Angin Surga
         Terminal Musik Indonesia
Membawa : Pengelola KA Harus Introspeksi/ AS akan bangun KA cepat Jakarta- Surabaya


Kemarahan Penumpang Bisa Terulang

PT Kereta Api Indonesia ( KAI ) harus segera memperbaiki kualitas pelayanan kepada penumpangnya secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Mereka juga harus berhenti dan meminta permakmulan dengan dalih keterbatasan dana, kerusakan teknis maupun kesalahan manusia ( human error). Selain itu, PT Kai juga perlu berefleksi bagaimana pemeliharaan dan pengawasan kereta api selama ini. Demikian ditemukakan ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia ( MTI ) Pusat, Suyono Dikun. Dia dimintai tanggapannya terhadap kejadian untuk kedua kalinya penumpang kereta rel listrik ( KRL ) mengamuk dan melakukan perusakan Stasiun Jatinegara gara-gara  rusak dan terlambatnya KRL. Menurut Suyono, secara mukro perbaikan menyeluruh mencakup pelayanan dengan menempatkan public safety sebagai prioritas pertama.

Alasannya, jaminan keselamatan pengguna jasa kereta api merupakan tanggung jawab sepenuhnya PT KAI sebagai perusahan Negara.
" Setelah itu peningkatan kualitas pelayanan harus dibarengi perbaikan teknologi kereta api yang dipakai," katanya. Suyono mengatakan, kemarahan penumpang di Jatinegara itu merupakan respon langsung kekecewaan penumpang akibat buruknya pelayanan PT KAI selama
bertahun-tahun. " Jika tidak ada jaminan perbaikan, saya khawatir kekecewaan publik yang menahan dapat meledak kembali sewaktu-waktu," katanya. Disisi lain, Suyono juga menilai perilaku destruktif penumpang menunjukkan rendahnya tanggung jawab mereka dalam ikut memelihara fasilitas publik. Menurutnya, hal tersebut mengherankan,karena kerusakan  sarana kereta api secara tidak langsung merugikan penumpang.

Sedangkan Ketua Umum Serikat Pengacara indonesia ( SPI ) Trimedya Panjaitan mangatakan, perusakan stasiun kereta api Jatinegara itu menunjukan kuatnya jiwa anarkis masyarakat akibat akumulasi kekecewaan dan kesulitan masyarakat selama ini. " Aparat keamanan tetap perlu menindak pelaku tindakan anarkis agar dapat dijerat hukum dan tindakan itu tidak dipandang sebagai hal yang lumrah," kata Trimedya. Namun demikian, PT Kai juga perlu berefleksi bagaimana pemeliharaan dan pengawasan kereta api selama ini.
Di tempat terpisah, Kepala Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Kota Direktorat Perhubungan Darat, Iskandar Abubakar mengatakan, rasa memiliki masyarakat sudah rendah. " Jika kereta dan prasaranannya dirusak, yang rugi kan masyarakat juga," tuturnya.
Menanggapi aksi para penumpang yang ngamuk itu, Kepala Daerah Operasi Jakarta, Bogor, Tanggerang dan Bekasi ( Jabotabek ) PT KAI, Masjraul Hidayat, Menatakan, minimnya dana membuat segala upaya itu dilakukan dalam segala keterbatasan. " Akibatnya, kerusakan kereta tidaklah menjadi hal yang mengherankan," kata Masjraul.

Pemasukan dari penjualan karcis yang harganya baru dinaikkan 1 september lalu hanya bisa memenuhi 70 persen dari biaya operasi pada jalur Jabotabek. Sisa biaya didapatkan dari keuntungan kereta-kereta eksekutif. Padahal, ongkos pemeliharaan sangat besar. Semua spare parts masih harus didatangkan dari luar negeri. Soal kecendrungan mengamuknya penumpang akibat buruknya pelayanan kereta api, Hidayat yakin bukan bukan penumpang pelakunya. " Pasti ada provokatornya," katanya.
Ia memberi contoh, saat para penumpang kereta api mengamuk di stasiun Jatinegara, ada seorang yang memanfaatkan kekacauan dengan masuk ke ruang karcis. Ternyata, uang karcis sebesar Rp 210.000 raib. " Para oknum tersebut terkadang sengaja menarik rem agar kereta berhenti," katanya. Sementara itu Menteri Perhubungan Agum Gumelar meresmikan fasilitas informasi kereta api  121 hasil kerja sama PT Telkom dan PTKai. Dengan memutar 121, para calon penumpang dapat mengakses informasi jadwal dan sisa tiket kereta api.

AS Akan Bangun KA Cepat Jakarta - Surabaya

Pemerintah sedang mempersiapkan proyek kereta api cepat (High Speed rail - HSR ) lintas Jakarta - Surabaya. " Investasinya  triliunan rupiah. Proyek HSR ini studinya telah selesai," ujar Menteri Perhubungan dan Telekomunisasi Agum Gumelar. Studi kelayakan proyek ini dilakukan oleh perusahan asing HSR 200. Menurut Agum, beberapa negara asing sudah menyatakan tertarik dengan megaproyek HSR tersebut. Termasuk beberapa perusahan swasta asing dari AS. " Saya juga berharap investasi dari AS," katanya. Disebutkan, penentuan pelaksana proyek HSR200 melalui proses tender. Ia menjamin tak akan sulit memperoleh calon peserta tender karena selama ini yang berminat juga sudah cukup banyak. " Karena HSR200 itu sesuatu proyek yang feasible dan prospektus. Kelayakannya bagus sekali." Sesuai rencana, kata Agum, proyek HSR200 nanti akan membangun jaringan kereta api berkecepatan 200 kilometer perjam.

Dengan demikian waktu tempuh Jakarta-Surabaya hanya sekitar 5 jam. Rel kereta api HSR, tutur Agum, akan terpisah dengan rel kereta api yang ada selama ini. Ia berharap proyek itu segera berjalan. " Saya harap PT Kereta api bisa bekerja sama dengan swasta asing," jelasnya. Ia juga mengharapkan agar investor asing bukan hanya tertarik HSR 200 tapi juga proyek lainnya, karena sesuai dengan Keppres no 118/2000, Indonesia mengundang investasi swasta asing untuk masuk di berbagai sektor perhubungan.


Hosted by www.Geocities.ws

1