Berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) rasanya kurang lengkap bila tidak menyaksikan film di Teater Imax Keong Emas. Di teater ini pengunjung bisa menyaksikan film tiga dimensi Indonesia Indah yang sudah sampai seri ke 3, di antaranya In Living Sea, Island Adventure, dan yang terbaru T-REX : Kembali ke Zaman Dinosaurus. Film koleksi terbaru Keong Emas ini mulai diputar pada Lebaran lalu. Film T-Rex : Kembali ke ZXaman Dinosaurus ini mengisahkan petualangan para ahli paleontologis dalam mencari fosil Dinosaurus. Film ini bukan fiksi semata, tetapi betul-betul menggambarkan bagaimana para ahli paleontologis bekerja. Kemudian ditampilkan Museum yang berisi kerangka binatang dinosaurus lengkap dengan laboratorium tempat para ahli meneliti fosil hasil temuan mereka. Film dengan masa putar 48 menit ini boleh ditonton semua usia, dari balita hingga dewasa, karena di dalamnya memang ada unsur pendidikannya. Melalui film ini penonton punya gambaran dan bvisa menyaksikan langsung bahwa dinosaurus itu benar-benar ada, dan bukan cuma khayalan para ahli saja.
" Film yang di putar di Keong Emas tidak ada di bioskop lain, dan merupakan satu-satunya di Indonesia yang mendidik penontonnya," ujar Manajer Teater Imax Keong Emas H. Supawan. Mungkin karena harus berpegang pada konsep pendidikan itulah Keong Emas sejak berdiri pada 1984 tidak leluasa mengoptimalkan teater ini sebagai media hiburan masyarakat. Itulah sebabnya ketika krisis melanda Indonesia, teater yang tergabung dalam Imax Coorporation dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari di seluruh dunia ini tutup sementara. Karena jumlah penonton yang semula mencapai 500.000 per tahun terus-menerus mengalami penurunan. Bahkan pernah cuma 200.000 penonton per tahun. Strategi menaikkan jumlah penonton pun dilakukan, tetapi tetap berpegang pada konsep mendidik. Pernah suatu kali disebar 500 voucher gratis ke beberapa SD. Siswa Juara I - III boleh nonton gratis. " Dengan voucher ini di harapkan siswa akan membawa orang tuanya, adik, atau kakaknya. Jadi kita rugi satu, tetapi balik tiga, tetapi dari 500 voucher yang disebarkan cuma kembali sekitar 200an," kata Supawan.
Dengan peralatan yang dirancang untuk tiga dimensi memang sulit bagi Keong Emas untuk lebih mengomersilkan teater ini. Misalnya, film yang diputar di Keong Emas berukuran 70 mil, sementara di bioskop bisa cuma 35 mili. Begitu juga dengan tempat duduk, dan layarnya yang pernah masuk dalam The Guinnes Book Of Records sebagai layar terbesar di seluruh dunia. " Tetapi, sekarang ini pelan-pelan mulai naik lagi mencapai 400.000 penonton per tahun," kata Supawan. Lebih lanjut, Supawan mengatakan, ketika Keong Emas mulai bangkit pascakrisis ekonomi, keadaan ternyata tidak seperti semula lagi. Perubahan politik dan Ekonomi di Indonesia juga berdampak pada manajemen Keong Emas. Salah satu contoh, dulu biaya listrik, pajak, dan lainnya cuma dikenakan 50%. Tetapi, kini semuanya harus bayar penuh. Tak heran bila seluruh karyawan bekerja keras memasarkan Keong Emas, minimal untuk bisa meggaji karyawan dan biaya operasional serta perawatan gedung sebesar Rp 150 juta/bulan.
" Itu belum termasuk sewa film dan perawatan proyektor. Karena untuk peralatan film harus dipegang tim maintennance dari Imax International," kata Supawan lagi. Supawan mengatakan, keuntungan yang diperoleh dalam mengelola Teater Imax cukup kecil karena ada misi pendidikan di dalamnya. Sementara harga tiket tidak bisa dijual terlalu mahal. Untuk film T-Rex, misalnya, cuma dikenakan harga Rp 15.000 per orang. Di Thailand sekitar US$ 4-5 per orang. Padahal sewa filmnya mencapai Rp 1.250 miliar selama satu tahun. " Nonton di Teater Imax Indonesia paling murah di seluruh dunia. Kalau mau cepat balik modal sebetulnya bisa menjual tiket Rp 50.000-Rp 60.000 per orang," tambah Supawan yang memprediksikan bisa balik modal setelah tujuh atau delapan bulan diputar.