Angin Surga
Terminal Musik Indonesia
Membawa : Miing Bagito, Sepatu Tank
Meski sudah sukses menapaki profesi sebagai pelawak, Deddy `Miing Bagito` Gumelar tetap merasa dunia lawak tak menjamin masa depan. Maka jalur bisnis pun dia tapaki. Pada 1998 lalu, ia mencoba bisnis handuk. Ia memasuk keperluan handuk di berbagai hotel berbintang. Ia tampaknya kurang sreg dengan bisnis ini. " Tak ada handuk ternyata orang masih bisa mandi, " ujar Miing. Maka bisnis handuk pun ia tinggalkan. Kini dia menggeluti bisnis sepatuy tank. " Ya itung-itung berbakti kepada negara," tukas Miing, yang pernah bercia-cita menjadi tentara.
Miing, memang sempat mengagumi figur tentara. Hal itu  ia lakukan sewaktu kecil, di saat banyak tentara menginap di rumahnya ketika ada pemberantasan DI/TII di wilayah Banten.
Tapi niatnya itu ternyata dihalangi ibunya. " Gajinya kecil," bisik ibunya. Maklum ibunya merasakan betul, getirnya menjadi istri tentara.
Ayahnya Miing memang tentara. Beruntung, Miing banyak kenal petinggi TNI baik yang sudah pensiun maupun yang masih aktif. " Tak bisa bekerja sebagai tentara, kini bekerja sama dengan tentara pun bolelah," kata Meiing. Beruntung juga karet sepatu tank yang ia tawarkan kualitasnya lebih baik dibandingkan karet sepatu tank dari Inggris. Dalam uji coba di Ciampea, Bogor, karet sepatu dari Inggri hancur. Harga yang ditawarkan Miing pun lebih murah.
Hanya Rp 285 ribu per lempeng.

Pihak lain menawarkan Rp 500 ribu per lempeng, untuk tank kecil saja (Scorpio) membutuhkan 156 lempeng. Bisnis Miing dengan tentara tak hanya karet sepatu tank. ia juga mengerjakan pembuatan poster persatuan dan kesatuan bangsa yang menampilkan anak-anak dari berbagai suku membawa mainan mereka. " Saya bersyukur, meski sebagai pelawak, saya dianggap sebagai somebody," kata Miing.
Kembali
Hosted by www.Geocities.ws

1