edisi: oktober 2001 pojok.
pojok mudika, pojok singapura
e-bulletin mudika kkis
best viewed with i.e. 4.0 dan sederajatnya.  for correspondence, please mail to
[email protected] 

(o) viewing corner. what's on and in this month
mudika perang saudara? more... (news) ngomong apa? more... (focus) meditasi sambil olahraga? more... (jadual)
trivia?more... (leisure) pin-up mudika? more... (faces) apa ini? more... (infos)

(e) editorial corner. so thus we speak...

Greetings Mudikan,

Halo Mudikans, Ga kerasa juga, sekarang udah bulan Oktober, berarti Pojok sekarang udah memasuki edisi ke 8. Gimana nih responnya ? Mengecewakan ga ? Kalo ada kritik dan feedback mengenai pojok ini, jangan takut-takut deh, bilang aza ke salah satu rekan dari redaksi kami.

Bulan Oktober ini merupakan bulan Rosario, jadi topik untuk bulan ini ya sekedar memberi informasi apa itu Novena, devosi pada Bunda Maria, dan latar belakang Rosario. Selain itu, ada reportase yang tidak kalah gress-nya � langsung dari pandangan mata, apalagi kalo bukan Beach Party. Reportase yang laen lagi mengenai PD Efata dan The Bible & The Church.

Sie Media berharap agar pojok ini dapat berfungsi sebagai ajang informasi dan kreativitas dari para Mudikans. Ayo dong pada nyumbang artikel dong, kapan lagi loh bisa dipublish, kalo ga di sini, he he he. Kami akan terima dengan senang hati.

Oh ya, pada kesempatan ini, Sie Media mau berterima kasih banyak pada Bebet untuk cerpennya, Stephan Onggo untuk kesimpulan dari The Bible & The Church, juga Eveline dan Eka untuk reportase Beach Party yang bagus banget.

Jangan lupa juga untuk mencek jadwal-jadwal kegiatan Mudika untuk bulan-bulan mendatang, karena di bulan Oktober ini, Sie Rohani mengadakan Rosary Crusade, juga masih ada acara yang laen. Jadi bagi para mudikan yang merasa punya cukup banyak waktu luang, bisa ikut serta dalam acara-acara yang diadakan oleh Sie Acara, Sie Olah Raga, Sie Rohani, atau pun sie-sie lainnya�.

Ok deh, segitu dulu, selamat membaca Pojok Oktober 01 Have a wonderful day,

Salam
Si-dia
(hin � El - x)


(?) berita corner. what's news?

Nonton VCD

�The Bible and The Church : Both or Neither�
(30 Sep 01)

Setelah, tertunda-tunda oleh acara lain, akhirnya pada minggu yang terakhir di bulan September ini, sie Rohani mendapat kesempatan untuk mengadakan acara nonton VCD dengan judul �The Bible and The Church : Both or Neither�.

Seperti biasa, tempatnya di AV Room lantai 2 pada jam 11. Presentasi topik ini dibawakan oleh Scott Hahn. Ia adalah seorang anti Katolik yang kemudian karena kerinduannya untuk mempelajari Kitab Suci berdasarkan tulisan-tulisan para Bapa dan Doktor Gereja purba, ia akhirnya menjadi Katolik. Sekarang dia menjadi dosen di bidang teologi dan kitab suci. Dia memiliki karunia mengajar yang luar biasa. �Kitab Suci dan Gereja, keduanya atau tidak sama sekali�.

Sebuah judul khotbah yang sangat provokatif bagaikan pedang bermata dua yang ditujukan baik kepada umat Katolik maupun umat denominasi lain. Inti khotbah menyatakan bahwa tidak cukup bagi seorang Katolik untuk mengatakan bersatu dengan Bapa Suci, hadir di misa setiap minggu bahkan misa harian, melakukan berbagai devosi tetapi menolak untuk mempelajari Kitab Suci.

Hal ini disebabkan karena para Bapa Suci sendirilah yang menetapkan bahwa umat harus mencintai dan mau mempelajari Kitab Suci sebagaimana Gereja menghormati tubuh dan darah Kristus di Ekaristi Kudus. Sebaliknya bagi seorang non Katolik, tidaklah benar untuk mengatakan bahwa Kitab Suci adalah satu-satunya dasar kebenaran sehingga tidak membutuhkan Magisterium Gereja beserta semua Tradisi Suci.

Hal ini disebabkan karena Kitab Suci sendirilah yang menyatakan bahwa ada Tradisi Suci yang harus juga ditaati. Selain itu Kitab Suci juga menyatakan bahwa Magisterium Gereja sebagai pengganti para Rasul memang diberi kekuasaan untuk menjadi tiang penyangga dan kebenaran.

Dengan kata lain sola scriptura (kitab suci saja) adalah anti scriptura, karena satu-satunya sumber wahyu Ilahi adalah Sabda Allah baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Itulah sebabnya Gereja Katolik menganut paham Sola Verbum Dei (Sabda Allah saja). Halleluia! (Stephan Onggo) 


PD EFATA �Tuhan, Kumau Bilang Ya� 
(06 Oct 01)

Setiap hari Sabtu minggu pertama, PD Efata! secara rutin akan mengadakan acara Persekutuan Doa di Main Hall St Bernadeth pada pk 17.00.

Pada kesempatan di bulan Oct ini, PD Efata! mengambil tema �Yesus, Kumau Bilang Ya�.

Topik ini dibawakan oleh Tay dan Inggrid, dengan dibantu juga oleh Candy (musik), Novi (song leader), Eka (worship leader), Elvina dan Selvia (singer). Inti yang bisa ditarik dari topik ini adalah apakah kita siap untuk dapat bilang �Ya� kepada Bapa ?

Contoh yang patut kita teladani adalah Bunda Maria yang dengan segala kerendahan hatinya, beliau rela untuk melayani Tuhan Ada 4 macam dimensi iman yang perlu kita lakukan untuk sampai ke tahap ini.

SEARCH (Mencari).
Jika Tuhan begitu penting dalam kehidupan kita, apa yang harus kita lakukan untuk mencari Tuhan ???
Tentunya, melalui Firman Tuhan, Gereja / Komunitas dan berdasarkan pengalaman hidup.

Refleksi : Maria bertanya, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, sedangkan aku belum bersuami."

ACCEPTANCE (Penerimaan). Kita harus menunjukkan teladan kerendahan hati dan kepatuah / kepasrahan kepada Tuhan.

Refleksi : Maria berkata, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu itu."

CONSISTENCY (Konsisten). Apa yang sudah dikatakan adalah apa yang perlu kita perbuat di dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi : Maria dengan sukacita datang pada Elizabeth untuk melayani (dan tidak untuk ditinggikan orang).

CONSTANCY (Konstansi). Kita bilang �Ya� pada saat suka dan duka.

Refleksi : Meskipun Maria tidak mengerti, tetapi ia tetap melakukannya.

Melalu topik ini, diharapkan kita akan semakin menyadari akan sikap pelayanan yang perlu kita berikan pada Tuhan kita. Kita juga patut menyadari bahwa Allah kita sungguh baik dan kita pun diharapkan dapat memberikan yang terbaik untukNya.

Setelah PD Efata! selesai, kue pukis dan risoles menunggu loh di depan kantin. (�L)


hati2 malem didatengin....

unveil the true person behind this  mask!

liat di profil mudika...!

Beach Party "U & Me @ Mudikans"
(22 Sep 01)

Sabtu tgl 22 Sep 01, hari yang ditunggu-tunggu mudikans, tiba juga. Sang sie acara ,si Epe dan Selvi udah sampe ber-stress-stress ria untuk mempersiapkan acara ini.

Apa sih ? Ya itu acara untuk mudikan, oleh mudikan dan dari mudikan. Kita ngadain Beach Party di East Coast. Nah simak deh acara sibuk di balik itu, terutama waktu mereka mempersiapkan dance Babu No 5. Masih inget ga sama tampang Ferdi dan Solihin yang jadi babu sexi, juga si Epe yang pake acara sarung merosot, he he he. �. dari dapur beach party..

Performance BABU NO 5 di beach party yang lalu terinpirasi dari performance di migrant workers yishun Minggu 16 Sept 01. Grace ama Angel bilang..kita bikin performance yuk ..ajak yang laen. Akhirnya hari Senin, latihan dimulai di rumah Grace. Rencananya sih latihan di rumah Angel, tapi karena si Grace ketinggalan CDnya dirumah, jadi rencana latihan diganti di rumah grace. Kita janjian ketemuan ama Grace di Novena MRT terus naek taxi pulang, ternyata Solihin udah berdiri nungguin di depan rumah Grace..hehehe..Ferdi ngga berhasil di culik hari itu, Edo ama Angel nyusul juga, terus discuss. Bingung juga mo nentuin segalanya..kayaknya yang paling bakat soal ginian tuh si Ferdi..akhirnya jam 10 malem kita meluncur kerumah ferdi minta inspirasi sampe jam 12 malem.
Malem itu, Grace sempet nyulik Solihin pulang naek taxi. Wah...kita belom juga latihan..panik ..panik...

Hari SELASA,18 Sep 01...ke Carrefour, Suntec..belanja ini itu buat konsumsi dibantuin IRMA,FERDI ama TRIANO...bawaan banyak banget nich..

Latihan BABU NO 5 hari RABU malem dirumah angel..tapi gak sampe beres juga..makiiin paniiik...

KAMIS..bikin chicken wing di rumah GRACE di bantuin Karel, ama SELVIA..sampe rasanya dunia ini penuh ama chicken wing..alias mabok chicken wing.

Hari JUMAT latihan digereja..di AV room..akhirnya beres, semua gaya di ajarin ferdinand sampe sakit perut..gara2 ketawa mulu..bener2 semua gaya ada hubungannya antara MAMBO NO 5 dan BABU NO 5...hahaha� tapi masih tetep aza panik..soalnya setengah hafal�..kebanyakan engga-nya..

Hari SABTU...persiapan dari segala persiapan..bikin roti sandwich sampe keriting..160 biji..si Ferdi sibuk di dapur bikin scrambled eggs, dibantuin Imel ama Sandra, Irma juga sibuk siapin barang-barangnya, Grace ama Rudi yang bikin macem2nya, ngga ketinggalan juga, Solihin yang nyusul belakangan sampe dengan selamet sehingga bisa latihan BABU NO 5 lagi... Akhirnya nyampe juga kita ke EAST COAST hari Sabtu siang. Rombongan pertama nyampe sekitar jam 3.45. Ternyata di sono udah ada yang nungguin. Doi terlihat sedang merenung sendirian di bawah shelter, takut dikerjain anak-anak mudika, jangan-jangan acaranya batal. Ternyata si Erni udah dateng dari jam 3-an saking semangatnya..heheh

Ternyata kondisi di East Coast bener beda dari tempat laen. Ngga hujan setitik pun, panas malah. Padahal sebelonnya banyak mudikans yang agak males dateng gara-gara di daerah West hujan terus dari pagi. Si Epe yg udah ada di rumah Irma terima seabrek telpon en sms nanyain cuaca di sono. Epe dangan mantap menjawab panasssss banget. Dengan bekal jaminan Epe, akhirnya banyak juga yg dateng.

Acara PERTAMA dimulai permainan BIKIN GARIS PALING PANJANG dalam waktu yang ditentukan..di pandu sama Eka. Setiap kelompok harus bikin garis yang panjang dari barang-barang yang ada di badan. Ada yang pake jam tangan, ikat pinggang, sendal dan sepatu, kaos kaki..(Ih, Epe malah sengaja pegang kaos kaki, ngga tau punya siapa tuh..hahahaha) Ada juga yang pake sling bag, ada yang rela tali sepatunya di copot, ikat rambut. Bahkan Eka ampe teriak ada yg curang ya. Soalnya pake plastik bekas pistol air. Perasaan itu plastik ada di kardus. Dengan semangat 45, mereka protes, katanya plastik itu ada di kantong mereka�.masa sih ??? Ngga cuman itu, ternyata ada juga yg ngambil tali rafia pengikut kotak pistol. Itu sih jelas-jelas ngga dari badan donk, ya ngga� Semua protes kagak diterima, dan barang-barang yang perasan ngga ada di badan diambilin ama Eka. Finally, waktu dihitung siapa yg paling panjang, dari 3 kelompok ngga beda2 jauh banget, meski ada juga yang paling pendek �.solidaritas kok ya�

Lanjut ke permaenan berikutnya�.WATER WAR. Ini yang dinanti-nanti semua mudikans. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan 2 orang wakil dari tiap kelompok harus merelakan mukanya ditempelin bedak pake air jadi topeng. Yang cewek sih seneng-seneng aja, kan sekalian pake masker. Tugas dari anggota kelompok yaitu harus melindungi 2 orang tsb dari tembakan kelompok laen supaya bedaknya nggak luntur sambil berusaha nembakin kelompok yang laen juga. Yang paling luntur yang paling kalah.. Tapi Epe liat, kok pada nembakin each other yach..hahaha..liat aja fotonya..kaya penuh dendam semua..:P

Dengan tiba tiba Selvia tereak..RULE permaenan di GANTIIII...tembakin ANNA yang lagi ultah, bayangin si ANNA di kejar ampir 40 orang...Lari terbirit birit basah kuyup. Met ultah ya, Anna. Melihat yg laen udah basah kuyup, Eka dengan santai teriak, �TEMBAKIN TUH PANITIA. Abis mereka masih kering kerontang. Hermawan yg dari tadi jadi MC, akhirnya ikutan basah...si CHRIS juga kacamatanya jadi basah kuyup juga hahahaha. Wah..kayaknya yang selamet cuman Epe sama Daniel dech..hehehe..soalnya mereka bawa camera�sengaja tuh katanya, salah satu trick supaya gak basah...gak ada yang berani nembak jadinya. Tapi ada juga yang nekat nembak sembunyi-sembunyi, kan yang ditembak bukan kameranya.

Acara dilanjutkan ama acara BBQ...hujan mulai turun rintik-rintik, tambah lama tambah agak deras. panik..panik.. makanan terus dipindah ke shelter..dan acara tetep jalan terus..makan..di awalin ama doa dari Hendro..ternyata doa kita di kabulin..UJAN berhenti, dan akhirnya jadi cerah sama sekali.. Bakat juga Hendro jadi pawang hujan�.heheh

Lanjuttt..abis makan langsung polonise..berdua-dua..jadi panjang banget...semua ikutan. Tapi ternyata fakta membuktikan jumlah cewe lebih banyak dari pada cowo...hahaha��jadi?? pikir sendiri deh ya� Next, acara limbo dance...lewat di bawah bambu jemurannya Anna. Banyak yang kesangkut, gara2 dikerjain pas mau lewat bambunya diturunin.

Berikutnya acara keakraban. Isinya nyanyi, renungan, perkenalan mudika oleh ketua mudika, Hendro..

Yg paling seru pas acara performance BABU no 5. Ferdi and Solihin bergaya jadi babu cewek dengan segala atributnya� bener bener ngga tahan liat si Ferdi ama Solihin �jadi pengen ketawa banget. Ternyata si Tante Susan punya saingan loh � para babu, he he he.

Ga usah dibilang lagi deh, mudikans memang sangat kompak. Makanan juga ngga nyangka bisa berlimpah, padahal sie konsumsi udah ketakutan kalo makanan kurang banyak. Waktu acara bersih-bersih, ternyata masih banyak yg sisa. Banyangin aja, KFC (Keluarga Farrer Court) dateng cuman bawa 6 bungkus. Tapi pulangnya jadi beranak pinak. Bawa doritos 4 bungkus, 1 Pringles, 3 soft drink, sambel jempol, dan 1 kecap manis�.plus 1 kantong roti. One of the member KFC bilang sambil ketawa komentar �ngga rugi deh pulang terakhir kalo gini�.

Yeah, begitulah acara Beach Party, acara dari dan untuk mudikans. Thanks banget buat panitia dan semua yang ikutan ikutan bantuin. Juga buat mudikans yang nyumbang makanan sampe berlimpah. Jangan segan-segan ya kalo laen kali ada acara serupa�hehehe. Yang jelas, mudikans selalu kompak�.tul ngga ? (Eve, El, Eka)

tampang baik TAPI hatinya teroris

pantai yang masih cerah nih, baru datang

adegan rekonstruksi nguber osama

lagi perang, liat tuh siapa yang lagi nyumput di bawah �. Si Grace, he he he

seksi berani malu

babu number 5

bareng yok

pantai yang sudah malem, akhir party


(.) kilasan corner. news in brief

22 Sep Beach Party "U & Me @ Mudikans"
30 Sep Nonton VCD "The Church and the Bible: Both or Neither!"

06 Oct Persekutuan Doa Efata "Tuhan, Kumau Bilang Ya"
13 Oct Rosary Crusade 1 di rumah Bambang & Fenny


(!) nanti corner. activities ahead of us!

Sie Rohani

Rosary Crusade 2
Hari, Tanggal: Sabtu, 20 Oct 2001
Tempat : di rumah Hermawan
Waktu : 18:30-21:00

 

Rosary Crusade 3
Hari, Tanggal: Sabtu, 27 Oct 2001
Tempat : di rumah Eveline, Eric
Waktu : 18:30-21:00

 

Persekutuan Doa EFATA!
Hari, Tanggal: Sabtu, 3 Nov 2001
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd
Waktu : 17:00-19:30
Ruang : Main Hall

Sie Koor

Latihan Koor untuk Pemberkatan Nikah Utk tgl 28 Okt 01 nanti � Lagu-lagunya enak loh

 

Sie Olahraga

Pertandingan Voli lawan NTU Hari dan tanggal masih dalam perencanaan Lihat berita selanjutnya di milist Mudika

Sie Acara

Akan ada acara cruise, bersama KKIS Info lebih lanjut hubungi Hendro deh�sang Lurah Mudika

 

come on let's cruisin' now...

Hoiiii mudika, ada acara yang gress lagi ... KKIS mengajak kita semua untuk ngadain CRUISE ke Sister Island 

Hari : Minggu, 4 Nov 01 Kumpul di Clifford Pier jam 08.15 pagi 
Biaya S$20 per orang termasuk ongkos naik kapal pp, bisa lunch buffee sepuasnya nih dan berbagai acara menarik yang berhadiah. 

Ayo nih ... pada mau fun ga ???? 
Kapasitas kapal terbatas loh. 

Untuk pendaftaran, silakan menghubungi : 
Monique Natahusada (HP 98716220) 
Candy (HP 90295179, e-mail [email protected]
Fenny (HP 98353005) 
Elvina (HP 96491008, e-mail [email protected]
Ibu Christine (Ph 2584110)

(-) tengah corner. middle navigation links
tempayan rusak?? more... (news) virgin mary? more... (focus) nyanyi sambil olahraga? more... (jadual)
kutipan mudikans?more... (leisure) siapa ni? more... (faces) konstipasi? more... (infos)

(+) fokus corner. focus of the month

Serba Serbi Novena dan Rosario

Apa maksudnya dan bagaimana devosi kepada Bunda Maria ?

Devosi berarti hormat dan bakti yang besar keapda Allah atau kepada orang kudus. Devosi kepada Bunda Maria bisa diungkapkan dengan macam-macam perbuatan: misalnya dengan berdoa Salam Maria, berdoa rosario, litani Santa Perawan Maria, melakukan perbuatan-perbuatan baik demi cinta kepada Maria, dsb. Pendek kata semua tindakan manusiawi yang mengungkapkan hormat dan kasih yang besar kepada Maria.

Apakah doa novena itu harus dilakukan 9 kali berturut-turut dan waktunya sama? Kata "novena" adalah kata sifat dalam bahasa Latin, yang berarti "masing-masing sembilan atau tiap-tiap kali sembilan" (dari kata novem yang berarti sembilan). Jadi, kalau mau mendoakan novena dalam arti sesungguhnya, doa itu harus dilakukan sembilan hari berturut-turut (sesuai dengan namanya, bukan ?). Kalau tidak demikian, ya tidak apa-apa , tetapi jangan sebut doa itu doa novena. Tidak ada ketentuan bahwa novena harus didoakan pada jam yang sama.

Doa novena ini meniru para Rasul yang tekun berdoa menantikan turunnya Roh Kudus (Kis 2). Ketekunan orang dalam berdoa selama sembilan hari berturut-turut memang mempunyain nilai tersendiri. Bukankah ketekunan semacam itu bisa mengungkapkan keseriusan doanya? Bagaimana asal usul dan latar belakang doa rosario ? Garis besar sejarah doa rosario yang sebenernya sulit untuk diketahui secara rinci dan pasti.

Doa rosario berlatar belakang praktek para rahib kuno yang mendoakan Kitab Mazmur (yang terdiri dari 150 mazmur). Namun karena tidak semua rahib bisa membaca dan menghafal mazmur-mazmur tersebut, maka ada praktek menggantikan ke-150 mazmur itu dengan doa-doa lain yang pendek, terutama doa Bapa Kami. Maka dahulu tasbih / rosario disebut juga "Bapa Kami" (Pater Noster). Di kemudian hari, ketika doa Salam Maria sudah terbentuk secara lengkap pada abad ke-15, doa ini dipakai juga sebagai pengganti mazmur.

Dalam perkembangannya malah rosario Salam Maria ini menjadi paling populer. Ke-150 doa Salam Maria itu dibagi menjadi 15 puluhan Salam Maria. Lalu pada awal abad ke015 ada renungan-renungan untuk mengiring 15 puluhan Salam Maria itu. Akhirnya, mengenai Yesus Kristus (dan Maria), yakni 5 peristiwa gembira, 5 peristiwa sedih, dan 5 peristiwa mulia. Pada tahun 1520, Paus Leo X memberikan pengesahan apostolis dari doa rosario. Doa-doa yang ditujukan kepada Maria jelas mau mengungkapkan cinta mereka kepada Bunda Maria. Rosario berasal dari kata Latin Rosarium, artinya kebun bunga mawar.

Doa Salam Maria yang diulang-ulang itu bagaikan bunga mawar (Latin: rosa) yang dipersembahkan orang kepada Maria. Mengapa bulan Maria itu bulan Mei dan Oktober ? Dalam arti tegas, bulan Maria hanyalah bulan Mei. Sedangkan bulan Oktober adalah bulan rosario. Hanya saja, karena berdoa rosario berarti menghotmati Maria, maka pada akhirnya bulan rosario dapat dianggap bulan Maria juga. Bulan Mei ada di tengah musim semi, saat daun-daun dan bunga-bunga mulai mekar kembali. Untuk merayakan musim yang indah itu orang-orang Romawi mengadakan pesta untuk menghormati Dewi Flora (dewi bunga dan musim semi), dan orang-orang Jerman merayakan pesta untuk menghormati dewi bumi. Nah, bulan Maria (Mei) dimaksudkan untuk menggantikan perayaan-perayaan kafir tersebut dengan penghormatan kepada Bunda Maria.

Mengapa bulan Oktober? Karena bulan rosario dihubungkan dengan kemenangan armada laut Kristen atas armada laut Turki di Lepanto (Italia), pada 7 Oktober 1571. Kemenangan itu terjadi berkat doa-doa kepada Maria. Maka tiap 7 Oktober dirayakan peringatan Santa Maria Ratu Rosario. (diambil dari Umat Bertanya, Romo Pid Menjawab jilid 1)

October 7, the feast of Our Lady of the Rosary It was St. Dominic in the late twelfth and early thirteenth centuries who encouraged everyone to say the Rosary. St. Dominic was greatly saddened by the spread of a terrible heresy called Albigensianism. With the members of his new Order of Preachers, he was trying his best to destroy this dangerous heresy. He begged the Blessed Virgin for help, and it is said that she told him to preach devotion to the Holy Rosary. St. Dominic obeyed and he was very successful in stopping the heresy.

The Holy Rosary is a simple devotion which can be practiced by all people - old and young, learned and unlearned. It can be said anywhere, at any time. While we say the Our Father, ten Hail Marys and Glory to the Father, we think about great moments in the lives of Jesus and Mary. In this way, we grow closer and closer to Jesus and his Blessed Mother. We learn to imitate their holy lives. Mary is very pleased when we say the Holy Rosary often and well. She used to say it with St. Bernadette when she appeared to her at Lourdes. The three little children of Fatima learned from Mary the power of the Rosary. Mary taught them that the Rosary obtains graces and saves sinners from hell.

A Dominican pope, Pius V, established today's feast. It is to show our gratitude to Mary for a military victory over the Turks at Lepanto on October 7, 1571. Let us acquire the beautiful habit of saying the Rosary every day. (from Saint of the Day, 7 Oct 01)


(@) tampang corner. mudikans profiles exposed?! 
demi lebih mengenal tampang dan 'status' mudikans, pada setiap edisinya
pojok membuka rubrik baru. untuk usulan model di e-bulletin edisi berikut, harap mail ke sie pub atau sie media (email address ada di bawah).

wuaduh senyumnyeeeeee

si topeng

mbak jamu bius

Nama formil : Candy Sari
Nama panggilan : Candy (baca: Sendi kalo orang Indo, Candy kalo mo ngaku bule)
Bintang : bintang maniz... Virgo
Shio : shio hoki... Kelinci
Asal : Jakarta
Hobby : main musik, nyanyi, nonton bioskop - asal bukan film horror
Status : Business Process Consultant, StarHub
SMA : St. Ursula, Jakarta
Universitas & Jurusan : UI - Teknik Industri, Cranfield Univ - Manufacturing
Komentar : Kalo koor mulutnya buka yang lebar donk, biar suaranya bulat dan nggak cempreng... :)

Nama formil : Ferdinand Purwadi
Nama manja : Ferdy (ada juga yang nekat panggil Nanand, tapi ini panggilan mesra, jadi jangan coba-coba pake kalo gak mau dituduh mesra)
Bintang : Leo
Shio : Anjing
Asal : Bogor
Hobby : Iseng, jailin orang, makan enak, cuci mata, dance (hip-hop, jazz, funk... no balet please...), dengerin musik, nyanyi kalo lagi sendirian (bikin panik tetangga), koleksi Oakley (kalo lagi punya duit), naik turun gunung (gunung beneran), keluar masuk utan (utan beneran juga)
Status : Kerja jadi kuli bangunan yang pasang WC umum dan pipa pembuangannya di tengah laut. Kadang mancing dan bikin ikan asin juga...
SMA : Regina Pacis Bogor
Universitas & Jurusan : ITS Surabaya - Teknik Kelautan
Komentar : Aslinya gua alergi ama yang namanya mudika. Kalo di Indo mendingan gabung ibu-ibu PKK daripada mudika. Baru di Singapur aja gua "terjerat" mudika:) But anyway, akhirnya gua ngerasain sisi "gaul"nya mudika. Dari yang awalnya terjerat, sekarang jadi tergila-gila (so far..). Buat anak-anak baru yang punya alergi yang sama kayak gua, jangan takut dateng ke acara mudika (at least anggotanya lebih available, gak kayak ibu-ibu PKK). Dijamin heboh.

Nama formil : L A Reni S
Nama manja : Reni
Bintang : Pisces
Shio : Kelinci
Asal : Bandung
Hobby : jalan-jalan, nonton, maem, renang, baca, dll
Status : (misl: kerja sebagai apa, di mana atau sekolah di mana, jurusan apa) kerja di agilent jadi CSAR
SMA : Aloy Bandung
Universitas & Jurusan : UI, FS Cina


(^) ngelamun corner. mudikans writings and creations...
redaksi menerima materi dari para pembaca, baik berupa tulisan, karangan, puisi, cerpen, cerbung, kutipan favorit, celetukan, ratapan, tangisan, dll. harap dikirim langsung ke alamat email siepub atau langsung ke orang media (email address dibawah). redaksi berhak mengedit dan menyesuaikan materi dengan seijin pengirim.

opini mudika

 

"Ma, terima kasih atas jebakannya�

�Bulan merah jambu luruh di kotamu�.kuayun sendiri langkah-langkah sepi� Kla Project adalah favoritku. Petikan gitar jemariku masih tetap kompak dengan suaraku mendendangkan lirik-lirik lagunya sambil kunikmati angin yang sedang menabuh daun-daun. "Rei, ikutan Mama yuk "

"Males Ma"

Seperti biasa, ajakan Mama selalu kutolak mentah-mentah. Doa rosario, Pendalaman Iman, Arisan, dan segala tetek bengek yang�.ehm�..membosankan!

"Rei, hari ini yang mengadakan mudika lho. Kamu nanti pasti banyak teman di sana"

"Ah, Mama. Ntar malem ada film bagus"

"Kamu ini�.kapan sih bisa nyenengin Mama?"

"Ma, jangan lupa bawa jajannya ya�.hehehe"

"Huuu�.kamu ini bisanya makaaannn�. saja" Mama membelai punggung kepalaku, sebentar, lalu berjalan pergi, sementara Papa sudah menunggu sejak tadi di mobil. Tentu aku bukan anak yang durhaka, yang tidak pernah menyenangkan Mama Papa, tetapi untuk datang ke kegiatan yang itu-itu tadi, terus terang aku nggak ada mood. Bukannya aku orang yang tidak mengenal Tuhan, toh aku juga selalu ke gereja setiap minggu, dan rajin berdoa di rumah. Baca kitab suci? Kadang-kadang�..soalnya suka nggak ngerti gimana ngartiinnya.

Getar-getar dawai masih kupersembahkan, mengiring sang mentari yang perlahan-lahan tenggelam. Setengah delapan malam. Seperti biasa, televisi telah siap, �Return of the Condor Heroes�, itu yang kunanti-nantikan. Kali ini Gadis Naga Kecil sedang melatih Yo Ko. Cantik, anggun, lembut, dan perkasa. Sosok �Bibi Lung� itu yang membuatku selalu terpesona. Lebih tepatnya tergila-gila. Makanya episode-episode seperti ini tidak seharusnya kukorbankan. Apalagi hanya demi sebuah kegiatan yang membosankan.

Sore kembali datang, ketukan dari pintu depan sempat mengganggu.

"Oo Nak Lia. Mari masuk"

"Terima kasih Tante"

Suara asing terdengar dari pintu depan. Langkah-langkah kaki Mama terdengar dari bilikku menuju kamarnya. Tak lama kemudian, Mama kembali menuju ruang tamu.

"Ini CD nya. Kamu bisa pilih sendiri lagu-lagu mana yang kamu suka. Oiya, sudah kenal dengan anak Tante belom? Rei, sini"

"Sebentar Ma" Aku sibuk sebentar, merapikan baju, lalu ke depan.

"Kenalin ini Lia, keponakannya Tante Gina" kata Mama.

"Reiko"

"Liani"

Deg! Matanya bening. Senyumnya manis. Nakal sekali. Menggelitik jantungku yang mulai berdegup tak beraturan. Ma, siapakah gerangan dia ini? Kok kurang ajar sekali masuk ke dalam dadaku�.ugh� Ma, tolongin Rei Ma�.nggak kuku�.

"Lia ini pengurus Mudika lho. kamu seksi apa Lia?" Pertanyaan Mama mengejutkan sekali.

"Seksi Humas, Tante"

"Oiya, seksi humas. Ini anak tante diajakin mudika ya. Biar nggak di rumah terus. Rei, kamu ngobrol sebentar sama Lia, Mama mau ke belakang dulu. Rotinya keburu gosong"

Ah, Mama! Aku tahu, Mama sengaja menggodaku. Senyuman dan pandangan nakalnya tadi sempat kutangkap. Tanpa persetujuanku lebih dahulu Mama segera pergi, meninggalkanku yang tengah kehilangan kata.

"Rei, kamu mau ikutan retret nggak?"

"Kapan?" Suaranya ramah, ringan dan lembut. Kata-katanya terus mengalir menandakan sifatnya yang sangat supel dan cerdas. Asik juga bicara dengan dia. Lia�Lia�.. Matamu itu, senyummu itu, dan�kata sapamu� mengaduk-aduk seisi kepala dan dadaku. Thanks God, akhirnya Mama menyelamatkanku dari bulan-bulanan topan badai. Sang dewi usil itu telah pergi.

"Gimana? Mau ikut retret?" Mama tersenyum, menggoda.

"Nantilah, lihat jadwal"

"Alah, sok sibuk kamu. Hehehe�.Mama tahu, anak Mama sekarang lagi�ehem�ehem" Mama langsung ngeloyor ke dapur lagi. Duh, Mamaku ini selalu saja gemar menggoda anaknya. Aku jadi bingung. Terus terang Ma, aku suka matanya yang bersinar bak Orion. Aku suka senyumnya juga. Ma, aku pernah melihat langit yang bersih saat malam hari dari sebuah perbukitan. Indah sekali Ma, aku ingin melihatnya kembali. Seperti saat tadi Ma, aku ingin waktu kembali. Aku ingin protes, kenapa Mama tidak memberi tahu bahwa ada makhluk semacam Lia itu di mudika.

�Habis kamu diajakin Mama selalu nggak mau� aku kuatir Mama menjawab begitu.

Dan memang, jawaban itu telak, satu kosong untuk Mama. Akhirnya, gitarku lah yang kuajak menemani. Tempat aku bercerita tentang hatiku yang kini merindukannya. Lia..Lia�kamu telah membawaku ke sebuah negeri di awan.

****

"Rei, kamu bisa main gitar ya?, nanti bisa nggak minta tolong ngebantuin nyanyi? " Begitulah, kalau Lia yang meminta, untuk menolak aku jadi tak kuasa. Seperti saat ini juga, aku sudah terjebak dalam kumpulan orang-orang yang bagiku asing. Mereka sangat akrab satu sama lain. Ngobrol, bercanda, saling mencela, dan bicara-bicara seadanya. Seru sekali. Tetapi? Tidak dengan aku. Barangkali mereka merasa sudah cukup dengan hanya tahu namaku. Barangkali mereka merasa sudah cukup mengenalku sebagai anak tunggal Ibu Bernadet yang terkenal aktif di paroki. Tidak lebih. Dan itu sangat menyebalkan.

"Rei, kamu sudah mendapat buku retret?" Kecuali Lia. Gadis ini tidak seperti yang lain. Selalu menyapaku, dan mengajak bicara. Meski kadang juga aku merasa ungkapannya hanya basa-basi saja. Lia lah yang mengenalkan aku kepada para anggota yang lain. Entah, mungkin itu karena dia memang orang yang ramah, atau mungkin juga karena dia hanya menjalankan tugasnya sebagai seksi Humas.

Anyway, aku selalu menikmati apapun asal dengannya. Barangkali aku sudah terbius oleh reaksi kimia phenylethylamine. Aneh, aku membiarkan diriku tetap begitu. Sehari di rumah retret, aku sudah mulai menghapal nama anak-anak mudika. Kalau aku perhatikan, mereka ini aneh-aneh. Ada yang namanya Firdaus. Badannya kekar, kulitnya item, dan gigi agak merongos seperti badak yang tak bercula. Firdaus terkenal jagoan makan. Apapun bisa disantap, apalagi babi panggang. �Tiga piring itu biasa� pernah dia berkomentar. Lain Firdaus, lain pula Ciko. Ciko walaupun sekekar Firdaus, tetapi berperangai halus bergaya bahasa jawa tengah. Kayak kerbau saja, badan gede tetapi perangai klemak-klemek.

"Heh, kok ngelamun. Sudah nulis refleksi?" Indria tiba-tiba sudah disampingku

"Belom. Susah. Kamu gimana?"

"Ah masak. Aku sih sudah selesai"

"boleh lihat ngga?"

"eh, gak boleh. Itu rahasia"

"Gimana sih caranya? Apa yang dimaksud dengan tujuan hidup?"

"hem gimana ya�Tujuan hidup itu sebenarnya sesuatu hal yang sangat subyektif. Tujuan hidup tergantung dari diri kamu sendiri dan juga merupakan panggilan Tuhan kepadamu. Apakah kamu pernah merenungkannya? Apakah kamu pernah berefleksi?"

"Refleksi itu apa sih?"

"Refleksi sebenernya bisa diumpamakan sebagai orang yang sedang bercermin. Dengan memakai cermin itu kamu bisa menghias diri kamu sendiri. Kamu bisa mengetahui apa yang kurang dan apa yang perlu kamu perbaiki dalam diri kamu. Bayangkan bagaimana bila kamu menyisir rambut tanpa cermin"

"Kalau kita berefleksi, apa yang bisa dijadikan cermin?" aku sebenarnya masih belum mengerti maksud Indria.

"Ingatan atau lebih tepatnya Kesadaran. Kamu harus menyadari hal-hal apa yang telah kamu lakukan di waktu lampau. Apa segi negatifnya, dan apa segi positifnya. Bandingkan dengan tujuan hidup kamu dan tanyakan apakah semua itu sesuai dengan yang diajarkan Tuhan kepadamu. Dengan begitu, kamu bisa menentukan suatu langkah-langkah dimasa yang akan datang, dan kamu tidak akan menyesali keputusan-keputusan yang akan kamu ambil saat ini"

Indria ini seperti burung Cicakrowo. Mengoceh terus dan terus tiada henti. Ada sejumlah teori-teori yang kadang tidak aku mengerti. Intinya, semakin dia mengoceh panjang lebar, aku semakin tidak tahu, dan perlu diakui bahwa aku tidak pernah sekalipun melakukan �refleksi�, apa yang telah ia teorikan itu. Pokoknya hidup itu lempeng saja�.

Ada badak, kerbau, cicakrowo, ada pula buaya. Tak lain dan tak bukan, dia adalah ketua mudika. Posisinya memang cukup elite dan oleh karena itu popularitasnya meningkat. Ada saja yang bisa dijadikannya alasan untuk sekedar berbincang-bincang dengan gadis-gadis mudika yang manis. Aku lebih tak rela lagi manakala buaya itu semakin lama semakin sering bersama Lia, Gadis Naga Kecil ku. Yang minta data kek, urusan kartu mudika, penyambutan anggota baru dan urusan-urusan lainnya.

Busyet, buaya itu sering mengganggu perbincanganku dengan Lia, dan of course, nothing I can do, urusan mudika lebih penting daripada ngobrol ngalor ngidul, kesan yang kudapat dari gelagatnya. Buaya terus beraksi, seakan-akan binatang tercela itu selalu memanfaatkan kebaikan dan keramahan Lia. Kudengar dari gosip-gosip, saat ini buaya sedang mengejar naga. �Saingan� batinku. Berputar-putar, tujuh keliling. At last, I have an idea.

"Sebenarnya kegiatan mudika itu apa aja sih?" knowing your enemy, strategi perang ala Sun Tzu pun kukibarkan.

"Banyak. Kamu pengen tahu yang mana?" Jodi, si buaya, menjawab dengan tersenyum. Puih! Senyumannya menantangku. Answering question with a question. Salah satu taktik memenangkan perdebatan.

"Yah..yang ada aja."

"Di mudika ada pendalaman iman, pelayanan misa, voli, bulutangkis, tenis, basket, koor, dan acara insidensial kayak jalan-jalan ��." "Kesannya kok banyak hura-hura ya?"

"Maksudmu?"

"Itu kegiatan olah raganya, dan juga acara-acara lainnya kok lebih banyak daripada acara rohani?" got, aku sudah menemukan salah satu titik lemah.

"hemm�.kamu ada ide nggak, gimana supaya acara rohaninya lebih banyak?" Sialan. Buaya ini ternyata cukup pintar.

"Hemmm�.. bisa kamu adain persekutuan doa misalnya, atau pelajaran kitab suci atau kelompok doa taize atau apa kek.."

"Yup. Barangkali mungkin nanti akan diadakan. Anyway, kamu mau pegang salah satunya? Terus terang, kita lagi kekurangan orang untuk menghandle kegiatan-kegiatan yang bersifat rohani. Selain itu, kita juga harus memikirkan tentang materi rohani yang pas. Tidak ngawur" Busyet! Permasalahan klasik kembali muncul. Yang bikin keki adalah bahwa yang beride itu selalu yang tertunjuk pertama kali untuk �do action�.

"Habis mau gimana lagi, kalau yang punya ide dan kemauan aja nggak mau menjalani, apalagi yang gak tahu apa-apa?" Kata-katanya ada benarnya juga, meski tidak seratus persen aku setuju.

"Kecuali yang beride itu emang sudah mempunyai tugas tertentu di mudika, misalkan sudah mengkoordinasi koor, atau yang lain, untuk menghindari tumpang tindihnya tugas-tugas di mudika. So, kamu mau Rei? Kita bagi-bagi tugas pelayanan" Kata-kata lanjutannya ini seperti senjata makan tuan.

Menusuk tepat.

Perbincangan kami pun terus berlanjut selama masa menunggu mandi dan makan malam. Jodi ternyata cukup peduli dengan komunitas yang dipimpinnya. Kuakui, dia memang orang yang apa adanya. Tanpa tedeng aling-aling dia mengatakan semua hal dengan keterbukaannya. Bahkan pandangannya cukup luas tentang visi dan misi kelompok ini. Pantas dia bisa menjadi ketua (sekaligus bisa menjadi buaya).

"Rei, kamu mau ikutan koor ? Latihannya tiap hari jumat malem" Lia ternyata ikut berkomentar. Padahal tadi, hanya duduk disamping memilih teks-teks lagu. Dan memang kusengaja supaya dia mendengarku ber�diskusi� dengan Jodi. Terjebak! Aku telah terjebak! Hari-hari berlalu. Sudah tak terhitung berapa kali aku bergabung dalam acara-acara mudika semenjak retret lalu. Siapa lagi kalau bukan Lia yang memotivasiku, ditambah dengan masih terkenang-kenangnya romantisme retret lalu. Lia cukup care kepadaku, juga kadang suka sharing tentang aktivitasnya di Mudika. Rasanya mudika tanpa kehadiran Lia menjadi kosong.

"In this community I grow. I can give, get, love and be loved." kata-kata Lia masih sempat kuingat. Terkadang aku tidak bisa mengerti tentang ucapannya itu. Sebuah kelompok yang membosankan ini ternyata mempunyai arti lain bagi Lia. Dan jujur saja, aku juga menemukannya pada diri orang-orang lain di sini.

Why not at me? Minggu-minggu yang terus berganti ternyata semakin juga membawa diriku pada kepedihan yang mencapai puncaknya. Naga jatuh ke tangan buaya. Berita yang mungkin bagi para mudika adalah hal yang biasa, tetapi bagiku sebagai pukulan yang begitu hebat. Sakit! �Kadang angan terbang jauh ke awan, rasa rindu kian menawan, dingin dan kelam, remukkanku di dalam� Diam. Gitarku masih seperti dulu menemaniku. Alunan denting-dentingnya sejalan dengan semakin sumbangnya nada-nada hatiku. Masa-masa ketika aku bertemu Lia telah menyeretku kepada dunia yang sebenarnya tidak ingin aku rambah.

Namun entah, bahwa kini aku telah larut ke dalam dunia itu dan terjatuh pada bingkaian kelam yang erat menjeratku. Lia, Mudika, dan Buaya. Enam bulan bukan waktu yang singkat dalam pergumulanku dengan tiga kata itu. Mudika, kelompok ini unik. Dahulu aku hanya memandang sebelah mata padanya, namun sekarang, diakui ataupun tidak, telah membantuku dalam menemukan kembali diriku yang tidak terperhatikan. Paling tidak, di komunitas ini aku bisa menemukan teman-teman yang baru (yang juga unik dan menarik).

Buaya, naga, cicakrowo, kerbau, badak, beo dan segala macam karakter negatif yang kulihat pada orang-orangnya ternyata hanyalah terbatas pada sebuah persepsi sok idealku saja. Buaya dengan kepintarannya ternyata telah memimpin aktivitas mudika dengan baik. Kata lawan dia licik (mungkin hanya kataku, red ), tetapi sebenarnya dia cerdik.

Si Badak ternyata tidak hanya pandai makan, tetapi juga sangat aktif menemukan ide (termasuk ide-ide gilanya yang suka bikin ketawa�.bahkan ia juga rela menjadi sasaran ketawa).

Si Badak juga ternyata punya kepercayaan diri tampil dalam setiap acara-acara pentasnya Mudika, sedemikian hingga setiap acara menjadi semarak, ciri khas anak muda.

Demikian juga Kerbau yang pendoa itu, atau Cicakrowo yang jago teologi, pokoknya semuanya�.. semuanya punya keistimewaan tersendiri dalam perannya menyemarakkan Mudika (yang dulu kelihatan membosankan, tetapi ternyata tidak).

Ah, apakah ini adalah perwujudan kata-kata dalam Kitab Suci bahwa �Ditangan Dialah segalanya menjadi sempurna�? Masih ditambah lagi Lia, si naga kecil itu. Naga rupanya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang maunya cuma senangnya sendiri, kayak ulat�.ah ya�.aku seperti ulat: si penggerogot, asbun, sok tahu, dan yang maunya semua buat diri sendiri�bukan diri sendiri buat semua. Lia memang pantas menduduki posisi penjebak. Sepertinya memang benar bahwa untuk mendapatkan domba-domba nakal dan bebal (kayak aku ini), siasat penjebakan perlu dilakukan. Otherwise, domba-domba itu tetap dungu dan tidak akan pernah mau melihat dan mendengarkan.

"Anak-anak terang harus lebih cerdik" kata Indria.

Terus terang, aku menjadi semakin suka terjebak di komunitas ini. Yang jelas, ulat yang dulu itu sekarang sudah mulai menjadi kepompong dan siap terbang menjadi kupu-kupu yang indah, yang pengetahuannya tidak hanya terbatas pada nama-nama artis, lagu-lagu melankolis dan sifat-sifat binatang saja melainkan juga meluas pada kemauan untuk memberikan diri pada orang lain, dan tumbuh menjadi sempurna bersama orang lain.

Bukankah Tuhan tidak pernah mengajarkan bahwa iman itu adalah untuk diri sendiri saja? Anyway, apakah saat ini aku sedang berefleksi? Whatever.

Aku sebenarnya juga ingin tahu tentang peran Mama dalam konspirasi penjebakanku ini. Kalo terlibat, berarti dua kosong deh buat Mama. �Ma, terima kasih atas jebakannya�

Singapore, August 2001
(Bebet)


cerbung mudika

MY EYES (3)

ngga ada hubungannya sama film ini kok....Kemudian ia membantuku untuk minum. Masih sakit rasanya kepalaku, kemudian ia merebahkan aku kembali. Sempat kulihat matanya. Tak lama kemudian aku tertidur.

Sudah pagi lagi, matahari menerangi ruangan. Aku menoleh ke arah meja, dan aku menemukannya dengan posisi tidur yang sama.  Aku berusaha untuk bangun, tidak sengaja kakiku menyenggol mangkuk air yang diletakkan di lantai. Ia terbangun. Memandang ke arahku. Aku melihat matanya. Ia menghampiriku lalu duduk disampingku, memegang sambil memeriksa perban kepalaku. Tangannya lembut, hati-hati sekali ia memegang kepalaku. Aku mencoba berdiri, tapi ia memegang lenganku dan aku terjatuh, entah mengapa aku langsung menangis, ia memelukku. Ada rasa aman dipelukkannya, ada rasa khawatir di dekatnya, ada ketakutan berada di sampingnya. Aku menangis lama sekali, aku ingin pulang, aku ingat kedua orang tuaku. Apa yang sedang mereka pikirkan, apakah mereka tahu keadaanku? Setelah lama aku menangis, tidak ada satu katapun keluar dari mulutnya untuk menenangkan aku.  Aku hanya menangis di pelukkannya.

Aku berhenti menangis. Ia membuka perbanku dan menggantinya dengan yang baru. Ia membantuku berdiri, kemudian memberikan sebuah baju dan celana panjang. Bajuku. Kemudian ia keluar dari ruangan itu, aku langsung membuka baju yang kupakai dan mengenakan baju yang ia berikan. Tidak lama kemudian ia masuk kembali. Ia memegang tanganku, membantuku berjalan mencapai pintu. Ia membuka pintu itu dan membawaku keluar dari ruangan itu. Ada apa ini?

Untuk pertama kalinya aku melihat keadaan di luar ruangan itu. Gang yang kuingat gelap, terlihat terang disinari matahari. Agak silau memang. Tapi tak lama untuk membiasakan diri dengan cahaya luar. Tidak seseram yang kuingat. Sepi memang, tapi sama sekali tidak mengerikan. Ia membantuku berjalan perlahan-lahan menyusuri jalan itu. Kucermati setiap bangunan yang ada di sana, ada sebuah tempat sampah besar di sisi kiri, bangunan di sana memang terbuat dari batu hitam, mungkin itu yang membuatnya semakin terlihat gelap di waktu malam.

Tidak lama kami berjalan, kulihat mobil hilir mudik di ujung jalan. Aku memandang wajahnya, mencari tahu apa yang sedang ia pikirkan. Tapi ia hanya membalas memandangku kemudian kembali melihat ke depan.

Sampailah kami di jalan raya. Ia berhenti. Melihat keadaan di sekelilingnya, kemudian ia melangkah ke arah kanan, sambil selalu memegang tanganku. Tak lama kami berjalan, kami berhenti di sebuah tempat makan, kami duduk di luar dan menunggu seorang pelayan melayani kami. Selama dalam perjalanan ia tidak berbicara sepatah katapun. Seorang pelayan wanita datang menghampiri meja kami, dan menanyakan makanan yang kami pesan. Ia menyebutkan beberapa makanan dengan bahasa yang aku tidak mengerti. Entah mengapa aku tidak berusaha minta tolong pada wanita pelayan itu. Aku hanya diam.

Tidak lama kami menunggu, hidangan yang ia pesan datang.  Kemudian tersenyum dengan pelayan wanita itu dan kemudian melihat ke arahku, dan mulai memakan makanannnya. Aku melihat makanan yang ia pesanankan untukku, semangkuk sup jamur, dengan dua buah roti, dan secangkir teh. Aku melahap makanan yang ia pesankan. Kami tidak saling berbicara, juga tidak saling memandang. Hanya makan. Setelah selesai, ia memanggil pelayan dengan mengangkat tangannya. Pelayan itu seperti mengerti apa yang ia minta. Tidak lama, pelayan itu datang kembali membawa secarik kertas. Ia membaca secarik kertas  itu dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari kantung bajunya. Kemudian ia berdiri, dan menungguku untuk melakukan hal yang sama. Aku berdiri, dan ia mempersilahkan aku berjalan di depannya. Ia memegang lenganku, dan kami berjalan lagi.

Lama kami berjalan, terlihat dari kejauhan ada sebuah taman, rumput hijau terhampar luas, pepohonan rindang membuat sejuk pandangan, kami berjalan mendekati taman itu. Ada sebuah danau kecil, dan beberapa angsa berenang di danau itu. Pemandangan yang indah. Udara hari itu tidak begitu dingin. Ia menuntunku ke sebuah bangku taman yang menghadap ke danau. Bangku itu terbuat dari kayu, beberapa bagian terlihat tidak mengkilat lagi, lapisannya terkikis oleh hujan dan udara. Kaki bangku berwarna hijau dan ada ukiran melengkung di ujungnya. Kami duduk di bangku itu, pas hanya untuk dua orang.

Aku melihat keadaan di sekelilingku. Bapak tua sedang memancing di pinggir danau, ada jembatan kayu dipinggir danau. Sepasang kekasih sedang duduk di sisi lain danau itu. Aku sedang menunggu lelaki yang duduk di sebelahku untuk berkata-kata atau paling tidak melakukan sesuatu. Rasa takutku hilang, mungkin karena aku berada di tempat umum dan melihat begitu banyak orang di taman itu.

Maaf. Kata itu mengejutkan aku. Aku tidak berani melihat wajah pria itu, aku hanya mendengar dengan menundukkan kepalaku. Ada keinginan untuk melihat wajahnya, tapi ada sesuatu yang menghalangiku. Dan kata-kata lain menyusul tidak lama ia mengucapkan kata itu. Akhirnya ia menceritakan kejadian yang ia lakukan terhadapku, mulai dari stasiun bawah tanah itu. Ia memang bermaksud ingin melukaiku. Ia mengamatiku sejak aku naik kereta api di stasiun sebelumnya. Melihat gerak-gerikku, saat aku mengibas-ngibaskan tanganku menjauhkan asap rokok dari pria tua di sebelahku, dan tersenyum pada wanita yang duduk di seberang kursiku, mengamati peta yang kupegang. Aku sasaran yang tepat baginya saat itu.

Ia mengikutiku turun di stasiun berikutnya, begitu katanya dan aku teringat kejadian saat ia mencengkeram tanganku, membawaku ke sebuah tempat  sepi di stasiun itu. Ia bercerita bahwa aku bukan korban pertamanya. Sudah ada beberapa wanita lain. Dan semua berakhir kematian bagi semua wanita itu. Jantungku berdebar kencang, inikah saatnya untukku, apakah aku sebentar lagi mengalami hal yang sama dengan semua wanita yang ia ceritakan?

Matamu. Aku melihat sesuatu di matamu. Kalimat yang keluar dari mulutnya setelah beberapa lama ia terdiam. Semua wanita yang  ia temui, ia melihat ketakutan dan kepasrahan dari mata mereka. Ia dapat dengan mudah menguasai mereka, dan semua memberontak dan berteriak. Tidak ada seorangpun yang curiga atau memang tidak ingin mencampuri urusan sepasang kekasih yang bertengkar. Siapa yang menyangka?

Ke rumah di gang, ia bawa setiap wanita-wanita itu. Di sana ia bisa melakukan apa saja, yang ia inginkan dari wanita itu. Ia tidak mengambil satu barangpun, atau meminta tebusan. Bukan uang tujuannya.

 Ia bercerita, sejak kecil ia dikuasai oleh ibunya. Ia harus menuruti semua kata-kata yang keluar dari mulut ibunya. Dari hal kecil seperti mengambilkan sepatu, menjaga adik-adiknya, sampai membersihkan muntahan saat ibunya mabuk, menerima pukulan-pukulan bila ia tidak segera melakukan apa yang diperintahkan ibunya, serta pukulan-pukulan lain yang iapun tidak mengerti mengapa hal itu dilakukan terhadapnya. 

Sedikitpun ia tidak  pernah menyinggung hal-hal tentang ayahnya. Apakah ayahnya sudah meninggal, atau apakah ibunya membesarkan dia hanya seorang diri? Kemudian ia berhenti bercerita, tidak ada kesedihan terpancar dari mukanya. Suaranya datar, pandangannya lurus menghadap danau, tapi tatapannnya kosong. Mungkin ia ingin melupakan peristiwa itu, pikirku.

Desahan panjang, diikuti suara beratnya kembali keluar. Kali ini bukan lanjutan cerita ibunya, tapi wanita lain yang ia temui setelah 15 tahun ia keluar dari rumah itu. Nama wanita itu tak pernah tersebut. Hanya kata-kata sanjungan, betapa ia sangat mencintainya dan gambaran kecantikkannya. Rambut pirangnya yang panjang, senyumannya yang sampai sekarang tak pernah ia lupakan.

Keindahan dan kebahagiaan hanya terpancar 6 bulan pertama pernikahan mereka. Pujian yang keluar, tiba-tiba terputus, diganti dengan kekecewaan, dan kesedihan. Semakin hari semakin memburuk setelah itu, katanya. Makian, semakin sering keluar dari mulut istri lelaki itu, bentakan-bentakan hampir setiap menit ia dengar, bantingan-bantingan pintu adalah hal rutin yang ia alami tiap hari. Entah apa yang membuat istrinya berubah, itu katanya.  Hal itu berlangsung 2 tahun lamanya. Ia berusaha bertahan. Sampai suatu saat, mereka bertengkar hebat,  pertengkaran yang membawa wanita itu diam tak bernafas.

Berawal dari pembicaraan perceraian. Tak ada titik temu antar mereka. Wanita itu semakin melepaskan amarah, bentakan  dan pukulan-pukulan diarahkan padanya. Ia berusaha diam tak melawan. Setiap pertengkaran berakhir dengan kepergian istrinya yang tak tahu kemana.  Lama kelamaan, ada keraguan akan kesetiaan, janji yang mereka ucapkan bersama. Malam berganti, kejadian sama terulang, tetap ia bertahan. Bertahan dengan cinta yang ia harapkan untuk kembali.

Kebencian akan ibunya mucul kembali. Rasa dendam yang terkubur puluhan tahun. Muncul kembali pada saat pertengkaran terakhir, terakhir bagi wanita itu. Ia mencengkeram lengan wanita itu, menatap matanya dengan tatapan kekecewaan dan kepedihan hati. Wanita itu tak bergeming, ia semakin meronta, mengeluarkan kata-kata makian, membeberkan perselingkuhannya.  Ia mencengkeram dengan lebih keras, wanita itu tak dapat bergerak. Sambil memegang keras wajah wanita itu dengan tangan kanannya, ia menatap wanita itu.  Wanita itu melihat kemarahan di mata lelaki itu, wanita itu memandangnya dengan penuh ketakutan, ketakutan yang membuat lelaki itu merasakan kuasa, kuasa akan diri wanita itu sepenuhnya. Ia lalu memukul istrinya, sekali, dua kali, tiga kali, empat kali,�. sampai akhirnya wanita itu tersungkur dan terjatuh. Tetapi itu tak membuatnya berhenti, entah berapa kali ia memukul wanita itu setelah ia terjatuh.

Kemudian ia terdiam dan terpaku, meninggalkan istrinya dengan darah hampir menutupi seluruh wajah dan pergi meninggalkan kota itu. Ada kepuasan yang tak ternilai dari kejadian itu. Ia bercerita ia merasa menemukan dirinya. Melakukan sesuatu yang ia ingin lakukan selama ini.

Ia berkelana, sampai di kota ini. Baru kali ini aku mendengarnya berbicara. Mengungkapkan rasa. Apa yang ada di pikiran dan hatinya. Ia tidak memandangku sedikitpun saat ia menceritakan ini semua. Ia memandang ke bawah dengan kedua lutut menyangga kedua lengannya. Aku duduk di sebelahnya terdiam tidak berani bergerak. Tak sepatah katapun keluar dari mulutku, badanku gemetar. Aku sedang berhadapan dengan seseorang yang telah membunuh istrinya. Aku? Aku bukan siapa-siapa. Tuhan lindungi aku.

Matamu. Kata yang keluar dari mulutnya. Aku teringat saat ia memandangku di stasiun itu, kami saling memandang lama sekali. Ia kembali berkata-kata, mataku, ia dapat membaca sesuatu dari mataku. Bukan ketakutan. Ada harapan di sana, ada kedamaian, kejujuran yang memancar di dalamnya.

Pandangannya terhadap wanita berubah, setelah ia melihat mataku. Itu katanya. Ia melihatku berbeda. Dan itu selalu ia ucap berulang kali. Tiba-tiba teringat olehku, mengapa selama ini aku tidak pernah melihatnya merokok, walau sering aku mencium bau tembakau dari tangannya. Kejadian itu. Kejadian di stasiun bawah tanah. Saat aku mengibaskan tanganku untuk menjauhkan asap rokok dari bapak tua yang duduk di sebelahku. Ia tahu aku tidak tahan terhadap asap rokok!

Selama ini, ia mengusap kepalaku, membelai rambutku, merawat lukaku,  membersihkan badanku, membiarkan aku tidur di ranjangnya, menuntunku sampai di taman ini. Ia sayang padaku? Itu pertanyaan yang melintas di kepalaku.

Aku mendengar seorang lelaki bercerita tentang kebenciannya terhadap semua wanita, dan semua itu berubah  karena ia memandang sepasang mata wanita. Mataku.

Kemudian ia beranjak pergi, meninggalkan aku sendiri di taman itu. (fin.)

-kecilku


(*) ultah corner. those birthday boys and girls! 
data diurut berdasarkan tanggal ultah, kota kelahiran, dan nama mudikans yg berbahagia. happy birthday! kami turut mendoakan!

01-Oct Bandung Imelda Wihardja
01-Oct Solo Robertus A Tjandraputra
02-Oct Jakarta Lisa Widjaya
04-Oct Sukabumi Liana
06-Oct Jakarta Cosmas Dodi Iskandar
08-Oct Surabaya Dave Witjaksono
08-Oct Semarang Ign. Wandi Djoewarto
08-Oct Teddy Aryanto
10-Oct Jakarta Andriato Joewana (Lie)
10-Oct Bandung Johanes David A
12-Oct Bandung Audwin Sunardi
12-Oct Padang Maya
13-Oct Jakarta Andri Himawan
15-Oct Pontianak Florencia V Lupis
16-Oct Kristian Sudjatno
16-Oct Ambon Lie Inge Widjaja
16-Oct Jakarta Okky Hendra
17-Oct Semarang Mariastuti Budidarmodjo
18-Oct Bandung Dona
18-Oct Ujung Pandang Lolita Lewa
19-Oct Malang Robert
19-Oct Bandung Elvina Theresa
20-Oct Jakarta Daniel Setiadi
20-Oct Ujung Pandang Diana Gobeawan
20-Oct Jakarta Sisca
21-Oct Jakarta Nico Kristanto
22-Oct Jakarta Edwin Setijabudi
23-Oct Solo Andi Tjahjadi H
23-Oct Bogor Arief Suriadi
23-Oct Yogyakarta Heru Wibawa
23-Oct Bukittinggi Irenewati Salim
24-Oct Tanjung Karang Iin Hartati Wijaya
24-Oct Surabaya Raphael Kodrata
25-Oct Jakarta Ferdinand Purnomo
28-Oct Ujung Pandang Likke Oktavia Tansil
28-Oct Jakarta Michael Aryo Handoko
28-Oct Medan Triano A Ridjab
29-Oct Jombang Dewi Evyta
30-Oct Jakarta Maria Valenciennes Sylvia Sari Dewi
31-Oct Bandung Ayrien
31-Oct Semarang Irene Haryono

01-Nov Kediri Iva Tio
03-Nov Bogor Evelyne Satyadi
03-Nov Solo Undi Gunawan
04-Nov Jambi Buntono
05-Nov Jakarta Felicia
05-Nov Palembang Noviyanti Yulius
06-Nov Prwgsewu Agus Sani
06-Nov Jakarta Angel Seniharja
06-Nov Yogyakarta Yuliana Anie
08-Nov Purwokerto Gleen Candra Wijaya
08-Nov Solo Purwani Rahardjo
08-Nov Jakarta Vendy M
08-Nov Jakarta Willy
11-Nov Jakarta Clarissa Pukiat
11-Nov Singapore Michael Rusli
12-Nov Jakarta Michael Budhiawan
12-Nov Malang Mita
12-Nov Monique S E Basuki
13-Nov Bandung Arief Darmanegara Liem
13-Nov Bandung C Santosa
14-Nov Jakarta Candy Racheline
14-Nov Surabaya Dominikus Ridwan Oeij
15-Nov Bandung Elsa
16-Nov Jakarta Christine Setia T
16-Nov Jakarta Eduard Simon Siauw
17-Nov Oklahoma Kevin Hermanto
19-Nov Medan Christie Ng
19-Nov Samarinda Norliansyah
20-Nov Jakarta Randy Mandrawan Jusuf
21-Nov Medan Merry Wong
21-Nov Bandung Noviyanti Sugita
22-Nov Jakarta Helga Herawati
22-Nov Jakarta Matias Wellianto
24-Nov Surabaya Darmaja T
24-Nov Malang Fransiska Devi Soemantri
24-Nov TulungAgung Robertus Wahendro Adi
24-Nov Teluk Betung Stanley Darmali
27-Nov Solo Inge Hastuti Sari
28-Nov Jakarta Arlene
28-Nov Jakarta Natalia Oey Sioe Ling
29-Nov Semarang Aris Dharmawan Fx
30-Nov Surabaya Andreas
30-Nov Semarang Bambang Budi Kusuma
30-Nov Jakarta Sandy Atmodjo


(#) rutin corner. mudikans schedules and activities
Sie Rohani 
Activitas :
Pendalaman Iman
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-3, pk. 11.00 - 12.00
Tempat : St. Bernadeth (Classroom 4, lantai 3)

Contact person : 
Stephan Onggo: office phone : 8744366)

Sie Koor
Activitas :
Latihan Koor 
Waktu : Setiap hari Jumat, pk. 20.00 - 21.30 
Tempat : Choir Room St Bernadette di lantai 2 

Contact person : 
Yenny (home phone : 7740391)
Kurniawan (HP : 90225589)
Felis (HP : 96544476)

Sie Olahraga
Activitas :
Basket 
Waktu :Setiap hari Sabtu, pk. 08.30 - 12.00 noon 
Tempat : Cairnhill CC, belakang Newton MRT Contact 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)

Activitas :
Voli 
Waktu : Setiap hari Sabtu Ke-2, 4, pk. 16.00 - 18.00 
Tempat : NIE (National Institute of Education), Bukit Timah Rd 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Badminton 
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-1, 3, 5, pk. 15.00 - 17.00
Tempat : to be scheduled 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Tenis 
Waktu : Setiap hari Sabtu ke-1, 3, 5, pk. 18.00 - 20.00 
Tempat : Parkview Bukit Batok 
Contact person : 
Hermawan (HP : 93618969) 
Andri (HP : 98465132) 
Konstipasi? ingin saluran lancar tapi tak tahu sapa yg musti dihubungi? berikut daftar e-mail contact person mudika.
Ketua : Robertus Wahendro Adi - [email protected]
Sekretarisnya: Renny - [email protected]

Sie Keanggotaan : 
Hermanto Moerti - [email protected]
Natalia Triani - [email protected]
Ningsih - [email protected]

Sie Rohani : Stephan Onggo - [email protected]

Sie Olah Raga : Hermawan Christanto - [email protected]

Sie Acara : 
Eveline Satyadi -[email protected]
Selvia Ardianto - [email protected]

Sie Koor : Yenny Thio - [email protected]

Sie Media : 
Hendrik 'Ahin' Salim - [email protected]
Elvina Theresa - [email protected]
Chris - [email protected]

Sie Komunikasi : Andriato Joewana - [email protected]


pojok mudika sg. pojok is published and distributed monthly by mudikans, indonesia mudika society in singapore. compiled and presented by seksi media mudika kkis. entire contents copyright (c)2001 by mudikans except noted. all rights reserved. no portion of this publication may be reproduced, in any form or by any means, without the express written permission of the copyright holders. join the mudikans! submit us your creations and writings! for comments, any information and material submission, please email us at: [email protected]. sie media would like to thanks all of e-bulletin fans and those who help pojok published. among them are: Evelyn, Eka, dan untuk yg rela dicela dan ikut bantuin pojok ini  walau ngga sempet/lupa disebut. thx banget. god bless u! (alternate page for pojok: http://www.geocities.com/mudikakkis/bulletin/2001-03/okt.htm atau http://www.geocities.com/mediakkis/e-bulletin-okt.htm)


(-) ujung corner. end navigation links
tadi ada berita apa yo? more... (news) test umptn? more... (focus) nyanyi sambil meditasi? more... (jadual)
renungan?more... (leisure) tampangku? more... (faces) bingung? more... (infos)

BERAPA PERBEDAAN?

terusin permainan kemaren yaaah... ini foto dokumentasi pribadi redaksi, cikal-bakal jamu 2001 ada di sini nih, udah keliatan tampang2 pengen bekennya...ehehe... apalagi tampang pengen nampang.. coba diliat siapa-siapa aja disini yg belakangan jadi jamu.... plus, seperti kmaren, coba dicari ada berapa perbedaan antara foto atas dan bawah...

UDAH KETEMU BERAPA?

sampai ketemu di 'pojok' berikutnya!


Back to the Bulletin Index page
Back to the Main Page

Hosted by www.Geocities.ws

1