| |
|
Welcome to Physics Group |
| |
 |
|
|
Kamis, 21 Sept 2006,
Kutub Utara
Jadi Laut
PARIS - Ilmuwan Eropa mengaku terkejut
saat mendapati lapisan di kutub utara di beberapa area mencair. Dari
foto satelit yang diperoleh Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) 23-25
Agustus lalu, lapisan es yang mencair luasnya lebih besar dari
pulau-pulau Inggris.
Perennial Ice, lapisan es abadi yang mestinya tidak mencair meski
kutub utara mengalami musim panas, terlihat lenyap dari wilayah
Svalbard, kepulauan yang terletak antara Norwegia dan Kutub Utara,
hingga kutub utara yang masuk wilayah Rusia. "Hasil seperti ini
tidak pernah muncul dalam penelitian sebelumnya," ujar Mark
Drinkwater dari ESA’s Oceans/Ice Unit.
"Kalau ketidaklaziman ini terus berlangsung, rute laut utara
antara Eropa dan Asia akan terbuka semakin lebar. Bahkan dalam 10-20
tahun mendatang, kita akan bisa mengelilingi dunia dengan melintasi
laut kutub utara secara langsung," lanjut Drinkwater.
Selama 25 tahun terakhir, lapisan es di kutub utara terus menipis
sering dengan meningkatnya suhu udara secara global. Namun tetap
saja foto yang diperoleh terakhir, tidak diduga sebelumnya. "Kemungkinan
besar perubahan ini dipengaruhi badai besar yang melanda wilayah
tersebut."
Menipisnya es di laut tidak mempengaruhi ketinggian laut secara
global karena air yang muncul dari lelehan es, mempunyai volume yang
sama dengan lapisan es sebelumnya. Namun ketinggian air laut secara
global bakal berubah jika lapisan es didarat atau glacier, mencair
dan mengalir ke laut.
Berkurangnya salju di Kutub Utara juga berdampak meningkatkan
pemanasan global. Karena selama ini, warna putih salju memantulkan
cahaya matahari. Berkurangnya salju berdampak berkurangnya
pemantulan sinar matahari, sehingga makin banyak panasnya yang
terserap di bumi.
Menyusut es di Kutub Utara dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap
kelangsung hidup beruang kutub dan anjing laut. Kedua binatang itu
sangat bergantung pada es.(afp/any)
Sumber: Jawa Pos
|
|
|
|
|