Terminal    Musik    Indonesia
Membawa : Berita Duka
Bapak Keroncong Bram " Aceh " Titaley Meninggal Dunia.
Bram "Aceh " Titaley, si Buaya, Keroncong, menutup lembar hidupnya pada usia 88 tahun, selasa, 8 mei 2001, di Rumah Sakit tebet Jakarta. Usia uzurlah yang membawa kakek penyanyi Harvey Malaiholo ini menghadap Tuhan. Esok harinya, ia dikebumikan di Pemakaman Umum mentengpulo Jakarta.  
Bram lahir di Kutaraja, Aceh, 4 Maret 1913. Karena itulah ia mendapat julukan "Bram Aceh ". Anak bungsu dari empat saudara pasangan Paulus Titaley dan Vientje ini awalnya tidak menyangka bakal menjadi penyanyi keroncong terkenal. Ayahnya sebenarnya tentara yang bertugas di Aceh. Tapi di tengah disiplin yang kuat, si ayah tetap berkesenian.
Sering kali Paulus Titaley aktif di bagian musik ketentaraan. Mungkin dari sinilah mengalir darah seni dalam diri Bram. Bakat musik si "Aceh "ini terasa karena kerap kali ia ikut dalam kegiatan menyanyi di gereja. Laki-laki bernama asli Abraham Titaley ini adalah seorang "tempo doeloe"yang sempat merasakan keramaian "Pasar Gambir". Yang telah lama tiada. Bram juga pernah punya kenangan khusus tentang pasar ini, karena di situlah ia memulai karirnya sebagai penyanyi keroncong. Lagu keroncong kesukaannya - dan terkenal - juga bernama sama : Keroncong Pasar Gambir.
Bram Titaley meninggalkan istri tercinta, yang kini berusia 72 tahun, 6 anak, 21 cucu, 21 cicit, serta kenangan manis atas keroncong Indonesia.
Kembali
Hosted by www.Geocities.ws

1