Terminal    Musik    Indonesia
Membawa : Denada, Diam-diam Suka Dangdut
Denada (22), yang dulu dikenal sebagai penyanyi rap, kini ingin serius menggeluti seni peran. Keinginan itu muncul setelah dia bermain dalam sinetron komedi Badut Pasti Berlalu, produksi Indosiar yang melibatkan Teater Gandrik dari Yogyakarta, lengkap dengan Butet Kartaredjasa-nya.
"Aduh, saya beruntung sekali bermain dengan teman-teman Teater Gandrik. Saya banyak mendapatkan ilmu akting dari orang-orang yang sudah jagoan. Di sinetron itu saya tidak saja cari duit, tapi juga dapat ilmu. Ini benar-benar pengalaman akting saya yang pertama," Kata Denada yang adalah putri dari penyanyi Emilia Contessa.
Sebelumnya, Denada sebenarnya pernah muncul dalam komedi situasi Hari Harimau bersama Harry de Frettes. Ia juga pernah menjadi bintang tamu  di sinetron Gerhana. Akan tetapi, ia paling berkesan saat dipasang sebagai pemeran utama dalam Badut Pasti Berlalu yang disutradarai Dicky Irawan. Ia berperan sebagai gadis muda anak abdi dalem bernama Kinasih, alias Katty. Denada telah merampungkan 13 episode untuk produksi pertama. Pengambilan gambar di lakukan di Yogyakarta, termasuk di Alun-alun Selatan sampai Parangteritis. Selama satu setengah bulan tinggal di Yongyakarta, Denada merasa kerasan dan ketagihan dengan suasana Yogya. "Aku sekarang malah jadi kepingin belajar Jawa klasik, " kata rapper yang menguasai tari Bali, Jaipong, sampai Gandrung itu.
Meski serius sinetron, tapi urusan bernyanyi Denada jalan terus. Untuk urusan tarik suara, idola Denada tidak jauh-jauh, jaitu Emilia Contessa dan Dangdut. "Saya bangga menjadi anak Emilia Contessa. Tapi Emilia ya Emilia, penyanyi hebat. Saya hanya seorang Denada. Jangan harapkan saya tampil sehebat Mama, " katanya. Dan terus tentang adanya cerita bahwa Denada diam diam suka Dangdut?. Bahkan, akunya, ia semangat jika mendengar alunan musik identik dengan pukulan gendang ini. Denada, putri penyanyi senior Emilia Contessa ini sempat menjadi host sebuah tayangan dangdut, Digoyang.

"Nggak nyangka, sih, kalau aku dipilih. Tapi, aku senang karena memang sebenarnya aku suka musik dangdut, " tuturnya saat dijumpai di sela syuting di Hotel Bumi Wiyata, Depok. Bahkan, kelahiran Jakarta, 19 Desember 1978 ini sering 'tak tahan' berjoget jika mendengar alunan musik dangdut. Karena itulah, di tayangan tersebut ia memang tidak sekadar menjadi pembawa acara, tetapi juga ikut bergoyang bersama peserta dan bintang tamu lainnya. Denada jago joget memang bukan sesuatu hal yang mengherankan karena sudah lama ia dikenal jago jaipongan. Bahkan, saat kuliah di Australia - yang kini sedang cuti panjang - ia sering kali memenuhi undangan atau permintaan masyarakat Indonesia di negeri Kanguru itu untuk menari jaipongan. "Lumayanlah, bayarannya bisa untuk nembah-nambahin biaya hidup, setelah penghasilan dari kerja menjadi pelayanrestoran," ungkap Denada.
Kembali
Hosted by www.Geocities.ws

1