Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN), yang sudah berganti nama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sejak tahun lalu, mendapat penawaran untuk ikut dalam konsorsium pembuatan pesawat Airbus 400MF yang diproyeksikan selesai pada 2006. Tawaran tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Binsar Panjaitan kepada wartawan di Jakarta. Dia mengaku terkejut dengan tawaran ini karena tidak pernah memperkirakan. "Karena itu, tim Uni Eropa akan berkunjung ke IPTN Bandung, Jabar, untuk melihat langsung kemampuan IPTN,"ujarnya. Selain itu, kata Luhut, British Aerospace yang bermitra dengan Aeronautica Defense System Uni Eropa juga akan mengajak kerja pada PT DI soal pembangunan ekor pesawat Airbus 380. Penawaran kerja sama ini tidak hanya pada tahap pembangunan, tetapi juga pembuatan suku cadangnya.
Aeronautica Defense System Uni Eropa merupakan konsursium perusahaan yang terlibat dalam pembuatan sebuah pesawat. Sebab, selama ini, pembuatan satu unit pesawat seperti Airbus, tidak ditangani sendiri oleh satu perusahaan. Luhut menjelaskan hal ini berkaitan dengan hasil kunjungannya ke beberapa negara seperti Portugal, Jerman, Spanyol, dan Bangkok dalam waktu sekitar dua pekan. Dia mengatakan, penawaran kerja sama pembuatan pesawat Airbus ini penting karena kepercayaan dari Uni Eropa ini diluar dugaan Indonesia sendiri. "Pilihan mereka kepada IPTN karena dianggap mempunyai kualitas dunia, sekaligus untuk meningkatkan kapasitas Industri IPTN," ujarnya. Luhut menyambut baik penawaran kerja sama dari Uni Eropa untuk membuat Airbus 400 MF. Baginya, ini merupakan langkah baik. Sebab selama ini Indonesia mendapat embargo keperluan militer dari Amerika Serikat.
Pada pertemuan itu, Spanyol juga menawarkan pembuatan pesawat Casa 212 secara penuh kepada IPTN. Sementara pihak Spanyol akan mengurusi secara khusus pemasarannya. Sementara Indonesia, justru berminat untuk membeli satu skuadron Casa 130. Sebelumnya, Mei, unit bisnis strategi helikopter PT Di, sudah menyerahkan satu unit NBO-105 untuk dioperasikan oleh Angkatan Laut Indonesia. Kini, produk PT DI yang sudah dioperasikan Angkatan Laut adalah NBELL-412, NAS-412, Super Puma, dan NBO-105. Menurut Dirut PT Di, Jusman SD, helikopter tersebut digunakan untuk patroli pengamanan kawasan laut Indonesia. Untuk dua helikopter pengintai, akan dikirim pada Desember 2001 nanti.Selain itu, PT DI juga sudah dipercaya membuat beberapa bagian pesawat Boeing dan F16. Proyek itu, pintu akses mesin F16, katup dalam/luar Boeing 737, penekan untuk dinding pemisah Boeing 757, lapisan rusuk Boeing 747/777, dan penutup jalur pengangkut Airbus 330/340. Belum lama ini, Airbus Industrie berhasil melakukan uji coba penerbangan terhadap pesawat produksi terbarunya A 330-600 dalam penerbangan perdana selama lima jam 22 menit.
Uji coba penerbangan terhadap pesawat terbesar produksi Airbus dengan kapasitas 380 tempat duduk, dilakukan dari bandara Internasional Blanac di Tolouse Prancis pada pukul 10.34 waktu setempat dan kembali ke Bandara yang sama pada pukul 13.56 waktu setempat. Wakil presiden Divisi Penerbangan Airbus Claude Lelaie memimpin uji coba penerbangan itu didampingi oleh pilot Ed Strongman dan Direktur Divisi Tes dan Penerbangan Giles Robert.