Angin
Surga
Menurut Bambang, pelaksanaan Wisata Malam Hari itu dimaksudkan
untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
" Apalagi kawasan Jalan Jaksa, Kebon Sirih, ini sudah
lama dikenal turis mancanegara," katanya. Selain penataan pedagang kaki
lima, di kawasan itu juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan kesenian
dan penjualan berbagai cendera mata. Menurut Pelaksana Harian Kepala Suku
Dinas Parawisata Jakarta Pusat Yopie, di kawasan Jalan Jaksa ada 15 penginapan
dan hotel. Sedangkan di Jalan KH Wahid Hasyim ada lima hotel melati dan
bintang. Setiap hari sedikitnya 200 hingga 300 turis asing berkunjung dan
menginap di kawasan tersebut.
Setiap malam Minggu dari pukul 18.00 hingga 02.00 dini hari arus lalu lintas di jalan-jalan sekitar pusat keramaian tersebut berlaku ketentuan khusus. Jalan Jaksa ditutup total. Sedangkan Jalan KH Wahid Hasyim yang biasa berlaku dua arah, pada malam Minggu saat acara Wisata Malam Hari hanya berlaku satu arah saja ke arah Jalan MH Thamrin. " Perubahan satu arah ini hanya berlaku dari simpang lima Johar hingga ke persimpangan Sabang (Jalan Agus Salim)," jelas Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) DKI Jakarta Buyung Atang. Para pengguna jalan yang biasa menggunakan Jalan KH Wahid hasyim untuk menuju kearah Menteng diarahkan melalui Kebon Sirih atau Jalan Gereja Theresia. Selanjutnya, yang menggunakan Jalan Kebon Sirih menuju Menteng akan diarahkan melalui persimpangan Tugu Tani.
Kembali
Info : Kompas