Terminal    Musik    Indonesia
Membawa : Sejarah Angin Surga.
Salam jumpa dalam lembaran ini yang membawa Anda ke Sejarah Angin Surga.

Sejarah Angin Surga, pernah dulu saya bekerja suka rela sebagai penyiar di Radio Swasta melalui kabel di Amsterdam Holland. Nama Radio ini adalah Radio Bangsa Jawa, radio ini dibangun oleh seorang Dokterandus di bidang sejarah orang2 Jawa Suriname. Asalnya juga dari Suriname, siaran ini terdengar hanya di Amsterdam dan sekitarnya dan umpamanya Anda berdomisili di Utrecht atau Den Haag, siaran ini tak dapat terdengar sejauh itu. Siaran ini terdiri dari 3 bahasa, yaitu, Bahasa Jawa-Suriname, Bahasa Belanda, dan bahasa Indonesia.
Lagi siaran humor
Bagian saya adalah Bahasa Indonesia, dan saya menjadi penyiar di radio ini 8 tahun, terkenal dengan nama Bung Piet. Banyak pengalaman yang tak terlupakan menjadi penyiar radio. Dan didalam 8 tahun itu, saya pun mendapat penggemar banyak sekali walaupun hanya di Amsterdam dan sekitarnya. Akhir cerita, bahwa saya keluar dari Radio Bangsa Jawa ini karena salah pendapat dengan ketua organisasi radio ini, bahkan Dokterandus di bidang sejarah itu sudah lama meninggalkan jabatannya sebagai ketua organisasi Radio Bangsa Jawa.
Setelah saya keluar dari Radio Bangsa Jawa, saya membangun siaran radio sendiri dengan nama Radio Angin Surga. Di belanda pada umumnya kalau mau menyiarkan, itu harus minta izin dulu dan harus mempunyai organisasi yang mendukung siaran itu. Jadi saya sebenarnya bohong dan mengatakan bahwa organisasi itu baru dalam proses, alias belum selesai. Dan sebenarnya saya hanya ingin siaran saja, siaran itu juga lewat Kabel di Amsterdam dan pada setiap hari jumat. Dan juga siaran dalam bahasa Belanda dengan membawa siaran sejarah Indo rock di Belanda.

Pada umumnya saya sendiri yang mengerjakan dan menjalani siaran Radio Angin Surga, tetapi saya juga mendapat dukungan dan pertolongan dari teman akrab saya Edwin, orang Indo pinter bahasa Indonesia. Akhirnya, belum mencapai 1 tahun siaran Radio Angin Surga kandas, kemungkinan adalah salah jam siaran dan tidak mempunyai banyak pendengar. Siaran itu biasanya pada jam kerja dari jam 15.00 s/d jam 16.00 jadi pada saat itu tidak banyak orang yang bisa mendengarkannya. Sekali dalam 2 minggu, saya menyiarkan lewat perusahan yang sama, di udara dan lewat kabel, siaran ini juga dilakukan pada jam 16.00s/d jam 17.00. Saya berusaha untuk mendapat siaran yang lain, tapi semua jam siaran sudah penuh. Dan akhirnya saya tidak mau lagi bertambah onkos, Radio Angin Surga menutup siarannya.
Stikker Radio Bangsa Jawa
Dan beginilah saya ditinggalkan dengan banyak lagu2 Indonesia yang dulu saya pernah beli dan membawa dari Indonesia seperti, Keroncong, Dangdut, Pop Indonesia, Bossas Slow Rock, Nostalgia Dll. Buat saya sendiri sejarah ini tak bisa dilupakan, karena merasa senang selama menyiarkan dan membawa informasi untuk mereka yang membutuhkannya. Dulu belum ada komputer dengan Internet, sekarang kalau Anda membutuhkan berita2 dari Indonesia, bisa langsung melalui internet dan membaca koran2 dari Indonesia. Saya merasa senang memutar lagu Indonesia di Belanda, kan disini di Belanda  mana ada yang memutar lagu2 Indonesia di radio yang lainnya Selain memutar lagu2 Indonesia saya juga membawakan berita dari Indonesia komplit dengan Valuta Asing dan cauaca untuk Jakarta dan sekitarnya.
Inilah sejarah Radio AnginSurga, terimakasih untuk membaca lembaran ini dan kalau Anda ingin mengetahui apa saja yang saya sajikan Di Website Angin Surga, silahkan melihat dan mencaoba mencari apa yang anda cari.

Salam dari krew Angin Surga
Kembali
Hosted by www.Geocities.ws

1