edisi: november 2001 pojok.
pojok mudika, pojok singapura
e-bulletin mudika kkis
best viewed with i.e. 4.0 dan sederajatnya.  for correspondence, please mail to
[email protected] 

(o) viewing corner. what's on and in this month
mudika lawan presby? more... (news) ngomong apa? more... (focus) meditasi sambil olahraga? more... (jadual)
trivia?more... (leisure) pin-up mudika? more... (faces) apa ini? more... (infos)

(e) editorial corner. so thus we speak...

Greetings Mudikan,

Seperti pada buletin sebelumnya, e-buletin ini juga akan terbit setiap bulan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan Mudika, liputan major event mudika.

Pada pojok kali ini, kalian akan dapatkan berita n info-info yang up to date mengenai kegiatan mudika dan KKIS. Salah satu berita yang hot adalah liputan mengenai Sister Island yang diselenggarakan oleh KKIS. Begitu pula dengan acara pemberkatan pernikahan Pio-Inge. Pemberkatan rumah Bambang-Fenny beserta Rosary Crusade.

Juga, jika ente ingin tau siapa-siapa saja pemenang Propeller, tentunya bisa dilihat juga pada reportase Propeller yang terakhir ini. Oh ya, ada juga reportase pertandingan persahabatan voli antara KKIS dan ORPC.

Pojok kali ini juga memuat pembahasan mengenai Tabut Perjanjian dan Perkawinan di Kana. Semuanya itu dikupas abis oleh Stephan Onggo. Salut deh buat seksi Rohani kita yang satu ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi iman kita. Jangan lupa juga untuk mengecek acara-acara mendatang dari Mudika di Nanti Corner dan Rutin Corner.

Thanks yang gede banget redaksi berikan pada Hermawan, Stephan Onggo dan Bebet atas tulisannya yang pasti OK punya deh. Pendek kata, langsung aja deh di baca biar lebih asyik�.

 

Salam
Si-dia
(hin � El - x)


(?) berita corner. what's news?

gembala diantara domba2

Rosary Crusade in October

Bulan Oktober merupakan bulan rosario. Sie Rohani mengadakan acara rosario bersama dengan para mudikan. Rosary Crusade yang pertama diadakan pada hari Sabtu (13 Oct 01) di rumah teman kita, Bambang-Fenny (biar gampang, disingkat BF aze ye, biar diinget orang juga).

Lumayan peminatnya juga banyak. Apalagi ada acara makan-makan yang pastinya merupakan kegemaran Mudika. Acara dimulai dengan doa rosario bersama dan dilanjutkan dengan makan malam bersama. BF juga mengundang father John dalam rangka pemberkatan rumah mereka di dekat Jurong East MRT. Masih walking distance tuh. Sambil menunggu Father John, Mudika mengisi waktu dengan karaoke bersama.

Akhirnya Father John datang juga dan langsung deh, para mudikan bersiap-siap. Pemberkatan dimulai dari Pintu depan, Ruang Tengah, Ruang makan, Dapur,�. Wah pokoknya lengkap deh�

Setelah acara pemberkatan selesai, para mudika masih belum pulang semua loh, masih betah. Maklum, baru kenal maenan baru sih, he he he. Karaoke lagi, karaoke lagi yang uniknya dengan memakai score setelah nyanyi. Heri dengan "To All the Girl I�ve Loved Before" �. Gile, ternyata � udah berapa banyak Her ???

Ada juga yang nyanyi Macarena � tapi cuma bisa nyanyi Macarena-nya doang. Pokoknya, kalo mudikan bercuap-cuap pasti rame banget lah.

Akhirnya jam 11 malem, setelah Bang Darman menutup barang dagangannya dengan menyanyikan lagu "That What Friends are for", baru deh mudikan mulai berpamitan satu per satu dan mengucapkan selamat kepada Bambang dan Fenny atas rumah baru mereka. Semoga lebih betah.

Selamat yach�. Rumahnya bagus dan gede loh�.

Hari Sabtu minggu yang ke-3 (20 Oct 01), Rosary Crusade kedua diadakan di rumah Hermawan, Parkview Condo.

Nah, karena hari itu juga bertepatan dengan ulang tahun teman kita yang berinitial D, wah � terjadi juga tuh water war di rumah Hermawan. Tapi, ga cuma D aza yang kena ciprat, �L juga kena � basah tuh muka, padahal ultah-nya kan � udah lewat 1 hari tuh, masa diciprat juga.

Terakhir, hari Sabtu yang ke-4 (27 Oct 01), Eveline-Erik-Irwan mengadakan house warming di Parkview Apartment. Rosary Crusade ketiga diadakan di sini. Selain rosario bersama, Stephan Onggo juga memberikan pembahasan untuk lebih menambah iman kita mengenai Alkitab. Bapak Sie Rohani kita yang satu ini emang top banget deh untuk urusan beginian.

Bagi para mudikan yang pada saat itu tidak bisa datang, dan kepada para mudikan yang ingin mempelajarinya lebih lanjut, file pembahasan Tabut Perjanjian Baru dan Perkawinan di Kana itu dapat dibaca juga di Focus Corner. (HS &�L)


PEMILU IS COMING! SIAPKAN DIRI ANDA!


Pemberkatan Pernikahan Inge-Pio (28 Oct 01) �

Guided by us,
trice happy pair.
Enter this doorway,
it�s love that invites �

Masih inget ga dengan lagu ini ? Wah, nyanyiin-nya bener-bener megah deh. Di saat Inge-Pio memasuki pintu Gereja St Mary di hari Minggu tgl 28 Oct 01, para mudikan langsung mengumandangkan lagu Bridal Chorus ini. Dandanan para mudikan saat itu jadi cantik-cantik dan cakep-cakep deh.

Ga cuma itu, nyanyinya juga OK punya, � tapi biasalah bos kita si Kur sih tetep bilang berkat lagunya yang bagus � rasanya ga rela amat sih bilang mudikan nyanyinya bagus gitu, he he he.

Oh ya, emang ruangannya juga mendukung juga sih, ruangannya tertutup, bentuknya kotak dan yang penting ber-AC. Kita ga perlu nyanyi teriak-teriak juga udah pasti terdengar dan pastinya keren lah, he he he, PD. Pokoknya banyak juga tuh pujian yang mampir � ya biar mudikan lebih semangat lagi deh berlatih koor.

Setelah acara pemberkatan pernikahan ini, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah, makan-makan dan tak ketinggalan yang paling penting � foto-foto.

"Selamat menempuh hidup baru ya � untuk Inge dan Pio"

PS : Berkat suksesnya mengiringi sang pengantin ini, eh, tau-tau Mudikan mendapat tawaran nyanyi lagi loh untuk "Pernikahan Temennya Candy" yang sempat menjadi heboh di seputar milist mudika.
Wah, lama-lama � koor Serafim kita menyediakan paket wedding deh dengan lagu yang itu-itu lagi, he he he, biar hafalllll. Ayo� siapa yang mau daftar, NEXT. (�L)


PEMILU SEGERA MENGHEBOHKAN DUNIA MUDIKA!
SIMAK DETILNYA DI MAILING LIST


 

Cruise to Sister Island (4 Nov 01)

gaya ala YMCA-nya village people hihihi....
Hendro mengajar menyanyi, semua mulut dibuka "Aaaa"

adakah wajah anda? kecil benerrr
Para peserta Cruise lagi mejeng di Sister Island ( � katanya loh, soalnya kaga ada tanda2 nama itu sih, yang ada cuma Pulau Subar Darat, nyasar kali ye)

ternak2 yang digiring ke kapal
Lagi jalan ke kapal nih � Fenny tau aza ye mau di foto

ini tas siapa? lian kok kabur? bau ya kelek kur...?
Kang Darman lagi ngelelang tas nih ye �. Untung deh kaga ada lelang kwetiaw, he he he

mysterious girlWho�s that girl ???? � Liat profil, � kaga nyangka deh, dia bisa ngegaya juga

Minggu tgl 4 November 01, gue bangun jam 6 pagi, mandi dan bersiap-siap untuk pergi jam 7 pagi naek bis 186 sampe di Clifford Pier. Katanya, panitia suruh kumpul jam 7.45 pagi � tapi pada ke mana ya ???? biasa lah, masih pada pengen tidur kali ya�.
Loh kok jadi gini nulisnya, kayak yang nulis diary aza. Ah, ganti ah � ganti �

Sekitar jam 8 pagi barulah mulai berdatangan bapa-ibu, om-tante, mudikan-mudikin, dan anak-anak juga, pokoknya lengkap deh dari segala macam usia. Pada kesempatan ini, KKIS bekerja sama dengan mudika, Legio Maria, PD Galilea dan PD Efata mengadakan acara rekreasi bersama "Cruise to Sister Island". Monique, dibantu oleh Elvina dan Fenny, sibuk menjajakan barang dagangannya � sampe-sampe ada petugas keamanan yang nanya loh, he he he.

Ada juga yang berkomentar juga, kok di depan WC ya, he he h, kaga tau lah, panik � pokoknya, kita mau secepat mungkin beres, sampe si Monique beli koran loh untuk menggelar dagangannya. Kita sedang membagikan name tag untuk para peserta rekreasi sekalian mengabsen juga apakah ada peserta yang belum datang. Ya � takut aza, tau-tau tertinggal kapal.

Setelah semuanya beres, sekitar 8.45 peserta naik ke kapal untuk berlayar. Lumayan terombang-ambing juga tuh kapal, sempat juga merasakan adegan Kora-kora di atas kapal. Tapi semuanya itu bisa teratasi berkat kesigapan mas Hendro dalam melatih bernyanyi dengan gerakan untuk persiapan misa sehingga kita lupa akan mabuk laut. Misa di atas kapal ini dipimpin oleh Father Chan dan dibantu oleh Frater Rofandi.

Sampai di pulau, sempet bingung juga, kok bukan Sister Island ya ???? Ga tau tuh kenapa bisa nyasar jauh ke nama Pulau Subar Darat. Chris sang ketua memberikan sedikit kata sambutan dan selanjutnya, seksi acara (Eveline, Imelda, Lian, Chris, Yustin) mengambil alih kendali.

Peserta dibagi ke dalam 10 kelompok dan permainan pun dimulai. Permainan pertama "My Secret Things", di sini setiap kelompok disuruh untuk mengumpulkan barang-barang yang disebutkan Imelda, ada sabun batang, ada sikat gigi, ada lipstick ungu, ada duit Rupiah, sampe gunting kuku. Pokoknya barang aneh-aneh dah. Kalo ada kelompok yang bisa mengumplitkan semua barang � ketauan deh pasti salah satu anggota kelompoknya ada yang baru nginep dan kaga pulang ke rumah, he he he.

Permainan kedua "The Long Race", nah yang unik dari sini, ada kelompok yang anggotanya membawa layang-layang beserta gelasan benang. Ya, terang aza tuh kelompok menang.

Ada lagi permainan "Tarik Tambang Benang" yang dipimpin Kurniawan, pemenangnya ternyata yang kelompok yang bisa mengalah kepada lawannya.

Sebelum makan siang, setiap kelompok diberi tugas dulu oleh panitia. Hidangan yang cukup lezat pun telah menunggu untuk disantap. Setelah makan, ada acara performance untuk setiap kelompok di mana mereka diharuskan untuk menerjemahkan lagu anak-anak ke dalam bahasa Inggris. Wah, cukup kreatif juga tuh.

Ada lagu "O Little Star", "Rainbow", "Chop the duck", "I�m the real captain" dengan pedang-pedangannya, "Kring Kring Bicycle", ada juga cicak di dinding dan yang jadi korban untuk cicaknya, he he he. Oh ya, selain yang korban cicak, ada juga yang korban jadi kuda loh, siapa lagi kalo bukan mas HS. Pokoknya semuanya sangat bagus dengan penampilannya, kreatif dan yang terpenting kebersamaannya deh, hebat semua om- tante, oma, anak-anak, mudikan bisa ikut semua di dalam performance ini.

Tak terasa, waktu telah menjelang sore, kita harus naik lagi ke kapal untuk pulang. Eh tapi, sebelum naek kapal, biasa lah, ga lupa dong fotonya, gila, mungkin tiap 10 meter, para mudikan berenti dulu untuk difoto. Centil-centil yeeee. Acara di kapal, diakhiri dengan pembagian hadiah untuk para pemenang, door prize dan acara lelang tas (hasil bikinan para peserta) yang dipimpin oleh Kurniawan.

Sekitar jam 3 sore, akhirnya kapal pun menepi.

Sampai jumpa di acara rekreasi tahun depan �.. (�L)


PEMILU SIAP HADIR UNTUK MEMILIH WAKIL2 PENGURUS MUDIKA!


sebagian panitia & pemenang, yang laen artinya ga ke misa indo:)

Propeller CUP 01 � Final Result

Setelah, tertunda-tunda teruuuuusssss. Dari kapan ya ? gue juga sampe rada lupa, he he he. Dari Awal Juni ya � sampe November 01, gile 5 bulan.

Ya pokoknya akhirnya selesai lah, dengan hasil sebagai berikut :
** Ganda Campuran
Juara I : Paul / Juwita
Juara II : Chris / Reni

** Ganda Putri
Juara I : El Fie / Candy
Juara II : Angel / Ping2

** Ganda Putra
Juara I : Chris / Johan
Juara II : Mega / Hendri.

Penyerahan Medali dan hadiah kepada para pemenang Propeller CUP ini diadakan pada hari Minggu lalu tgl 11 Nov 2001, setelah misa bhs Indo. Selamat ya kepada para pemenang. (�L)


PEMILU:
SETIAP PILIHAN ANDA MERUPAKAN KEPINGAN PENTING UNTUK KEUTUHAN WAJAH MUDIKA!


Pertandingan Voli vs ORPC (17 Nov 01)

kaki2 mulus dan sexy...
Posisi nungging menentukan prestasi loh

kalo udah depan kamera lupa sama musuh dah
Team Mudika dan ORPC, wah � tampang Paul jadi sangar tuh, ada codet

Tidak datang saat pertandingan Sabtu 17 Nov kemarin? Jangan khawatir, semoga reportase berikut ini bisa memberikan informasi lengkap tentang pertandingan voli tersebut.

Para pemain dari Mudika dan ORPC (Orchard Road Presbyterian Church) sudah mulai berkumpul sekitar 5.30 pm di NIE Bukit Timah dan dengan suasana yang kekeluargaan mereka saling berkenalan satu sama lain. Pemanasan pun dilakukan dengan melakukan passing-passing bola di antara mereka. Paul, kapten tim Mudika, terlibat diskusi serius dengan Juswan, kapten tim ORPC. Mereka membicarakan perihal peraturan-peraturan yang bakal diterapkan nanti pada saat pertandingan. Akhirnya diputuskan pertandingan memakai sistem The Best of Seven, yang berarti tim yang menang adalah tim yang memenangkan empat set terlebih dahulu.

Set pertama dimulai, tim Mudika diperkuat oleh Paul, Reza Andradi, Widy, Mimi, Hermanto, dan Hasta. Kedua tim terlihat masih saling menjajal dan menyesuaikan kondisi pada saat itu. Beberapa pemain dari Mudika masih terlihat cukup tegang menghadapi set pertama. Di set ini, salah satu pemain ORPC yang bernama Charles membombardir tim mudika dengan smash-smash yang keras dari semua arah. Set ini diakhiri dengan score 25-20 untuk ORPC.

Di set kedua, tim ORPC memakai total pemain cadangan sedangkan tim Mudika masih mempertahankan Paul sebagai motor tim. Di set kedua ini terjadi �insiden berdarah��..wah�berantem ya?? Santai-santai�tidak ada perkelahian�kita semua khan anak-anak manis�:). Terus apa yang terjadi? Kebetulan pengembalian bola dari tim Mudika terlalu tanggung, sehingga dengan mudahnya di-smash oleh seorang pemain dari ORPC. Dan bola smash tersebut tepat mengenai wajah dari Paul, dan kacamatanya pun pecah akibat pukulan bola yang cukup keras.

Yang parah�.pecahan kaca dari kacamata Paul merobek kulit wajah di dekat mata kiri Paul�dan darah pun mengucur. Untung ada Widy yang siap dengan band-aid, sehingga luka Paul dapat diatasi sementara waktu. Sang istri tercinta, Juwita, dengan senang hati pulang untuk mengambilkan kacamata Paul yang lain. Paul digantikan oleh Hasta.

Bermain tanpa Paul tidak mengendorkan semangat tim Mudika. Dengan semangat pantang menyerah, apalagi dipimpin oleh seorang mudikan bernama R.W. Adi (doi adalah orang keren yang datang pada acara talk yang dipimpin oleh Suster Maria Tobia hari Minggu tanggal 18 Nov 2001), tim mudika berhasil merebut set kedua dengan score 25-23, kedudukan sementara satu sama.

Set ketiga. Beberapa pemain inti dari Mudika seperti Reza Andradi kembali masuk ke tim. Di set yang ketiga inilah Charles dari ORPC dibuat pucat pasi oleh Reza Andradi. Semua smash yang dilancarkan oleh Charles berhasil di-block oleh Reza. Sampai-sampai si Charles pun kecapaian dan tidak berani melakukan smash yang merupakan senjata andalannya. Mungkin dalam hati Charles berkata, �wah�kalau sampai FPAG berikutnya seperti in�mendingan gue nggak maen�..biar deh�medali emasnya buat tim Mudika��.

Set ini berakhir dengan score 25-18 untuk tim Mudika, dua satu untuk Mudika. Di set keempat, tim Mudika menurunkan pemain paling nyentrik se-Mudika, si Raja Orchard. Siapa lagi kalau bukan Johan Kustedja! Mula-mula Johan ogah untuk main karena merasa ngeri melihat pertandingan yang sangat ketat. Tapi dengan bujukan dari rekan-rekannya, akhirnya doi berani turun memperkuat tim.

Si Johan mengacaukan permainan?? Oh tidak�..jangan meremehkan doi lho�Dengan penampilan cool dan wajah innocent�Johan berhasil melakukan tipuan-tipuan passing yang mengejutkan tim ORPC sekaligus mengejutkan timnya sendiri. Sayang sekali, di set keempat ini keberuntungan masih belum di tangan tim Mudika, 25-22 untuk ORPC.

Set kelima, Paul mulai bermain lagi, dan di set ini bisa dikatakan set yang paling menarik dari keseluruhan pertandingan. Kejar-mengejar angka pun tidak terelakkan. Namun, sangat disayangkan juga, tim Mudika harus mengakui kesiapan mental tim ORPC dan harus menerima kekalahan 27-25. Tiga-dua untuk tim ORPC.

Set keenam, set penentuan buat kedua tim. Tim Mudika harus memenangkan set ini untuk memaksakan set ketujuh, sedangkan bagi tim ORPC, set ini adalah the winning set. Kejar-mengejar kembali terjadi di set penentuan ini. Tidak semenarik set kelima, tapi cukup berharga untuk ditonton. Mungkin ini disebabkan oleh kelelahan fisik dari kedua tim. Di set penentuan ini kembali ORPC memenangkannya dengan score 26-24.

Empat-dua untuk ORPC, dan ORPC memenangkan pertandingan persahabatan kali ini. Pertandingan diakhiri dengan saling berjabat tangan dan masih dalam suasana yang kekeluargaan. Kemudian, karena masih ada waktu sisa, permainan pun dilanjutkan dengan memainkan beberapa pemain dari kedua belah tim yang masih belum puas bermain. Dan akhirnya�acara yang tidak pernah ketinggalan di setiap acara Mudika�yaitu foto bersama.

Pemain tim Mudika: Paul, Hendro, Johan, Hermanto, David, Hasta, Suwito, Widy, Chris, Wahyu, Reza Andradi, Hermawan, Mimi, dan Jong. (Reporter : Hermawan)

(.) kilasan corner. news in brief

13 Oct Rosary Crusade 1 di rumah Bambang & Fenny
20 Oct Rosary Crusade 2 di rumah Hermawan
27 Oct Rosary Crusade 3 di rumah Eveline-Erik-Irwan
28 Oct Koor Serafim mengiring pemberkatan pernikahan Inge-Pio

03 Nov PD Efata "Ketika Tuhan Mengubah Hidupku"
04 Nov Cruise to Sister Island
11 Nov Penyerahan Medali & Hadiah Propeller Cup
17 Nov Pertandingan Persahabatan Volley antar Mudika KKIS dan ORPC


(!) nanti corner. activities ahead of us!

Sie Rohani

Persekutuan Doa EFATA!
Misa menyambut Advent Pertama (ada Drama lagi loh)
Hari, Tanggal: Sabtu, 1 Des 2001
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd

Waktu : 17:00-19:00
Ruang : Main Hall

 

Kado dari Tuhan Perayaan Natal dan Taun Baru
Hari, Tanggal: Sabtu, 5 Jan 2001
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd
Waktu : 17:00-19:00
Ruang : Main Hall

Sie Koor

Latihan Koor Seraphim dengan jadwal padat loh :
Sakramen pernikahan (9 Des 01 pk 15.00 di St. Ignatius)
Juga tidak lupa untuk Misa Malam Natal (24 Des 01 pk 23.30 dimulai dengan Caroling di St. Bernadeth) dan Misa Natal (25 Des 01 pk 16.30 di St. Bernadeth dan ada acara ramah tamah)

Oh ya bakalan ada Caroling (30 Des 01 pk 19.00 di taman Orchard MRT) juga loh Lagu-lagunya enak, pokoknya jangan lupa deh datang setiap hari Jumat jam 8 malem.
Di Choir room St Bernadeth ya � bukannya di Orchard Road, he he he.

Sie Olahraga

Pertandingan Voli lawan NTU Hari dan tanggal masih dalam perencanaan Lihat berita selanjutnya di milist Mudika. Sekarang, masih demen latihan voli tuh hari Sabtu malam di St Bernadeth.

 

kinoooo!

Sie Acara

Masih mikir acara yang gress untuk selanjutnya, masih kecapean dengan acara Cruise, he he he Tunggu aza deh ya kayaknya bakalan ada acara 'year end' nih.

 

Lain-Lain
"World Peace Rosary Rally" Commision for Migrants and Itenerant People akan mengadakan "World Peace Rosary Rally", yaitu doa rosario untuk meminta perdamaian dunia.

Doa rosario ini akan mendoakan 15 peristiwa sekaligus dalam 15 bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia, kita di minta untuk ikut meramaikan acara ini yang akan dilaksanakan pada:

Tanggal : 15 December 2001
Jam : 21.00 WSG (Waktu Singapura)
Tempat : CHIJ (Convent of Infant child Jesus) Toa Payoh, Lorong 1 Toa Payoh, (Sebelah Philips Electronics Singapore Pte. Ltd.)
Acara : Doa Rosario, disambung doa midnight virgil / Tuguran dimana group Indonesia diminta berdoa pada jam 3 pagi (ada beberapa negara berdoa bergantian tiap jam.

Tuguran akan berlangsung sampai jam 6 pagi, dan di sambung/ditutup dengan Misa subuh.

Untuk acara doa rosario, diharapkan ada 10 orang sukarelawan yang bersedia menjadi pendoa Salam Maria(dalam bahasa Indonesia) sehingga nanti biji-biji rosario akan dibentuk dari manusia-manusia.
Bila ada yang bersedia, atau yang ingin ikut tapi tidak sebagai relawan salam Maria, harap menghubungi Chris Natahusada, 98716250.

 

PEMILU'S COMING!
Nantikan rentetan program seru di penghujung kepengurusan mudika tahun ini!!!!
Pengurus sedang menggodog telor... eh... acara akbar (bukan kemah akbar) khusus buat kalian...

(-) tengah corner. middle navigation links
paul dihajar presby? more... (news) perkawinan kana? more... (focus) nyanyi sambil olahraga? more... (jadual)
kutipan mudikans?more... (leisure) siapa ni? more... (faces) konstipasi? more... (infos)

(+) fokus corner. focus of the month

Tabut Perjanjian Baru

Then God�s temple in heaven was opened, and the ark of His covenant was seen within his temple; and there were flashes of lightning, loud noises, peals of thunder, an earthquake, and heavy hail (Wah 11:19).

Bagi orang Yahudi saat itu, ayat ini sangat mengejutkan. Karena lokasi penyimpanan tabut perjanjian tersebut sudah ratusan tahun dirahasiakan oleh Allah. Pada masa pembuangan di Babilonia (587 SM),

Nabi Yeremia meletakkan tabut perjanjian tersebut di sebuah tempat yang tersembunyi. Tempat tersebut akan tetap tersembunyi sampai Allah mengumpulkan umatNya dan menunjukkan kasihNya yang luar biasa (2 Mak 2:4-8). Dengan kata lain St. Yohanes menyatakan bahwa nubuat tsb telah terpenuhi, dengan kelahiran Yesus Kristus dan Gereja. Tabut Perjanjian tsb berada di surga, dan di ayat selanjutnya dinyatakan bahwa tabut perjanjian tsb adalah Bunda Maria. And a great portent appeared in heaven, a woman clothed with the sun, with the moon under her feet, and on her head a crown of twelve stars (Wah 12:1)

Tabut perjanjian adalah tempat untuk menyimpan loh batu yang bertuliskan 10 Perintah Allah, manna, dan tongkat Harun yang melambangkan jabatan imam agung (Ibr 9:4). Demikian pula Bunda Maria yang mengandung Yesus Kristus, Sabda Allah yang menjelma menjadi manusia (Yoh 1:14), Roti Hidup yang turun dari surga (Yoh 6:51), dan Imam Agung yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Ibr 8:1). St. Lukas secara halus juga menyelipkan konsep ini dalam Injil yang ditulisnya.

Bandingkan antara perkataan Daud: ""How can the ark of the Lord come to me?" (2 Sam 6:9) dengan perkataan St. Elizabeth: "And how does this happen to me, that the mother of my Lord should come to me?" (Luk 1:43). Bandingkan tarian gembira Daud di depan Tabut Perjanjian dengan lonjakan kegirangan Yohanes Pembaptis dalam kandungan Elizabeth (Luk 1:44). Bandingkan antara Tabut Perjanjian berdiam di rumah Odededom di kawasan Yudea selama 3 bulan dan seluruh isi rumahnya diberkati Allah (2 Sam 6:11) dengan Bunda Maria tinggal di rumah Zakariah di kawasan Yudea selama 3 bulan dan seluruh isi rumahnya diberkati Allah (Luk 1:41, 56). Bandingkan antara awan yang menaungi Tabut Perjanjian (Kel 40:34) dengan "the power of the Most High will overshadow you" (Luk 1:35).

Sebagaimana Tabut Perjanjian dipersiapkan secara istimewa oleh Allah (Kel 25:10-22) maka Bunda Maria pun dipersiapkan secara istimewa oleh Allah sehingga Allah sendiri melalui malaikatNya, Gabriel, menyapa Bunda Maria: "Ave, Gratia Plena" (Luk 1:28). Jika Allah sendiri menyapa Bunda Maria sebagai yang penuh rahmat, siapakah kita ini yang bahkan tidak mau menyebut nama sang Bunda? (Stephan Onggo)


Perkawinan di Kana

St. Yohanes memulai Injil yang ditulisnya dengan pendahuluan seperti pada kisah penciptaan dunia (Kej 1:1-2:4), kemudian menampilkan tujuh tanda / mujizat yang dibuat Yesus Kristus, dan ditutup dengan kisah sengsara dan kebangkitan Yesus Kristus. Perkawinan di Kana merupakan mujizat pertama yang diletakkan pada hari ketujuh. Sebuah hari yang sangat penting dimana Allah menguduskan ciptaanNya, maka pastilah ada pesan penting yang hendak dikemukakan Yohanes dalam kisah ini. Tak lain adalah, kekuatan doa (intercessory power) Bunda Maria.

Sebagai tokoh utama, maka nama Maria disebut dahulu (Yoh 2:1), baru diikuti Yesus dan murid-muridNya (Yoh 2:2). Kesulitan keluarga di Kana tsb diketahui Bunda Maria, kemudian tergerak oleh perasaan belas kasihan seorang Bunda,

Demikianlah Yesus menunjukkan kepada kita walaupun Bunda Maria mendoakan kita, ingatlah bahwa keputusan terakhir tetap berada di tangan Yesus Kristus. Hal ini dinyatakan dalam perkataanNya bahwa waktuNya belum tiba. Jawaban Yesus yang berbunyi: "O, woman, what have you to do with me?" inilah yang sering dijadikan acuan oleh sebagian orang untuk mendiskreditkan Bunda Maria.  Bagaimana mungkin Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk mengembalikan umat manusia ke perintah Allah yang sejati justru memberikan contoh yang melanggar perintah Allah yang keempat (bdk Luk 2:51)?

Secara arti kata bisa kita pisah menjadi dua bagian. Yang pertama adalah "Woman". Kata ini hanya muncul dua kali dalam Injil Yohanes yaitu pada pesta perkawinan di Kana dan menjelang wafatnya Yesus Kristus. Pesan Yesus Kristus sebelum wafat kepada Bunda Maria justru menunjukkan bahwa kata "Woman" bisa merupakan panggilan yang terhormat. Dalam bahasa aslinya kata ini bisa diartikan "Lady", dan memang nama Maria berarti "Lady".

Yohanes memang sangat menghormati Bunda Maria sehingga tidak pernah sekalipun dia menuliskan nama "Maria" dalam tulisannya. Dengan menyatakan Bunda Maria sebagai "Woman", Yohanes justru mengembangkan ajaran teologis yang menyatakan bahwa Maria adalah "the new Eve" sebagaimana Yesus adalah "the new Adam" (Rom 5:14). Ingatlah, bahwa Adam menamai Eva, "Woman" (Kej 2:23). Dan bukti tertulis tertua mengenai ajaran ini ditulis oleh St Justin Martir (135) yang tinggal di kota yang sama dengan St Yohanes (dan Bunda Maria)!

Demikian pula St. Ireneus, murid St. Polycarp yang merupakan murid langsung St. Yohanes! Jelas bahwa konsep ini telah berkembang sebelum dituliskan oleh St. Ireneus. Siapakan yang lebih berhak menafsirkan Injil yang ditulis oleh St. Yohanes selain dirinya sendiri (atau muridnya)? Kalau memakai gaya bahasa gaul St. Yohanes mungkin akan berkata kepada para penafsir amatir ini: "Sembarangan, emangnye eloe yang nulis?". Demikian pula bagian kedua �what have you to do with me?" atau dalam versi Vulgatenya "Quit mihi et tibi?" merupakan frasa yang sangat umum pada masa itu. Frasa ini muncul beberapa kali baik dalam Alkitab (Lk 8:28, Mt 8:29, Mk 1:24; 5:7, Jgs 11:12; 2 Chr 35:21, Kgs 17:18, Hos 14:9, 2 Kgs 3:13 just to name a few!) maupun karya tulis diluar Alkitab.

Frasa ini tidak menyatakan kemarahan, sebaliknya frasa ini justru menunjukkan rasa hormat bahkan rasa hormat yang mendalam.

Sungguh kita beruntung memiliki Bunda Maria yang penuh belas kasih dan selalu memperhatikan anak-anaknya, senantiasa berdoa kepada Yesus Kristus atas nama kita tanpa kita minta sekalipun. Oleh karena itu marilah kita tunjukkan rasa terima kasih kita kepada Sang Bunda melalui devosi kita, namun yang terutama adalah dengan senantiasa mentaati pesan Bunda Maria: "Do whatever Jesus tells you" (Yoh 2:5). (Stephan Onggo)


(@) tampang corner. mudikans profiles exposed?! 
demi lebih mengenal tampang dan 'status' mudikans, pada setiap edisinya
pojok membuka rubrik baru. untuk usulan model di e-bulletin edisi berikut, harap mail ke sie pub atau sie media (email address ada di bawah).

cengiran maut

senyum maut

tatapan maut

Nama formil : B Hermanto Moerti
Nama manja : Manto
Bintang : Pisces
Shio : Tikus
Asal : Lampung
Hobby : kaga tau tuh (red : kaga ditulis sih)
Status : kerja di architects consultants
SMA : BHK (Bunda Hati Kudus) Jakarta
Universitas & Jurusan : Unika Parahyangan - Bandung, teknik Arsitektur
Komentar : wah no comment deh, bingung mau komen apa, pokoknya asik dah kalo ada mudika, apa jadinya singapur kalo nggak ada mudika...hehehehe..:) dan jangan lupa smile often, love much and live well.

Nama formil : Grace Debby Suhaedy

Nama manja : Grace
Bintang : Aquarius

Shio : Macan bo..!!!
Asal : Lahir di medan, digedein di Jakarta.
Hobby : masak, nonton, ama ngoceh nih...
Status : kerja di BCI Asia sebagai system analyst
SMA : Ursula
Universitas & Jurusan : UI fakultas teknik jurusan sipil
Komentar : mudika emang yahut... keep on the spirits..!!!!

Nama formil : Yustin

Nama manja : Yustin
Bintang : Aries
Shio : Macan
Asal : Lhokseumawe ,Aceh Utara
Hobby : basket,swimming,computer,travelling.....
Status : user support center di Hewlett Packard
SMA : Budi Murni I Medan
Universitas & Jurusan : Binus,MI
Komentar : sukses buat Mudika


(~) santai corner. tips, jokes, thoughts, and birthdays... and more!

Kasih Terlihat dalam Mata.

Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.

Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. Ia membiarkan kuda yang pertama lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi.

Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju. Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang, dan berkata, "Pak, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang ? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki."

Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, "Tentu. Naiklah."

Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda. Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer.

Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda mendorongnya untuk bertanya, "Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang kuda lain lewat tanpa berusaha meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin begini bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana ?"

Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggang kuda, dan menjawab, "Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa, saya cukup kenal dengan orang."

Si orang tua melanjutkan, "Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat ke matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terlihat jelas. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya."

Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam.

"Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak", ia berkata pada si orang tua. "Mudah-mudahan saya tidak akan sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain dengan kasih dan kebaikan hati saya."

Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih. The Sower's Seeds - Brian Cavanaugh.


(^) ngelamun corner. mudikans writings and creations...
redaksi menerima materi dari para pembaca, baik berupa tulisan, karangan, puisi, cerpen, cerbung, kutipan favorit, celetukan, ratapan, tangisan, dll. harap dikirim langsung ke alamat email siepub atau langsung ke orang media (email address dibawah). redaksi berhak mengedit dan menyesuaikan materi dengan seijin pengirim.

cerpen mudika, pelajaran bahasa jawa

Melayat

Sudah lama aku tidak seperti ini. Duduk-duduk santai di teras depan rumah, di atas kursi goyang sambil menikmati kolak pisang bikinan nenek.

Matahari pukul tiga masih terang benderang, sementara halaman depan rumah ini yang berupa hamparan tanah yang tidak terawat nampak di depan mataku. Tidak sebagus taman kota memang, tetapi sangat alami. Rumput-rumput liar dan perdu-perdu tumbuh subur bersama dengan pohon jambu air yang rindang. Sayang sekali, hari ini bukan musimnya, dulu sewaktu kecil, aku suka memanjat pohon itu sambil menikmati buah jambu segar di atasnya.

Kadang-kadang kutemukan sarang burung di situ. Suasana alami pedesaan seperti ini sering menginspirasiku. Beruntung sekali aku masih mempunyai kesempatan berlibur ke sini, setelah sekian tahun merantau di kota Jakarta yang sumpek dan penuh sesak.

Di dekat selokan kecil di samping rumah, Blorek sedang mengais-ngais makanan untuk anak-anaknya yang baru seminggu menetas dari telurnya. Bahagia sekali nampaknya ia, sampai mungkin sudah tidak teringat olehnya bahwa tadi pagi salah satu anaknya telah mati tertimpa genting yang terjatuh dari atap.

Di ujung jalan, Mbah Darmo sedang berjalan agak tergesa-gesa kemari.

Katanya kepadaku : "Le, arep nyilih pacul <'Nak, (saya) mau pinjam cangkul'>."

"Monggo. Monggo teng wingking<'Mari. Mari ke belakang'>" jawabku.

Aku mengantarkannya ke belakang rumah. Cangkul itu ternyata masih kotor oleh bekas tanah untuk mengubur anak Blorek tadi pagi. Kubantu Mbah Darmo membersihkannya.

"Kagem punopo Mbah? <'(cangkulnya) untuk apa, Mbah?'>" tanyaku ingin membuka pembicaraan.

"Ngge ngewangi wong-wong mendem mayit<'untuk membantu orang-orang menguburkan mayat'>" jawab Mbah Darmo.

Aku sedikit terkejut. Baru teringat olehku, bahwa sejak tadi pagi, kakek dan nenekku sudah tidak berada di rumah. Tersiar kabar bahwa Pak Gendon yang tinggal di dekat persimpangan jalan itu meninggal dunia. Rupanya kakek dan nenekku ada juga di sana dan tentunya bersama orang-orang lain membantu keluarga Pak Gendon untuk mengurus tamu dan sekaligus mempersiapkan pemakamannya.

"Kowe ora melu ngelayat, Le? . <'kamu nggak ikutan melayat, Nak?'>" tanya Mbah Darmo "Mangke mawon Mbah. Sak meniko njagi dalem<'Nanti saja, Mbah. Sekarang sedang menjaga rumah'>" jawabku.

Ungkapan itu sebenarnya hanya alasan saja. Kakek dan nenekku tidak pernah menyuruhku untuk menjaga rumah. Hanya aku yang sedang enggan untuk pergi ke rumah Pak Gendon karena aku tidak kenal baik dengan Pak Gendon.

"Sing nglayat kathah?<'Yang melayat banyak?> " tanyaku.

"Okeh banget. Meh wong sak desa nglayat. Pak Gendon iku wong e apikan. Seneng srawung lan ngrewangi tonggo. Mugo-mugo Gusti Alloh ngapurani dosane, maringi surgo kangge almarhum. Mugo-mugo Gusti yo maringi ketabahan kanggo kaluwargane<'Banyak sekali. Hampir semua orang desa ikut melayat. Pak Gendon itu orangnya baik. Suka bergaul dan membantu tetangga. Semoga Gusti Allah mengampuni dosanya, memberikan surga baginya. Semoga Gusti juga memberi ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkannya'>" kata Mbah Darmo.

Aku manggut-manggut. Kukatakan bahwa aku kurang begitu kenal dengan Pak Gendon.

Mbah Darmo melanjutkan kata-katanya, "Sak jane wong ngelayat iku yo kanggo ngeling ake nek awake dhewe iku mengko yo mesti mati. Ngeling ake nek urip nang ndonya iku mung kanggo mampir ngombe. Mulane sing sih urip yo mugo-mugo tetep eling nggunakne urip sing bener. Takwa marang Gusti lan urip apik bebarengan karo pepodho<'Orang melayat itu sebenarnya juga untuk mengingatkan bahwa kita nantinya juga akan mati. Mengingatkan bahwa hidup didunia ini hanya sementara. Makanya, semoga yang masih hidup ini senantiasa ingat untuk menggunakan hidup dengan benar. Bertakwa pada Tuhan dan hidup baik dengan sesama'>

" Aku manggut-manggut lagi. Kali ini aku tersentuh oleh kata-katanya Mbah Darmo. Begitu dalam falsafah hidup orang ini, setara dengan usianya yang sudah lanjut. Setelah cangkul itu selesai dibersihkan, Mbah Darmo segera pergi, sambil tidak lupa mengucapkan terima kasih padaku. Aku melanjutkan kembali duduk di teras rumah ini.

Sepeninggal Mbah Darmo, pikiranku melayang, memikirkan kembali kata-kata Mbah Darmo itu. Aku merasa bahwa aku sendiri tidak pernah memperhatikan kehidupanku. Hari-hari yang kulalui berlalu begitu saja, tidak pernah terpikirkan olehku, untuk apa? dan mengapa? Lingkungan kota memacuku berjalan cepat dan semakin cepat. Keindahan matahari terbit dan terbenam pun aku sudah lupa. Apalagi cicit-cicit burung dan lukisan awan di langit.

Kurasakan kehidupanku seperti si Blorek itu: pagi bangun, siang bekerja mencari makan, terus malam tidur kecapean. Waktu seakan-akan menjadi hambar dan sisi-sisi ruang sekitarku menjadi menjemukan. Ditambah lagi orang-orang sekitarku juga seperti mayat hidup yang sama sekali tidak peduli denganku.

Hemm.... bagaimana jika aku mati hari ini? Banyakkah orang yang melayat? Apa kata mereka tentang aku? pedulikah mereka akan aku? ataukah aku nanti akan menjadi hanya sekedar tubuh mati seperti bangkai anak ayam yang setelah dikubur kemudian dilupakan?

Benarkah sejarah hidup manusia itu selesai pada saat ia mati? Diam-diam aku iri pada Pak Gendon itu. Meskipun dia sudah meninggal, masih banyak orang yang mempedulikannya. Dan aku yakin, semangat hidup dan ide-idenya terus berkembang di antara penduduk desa ini.

Dari orang yang melayat pun aku dapat mengetahui bahwa Pak Gendon begitu dicintai oleh mereka.

Sebenarnya, Pak Gendon belum mati. Tubuhnya boleh hilang ditelan tanah, tetapi jati diri Pak Gendon sendiri selalu ada. Ah, kehidupan penduduk desa ini begitu menggugahku. Budaya 'melayat' yang kelihatan sepele ini, ternyata mempunyai arti yang mendalam. Aku semakin menyadari tentang makna hidup dari masyarakat desa ini. Mumpung masih ada waktu, aku ingin memakai hidup ini dengan sebaik-baiknya. Aku juga tidak ingin suatu saat nanti Tuhan memprotesku : "Aku dulu menciptakan kamu sebagai manusia, tetapi mengapa kamu hidup seperti ayam?" (bebet)


PEMILU is COMING!

pemilu sebagai wadah aspirasi mudikans segera tiba waktunya. jangan ragu2 untuk mulai aktif terlibat dalam komunitas kita.

INGAT!

partisipasi dan keputusan anda sangat menentukan arah dari gereja kita.


(*) ultah corner. those birthday boys and girls! 
data diurut berdasarkan tanggal ultah, kota kelahiran, dan nama mudikans yg berbahagia. happy birthday! kami turut mendoakan!

01-Nov Kediri Iva Tio

03-Nov Bogor Evelyne Satyadi
03-Nov Solo Undi Gunawan
04-Nov Jambi Buntono
05-Nov Jakarta Felicia
05-Nov Palembang Noviyanti Yulius
06-Nov Prwgsewu Agus Sani
06-Nov Jakarta Angel Seniharja
06-Nov Yogyakarta Yuliana Anie
08-Nov Purwokerto Gleen Candra Wijaya
08-Nov Solo Purwani Rahardjo
08-Nov Jakarta Vendy M
08-Nov Jakarta Willy
11-Nov Jakarta Clarissa Pukiat
11-Nov Singapore Michael Rusli
12-Nov Jakarta Michael Budhiawan
12-Nov Malang Mita
12-Nov Monique S E Basuki
13-Nov Bandung Arief Darmanegara Liem
13-Nov Bandung Chris Santosa
14-Nov Jakarta Candy Racheline
14-Nov Surabaya Dominikus Ridwan Oeij
15-Nov Bandung Elsa
16-Nov Jakarta Christine Setia T
16-Nov Jakarta Eduard Simon Siauw
17-Nov Oklahoma Kevin Hermanto
19-Nov Medan Christie Ng
19-Nov Samarinda Norliansyah
20-Nov Jakarta Randy Mandrawan Jusuf
21-Nov Medan Merry Wong
21-Nov Bandung Noviyanti Sugita
22-Nov Jakarta Helga Herawati
22-Nov Jakarta Matias Wellianto
24-Nov Surabaya Darmaja T
24-Nov Malang Fransiska Devi Soemantri
24-Nov TulungAgung Robertus Wahendro Adi
24-Nov Teluk Betung Stanley Darmali
27-Nov Solo Inge Hastuti Sari
28-Nov Jakarta Arlene
28-Nov Jakarta Natalia Oey Sioe Ling
29-Nov Semarang Aris Dharmawan Fx
30-Nov Surabaya Andreas
30-Nov Semarang Bambang Budi Kusuma
30-Nov Jakarta Sandy Atmodjo

03-Dec Jakarta Sharin Tan
04-Dec Pontianak Deasy
08-Dec Purwokerto Elvira

08-Dec Jakarta Eric Sarayar
11-Dec Bandung Don Kamarga
11-Dec Pontianak Ferdy Ferdiant
13-Dec Jakarta Irene Tika Basani

13-Dec Surianto Ely
14-Dec Teluk Betung Grace Widyalestari Rianto
15-Dec Sabang Erni
15-Dec Jakarta Margie
17-Dec Jakarta Natalia
18-Dec Jakarta Herman susilo
18-Dec Jakarta Herman Susilo
19-Dec Natalia Triani
20-Dec Semarang Renatha B Dharma
21-Dec Lani Setiawati
24-Dec Surabaya Sukmawati/Chen Chen
25-Dec Bandung Kristoporus Indra Hilmanjaya
26-Dec Jakarta Sylvia Setiawan (vivi)
26-Dec Jakarta Vivi
27-Dec Pontianak Aina Taslim
27-Dec Palembang Christina Harun
30-Dec Jakarta Margaretha Shanney Devy Vanessa
31-Dec Bogor Stan


(#) rutin corner. mudikans schedules and activities
Sie Rohani 
Activitas :
Pendalaman Iman
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-3, pk. 11.00 - 12.00
Tempat : St. Bernadeth (Classroom 4, lantai 3)

Contact person : 
Stephan Onggo: office phone : 8744366)

Sie Koor
Activitas :
Latihan Koor 
Waktu : Setiap hari Jumat, pk. 20.00 - 21.30 
Tempat : Choir Room St Bernadette di lantai 2 

Contact person : 
Yenny (home phone : 7740391)
Kurniawan (HP : 90225589)
Felis (HP : 96544476)

Sie Olahraga
Activitas :
Basket 
Waktu :Setiap hari Sabtu, pk. 08.30 - 12.00 noon 
Tempat : Cairnhill CC, belakang Newton MRT Contact 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)

Activitas :
Voli 
Waktu : Setiap hari Sabtu Ke-2, 4, pk. 16.00 - 18.00 
Tempat : NIE (National Institute of Education), Bukit Timah Rd 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Badminton 
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-1, 3, 5, pk. 15.00 - 17.00
Tempat : to be scheduled 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Tenis 
Waktu : Setiap hari Sabtu ke-1, 3, 5, pk. 18.00 - 20.00 
Tempat : Parkview Bukit Batok 
Contact person : 
Hermawan (HP : 93618969) 
Andri (HP : 98465132) 
Konstipasi? ingin saluran lancar tapi tak tahu sapa yg musti dihubungi? berikut daftar e-mail contact person mudika.
Ketua : Robertus Wahendro Adi - [email protected]
Sekretarisnya: Renny - [email protected]

Sie Keanggotaan : 
Hermanto Moerti - [email protected]
Natalia Triani - [email protected]
Ningsih - [email protected]

Sie Rohani : Stephan Onggo - [email protected]

Sie Olah Raga : Hermawan Christanto - [email protected]

Sie Acara : 
Eveline Satyadi -[email protected]
Selvia Ardianto - [email protected]

Sie Koor : Yenny Thio - [email protected]

Sie Media : 
Hendrik 'Ahin' Salim - [email protected]
Elvina Theresa - [email protected]
Chris - [email protected]

Sie Komunikasi : Andriato Joewana - [email protected]


pojok mudika sg. pojok is published and distributed monthly by mudikans, indonesia mudika society in singapore. compiled and presented by seksi media mudika kkis. entire contents copyright (c)2001 by mudikans except noted. all rights reserved. no portion of this publication may be reproduced, in any form or by any means, without the express written permission of the copyright holders. join the mudikans! submit us your creations and writings! for comments, any information and material submission, please email us at: [email protected]. sie media would like to thanks all of e-bulletin fans and those who help pojok published. among them are:Stephan & Bebeto dan untuk yg rela dicela dan ikut bantuin pojok ini  walau ngga sempet/lupa disebut. thx banget. anyway does anybode ever reading these lines? god bless u all! pis yo! (alternate page for pojok: http://www.geocities.com/mudikakkis/bulletin/2001-11/nov.htm atau http://www.geocities.com/mediakkis/e-bulletin-nov.htm)


(-) ujung corner. end navigation links
tadi ada berita apa yo? more... (news) test umptn? more... (focus) nyanyi sambil meditasi? more... (jadual)
renungan?more... (leisure) tampangku? more... (faces) bingung? more... (infos)

kepengurusan mudika, bagaikan bermain sulap dan sihir... bukan tugas yang mudah, namun juga bukan merupakan beban... apalagi kita saling bantu dan tolong dalam maju mendukung mudika dalam gereja dan cinta...

sampai ketemu di 'pojok' berikutnya!


Back to the Bulletin Index page
Back to the Main Page

Hosted by www.Geocities.ws

1