
Kisah Al-Hajjaj
Al
Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi adalah seorang Amir untuk Iraq di
masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari dinasti
Bani Umayyah. Al Hajjaj mempunyai kebiasaan, bila hendak makan ia
harus ditemani.
Pada suatu hari ia pergi bersama rombongan untuk berburu di
padang pasir. Ketika waktu makan siang tiba, ia mengutus para
pengawalnya untuk mencarikan temannya untuk makan siang. Akan
tetapi para pengawal itu tidak menemukan siapapun, selain seorang
badui yang kebetulan sedang tidur di bawah naungan sebuah gunung.
Pengawal Hajjaj segera membangunkan badui itu dari tidurnya.
Orang badui itu bertanya kepada mereka, "Mengapa kamu
membangunkan aku. Semoga Allah merahmati kamu."
Para pengawal itu kemudian menjelaskan maksudnya, "Kami
mengundang anda makan siang bersama Amir Iraq. Tahukah engkau
siapa dia ?"
"Ya, " jawab orang badui itu. "Dia Al Hajjaj bin
Yusuf."
Kemudian pengawal itu membawa si badui ke hadapan Al Hajjaj.
Setiba di hadapannya, Al Hajjaj bertanya kepadanya, "Tahukah
engkau, siapa dia?"
Orang badui itu menjawab dengan perlahan, "Ya, engkau adalah
AL Hajjaj bin Yusuf, Amir Iraq."
Al Hajjaj kemudian berkata lagi, "Silakan duduk , temani aku
makan siang!"
Orang badui itu cepat menjawab , "Maaf, aku telah menerima
undangan makan dari yang lebih besar dari anda.
Al Hajjaj penasaran, maka dia bertanya, "Siapa yang lebih
besar dari aku yang mengundangmu itu, hai badui?"
Orang badwi itu menjawab lagi menjelaskan, "Aku hari ini
sedang puasa, dan diundang makan oleh Allah Taala."
Al Hajjaj bertanya lagi dengan penuh heran, "Mengapa engkau
berpuasa pada hari sepanas ini?"
Orang badui itu menjawab lagi, "Ya Hajjaj ! Aku melakukannya
untuk menangkal hari yang lebih panas dari hari ini!"
Dengan setengah memaksa Al Hajjaj terus membujuk orang badui itu,
"Ya akhil Arab , esok saja engkau berpuasa. Hari ini
batalkanlah puasa anda dan makanlah bersamaku."
Tetapi orang badui itu menjawab dengan tegas, "Tidak,
Hajjaj! Apakah engkau tahu pasti bahawa aku akan hidup hingga
esok pagi!"
Karena Hajjaj terus menerus mendesaknya, maka orang badui itu
akhirnya berkata tegas, "Ya Hajjaj, sebenarnya apa yang
engkau inginkan dariku?"
Al Hajjaj menjawab dengan nada menyerah, "Tidak, aku tidak
menginginkan apa-apa."
Maka orang badui itu berkata lagi untuk yang terakhir kalinya,
"Kalau begitu, lepaskanlah aku bersama Allah!"
Maka Al Hajjaj pun melepaskan orang badui itu dan di
membiarkannya pergi.
©MUNAWIR
SADZALI RAZAK, awal 2003, taken from eramoslem.com
http://www.munawir.cjb.net
Unlimited Hosting
Unlimited Space and BandWidth,
Free Domain ,Free Site Builder, PHP/MySQL
www.GridHoster.com