***********
Mungkinkah industri jamu sejajar dengan industri farmasi? Itu pertanyaan sejumlah pengunjung pameran jamu dan obat tradisional yang diselenggarakan berkaitan dengan pertemuan Menteri Kesehatan se Asean di Yogyakarta, baru-baru ini.
Ada yang menyangsingkan kemampuan pengusaha jamu bersaing dengan industri farmasi yang sudah lebih dipercaya, tentunya, secara medis. Namun, banyak juga yang optimis karena langkah ke arah tersebut sudah jauh hari dipersiapkan.
Setidaknya jawaban optimis meluncur dari pengusaha jamu itu sendiri yang dengan data dan fakta menunjukkan, semakin hari industri jamu di Indonesia maju pesat.
Itu dilihat dari peningkatan produksi baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Juga pengembangan unit kerja dan pabrik di sejumlah perusahaan jamu terbesar mungkin bisa menjadi indikator, jamu kita sebenarnya mampu untuk sejajar dengan industri farmasi. Perubahan citra memang sangat mendukung pertumbuhan industri jamu. Apalagi biaya menuju sehat sekarang ini sangat mahal. Orang tidak buru-buru pergi ke dokter atau rumah sakit hanya karena sakit ringan. Tetapi , terlebih dahulu mencoba jamu-jamuan. bagi pengusaha, membentuk citra bahwa jamu baik untuk menjaga kesehatan tubuh memang membutuhkan kerja keras.
Dan, Political Will dari pemerintah merupakan salah satu prasyarat untuk itu. Pengusaha jamu menginginkan pemerintah membuat suatu undang-undang atau peraturan yang menyebutkan jamu atau obat tradisional bukan sekadar ilmu pengobatan di luar medis, tetapi disejajarkan dengan pengobatan medis. Komitmen pemerintah ini penting agar pengusaha tidak ragu dan masyarakat juga paham bahwa jamu atau obat tradisional memang layak untuk dikonsumsi.
Merevisi Peraturan
Seperti dikatakan Irwan Hidayat, salah satu ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Jamu Indonesia, belum lama ini pemerintah harus merevisi peraturan mengenai jamu dan obat tradisional Indonesia. Hal ini berkaitan dengan perkembangan industri jamu dan obat tradisional yang sangat baik. Demikian pula banyak negara terutama dikawasan Uni Emirat Arab dan Afrika yang menyenangi jamu dan obat tradisional Buatan Indonesia.
" Ini peluang kita untuk besar, asalkan pemerintah juga mendukung dengan merevisi pengaturan mengenai jamu dan obat tradisional," ujar Irwan Hidayat, yang juga Dirut PT Sido Muncul, salah satu pengusahaan besar jamu di Indonesia.Menurutnya perusahaan jamu Sido Muncul berusaha terus meningkat kualitas dengan lebih memperbesar anggaran sektor riset dan pengembangan. Bahkan tahun ini Sido Muncul menyiapkan dana Rp 1 miliar khusus untuk pengembangan . Hal ini tidak lain didasarkan pada kenyataan, produk Jamu Indonesia cukup berkembang, terutama menghadapi pasar Bebas.
Keunggulan.
Jamu adalah keunggulan tersendiri bagi indonesia. Apalagi bahan baku jamu banyak. Dari tiga ribu jenis tanaman berkhasiat yang tumbuh di Indonesia, baru 450 jenis yang sudah dimanfaatkan. Jadi peluangnya sangat besar dan ini merupakan modal Indonesia terutama industri jamu menghadapi pasar bebas. Kalau kita tidak siap, bukan tidak mungkin sumber daya alam kita itu akan diambil negara lain. Kenyataan sudah terjadi, sebagian besar obat tradisional Cina bahan bakunya berasal dari Indonesia. Pengusaha jamu menyambut baik upaya pemerintah melakukan kerja sama di bidang pengembangan obat-obatan tradisional dengan Cina. Namun menurut Irwan , kerja sama itu tidak akan ada artinya jika tidak melibatkan pengusaha serta petani yang selama ini memasok bahan baku.
Terhadap petani sendiri , pengusaha jamu mempunyai komitmen untuk bersam-sama saling memenuhi. Petani dapat menyetorkan hasil pertanian berupa tanaman berkhasiat pada industri jamu, sedangkan industri jamu siap menerima berapa pun produk tanaman dari petani. Irwan juga mengatakan, salah satu kelemahan produk tradisional kita selama ini adalah kemasan. Orang di luar negeri lebih menyukai jika obat tradisional atau jamu dikemas dalam bentuk kapsul. Selain memudahkan untuk menelan, juga lebih praktis dibanding dalam bentuk cair. Sebagian besar obat atau jamu yang diminta, jenis obat kuat untuk pria. Selebihnya penyegar tubuh juga kosmetika yang dianggap lebih alami.
Pasar Asing
Menjadikan industri jamu dan obat tradisional sejajar dengan industri farmasi memang bukan tidak mungkin diwujudkan dalam waktu dekat. Hal itu juga dikemukakan Ping Hartono MBA, Dirut
PT Jamu Air Mancur. Menurutnya, untuk mewujudkan itu memang harus dengan kerja keras, terutama harus giat menerobos pasar asing. Tentunya ini tidak terlepas dari peningkatan produk dan teknologi yang sesuai. Pt Air Mancur yang berbasis di Solo secara konsisten terus membina hubungan baik dalam bentuk penyediaan produk alternatif yang berkualitas. Komitmen itu tercermin dalam bentuk diterimanya setifikat ISO 9001, lembaga riset dan pengembangan yang andal serta sumber daya manajemen profesional.
Pihaknya secara terus menerus melakukan upanya dengan melakukan kerja sama dan kesepakatan yang menguntungkan bersama dengan mitra dari negara asing. Tujuannya sendiri untuk meningkatkan harkat industri obat tradisional bukan hanya Indonesia, tapi juga negeri bersangkutan. Awalnya dia mengaku memang cukup berat. Namun dengan strategi dan model pemasaran yang menarik, minat menggunakan jamu dan obat tradisional menjadi lancar. Bahkan pada kelas menengah keatas, mereka dengan mudah memasyaratkan jamu.
Dengan citra jamu bukan hanya untuk kalangan bawah, maka produk jamu dengan mudah memasyarakat di semua kalangan. Manfaat itu semua, kata Ping, tentunya bisa menjadi solusi kita mengatasi krisis. Bisa dikatakan, disaat krisis ekonomi berlangsung, perusahaan jamu termasuk yang mampu bertahan.
Bukan hanya pengusaha yang untung, pekerja dan masyarakat juga dapat memetik keuntungan. Setidaknya peluang kerja dan usaha masih terbuka. Di sisi lain, kita memang harus meningkatkan kualitas untuk bisa bersaing di pasar bebas yang sudah didepan mata. Jangan sampai kita yang kaya sumber daya alam justru gigit jari dan melewatkan peluang di depan mata.
Kalau Cina bisa menyejajarkan industri obat tradisional dengan industri farmasi, mengapa pula kita tidak. Karena sebenarnya kita memiliki potensi sumber daya alam yang demikian besar, tinggal megolahnya secara profesional.
*****************************************************************