Welcome to Physics Group

                                                                                                                                                          
               

  

Sabtu, 26 Agt 2006,
Janda sang Penemu Mengaku Shock

Setelah Pluto Tak Disebut Planet
PRAHA - Jumlah planet dalam tata surya berubah. Hal itu terjadi setelah Pluto, yang sebelumnya disebut planet terkecil dan terjauh di tata surya, tidak lagi disebut planet.

Keputusan itu diambil saat sidang ke-26 Majelis Umum Uni Astronomi Internasional (IAU) di Praha, Ceko, Kamis malam (Jumat dini hari WIB). Sebagian besar dari 2.500 astronom yang berasal dari 75 negara memberikan suara mendukung agar status Pluto sebagai planet ke-9 dicabut.

"Saat ini, hanya ada delapan planet di tata surya. Yakni, Merkurius, Bumi, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus," kata IAU dalam resolusinya.

Keputusan itu dicapai setelah terjadi perdebatan alot dan panjang. Status Pluto dipersoalkan karena astronom menilai ukurannya terlalu kecil. Orbitnya juga sangat bertentangan sehingga tidak layak bergabung dengan planet yang ada.

Gerakan anti-Pluto makin menguat setelah pada 2003 ditemukan sebuah objek di luar orbit Pluto, yang disebut UB313 atau populer dengan Xena. Menurut temuan itu, UB313 sama besar dengan Pluto. Karena itu, seperti Pluto, seharusnya UB313 juga disebut planet.

Pluto ditemukan pada 18 Februari 1930 oleh astronom AS, Clyde Tombaugh. Pria yang meninggal pada 1997 itu berusia 24 tahun saat menemukan Pluto. Nama itu diambil dari nama dewa kegelapan di alam baka dalam mitologi klasik. Planet itu berada di orbit sejauh 5,9 miliar km.

Bagaimana reaksi keluarga Clyde Tombaugh terhadap keputusan IAU? Janda sang astronom, Patricia Tombaugh, 93, mengaku amat kecewa atas pencabutan status Pluto. "Memang tidak sampai benar-benar sedih dan patah hati, tetapi saya sangat shock," katanya via telepon dari rumahnya di Las Cruces, New Mexico, AS.

Tombaugh menemukan Pluto ketika bekerja di Lowell Observatory di Flagstaff, Arizona, pada 1930. Dia telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengamati langit. Dia adalah satu-satunya astronom di Barat yang menemukan planet sebelum status Pluto direvisi.

Meski mengaku kecewa, Patricia menyebut Tombaugh akan bisa memahami keputusan itu. "Sebagai ilmuwan, dia akan mengerti betapa para pakar menghadapi masalah riil ketika mulai menemukan beberapa objek terbang baru di tata surya," paparnya.

Suaminya, lanjut Patricia, mungkin menerima perubahan itu. "Dia sepertinya sudah tahu memang begitu jalannya," ujarnya. "Sebelum dia meninggal, mereka (para pakar lain) terus berputar-putar. Tentu, dia kecewa. Setelah 75 tahun, siapa yang tidak kecewa?" terangnya. (ap/afp)

                                                    Sumber: Jawa Pos


 

© 2006 design Mulyadi
diupdate oleh Mulyadi - 2006

free hit counter

 
Hosted by www.Geocities.ws

1