Terminal    Musik    Indonesia
Membawa : Kilasan Nasib Menteri  Kabinet Indonesia
Sejarah kabinet dan kementerian di negeri ini memak tidak luput dari pola kepemimpianan yan diannut presiden, sebagai kepala pemerintahan. Adakalanya menteri yang bertahan lima tahun, hingga akhir masa jabatannya habis. Namun, ada pula yang menjabat hanya dalam hitungan hari.
Era : Ir. Sukarno (1945-1967)
Selama 22 tahun memerintah, tercatat 26 kali terjadi perombakan kabinet. Jumlah jabatan menteri pada tiap kabinet relatif tidak stabil, berkisar 7-100 menteri. Latar belakang anggota kabinet pimpinan Soekarno terdiri dari kalangan partai politik, militer, dan juga kalangan profesional. Di era Soekarno, bentuk pemerintahan presidensial dan parlementer sempat dipraktikkan. Ada tiga periode kabinet pimpinan Soekarno. Periode pertama, di awal kemerdekaan ( 1945-1949). Pada periode ini tercatat delapan kali perubahan kabinet. Selain itu, bentuk pemerintahan pun terjadi. Kabinet yang terbentuk pertama kali berbentuk presidensial. Pada kabinet selanjutnya, yaitu Kabinet Sjahrir I-II dan Amir Syarifuddin I-II, bentuknya adalah perlementer. Kemudian kembali ke presidensial pada Kabinet Hatta I. Terakhir, bentuk kabinet kembali ke parlementer, yaitu Kabinet Darurat sampai dengan kabinet Hatta I-II.

Periode kedua, era demokrasi parlementer (liberal). Pada periode ini, kekuatan partai politik mendominasi pembentukan kabinet. Hasilnya, perombakan kabinet tetap sering ditempuh akibat pertarungan kepentingan antara politik. Kabinet-kabinet pada periode ini adalah : Kabinet Hatta III, Susanto, Halim, Natsir, Sukiman, Halim, Natsir, Sukiman, Wilopo, Ali I-II, Burhanuddin Harahap, dan Djuanda.

Periode ketiga, masa demokrasi terpimpin. Pada masa ini, berlaku Kabinet Presidensial. Jabatan ketua MPRS didudukkan sebagai wakil perdana menteri, lalu ketua DPRGR, DPA, dabn wakil ketua MPRS berkedudukan sebagai menteri Koordinator.
Soeharto (1967-1998)
Hosted by www.Geocities.ws

1