sendiri dengan nama Radio Angin Surga. Di belanda pada umumnya kalau mau menyiarkan, itu harus minta izin dulu dan harus mempunyai organisasi yang mendukung siaran itu. Jadi saya sebenarnya bohong dan mengatakan bahwa organisasi itu baru dalam proses, alias belum selesai. Dan sebenarnya saya hanya ingin siaran saja, siaran itu juga lewat Kabel di Amsterdam dan pada setiap hari jumat. Dan juga siaran dalam bahasa Belanda dengan membawa siaran sejarah Indo rock di Belanda.
Pada umumnya saya sendiri yang mengerjakan dan menjalani siaran Radio Angin Surga, tetapi saya juga mendapat dukungan dan pertolongan dari teman akrab saya Edwin, orang Indo pinter bahasa Indonesia. Akhirnya, belum mencapai 1 tahun siaran Radio Angin Surga kandas, kemungkinan adalah salah jam siaran dan tidak mempunyai banyak pendengar. Siaran itu biasanya pada jam kerja dari jam 15.00 s/d jam 16.00 jadi pada saat itu tidak banyak orang yang bisa mendengarkannya. Sekali dalam 2 minggu, saya menyiarkan lewat perusahan yang sama, di udara dan lewat kabel, siaran ini juga dilakukan pada jam 16.00s/d jam 17.00. Saya berusaha untuk mendapat siaran yang lain, tapi semua jam siaran sudah penuh. Dan akhirnya saya tidak mau lagi bertambah onkos, Radio Angin Surga menutup siarannya.