Periode kedua, era demokrasi parlementer (liberal). Pada periode ini, kekuatan partai politik mendominasi pembentukan kabinet. Hasilnya, perombakan kabinet tetap sering ditempuh akibat pertarungan kepentingan antara politik. Kabinet-kabinet pada periode ini adalah : Kabinet Hatta III, Susanto, Halim, Natsir, Sukiman, Halim, Natsir, Sukiman, Wilopo, Ali I-II, Burhanuddin Harahap, dan Djuanda.
Periode ketiga, masa demokrasi terpimpin. Pada masa ini, berlaku Kabinet Presidensial. Jabatan ketua MPRS didudukkan sebagai wakil perdana menteri, lalu ketua DPRGR, DPA, dabn wakil ketua MPRS berkedudukan sebagai menteri Koordinator.