edisi: agustus 2001 pojok.
pojok mudika, pojok singapura
e-bulletin mudika kkis
best viewed with i.e. 4.0 dan sederajatnya.  for correspondence, please mail to
[email protected] 

(o) viewing corner. what's on and in this month
gelut sama presby? more... (news) djoni ngotot? more... (focus) meditasi sambil olahraga? more... (jadual)
trivia?more... (leisure) pin-up mudika? more... (faces) apa ini? more... (infos)

(e) editorial corner. so thus we speak...

Greetings Mudikan,

Halo teman-teman, Seperti biasanya Pojok Mudika kembali "nongol" untuk ke-enam kalinya.

Pojok edisi ini akan meliput mengenai RETRET, salah satu acara utama dari Sie rohani, di mana retret tersebit dibimbing oleh Romo Pid. Selain itu, ada juga acara yang tak kalah serunya, yaitu petandingan olahraga antar gereja di Singapore, di mana KKIS turut serta berpartisipasi.
Apakah target KKIS tercapai ? Penasaran? Baca aje lengkapnya di pojok edisi ini.

Tahukan para mudikan, bahwa saat ini nih, Mudika banyak nongol wajah-wajah baru, yang ikut menyemarakan dan meramaikan acara-acara Mudika. Jadi yang ingin tahu lebih banyak ttg siapa saja sih mudika-mudika itu, disarankan menyimak Pojok Profil.

Oh ya, bulan Agustus ini juga mempunyai event yang menarik. Tgl 15 Agustus adalah hari Maria diangkat ke Surga, atau nama kerennya Assumption Day. Jadi, Pojok Agustus ini juga akan menampilkan artikel yang bisa membuat anda lebih mengerti mengenai peristiwa ini.

Tak lupa juga, redaksi ingin menyampaikan ‘thanks’ berat pada Candy, Evelyn, Reni, dan Andri untuk reportase Retret Mudika di bagian Lenong. Juga Djoni untuk opnininya tentang Mudika yang menarik untuk dibaca deh. Plus Hendro yg tiba-tiba ngedadak ngasih materi gress seputar pesta perpisahan Djoni..

Redaksi atas nama para mudikans singapore mengucapkan selamat jalan dan mudik buat beberapa anggota keluarga kita yang tercatat balik ke indo, antara lain Judith, Djoni, dan Ella... jangan lupa mampir ke sini lagi yaaaaa....!

Silakan simak deh apa yang telah mereka tulis untuk meramaikan Pojok Agustus kita ini.
OK deh, kagak usah panjang lebar dan tedeng aling, enjoy aja deh di Pojok Mudika.

Salam
Si-dia
(hin ­ El - x)


(?) berita corner. what's news?

Berita dari Retret Mudika, Kemanakah Langkah Imanmu?
(27-29 Juli 01)

Di tahun yang ke 2001 ini, tepatnya pada tgl 27 July ­ 29 July, diadakan retret mudika yang sangat dinantikan oleh para mudikan. Acara retret ini hanya diadakan 1 tahun sekali dan pada kesempatan ini berhasil melibatkan sekitar 60 mudikans untuk berkumpul bersama-sama di Infant Jesus Youth Centre, 4A Chestnut Drive Singapore.

"Kemanakah Langkah Imanmu?" merupakan tema dari retret mudika tahun ini dan sebagai fasilitatornya, didatangkan Romo H. Pidyarto Gunawan, O’Carm dari Indonesia.

Secara garis besar, retret ini membahas tentang kitab suci, khususnya Kitab Matius.

Nah, ternyata supaya kita dapat mengerti apa yang akan disampaikan Tuhan kepada kita, ada trik khusus nih dalam membaca Alkitab. Kita harus mengerti dahulu tentang WHEN, WHERE dan WHAT dari perikop yang kita baca itu.

Setelah mengerti tentang itu, kita akan dapat memahami bagaimana keadaannya pada waktu peristiwa itu terjadi dan kita akan lebih mudah untuk memahami makna yang ingin disampaikan Bapa kepada kita.

Acara retret pada hari Jumat diawali dengan acara mandi dan makan bersama, setelah itu diadakan acara pembukaan dan perkenalan dimana para mudikan disuruh untuk berbaris dengan mengurutkan namanya berdasarkan ascending.

Romo Pid juga memberikan sekilas pendahuluan mengenai apa arti retret, sejarah Gereja Katolik, membahas juga mengenai Tuhan adalah Gembalaku dan kita pun menyanyikan lagu Mz 23.

Setelah itu ada renungan malam dengan doa TAIZE bersama lilin-lilin yang sungguh indah.


Sekilas tentang Kitab Suci dari Retret Mudika

Pada hari ke-2, Sabtu, pembahasan kitab suci mengambil topik mengenai Garam Dunia dan Terang Dunia. Garam itu dapat membuat enak masakan dengan jumlah yang sedikit saja sehingga dapat diartikan bahwa orang Kristen sebaknya tidak hanya berdiri sendiri tetapi harus larut dengan sesama dan dapat menyenangkan juga berguna bagi sesama.

Terang berfungsi agar manusia dapat melihat keindahan dunia dan terang ini bukan untuk disembunyikan melainkan untuk dilihat semua orang sehingga kita dapat memberi penuntun ke jalan yang benar bagi sesama.

Romo Pid juga mengajarkan kita untuk membaca kitab suci dengan metode yang melibatkan unsur doa. Pada Mat 15 : 21-28, mengenai Perempuan Kanaan yang percaya, kita diajar untuk tidak mudah putus asa karena Tuhan itu sungguh baik hati dan Ia hanya minta ketekunan iman yang kuat.

Pada sesion ini diadakan juga pembagian kelompok untuk mendiskusikan Mat 8 : 5-13 mengenai Yesus yang menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum. Dari perikop ini, kita diajarkan untuk rendah hati dan bahwa keselamatan diberikan untuk semua orang dari segala penjuru dunia bukan hanya untuk orang Israel.

Pada Mat 8 : 1-4 mengenai Yesus menyembuhkan orang kusta, kita diajarkan untuk selalu berdoa dengan percaya bahwa "Tuhan, kalau Engkau mau, Engkau bisa menyembuhkan / menyucikan saya".

Romo Pid juga mengajarkan kita untuk membandingakan beberapa kitab yang mempunyai topik yang sama seperti Mat 8 : 14-17, Mrk 1 : 29-34 dan Luk 4 : 38-41 mengenai Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain.


Reportase FPAG,
tanding antar gereja di NIE

Ada apa yach tanggal 9 Agustus 2001 hari Kamis yang lalu? Kalo Singaporean sih, pada ngerumunin Padang untuk merayakan NDP (National Day Parade), tapi Mudika nih pada ngumpul di NIE. Ada apa nih ???

Soalnya, di NIE, lagi ada pertandingan sport antar gereja Indo di Sgp. Cabang yang dipertandingkan adalah badminton, volley dan basket. Sudah tentu KKIS Mudika yang gila OR ‘n PD menang itu ikut semua cabang pertandingan tsb … Kiasu kali.

Jadi yang penting itu semangatnya.

Menang atau kalah tidak penting, yang penting juara umum (tanya aza ama SIAGRA) Pertandingan dimulai dari cabang volley pada pukul 10 pagi melawan Presby Bukit Batok . Mudika sih still can be ‘tahan’ lah. Namanya aza baru mulai main, tengsing dong kalo langsung gugur. Setelah melewatkan pertandingan melawan MRI, akhirnya team kita ini nih berhasil masuk final melawan ORPC. Pada final, ORPC menang tipis atas KKIS yang hanya menempati tempat kedua untuk Cabang Volley … tapi rame kok, terutama supporternya.

Team volley kita diperkuat oleh Mimi, Ervi, Juwita, Selvy, Paul, Widy, Reza Andradi, Karel, Daniel, Hermanto, Djoni, Edo, Hendro, Steven, Heri.

Sedangkan untuk cabang badminton, yang ditandingkan adalah tunggal putra, ganda putra dan ganda putri. Tunggal putra diwakilkan oleh Ahin, ganda putra I oleh Paul & Christianto, ganda putra II oleh Heri & Rusmanto, ganda putra III oleh Daniel & Bambang, ganda putri I oleh El Fie & Irma, ganda putri II oleh Juwita & Virie, ganda putra III oleh Cynthia & Virtrie.

Dari cabang ini, KKIS berhasil merebut tempat pertama dari ganda putra dan ganda putri. Selama kepada Paul-Christianto dan El Fie-Irma.

Dari cabang basket, tim mudika diperkuat oleh Wahyu Hidayat (Forward/Capt), David Thesman (Forward), Sugi (Center), Triano (Guard), Leo (Guard), Philip Setiadi, Hermawan, Hendrik, Andy, Reza Andradi, Evan K Wiradharma, Hermanto Moerti, dan Karel. Score Babak I vs Bethany A : 24 ­ 14, Babak II (Semifinal) vs ORPC A : 25 - 14 dan Final vs Presby Bukit Batok : 40 ­ 20. Di cabang ini pun KKIS juga mendapatkan posisi teratas. Memang tidak sia-sia juga mudikan setiap minggu mengadakan latihan dan berkumpul bersama.

Pengumuman pemenang diadakan pada hari Sabtu (11 Agt 01) di ORPC dengan mengadakan acara Persekutuan Doa Gabungan antar gereja Indo di Sgp.

Acara ini dihadiri oleh Pa Ketu kita Hendro, Eka, Daniel, Elvina, Candy, Hermawan, Triatno, Virtrie, David Thesman, Wahyu, Reza. KKIS Mudika menjadi juara umum karena memenangkan 3 ‘Emas’ dan 1 ‘Perak’

Sekali lagi selamat kepada para pemenang …. Anda layak dapat BINTANG

(H.S)

Sekilas tentang SRIMULAT
(acara kreativitas) dari Retret Mudika

Selain pembahasan mengenai kitab suci, ada juga acara yang membuat para peserta retret menjadi lebih kreatif. Acara di sesion terakhir ini di hari ke-3, Minggu, memang sangat menarik ….

Acara srimulat yang benar-benar mengocok perut kita. Kita dibagi di dalam 5 kelompok kecil, dan setiap kelompok diwajibkan untuk membuat sebuah drama berdasarkan topik yang telah ditentukan.

Kelompok pertama mementaskan perikop Perkawinan di Kana (reporter : Candy).
Kali ini ada 2 narator (Candy dan Rudi), yang membawakan gubahan cerita ini dan para pemain lainnya berakting di depan penonton. Para aktornya ternyata sangat piawai dalam mengocok perut penonton, terbukti dari awal sampai akhir penonton tidak henti-hentinya tertawa.
Dimulai dari perarakan pasangan pengantin (Haryanto dan Laurent) dengan payung yang berwarna biru pula, hingga Yesus (Niko) yang ternyata bisa sulap sambil mengibas-ibaskan saputangannya (ini terus terang saja tidak ada di skenario) diiringi lagu Mission Impossible dari kedua narator. Tapi tawa paling keras terdengar ketika para penonton sadar bahwa Jendral Virtus telah berubah wujud menjadi tempayan. Tidak disangka beliau sangat rendah hati dan nrima aja diminta jadi tempayan oleh pemain lainnya.
Bravo Jendral!
Pentas ditutup dengan pemimpin pesta Hendro yang menjadi Drunken Master karena minum anggur dan Elfi sang Bunda Maria yang dengan bangganya bilang ke penonton," Ini baru yang pertama!"

Kelompok kedua mementaskan perikop mengenai Noah (reporter : Evelyn).
Dibalik dapur NOAH's SUPER CRUISE Thanks buat temen temen yang udah milih kelompok kita jadi kelompok paling populer..hahaha(bangga dikit ah..) padahal kelompok kita keliatannya yang ngga paling siap dan paling panik..disaat anak anak udah asik makan, kita masih ribut ribut soal siapa jadi apa..
Bayangin aja, dari Sunny yang rencananya jadi monyet sampe jadi Noah-nya, dari Moerti yang tadinya jadi istri Noah, eh ternyata jadi narator, dari Noah yang seharusnya si Jacob akhirnya Sunny yang jadi Noah..binatangnya pun ganti ganti..sampe pusing. Akhirnya yang jadi peran beda semua..sampe udah detik terakhir aja, masih nentuin siapa jadi peran apa. Setiap orang yang ngeluncurin ide, dia yang jadi peran itu..sampe Hermawan panik..dan konon sebelom tidur, doi bergadang bikin skripnya.. dan Sunny nulisin gulungan tisue yang jadi di pake buat list binatang pesan dari TUHAN…
Serunya sih..kita bisa nyanyi lagu nenek moyangku lagi..haha..sempet lupa, tuh lagu, terakhir waktu SD kali ye.. Ide mission imposible, ide HP Noah pake minuman kotak dengan sedotan yang jadi antenanya, juga ide itu hp kudu di habisin dalam 5 detik sehingga Sunny kudu minum Hpnya, sebenernya adalah ide flying like Titanic.
Oh ya..pas lagi perebutan peran..sempet terpikir,anjingnya harus Bencong..biar lucu..jadi anjingnya takut sama kucingnya..dan Guk guknya harus lemah gemulai..lembut..hahaha.,juga Macannya harus bencong..padahal akhirnya bikin takut semua penonton. Sampe-sampe Sunny & Eve yang jadi Noah dan istrinya sempet takut beneran, takut di gigit..soalnya ini di luar scenario.
Waktu yang disediain panitia sibuk di pake buat rebutan peran, ganti ganti peran dan saling memaksakan peran. Pokoknya seruu banget dech, fun banget...
Thanks buat..ehemm...panitia yang udah bikin acara bible drama ini.
so great!

Kelompok ketiga mementaskan perikop mengenai Bait Allah (reporter : Elvina).
Perikop ini diungkapkan ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Sang Narator (Selvie) memulai drama ini dengan menceritakan Father Patricia (Djoni) sebagai pemimpin gereja St Bonie di Bukit Zion memberikan kepercayaan kepada ketua Mudika yaitu Wahilda (Imelda) untuk mengantikannya selama dia pergi retret.
Wah, selama ditinggalkan itu, ternyata para pedagang membujuk Wahilda untuk membuat gereja menjadi tempat jualan. Ada yang dagang HP (bersaing nih antara Ahin dan Heru), ticket Miss Baigon (Karel), lotto (Lily) dengan hadiah 3 malam bersama Father Patricia sampe ke Insurance yang ditawarkan oleh Engko Daniel. Si Engko dengan logatnya yang ga karuan (segala macam bahasa masuk dah) sampe berani memberikan komisi 21 % kalo Wahilda memberikan izin kepadanya untuk dagang Insurance "Go to Heaven". Wahilda akhirnya terbujuk rayuan komisi dan akhirnya gereja berubah menjadi tempat dagangan sehingga para thai thai Sgp (Elvina) juga om-om (Andi dan Hadi) yang doyan shopping berdatangan.
Secara tiba2 Father Patricia pulang beserta mudikan (Angel dan Dewi) yang ikut retret. Betapa marahnya Father melihat rumah Allah telah berubah menjadi pasar. Sehingga, dengan gaya slow motionnya, Father membalikan meja dan mengusir semua pedagang.
Setelah itu, Father memanggil Wahilda untuk memarahinya …. Eh tapi ada yang kelupaan tuh mau ngomong apa...

Kelompok keempat mementaskan perikop mengenai Babel (reporter : Reni)
Kita mendapat tema mengenai menara babel... terus terang bingung yach mo gimana visualisasinya.... akhirnya kita ambil ide mengenai kesombongan manusia. Kita sebagai manusia tidak boleh sombong, krn apa yang kita lakukan tidaklah lepas dari Tuhan juga.
Buktinya, Tuhan khan marah meliat kesombongan orang2 yang bermaksud membangun menara yang tinggi.. akibatnya? Kesalahpahaman membuat semuanya hancur berantakan!
So, kagak boleh sombong.....

Kelompok kelima mementaskan perikop mengenai Gadis yang Bodoh dan Bijaksana (reporter : Andri)
Coba bayangin... kisah perumpamaan Lima Gadis Bijaksana dan Lima Gadis Bodoh yang ada di Alkitab diobok-obok jadi cerita Cinderella!! Tapi itulah yang terjadi pada kelompok drama kelima alias terakhir yang kebagian jatah untuk mementaskan drama berdasarkan perikop Injil di atas...
Di cerita ini, Cinderella (Livi) dan temannya (Irene) digambarkan sebagai gadis yang bijaksana, baik, tahu Kitab Suci, rajin ke gereja... sementara si Ibu Tiri (Anna, eloe emang cocok banget main jadi ibu tiri nan galak...), kedua anaknya (Erni + Grace, ini juga cocok, cerewet banget deh) plus temen-temennya (Yenny + Yovita) digambarkan sebagai gadis-gadis yang nggak bijak, suka hura-hura, nggak rajin ke gereja, nggak pernah buka Alkitab, dsb. (eh mestinya Ibu Tiri udah bukan gadis lagi ya, hihihi)....
Dengan Lian sebagai narator, tersebutlah Pangeran Dennis dari negeri Arsenal (diperankan dengan cukup sableng oleh Mega) yang mencari seorang permaisuri dengan kriteria, pokoknya kudu cewek baik-baik, alim, tahu Alkitab, etc... selaen tentu aja yang aduhai... hihihi... dasar pangeran mbeling...
Akhirnya dengan inisiatif kedua pengawal (Philip + Andri) untuk menyaring calon permaisuri diadakan kuis "Who Wants To Be A Bible Millionaire" yang isinya berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan Kitab Suci...
Needless to say, Ibu Tiri plus anak-anaknya tewas dengan sukses di acara kuis itu... sementara Cinderella yang emang selalu siap, berhasil menang dan sebagai hadiahnya, dipersunting oleh pangeran. And they live happily ever after.... Eh, tapi si Ibu Tiri masih ga mau kalah, dia menambahkan begini, " Saya saja bisa melihara anak orang lain seperti anak sendiri, berarti saya juga bisa dong melihara suami orang sebagi suami sendiri."
TOP banget deh.

Akhirnya, setelah misa penutup, retret mudika telah berakhir. Semoga retret ini dapat lebih memperdalam iman kita kepadaNya dan lebih memperat hubungan kita dengan sesama.
Thanks to you all who participates in this retret. (‘L)

barak cowok... gaya2nyakayak tukang beca
barak tukang beca...

nyender supaya ngga ketauan tidur juga
barak asmara...

grace kesel gara2 rudy bukannya kerja malah mandorin manto
barak drama keluarga...

penganten dan tong anggurnya
barak tempayan anggur

kerja-kerja mari kita kerja
barak upik abu

Bel berbunyi, pintu terbuka…….. “Surprise !!!”
Tawa riuh rendah kemudian terdengar menyambut langkah ‘cool’ Djoni yang muncul dari balik pintu. Tiga puluh tiga orang boooo….. sedangkan si djoni cuman senyam-senyum penuh misteri ….(so’ cool!)

Alhamdulilah, setelah nunggu lama-lama akhirnya acarapun dimulai karena perut sudah protes minta diisi. Pertama makan-minum seadanya….kemudian acara tiup lilin….terus kesan-pesan…..

“Saya kagum dengan Djoni. Doi orangnya kuat dalam menjalani banyak sekali cobaan hidup, mungkin kalau itu menimpa saya, saya udah gak tahu gimana” begitulah kurang lebih kata-katanya Grace.

Kalau Anna, berkesan pada pribadi Djoni yang bisa berelasi secara dekat dengan banyak orang….

Sedangkan si Hendro sangat berterima kasih banget sama Djoni yang udah banyak aktif dan membantu dalam setiap aktivitas mudika.

Malam itu, minggu 26 agustus di rumahnya Irma, para mudikans memang sengaja bikin surprise farewell party buat Djoni yang bakal balik ke indo. Siapa sih mudikans yang nggak kenal Djoni? Kalau kamu nggak kenal, atau nggak inget siapa doi, coba baca deh e-bulletin pasti ketemu tulisan-tulisan doi, atau lihat kembali foto-foto line dance, email-email tentang propeller cup, FPAG, voli, dsb, atau bisa ditanyakan ke teman-teman RCIA, pasti ketemu deh. Boleh dibilang doi selalu muncul dalam acara mudika. Paling kalau nggak ada, pasti doi lagi menyamar jadi Nyonya Susan…kekeke

Yo wis lah, selamat jalan ya Djon. Sukses deh di tempat baru. Kita-kita di sini berterima kasih banget sama kamu. Sebenarnya gue mo nanya nih, sebenarnya kamu kemarin itu surprise gak sih…… ?  Sekalian gue mo ngucapin selamat jalan buat Ella yang juga cabut dari S’pore. Titip salam buat teman-teman baru di sana.

See you later, take care and bye.

-'dro

 


(.) kilasan corner. news in brief

07 Jul Misa Pentahbisan Diakon Frederick
15 Jul Pertandingan 3 Propeller Cup
27-29 Jul Retret Mudika KKIS, Kemanakah Langkah Imanmu

09 Agt Pertandingan FPAG antar gereja Indo di Sgp

11 Agt Persekutuan Doa Gabungan antar gereja Indo di Sgp


(!) nanti corner. activities ahead of us!

Sie Rohani

Sie Rohani Kasih Buat Bawang Hari,

Tanggal: Minggu, 19 Agustus 2001
Tempat : St. Bernadette Church, 12 Zion Rd
Waktu : 11:00-13:00
Ruang : AV Room 1 & 2
Fasilitator : Daniel, Eka, Inggrid & Tay (in alphabetical order)

Sie Koor

Sie-Koor aman tentram... 

 

Sie Olahraga

Segera! Pertandingan tennis oom-tante melawan mudika! Pertandingan akbar ini akan diadakan bulan september atawa oktober... selain itu akan diadakan pertandingan remedial antara mudika melawan ntu, direncanakan pertadingannya basket & voli.

Sie Acara

Acara sept u&me@mudikans... Bakalan diadain acara khusus mudika pertengahan September ini.. rencana lokasi sekitar tepian pantai... super oce buat yg pengen lebih kenal mudika...

 

Dear mudikans, finally,let's go to east coast sabtu sore tgl 22 september 2001.

IT'S A MUDIKA BEACH PARTY
yang udah dipaketin ama acara yang OK banget, seru, fun,akrab dan romantis dech pokoknya. kita akan adakan permaenan yang seru and memorable.

 acara ini dari kita untuk kita dan oleh kita.MUDIKA!

anak baru anak lama, semua ikutan..^_^!

you will need to register yourself to: -
Eveline Satyadi (Hp)98511660
email : [email protected]
Selvia  (Hp)98368044 diatas jam 7 pm
email : [email protected]

paling lambat tgl 21 September 2001 yach!!..

HURRY UP! so, watch out for detail info @ mailing  list Mudika.

peserta retret mudika 2001

barak retret mudika... soon to be followed with MUDIKA BEACH PARTY, you & me @ mudika!

(-) tengah corner. middle navigation links
tempayan rusak?? more... (news) virgin mary? more... (focus) nyanyi sambil olahraga? more... (jadual)
kutipan mudikans?more... (leisure) siapa ni? more... (faces) konstipasi? more... (infos)

(+) fokus corner. focus of the month

The Assumption of the Blessed Virgin Mary

This feast of Mary celebrates a special privilege of Mary, our Mother. The Assumption means that she entered into the glory of heaven not only with her soul, but also with her body. The Son of God took his body from Mary's pure womb. It was fitting, then, that her body should be glorified as soon as her life here on earth was ended. Now Mary is in heaven. She is queen of heaven and earth.

She is the Mother of Jesus' Church and queen of apostles. Every time Mary asks Jesus to give us graces, he listens to her request. After the resurrection from the dead, we, too, can go to heaven with our bodies. If we use our bodies now to do good, those bodies will share in our heavenly reward. After the resurrection, our bodies will be perfect. They will not be subject to illness anymore. They will not need any more food and drink to keep alive. They will be able to go every place without time or effort. They will be beautiful and splendid! Mary's Assumption body and soul into heaven is a dogma of faith.

This wonderful truth was proclaimed by Pope Pius XII on November 1, 1950. It is so wonderful to be able to think that we have a special Mother in heaven. She really does love us. She is there for us whenever we call to her in prayer. We can whisper a Hail Mary often throughout the day. From : Saint of the Day (August 15)


(@) tampang corner. mudikans profiles exposed?! 
demi lebih mengenal tampang dan 'status' mudikans, pada setiap edisinya
pojok membuka rubrik baru. untuk usulan model di e-bulletin edisi berikut, harap mail ke sie pub atau sie media (email address ada di bawah).

menpora mudika

jangan tertipu senyum manisnya

senyumnya maut juga nih

Nama formil : Hermawan Christanto
Nama manja : Hermawan
Bintang : Pisces
Shio : Naga
Asal : Kudus, Jateng
Hobby : nonton, hanging around bareng Mudikans
Status : sekolah di NUS, ISE Dept.
SMA : Kolese Loyola Smg
Universitas & Jurusan : Unpar TI 94
Komentar : rasanya menyedihkan seandainya tidak ada Mudika di Singapore. Mudika memang TOP BGT!

Nama formil : Juliana Sukardi
Nama manja : Mimi
Bintang : Cancer
Shio : Macan
Asal : Jakarta
Hobby : banyak, bingung buat dijabarin.
Status : Broadcast Journalist, Channel NewsAsia
SMA : SMA Tarakanita 2
Universitas & Jurusan : Unika Atma Jaya, FKIP Bahasa Inggris
Komentar : (enggak bermaksud komentar, cuman sedikit pesen, yg laen boleh setuju boleh enggak) "Dreams DO come true, selama dibarengin dengan usaha dan doa."

Nama formil : Norliansyah
Nama manja : Lian
Bintang : Scorpio
Shio : Kelinci
Asal : Samarinda
Minat : Jalan2, Makanan, Nature and Life, Filsafat.
Status : Kerja, Application Specialist for Hyperion Essbase OLAP, Aspiren.
SMA : SMA 1 Negeri, Samarinda
Universitas & Jurusan : - Universitas Trisakti, Teknik Industri. - UNSW, Information Systems and Management.
Komentar : Mudika KKIS memang OKE dan Unik. Semoga suasana keterbukaan ("welcome") dan keakraban diantara teman2 bisa terus dijaga dan dikembangkan. Seperti kutipan berikut ini: "Whoever you are, be a good one."


(~) santai corner. tips, jokes, thoughts, and birthdays... and more!

TIPS FOR SLEEP TIGHT

 

We spend about one-third of our lives in bed. It's remarkable how many people spend this time on an uncomfortable, unsuitable mattress.

In the past, the generally accepted theory was: the harder the bed, the better it was for the back. The 'orthopedic' bed (i.e., rock hard) was promoted as thesolution to any and all back problems.

This theory has since been disproved. Any reputable mattress dealer will tell you that the best bed for you is the one you find most comfortable and supportive.

The only way to select a mattress is to try it out. When you visit the showroom, remove your coat and stretch out on a variety of mattresses.

Lie on your back, and slide your hand into the small of your back. If the hollow is empty with no support from the mattress, the bed is probably too hard. If the hollow is completely filled with mattress, the bed is most likely too soft.

Continue 'test driving' until you find the right fit. If you share a bed, one mattress may not be suitable for both of you. If this is a problem, consider separate mattresses and bases that can be linked together to suit your needs.

When choosing a mattress, buy the very best you can afford. Countless nights of restful sleep are well worth the investment.

If you use a box spring, replace it when you choose a new mattress.

Putting a new mattress on an old base will reduce the comfort of the mattress and shorten its life. Once a month, turn the mattress over.

Every three months, turn it top to bottom so that the foot becomes the head. This helps prevent hollows from developing in your habitual sleep pattern.

Vacuum the mattress regularly, using the soft brush attachment to pick up dust mites and skin scales which humans shed at the rate of one pound annually.

We also deposit a pint or so of sweat onto the mattress over the year, which is a fine reason to avoid the temptation to buy a used mattress. Use a quality mattress cover to protect your investment.

DOA BAPA KAMI PERDAMAIAN

BAPA yang memandang semua orang sama sederajat

KAMI setiap orang siapapun namanya, apapun warna kulitnya apapun agamanya, di manapun dilahirkan, berapapun usianya.

YANG ADA DI SURGA dan di atas bumi yang penuh kedamaian, yang lebihmemihak kepada kaum miskin dan terbuang.

DIMULIAKANLAH NAMAMU dalam hati pria dan wanita, anak-anak dan para lanjut usia.

DATANGLAH KERAJAANMU, kerajaan damai sejahtera, keadilan, kebenaran dan cinta kasih.

BERILAH KAMI REJEKI yang diadoni damai sejahtera, bukan rejeki karena korupsi dan ketidakadilan, yang merenggut hak jutaan kaum miskin, bukan pula rejeki yang membuahkan perpecahan, perselisihan, iri, dan perebutan kekuasaan.

PADA HARI INI, sebab esok mungkin sudah terlambat. Kekerasan sedang diskenario, moncong senapan siap dibidikkan, peluru kendali sedang diarahkan.

DAN AMPUNILAH KAMI bukan dengan cara kami biasa mengampuni melainkan dengan cara-Mu yang tulus-tuntas, tanpa dendam terpendam.

SEPERTI KAMI PUN MENGAMPUNI YANG BERSALAH KEPADA KAMI, yakni mereka yang mengagungkan kekerasan sebagai panglima, dan kuatkanlah kami agar mengampuni diri kami sendiri supaya kami musnahkan benih kekerasan dalam hati kami.

DAN JANGANLAH MASUKKAN KAMI KE DALAM PERCOBAAN, yaitu memandang orang lain dengan penuh curiga, mendiamkan saudara-saudara yang kecil-dina-miskin, mengobar-ngobarkan kebencian dan dendam demi kepuasan psikologis dangkal.

TETAPI BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT, yang mengancam kedamaian kami warga masyarakat setiap hari, yakni kekerasan dalam berbagai tingkatan dan bentuk, di manapun kami berada. AMIN, kami amini penyertaanMu, yang membuat kami aman dan beriman. Kini dan Sepanjang Masa. AMIN (diinspirasi dari "MANUAL FOR PROMOTERS OF JUSTICE, PEACE, AND INTEGRITY >OF CREATION", International Commission on J.P.I.C., Claretian >Publications, 1998).


(^) ngelamun corner. mudikans writings and creations...
redaksi menerima materi dari para pembaca, baik berupa tulisan, karangan, puisi, cerpen, cerbung, kutipan favorit, celetukan, ratapan, tangisan, dll. harap dikirim langsung ke alamat email siepub atau langsung ke orang media (email address dibawah). redaksi berhak mengedit dan menyesuaikan materi dengan seijin pengirim.

opini mudika

Renungan 28 July 2001, 00.20 ­ 03.15, Infant Jesus Youth Centre

A friend hears the song in my heart and sings it to me when my memory fails. -- Unknown

Bicara mengenai mudika KKIS tentu kita akan langsung teringat nama-nama Hendro, Felis, Reni, Grace Debby, Ahin, Kurniawan, Erni-Philip dan Andri. Hampir dalam setiap acara mudika akan sering terlihat tampang-tampang mereka diantara mudika yang lainnya, Bambang-Fenny, Edo-Angel, Eveline, El Fie, Yenny, dan masih banyak lagi yang lain. Memang keterlibatan beberapa orang di atas patut dihargai dan di terima kasihkan sebab tanpa kehadiran dan juga kerelaan mereka menggerakkan acara-acara mudika, sudah pasti acara mudika kkis tuch akan melempem dan gak akan seaktif saat ini.

Mulai dari kepengurusan Kurniawan 1998 ­ 1999, pengurus mudika muncul dengan banyak ide-ide dan aktivitas dinamis. Mulai dari adanya web-site mudikan yang diperbaharui oleh Erni selaku sie publikasi, Arief sebagai sie olahraga, Grace sebagai bendahara dan laen-laen. Sarana dan ciri khas mudika mulai tampak dan disalurkan dengan banyak aktivitas yang positif, mulai dari pemisahan koor mudika dengan koor Ecclessia lalu jogging hari minggu pagi di MacRitchie Reservoir ­ semuanya terkoordinasi dengan baik lewat kepengurusan Kurniawan saat itu. Salute buat Kurniawan yang dengan sabar, ulet, bijak namun sungguh-sungguh menciptakan wadah mudika kkis menjadi tempat yang nyaman untuk bertumbuh dan bergembira dalam suasana yang kekeluargaan.

There is overwhelming evidence that the higher the level of self-esteem, the more likely one will be to treat others with respect, kindness, and generosity. -- Nathaniel Branden, author and psychologist

Tongkat estafet disusul dengan kepengurusan Erni ditahun 1999 ­ 2000, yaitu banyak kegiatan mudika yang mulai terealisasi dengan jelas dan kekompakan mudika (boleh dikatakan) semakin nyata. Dari sebelumnya basketball hanya berupa ide saja, namun dengan kerjasama pengurus (Eveline, Felis, Hendro dan Andri) di periode ini setiap sabtu para penggemar basketball akhirnya dapat rutin bermain basket di Cairnhill CC, Newton MRT. Penggemar volleyball pun bisa berlatih setiap dua minggu sekali demikian juga penggemar tennis dan badminton. Latihan koor semakin ceria dengan semakin bertambahnya jumlah mudika di Singapura dan yang paling penting, kehadiran semua mudika menambah dinamika dan kesatuan mudika.
Memang ada pasang surut mudika dalam arti ada beberapa mudika yang datang dan pergi dari Singapura kembali ke Indonesia maupun melanjutkan study nya di negara lain. Patut juga disyukuri adanya beberapa pasangan baru yang oleh karena frekuensi pertemuan dan aktivitas mudika, persahabatan tumbuh dan berkembang menjadi cinta. Tak luput juga hasil nyata kekompakan mudika dengan menangnya Bambang ­ Reza, Hanny ­ Cynthia di pertandingan antar gereja-gereja berbahasa Indonesia di Singapura tahun 2000.

Semua momentum dan aktivitas tersebut membawa kasih persaudaraan dan persahabatan yang meneguhkan satu dengan yang lainnya.

Dan tahun ini pun tongkat estafet dari Erni disambut hangat oleh Hendro dengan tidak menurunkan aktivitas mudika. Yang malah terjadi, aktivitas mudika semakin dinamis dan menggebu-gebu mengingat tipical Hendro yang selalu antusias, bersemangat dan penuh initiatif. Semua kegiatan rutin olahraga tetap berlanjut dan masih ditambah lagi dengan antusiasme di Pendalaman Iman nya Stephen Onggo, Legio Maria nya Sunny ­ Virtus dan keikutsertaan koor mudika di koor Dorothy yang sewaktu-waktu dipanggil dalam misa kudus hari-hari besar gereja.

Tak dapat disangkal bila nama mudika kkis sudah mulai berkibar dan mendapat nama baik di gereja St. Bernie. Bila ada pepatah yang mengatakan bahwa "The world stands aside to let anyone pass who knows where he is going-- David Starr Jordan"
Hendro dengan semua talentanya telah membuktikan kepada mudika bahwa ia sungguh-sungguh layak memimpin kepengurusan mudika. Namun kurang tepat rasanya bila kita pun tidak merasakan kebanggaan kepada diri kita sendiri atas semua karya dan pengakuan yang sudah kita terima. Proficiat buat semua mudikans yang uat menjalin kasih buat mudikans lama juga baru yang datang dari Indonesia. Lalu, bagaimana caranya dan pada kesempatan apa? Menjawab ini tentu saja perlu ada refleksi yang sungguh, terutama dari para pengurus mudika saat ini atau pun pengurus mudika di tahun-tahun mendatang. Tentu saja kita tidak menginginkan bila mudika menjadi turun dalam hal kualitas juga kuantitas ­ sayanglah semua kehendak baik dan tujuan mulia Kurniawan, Erni dan Hendro, tante Agnes dan Om Adi, tante Anna dan semua lainnya yang belom tersebutkan namanya - yang telah berjuang agar mudika terus jaya.

Dalam kesempatan ini penulis hanya ingin mengupas mengenai kuantitas dibandingkan kualitas. Tetapi, bukan berarti bahwa penulis mengesampingkan segi kualitas, namun saat-saat ini penulis sering sekali mendengar komentar-komentar mengenai kuantitas yang cukup berkaitan dengan kualitas mudika kkis secara umum. Bila tidak sedikit mudikans baru yang mengatakan bahwa mudika kkis ‘tidak ramah’ dan ‘kurang welcome’ adalah sesuatu yang benar kenyataannya. Seringkali ini kurang disadari secara langsung oleh para pengurus maupun bukan pengurus (baca anggota aktif). Sebab, baik pengurus maupun bukan pengurus sudah terlena dengan komunitas mereka, group-group kecil yang mereka ciptakan dengan kesadaran akan kesamaan minat, hobby, candaan dan lain-lain. Tidak dapat dipungkiri bila akhirnya group-group ini menciptakan gap yang jauh dengan mudikans baru, terutama mereka yang tidak mudah berinteraksi dengan orang lain.

"wah di mudika kkis mah kita tidak di welcome dengan baik tuch ­ lain kalo kita ada di Bethany atau di Presby… mereka tuch care banget ama pendatang baru, langsung diberikan perhatian special, diundang kegiatan-kegiatan mereka dan ditelponin untuk datang ke acara mereka ­ tuch, gimana kita gak sering ke sana coba kalo kita tuch selalu diperhatikan!" atau komentar lainnya,"iya, gue mau azha bergabung dan diterima oleh mudika kkis, tapi gue gak tau gimana caranya… apalagi buat gue yang pemalu…"

Ada beberapa sudut pandang komentar di atas, pertama ada yang positif menerima bahwa kenyataan itu benar namun ada juga yang bereaksi ‘datar’ dengan mengatakan,"makanya, sering ikutan acara mudika donk… datang latihan koor, olahraga/jogging atau pendalaman iman." Pada dasarnya kita tidak dapat menyalahkan satu pihak atas yang lainnya. Tentu saja mudikan baru punya kepentingan dan kendalanya sendiri untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan dan teman-teman yang baru. Sedangkan mudikans lama serta para pengurus pun sangat sibuk dengan kerjaan, tugas-tugas sehari-hari dan kepentingan lainnya. Namun, perlulah ada suatu refleksi buat para pengurus juga para mudikans lainnya agar dapat memberikan suatu tempat yang teduh dan bersahabat buat para mudikans baru yang memudahkan mereka beradaptasi dengan cepat. Kita semua tentu setuju bila kita semua di sini adalah perantau dimana kita akan mendambakan suatu tempat teduh buat saling berbagi dan bersuka bersama.

Ada satu cara yang bagus buat para pengurus yaitu dengan melibatkan mudikans baru dalam aktivitas mudika, baik keterlibatan menjadi pengurus suatu acara tertentu atau melibatkannya dengan turut aktif di latihan koor, olahraga atau Legio Maria. Cara seperti ini pernah dialami banyak kali oleh penulis (sebab itu berani mengusulkan) karena pada umumnya tipikal orang Indonesia atau khususunya orang katolik tuch gak mau menyombongkan diri dengan mengusulkan diri ikut serta di kepanitiaan atau kepengurusan.

Kebanyakan orang katolik yang baru masuk lingkungan baru, perlu di’ceburin’ dulu ­ baru dech, setelah ‘berenang’ didalamnya akan tertarik untuk terus terlibat di kegiatan mudika. Bagi mudikans baru pun, janganlah sungkan untuk berbaur dengan para mudikans lainnya. Jangan ada rasa enggan atau takut tidak diterima krn pengalaman ditolak atau sepertinya dicuekin. Memang, untuk masuk dan dapat diterima di suatu lingkungan yang baru perlu juga ada proses.

Bukan berarti bila datang ke misa Indo di acara ramah tamah bisa langsung dapat perhatian. Sebab yang sering terjadi di acara ramah tamah adalah pertemuan semua mudikans baik yang sering bertemu ataupun jarang bertemu. Nah, jadilah acara ramah tamah selesai misa Indo itu tempat yang ramai buat bercerita teman lama yang jarang bertemu, tertawa buat pengalaman selama dua minggu terakhir, dll.

Sebab itu, buat semua mudikans, terutama mereka yang baru masuk di mudika KKIS, jangan sungkan ikutan setiap aktivitas mudika. Jangan takut gak ada temen saat mau ikutan badminton atau saat latihan koor karena semua mudikans adalah teman. Juga enggak perlu suara bagus buat ikutan latihan koor atau smash yang tajam buat ikutan main badminton, krn tujuan diadakan semua kegiatan mudika toch bukan untuk mencari yang tangguh diantara mudika ­ semua itu hanya semata-mata sebagai hiburan dan persahabatan diantara mudika. Jangan cuma datang sekali lalu surut krn tidak mendapatkan perhatian atau tidak mendapatkan teman. Cobalah datang lagi dan datang lagi di setiap kegiatan mudika, maka jurang antara mudikans lama dan mudikans baru pun akan hilang dengan sendirinya.

Sesungguhnya - keunikan akan talenta yang kalian miliki pun dapat disumbangkan buat mudika kkis…

Akhir kata, penulis pun menyetujui bahwa sarana mudika KKIS merupakan wadah yang bagus buat menumbuh kembangkan tali cinta kasih antar sesama umat katolik. Biarlah seorang teman menjadi seorang sahabat dan seorang sahabat menjadi seorang kekasih yang bersama-sama berjalan sambil bergandengan tangan meraih impian dan cita-cita…

Relationships.
That’s all there really is. There’s your relationship with the dust that just blew in your face, or with the person who just kicked you end over end… You have to come to terms, to some kind of equillibrium with those people around you, those people who care for you, your environment. ­ Leslie Marmon Silko

­djon-


cerbung mudika

MY EYES

Saat itu aku diam terpaku. Entah apa yang ada di pikiran orang itu. Dia menatapku seperti ada sesuatu hal buruk yang akan ia lakukan terhadapku. Jantungku berdebar kencang. Keringat dingin keluar dari sekujur tubuh. Ia memegang lenganku, keras sekali. Yang membuatku takut, bukan karena raut wajahnya, bukan dari tubuhnya yang tinggi besar. Tapi dari tatapan matanya. Aku seperti dapat membaca pikiran melalui matanya, ia akan membunuhku!

Lama dia menatapku, tak berbuat suatu apapun. Hanya memandang. Entah apa yang ia inginkan dariku. Aku tidak membawa banyak barang. Aku hanya membawa tas kecil, berisi dompet dan peta petunjuk jalan di tanganku. Barang-barangku yang lain, aku taruh di tempat penginapan tidak jauh dari pusat kota. Aku sendiri di kota ini, datang hanya untuk berlibur. Di dalam kebingungan dan ketakutanku, terlintas wajah kedua orangtuaku, berdoa dan menyebut dalam hati nama Tuhan berulang-ulang. Menahan tangis, dengan berharap ia meninggalkanku sendiri.

Setelah menatap sekian lama, ia mulai melakukan suatu gerakan. Ia menarikku, dan mengacungkan telunjuk yang diarahkan ke mulutnya supaya aku diam tak bersuara. Kemudian kami berjalan. Dia menarikku kembali untuk berjalan lebih cepat, orang di sekelilingku melihat kearahku, tapi tidak satupun orang yang curiga dan mencoba menolongku. Ketakutan yang teramat sangat menguasai segala pikiran dan seluruh tubuhku.

Aku tidak dapat melawan, berusaha melangkah mengikuti kakinya yang panjang dan langkahnya yang cepat. Setelah berjalan sekian lama, tibalah kami di sebuah gang. Gelap sekali. Tak ada satu lampu peneranganpun di sana. Lama sekali dia mencengkeram tanganku, dan selalu menarikku berjalan lebih cepat. Aku mencoba berteriak, tetapi sepertinya ia dapat membaca gerak gerikku dan membungkam mulutku dengan tangan kirinya. Tercium bau tembakau dari tangannya. Aku berusaha meronta, melepaskan diri dari genggamannya, tapi semakin aku bergerak melawan, semakin keras ia mencengkeram tanganku dan mendekap mulutku. Aku panik, mulai mencoba melawan lebih keras. Mencoba melepaskan tangannya dari mulutku. Tapi dia terlalu kuat. Entah berapa lama kami menyusuri gang itu, semakin dalam kami berjalan semakin aku berusaha melawan. Tak terasa air mataku mengalir. Tangisanku mulai mengeras, tapi ia mendekap mulutku keras sekali.

Tiba-tiba ia berhenti, membuka sebuah pintu kecil di sebelah kanan gang itu, dan menarikku ke dalam sebuah ruangan gelap. Lebih gelap dari gang yang ku lalui tadi. Aku mulai menangis lebih keras, berusaha berteriak. Yang kutahu ia memukulku, dan aku terjatuh.

Aku terbangun, kupegang pipi kananku, sakit sekali. Setelah aku mulai sadar, kucoba mengenali keadaan di sekelilingku. Aku berbaring di atas sebuah ranjang, beralaskan kain putih. Ada segaris sinar memasuki ruang itu. Setelah mataku terbiasa dengan gelap, aku mulai dapat melihat beberapa bayangan. Sebuah meja kecil di sudut ruangan dengan hanya sebuah bangku di dekatnya. Ada gelas dan piring kecil di meja itu. Aku coba menangkap bayangan lain, ada sebuah rak buku di sudut lainnya. Ada beberapa buku tersusun rapi, hanya itu. Tapi aku tidak melihat ada orang lain di ruangan itu. Aku berusaha mencari sosok lelaki tinggi besar yang membawa dan menarikku kemari. Tapi tidak kutemukan. Dimana dia?

Kemudian aku mencoba bangkit bangun untuk duduk. Sakit di pipiku belum hilang dan kurasakan sakit di kepalaku. Mungkin karena saat aku terjatuh, kepalaku terantuk lantai, pikirku. Tak kubiarkan sakit di kepalaku menahan untuk mengetahui keadaan di sekitarku. Tidak ada rasa sakit lain di tubuhku. Apa yang terjadi? Aku berusaha berdiri dan berjalan mendekati pintu, sambil memegang kepalaku. Kucoba membuka pintu itu, tapi tidak bisa. Pintu itu terkunci. Kucoba dengan sekuat tenaga, memaksa lebih keras membuka pintu itu. Genggaman tanganku pada gagang pintu itu terlepas, aku terjatuh dan pandanganku gelap.

Aku terbangun, terbaring di ranjang yang sama, menoleh ke arah meja dan hanya melihat cahaya redup dari sebatang lilin di atas meja. Aku berusaha untuk melihat sekelilingku, aku menangkap ada bayangan seseorang, duduk di kursi dekat meja itu. Itu lelaki yang membawaku kemari pikirku. Aku mencoba untuk tidak bergerak, atau menimbulkan suara sedikitpun. Tak ada suara, hanya terdengar nafasnya yang berat, dan bau tembakau. Entah apa yang sedang ia lakukan di meja itu. Kemudian terdengar kursi bergeser, lelaki itu berdiri kemudian berjalan ke arahku. Aku diam tak bergerak, dan menutup kembali mataku sambil memohon agar ia tak menyentuh dan meninggalkanku sendiri. Terasa tangannya memegang keningku, mengusap rambutku.

Bau tembakau itu tercium kembali. Hangat sekali tangannya, dan terasa kasar. Aku merapatkan mataku sambil berdoa memohon supaya ia tidak melakukan hal lebih dari itu. Ia memegang pipiku, ya Tuhan, tolong aku. Sepertinya Tuhan mendengar rintihanku, lalu ia menarik tangannya dan berjalan kembali ke meja kecil dan kemudian duduk. Ya Tuhan, keluarkan aku dari sini.

Pagi itu sinar yang sama menerangi ruangan itu. Aku langsung menoleh untuk melihat lelaki di meja itu. Dia masih di sana. Hanya, ia tertidur dengan merebahkan kepalanya di meja, ditopang oleh kedua tangannya. Ia hanya menggunakan kaus dan celana panjang. Terdengar nafas beratnya. Dan sekali-sekali mengeluarkan suara berat. Ingin sekali aku melihat wajahnya. Ntah mengapa? Seperti apa raut muka lelaki itu? Yang kuingat hanyalah matanya. Ada sesuatu yang aneh. Kulihat ada suatu keraguan disana. Aku haus, dan perutku terasa sakit. Kucoba mengingat-ingat kapan terakhir aku makan, sambil mengira-ngira sudah berapa hari aku di tempat ini. Apa tidak ada yang mencariku, apa pemilik penginapan itu tidak curiga, mengapa aku belum kembali? Apakah orangtuaku merasakan bila aku dalam kesulitan? Aku ingin pulang.

Aku coba untuk duduk di pinggir tempat tidur itu. Aku melihat ada gelas dan piring yang sama seperti yang aku lihat kemarin. Aku haus. Kukumpulkan keberanian, berjalan ke arah meja itu, sakit kepalaku sudah tak terasa lagi. Sambil mengendap-endap aku berusaha meraih gelas itu. Kulangkahkan kakiku seperlahan mungkin, sehingga tak menimbulkan bunyi yang akan membuat lelaki itu terbangun. Aku berhasil mendekati meja itu dan meraih gelas di atasnya. Kuambil gelas itu, meminum air di dalamnya, lelaki itu tak bergerak kukembalikan gelas itu ke tempat semula secara perlahan, kemudian aku berjalan kembali ke tempat tidur. Berhasil. Kuperhatikan lebih cermat keadaan di sekelilingku, mencari kemungkinan lain untuk keluar dari tempat itu.

Aku kembali berdiri, mengambil keputusuan untuk berjalan ke arah pintu, mengendap-endap, sekali-kali melihat ke arah lelaki itu, untuk memastikan ia tidak terbangun mendengar langkah kakiku. Aku menjangkau gagang pintu, dan memutarnya secara perlahan. Terkunci. Ingin menangis rasanya. Aku putus asa. Kuputuskan untuk kembali ke tempat tidur. Dia tetap tak bergerak. Beribu-ribu pemikiran terlintas, mencari cara untuk keluar dari tempat itu. Pemikiran yang membawaku kembali tertidur.

Saat aku terbangun, aku melihat seseorang duduk di tepi ranjang. Lelaki itu!! Kusadari ia sedang menatapku. Aku terkejut, nafasku terhenti, tiba-tiba tubuhku gemetar. Sudah terlambat untuk pura-pura tertidur, ia sedang menatap mataku. Tetap sama, ia tak berkata-kata. Lama sekali ia memandangku, seribu macam pikiran buruk melintas, menerka apa yang akan dilakukannya. Haruskah aku memohon? Sorotan matanya begitu tajam, tak terasa aku menangis, seperti memohon pengampunan. Dia membelai wajah, kemudian rambutku. Belaiannya seperti seorang pria yang begitu mengagumi kekasihnya, tatapannya juga sama. Tapi hanya rasa ketakutan yang kurasa. Ingin kuberteriak, menanyakan apa maunya.

Kemudian ia berdiri sambil tetap menatap mataku. Ntah dorongan apa yang membuatku tergerak untuk menatap matanya. Inilah pertama kali kami saling memandang lagi, setelah peristiwa di stasiun bawah tanah itu. Raut wajahnya menampakkan kelembutan, ia tidak sedang marah, sepertinya ia tidak ingin menyakitiku, dia hanya memandang. Ia beranjak ke meja kecil di sudut ruangan, meraih gelas dan mengambil sebuah piring kecil. Ia kemudian berjalan kembali ke arahku, duduk kembali di tepi ranjang, dan menyodorkan gelas dan piring itu.

Ragu. Itu yang kurasakan. Apakah ia bermaksud baik? Kuputuskan untuk menerima tawarannya. Kusangga badanku dengan kedua tanganku, aku duduk berhadap-hadapan dengannya. Lagipula sudah beberapa kali aku sering kehilangan kesadaranku, dan ia tidak melakukan satu halpun untuk melukaiku. Segelas susu dan 2 potong roti. Kuhabiskan semua yang ia berikan. Selama aku melahap roti dan meneguk setiap cairan di gelas itu, ia hanya memandangku, seperti ingin meyakinkan apakah aku telah menghabiskan semua yang ia berikan. Setelah ia melihat aku menghabiskan semuanya, ia mengambil gelas dan piring, kemudian menaruhnya kembali ke atas meja. Ia tidak kembali ke tepi ranjang, tetapi ia duduk di kursi di meja kecil itu. "Terima kasih", kata itu keluar lirih dari mulutku. Oh Tuhan, mengapa aku mengeluarkan kata-kata, bagaimana jika ia terdorong untuk melakukan sesuatu setelah mendengar kata yang keluar dari mulutku. Tapi reaksi yang kudapat tidak seperti yang kubayangkan. Dia membalasnya dengan senyum...

-kecilku


(*) ultah corner. those birthday boys and girls! 
data diurut berdasarkan tanggal ultah, kota kelahiran, dan nama mudikans yg berbahagia. happy birthday! kami turut mendoakan!

01-Aug Solo Yenny
02-Aug Jakarta Tania Iskandar
03-Aug Jakarta Stanley
05-Aug Jakarta Nita
06-Aug Padang Vincentius
07-Aug Jakarta Jenny Suriati
07-Aug Semarang Hanny Agustin
07-Aug Surabaya Jacob Jordanus
08-Aug Hendrianto Tee
09-Aug Surabaya Sisca Damayanti
11-Aug Cianjur Evi Atmadja

11-Aug Pontianak Agusningsih (Grace Wen)
11-Aug Semarang Ambarsari (Alie)
12-Aug Malang Dicky

12-Aug Bandung Linda Kurniati
14-Aug Jakarta Rizal Prasetyokusuma
14-Aug Surabaya Agusta
14-Aug Surabaya Clara
15-Aug Bandung Agustina
16-Aug Jakarta Stefanus Darmagiri
17-Aug Pontianak Hasta Lierdy
18-Aug Ambon Sieny Handaja
20-Aug Jakarta Jimmy Halim
21-Aug Purworejo Andreas
21-Aug Pontianak Davin Tan
21-Aug Cirebon Ita Lestari Sidarta
22-Aug Medan Jeanny Wenas
23-Aug Deborah
29-Aug Jakarta Vincent Lioe

31-Aug Jakarta Michael T

01-Sep Jakarta Candy Sari
01-Sep Jakarta Silvia Adiwinata
03-Sep Medan Sing Song Razali
06-Sep Jakarta Keith Steven Muljadi
10-Sep Surabaya Enriw Budianto
11-Sep Jakarta Anthony Renditya (Tony)
14-Sep Medan Vimini Yuslida
20-Sep Jakarta Martinus Kosasih
20-Sep Jakarta Renita Sudharta
20-Sep Singapore Sally Ng
20-Sep Jakarta Vikki
22-Sep Pontianak Anmaria Redi Djong
23-Sep Jakarta Crisianto Muliadi
23-Sep Probolinggo BS Stephan Onggo
23-Sep Malang Vinancia Surjadinata
24-Sep Jakarta Dave Tan
24-Sep Kediri Bambang Hermanto
24-Sep Jakarta Cynthia Lestari
25-Sep Medan Christian Erwin Utama
25-Sep Bandung Andry Wijaya

26-Sep Jakarta Winy
26-Sep Pekanbaru Wijaya Kusuma
27-Sep Kediri Iwan Yenanto Lo
27-Sep Riau Verawati
28-Sep Solo Heri Setiabudi (Liem)

28-Sep Astina
28-Sep Jakarta Melisa Trisnadi
28-Sep Banyuwangi Fenny Trisnawati
29-Sep Singkawang Stephen Bong
29-Sep Jakarta Reginald Kuswanto
29-Sep Jakarta Michelle Adriani Kusuma
30-Sep Kediri Corry Turistiowati
30-Sep Pekalongan Willy Hadianto


(#) rutin corner. mudikans schedules and activities
Sie Rohani 
Activitas :
Pendalaman Iman
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-3, pk. 11.00 - 12.00
Tempat : St. Bernadeth (Classroom 4, lantai 3)

Contact person : 
Stephan Onggo: office phone : 8744366)

Sie Koor
Activitas :
Latihan Koor 
Waktu : Setiap hari Jumat, pk. 20.00 - 21.30 
Tempat : Choir Room St Bernadette di lantai 2 

Contact person : 
Yenny (home phone : 7740391)
Kurniawan (HP : 90225589)
Felis (HP : 96544476)

Sie Olahraga
Activitas :
Basket 
Waktu :Setiap hari Sabtu, pk. 08.30 - 12.00 noon 
Tempat : Cairnhill CC, belakang Newton MRT Contact 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969)

Activitas :
Voli 
Waktu : Setiap hari Sabtu Ke-2, 4, pk. 16.00 - 18.00 
Tempat : NIE (National Institute of Education), Bukit Timah Rd 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Badminton 
Waktu : Setiap hari Minggu Ke-1, 3, 5, pk. 15.00 - 17.00
Tempat : to be scheduled 
Contact person : Hermawan (HP : 93618969) 

Activitas :
Tenis 
Waktu : Setiap hari Sabtu ke-1, 3, 5, pk. 18.00 - 20.00 
Tempat : Parkview Bukit Batok 
Contact person : 
Hermawan (HP : 93618969) 
Andri (HP : 98465132) 
Konstipasi? ingin saluran lancar tapi tak tahu sapa yg musti dihubungi? berikut daftar e-mail contact person mudika.
Ketua : Robertus Wahendro Adi - [email protected]
Sekretarisnya: Renny - [email protected]

Sie Keanggotaan : 
Hermanto Moerti - [email protected]
Natalia Triani - [email protected]
Ningsih - [email protected]

Sie Rohani : Stephan Onggo - [email protected]

Sie Olah Raga : Hermawan Christanto - [email protected]

Sie Acara : 
Eveline Satyadi -[email protected]
Selvia Ardianto - [email protected]

Sie Koor : Yenny Thio - [email protected]

Sie Media : 
Hendrik 'Ahin' Salim - [email protected]
Elvina Theresa - [email protected]
Chris - [email protected]

Sie Komunikasi : Andriato Joewana - [email protected]


pojok mudika sg. pojok is published and distributed monthly by mudikans, indonesia mudika society in singapore. compiled and presented by seksi media mudika kkis. entire contents copyright (c)2001 by mudikans except noted. all rights reserved. no portion of this publication may be reproduced, in any form or by any means, without the express written permission of the copyright holders. join the mudikans! submit us your creations and writings! for comments, any information and material submission, please email us at: [email protected]. sie media would like to thanks all of e-bulletin fans and those who help pojok published. among them are: Candy, Evelyn, Reni, dan Andri, juga Djoni & Hendro, dan untuk yg rela dicela dan ikut bantuin pojok ini  walau ngga sempet/lupa disebut. thx banget. god bless u! (alternative page for pojok: http://www.geocities.com/mediakkis/e-bulletin-ags.htm


(-) ujung corner. end navigation links
tadi ada berita apa yo? more... (news) test umptn? more... (focus) nyanyi sambil meditasi? more... (jadual)
renungan?more... (leisure) tampangku? more... (faces) bingung? more... (infos)

STOPPRESS! bukan tampang PARA JAMU.
pengurus mudika yang colourful dan indahpengurus mudika penuh cinta kasih (diperagakan model)

sebagai intermezzo, sambil menunggu permintaan dari para mudikans supaya tampang2 para pengurus mudika dimuat lagi diPOJOK, para pengurus berlapang dada menampilkan foto yang nyaris ngga ada hubungannya sama mudikans... seperti pojok bulan lalu yg ada aktualisasinya sama apa yg lagi trend si singapore saat itu, sekarang juga kami tampilkan foto dari 'sesuatu' yg lagi trend...

sampai ketemu di 'pojok' berikutnya!


Back to the Bulletin Index page
Back to the Main Page

Hosted by www.Geocities.ws

1