#23
Januari 2001 Edition
Tim Redaksi:
Robertus Wahendro Adi, Stefanus Djoni, Heru Wibawa (photographer) 
  

Sekapur Sirih
Kalo mengaca jangan di kali
Kalinya licin, jalannya hati-hati
Halo pembaca, salam jumpa kembali
Dalam e-buletin edisi Januari

Selang waktu berlalu, akhirnya kita bisa menerbitkan buletin ini. Begitu banyak hal yang telah kita jalani, dan semuanya itu meninggalkan kesan yang berbeda-beda. Dari setiap tempat maupun hari yang kita lalui.

Para pembaca, para mudikans,
Tahun lama telah hilang, terbitlah tahun baru. Milenium lama telah hilang, muncullah era yang baru. Pergantian masa ini kiranya menjadi suatu moment yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang usang, melangkah menuju ke kebiasaan yang lebih baru (yang lebih baik tentu). E-bulletin kali ini, ingin mengajak teman-teman semua melihat kembali apa yang telah kita lakukan bersama-sama selama waktu-waktu yang lalu. Melihat waktu-waktu yang kita habiskan bersama-sama dalam sebuah peringatan masa dan peristiwa yang baru. Dimulai dari peringatan Natal, pergantian tahun Masehi, pun pergantian tahun Cina. Sesuatu yang baru juga akan kita hadapi dalam tubuh organisasi Mudika kita setelah proses pemilu nanti. Melalui artikel-artikelnya, e-buletin juga ingin mengajak untuk bersama-sama merenungkan kembali apa yang telah menjadi panggilan hidup kita sedemikian hingga untuk memulai sesuatu yang baru, kita senantiasa berada pada arah dan jalur yang benar dan yang semestinya.

Akhirnya, semoga apa yang ingin e-buletin persembahkan ini, bisa bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Selamat membaca dan selamat menikmati.

(Redaksi)




MENU
*
Sekapur Sirih
Kilasan Info 
Utama: Simon yang disebut Petrus
Jadilah seperti Seekor Lebah
Kilas Balik
Jangan Lupa
Serba-serbi
Yang Segera Tambah Umur

*

 

Kilasan Info


JADWAL PEMILU MUDIKA 2001

  1. Pencalonan diadakan pada 14 Januari 2001 dengan mengisi formulir yang dibagikan. Mudikans yang tidak bisa hadir diberi kesempatan satu minggu untuk mendaftarkan calonnya lewat e-mail. Draft daftar calon pengurus yang diajukan, baik lewat formulir atau e-mail, selesai disusun tanggal 21 Januari 2001, dikompilasi oleh Felisia dan Irwan 'Andi' Junardi.


  2. Semua calon pengurus di dalam draft tersebut akan dimintakan kesediaannya oleh pengurus Mudika 2000 untuk dicalonkan (21 Januari - 3 Februari 2001).


  3. Daftar calon yang telah bersedia akan diumumkan dan sekaligus pemilihan pengurus akan dilakukan pada hari Minggu pertama Februari, tepatnya 4 Februari 2001 di Conference Room, Church of St. Bernadette's Parish Center, level 2, jam 11 pagi. Yang tidak bisa hadir dapat memilih lewat e-mail (diberi waktu dari Senin, 5 Februari sampai Sabtu, 10 Februari 2001).


  4. Penghitungan suara akan dilakukan pada hari Minggu kedua bulan Februari, yaitu tanggal 11 Februari 2001. Pengurus yang terpilih (9 orang) dapat menambah pengurus sesuai dengan kesepakatan mereka.


  5. Pelantikan pengurus Mudika diadakan pada hari Minggu keempat Februari, yaitu tanggal 25 Februari 2001.


STRUKTUR KEPENGURUSAN

Struktur kepengurusan yang diajukan oleh Pengurus Mudika 2000:

  1. Ketua
  2. Sekretaris/Bendahara
  3. Seksi Rohani
  4. Seksi Keanggotaan
  5. Seksi Acara
  6. Seksi Koor
  7. Seksi Olah Raga
  8. Seksi Komunikasi
  9. Seksi Media

Seksi Keanggotaan adalah nama baru dari Seksi Humas di kepengurusan tahun 2000.
Sedangkan Seksi Komunikasi dan Seksi Media sebenarnya berasal dari Seksi Publikasi di kepengurusan 2000. Seksi Komunikasi berwewenang atas penanganan mailing list dan website, sedangkan Seksi Media menangani e-bulletin dan pamflet KKIS. Perubahan nama dan struktur ini bertujuan untuk semakin mengefektifkan kerja pengurus.

(Pengurus Mudika 2000)

<menu>

 

 

Utama


Simon yang disebut Petrus
(Ketika Ia dan Saudaranya mendapat panggilan)


Di pantai tasik Galilea, pertama kali aku melihat Yesus Tuhan dan Guruku. Andreas saudaraku menyertaiku waktu itu dan kami tengah melabuhkan jala di air.

Karena ombak amat besar dan tinggi, sedikit sekali ikan yang dapat kami tangkap. Hati kami merasa kesal.

Tiba-tiba Yesus berada di dekat kami, seolah-olah Ia baru mewujud pada saat itu, karena kami tidak melihat kedatanganNya.

Ia menyapa kami dan berkata, "Kalau kamu mau mengikuti Aku, akan Kutunjukkan kepadamu sebuah teluk di mana ikan-ikan berkumpul."

Sementara aku memandang wajahNya, jala itu terlepas dari tanganku karena ada nyala api memijar dalam diriku dan aku pun mengenali Dia.

Saudaraku Andreas berkata, "Kami mengenal teluk-teluk pantai ini dan kami tahu juga bahwa pada hari badai seperti ini ikan-ikan menari lubuk yang tak terjangkau oleh jala-jala itu."

Yesus menyahut, "Ikutilah Aku ke pantai laut yang lebih luas. Aku akan menjadikan kamu penjala-penjala manusia dan jalamu tak pernah kosong."

Kami meninggalkan perahu dan jala, dan kami pun mengikutiNya.

Kekuatan gaib yang meliputi pribadiNya merenggutku.

Dengan terkagum-kagum dan menahan nafas aku berjalan di sampingNya, sedang Andreas mengikuti kami dengan keheranan.

Sementara kami berjalan menyusur pasir saja, aku berkata agak lancang, "Guru, aku dan saudaraku hendak mengikuti jejakMu dan ke mana pun Engkau akan pergi kami tetap mengikuti. Tetapi jika malam ini Engkau sudi berkunjung ke rumah kami maka kunjunganMu akan menjadi kehormatan bagi kami. Rumah kami tidak besar, atapnya rendah. Makanan yang dapat kami hidangkan hanya seadanya. Tetapi jika Engkau bersedia singgah, maka rumah kami akan menjadi sebuah istana mewah. Dan bila Engkau bersedia bersantap roti bersama kami, putra-putra raja dari negeri ini pasti merasa iri atas kehadiranMu itu."

Dan Ia berkata, "Aku akan datang menjadi tamumu malam ini."

Hatiku bersorak kegirangan. Kemudian kami berjalan diam-diam membuntutiNya sampai ke rumah.

Setelah sampai di ambang pintu rumah kami, Yesus berkata, "Damai bagi rumah ini dan bagi semua orang yang tinggal di dalamnya."

Ia masuk dan kami mengikutiNya. Istriku, ibu mertua dan putriku berdiri menyalamiNya. Lalu mereka berlutut di hadapanNya mencium jubah pakaianNya.

Mereka heran, mengapa Manusia pilihan yang sangat dicintai itu, mau bertamu ke rumah kami. Sebelumnya mereka telah melihatNya di tepi sungai Yordan ketika Yohanes Pembaptis mempermaklumkanNya di depan rakyat.

Istri dan ibu mertuaku segera menyiapkan makanan. Saudaraku Andreas memang seorang pemalu, tetapi imannya lebih teguh dari keimananku.

Dan putriku yang waktu itu baru berumur dua belas tahun berdiri di sampingNya dan memegang pakaianNya, seolah-olah ia kuatir kalau Yesus meninggalkan kami dan pergi dalam kegelapan malam. Ia memeluk Yesus seperti domba hilang yang telah menemukan gembalanya kembali.

Waktu duduk makan, Yesus memotong roti dan menuang anggur. Dan Ia berpaling kepada kami seraya berkata, "Sahabat-sahabatKu, sudilah kamu mengambil bagian bersamaKu dalam perjamuan ini, sebagaimana Bapa telah sudi menganugerahkannya kepada kami."

Yesus mengucapkan itu sebelum mengecap secuil makanan, karena Ia mau mengikuti suatu kebiasaan kuno di mana seorang tamu agung bertindak sebagai tuan rumah sendiri.

Ketika kami duduk mengitari meja terasa seolah-olah kami berada dalam perjamuan pesta seorang Raja besar.

Putriku, Petronela, yang masih kecil dan polos, memperhatikan mukaNya dan mengikuti setiap gerakan tanganNya. Dan aku melihat butir-butir air mata di pelupuk matanya.

Selesai makan kami mengikuti Dia keluar dan duduk mengelilingiNya. Sementara kami mendengar pembicaraanNya, hati kami tergerak seperti burung mengepak-ngepakkan sayap di dahan. Ia berbicara tentang kelahiran manusia yang kedua, dan terbukanya pintu surga, tentang malaikat-malaikat yang turun membawa kedamaian dan kegembiraan bagi umat manusia dan malaikat-malaikat yang naik ke singgasana Tuhan untuk menyampaikan permohonan mereka.

Ia menatap mataku dan melihat sampai ke dasar lubuk hatiku. Dan Ia berkata, "Aku telah memilih engkau dan saudaramu, hendaklah kamu mengikuti Aku. Kamu yang letih lesu dan menanggung beban, akan Kuberi istirahat. Pikullah bebanKu dan belajarlah dariKu karena hatiKu memiliki damai. Maka jiwaKu akan menemukan kelimpahan dan ketenteraman."

Ketika Ia berkata demikian, aku dan saudaraku berdiri di hadapanNya menjawab, "Guru, kami akan mengikuti Engkau sampai ke ujung bumi. Kalaupun beban kami nanti seberat gunung, kami akan memikulnya dengan senang hati. Dan seandainya kami jatuh di tepi jalan, kami tahu bahwa kami sebenarnya jatuh dalam perjalanan menuju surga dan kami akan puas."

Dan saudara Andreas berkata, "Guru, kami ingin menjadi benang yang meregang di antara tanganMu dan alat tenun. Tenunlah kami menjadi kain jika Engkau menghendaki, karena kami ingin menjadi pakaian Tuhan Yang Maha Tinggi."

Istriku mengangkat muka dan sambil berlinang airmata ia berseru gembira, "Engkau yang datang atas nama Tuhan. Terberkatilah rahim yang telah mengandungMu dan tetek yang telah Kau sesap."

Putriku, yang baru berumur dua belas tahun, bersimpuh di kaki Yesus dan bermain-main di dekatNya. Di ambang pintu ibu mertuaku duduk tanpa mengucapkan sepatah kata. Ia hanya menangis diam-diam dan selendangnya telah basah oleh airmata. Yesus bangun, menghampiri dia, mengangkat muka perempuan itu dan berkata kepadanya, "Engkaulah ibu anak-anak ini. Engkau menangis karena gembira dan Aku akan menyimpan air matamu dalam kenanganKu."

Sementara itu rembulan tua terbit dari kaki langit. Dan Yesus memandangi bulan itu. Kemudian Ia berpaling kepada kami, "Malam telah larut. Tidurlah kalian dan semoga Tuhan hadir dalam istirahat kalian. Aku akan tinggal dalam punjung anggur ini sampai fajar. Hari ini Aku telah menebarkan jala dan mengangkap dua manusia. Aku telah puas. Dan sekarang, selamat tidur!"

Maka ibu mertuaku berkata, "Tempat tidurMu sudah kami sediakan dalam rumah. Mari masuk dan beristirahatlah."

"Memang Aku ingin istirahat, tapi bukan di bawah naungan atap rumah. Biarkan Aku tidur malam ini di bawah lindungan tandan anggur dan bintang-bintang."

Ibu mertuaku bergegas mengeluarkan kasur, bantal dan selimut. Yesus tersenyum dan berkata, "Lihat, Aku akan tidur di atas ranjang berganda."

Kami masuk ke dalam rumah menginggalkan Dia. Putrikulah yang terakhir kali masuk. Hingga aku menutup pintu, matanya masih terpaut pada Yesus.

Demikian, untuk pertama kalinya aku mengenal Tuhan dan Guruku.

Meskipun peristiwa itu sudah bertahun-tahun lamanya, seakan baru terjadi hari ini.

(Diambil dari "Yesus Sang Anak Manusia", karya Kahlil Gibran)

<menu>



Jadilah Seperti Seekor Lebah

Struktur sosial bangsa lebah madu merupakan salah satu struktur yang paling maju dalam dunia hewan. Di tengah-tengah sarang yang merupakan kediaman dari kurang lebih 80 000 lebah, tinggallah sang ratu lebah. Tanpa ratu, koloni tersebut tidak dapat meneruskan keturunan. Tetapi 80 000 lebah tersebut tidak hanya duduk bermalas-malasan menonton ratu mereka. Setiap lebah memiliki sebuah tugas khusus yang harus diselesaikan.

Lebah pencari makan harus menghadapi berbagai bahaya dari luar saat mengumpulkan makanan. Lebah penjaga melindungi jalan masuk ke sarang dari gangguan para pengacau. Lebah pengurus bangkai bertanggung jawab mengeluarkan bangkai-bangkai dari dalam sarang. Lebah pengumpul air membawa masuk embun untuk mengatur kelembaban. Lebah penambal membuat semacam semen untuk memperbaiki sarang. Dan lebah pengipas menempatkan diri pada jalan masuk dan menyebarkan bau keluar untuk menunjukkan lokasi koloni kepada lebah-lebah yang tersesat. Lebah pengintai menjaga sarang agar tetap waspada terhadap berbagai ancaman dan bahaya dari luar. Keanekaragaman dan kekhususan tugas dari lebah-lebah pekerja seakan tak ada habisnya.

Demikian juga halnya, Tuhan telah memberikan talenta dan tugas khusus kepada semua umatNya. Tak seorang pun dipanggil hanya untuk duduk bermalas-malasan. Setiap orang dapat melakukan sesuatu. Pekerjaan yang diberikan Allah terselesaikan hanya jika kita semua mengerjakan panggilan yang Allah berikan kepada kita masing-masing.

(Diambil dari http://www.pondokrenungan.com)

<menu>
 

 
 

Kilas Balik


Suksesi 

Peristiwa suksesi merupakan peristiwa yang sangat penting bagi sebuah organisasi, baik level RT-RW maupun negara, dari level OSIS sampai PBB. Keberhasilannya menjadi parameter tingkat kedewasaan organisasi tersebut. Mengapa? Saat-saat suksesi adalah saat terjadi perubahan besar. Perubahan ini yang menjadi tantangan bagi organisasi tersebut untuk terus berlanjut atau berhenti.

Tanggal 14 Januari menjadi awal bagi Mudika KKIS untuk menjalankan suksesi. Pertemuan dihadiri oleh sekitar 40 mudikans di Conference Room St Bernadette. Tahap pertama adalah pencalonan. Mudikans diharapkan menuliskan calon-calon yang dianggap pantas untuk menjadi pengurus baru periode 2001. Pencalonan memakan waktu seminggu, di mana mudikans yang tidak sempat hadir pada hari itu masih diberi kesempatan untuk memberikan daftar nama calonnya melalui e-mail.

Hari Senin, 22 Januari 2001, Felis resmi melalui mailing list mudika mengumumkan daftar nama kandidat yang nantinya akan diolah lebih lanjut melalui approaching dan kemudian calon-calon tersebut akan muncul di pemilihan. Cukup banyak rupanya calon-calonnya (baca mailing list yee).

Terakhir, Minggu tanggal 4 Februari nanti adalah pemilihannya. Bertempat di Conference Room, St. Bernadete's Parish Center, pukul 11:00. Jangan sampai ketinggalan ya... gunakan hak pilih anda!!!




Sepucuk Surat dari Adinda kepada Kakandanya

Kakandanya adinda,
telah dengan sukses kurayakan 2 1/2 hari sincia di Singapura bersama teman-teman yang tersisa di sini. Dimulai dengan undangan makan salad dan bakso di rumah Grace Debby di hari Selasa, dilanjut ke Singapore River Hong Bao 'tuk menonton kembang api gede, ternyata kusadari orang Singapore nggak kalah "ndeso"nya ama kite-kite, tiap kali kembang api berdentum kudengar suara "woooaaahhh" mengaum di udara malam nan panas sambil kugenggam lupchong and fish ball satay di tangan.

Hari pertama Sincia kulalui dengan makan pecel, mihun goreng dan emping nan menggoyang lidah di rumah Selvia, dan kutemukan permainan baru Uno nan menegangkan di mana adindamu berhasil memecahkan rekor... paling sering merobohkan bangunan.. Kulanjutkan dengan sukses memporakporandakan apartemen kita nan tercinta dengan 20+++ mudikans yang telah dengan sukses meredam kemampuanku tuk mendendangkan lagu "My Way-lor" dan memeriahkan acara, tengkiu so much mudikans.. Tak kuduga pula kutemukan formula matematika:

sambel goreng ati + pempek nan nyam-nyam + opor ayam + bakwan jagung + miscellanous snack dimakan 20an mudikan tersisa 3 plastik besar krupuk udang + 1 plastik emping + assorted biscuit + lontong (lho kok kaga nyambung ya)

Hari kedua Sincia kulewati dengan tak kalah serunya, dimulai dengan berkelana ke East Coast yang tak kalah serunya sehingga tak kusadari kutemukan yang lain di ilmu matematika. Cobalah dikau bayangkan kalau jarak dari A ke B ditempuh mudikan dengan bersepeda dalam waktu 45 menit. Hitunglah berapa waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari B ke A dengan naik sepeda yang sama? 45 menit juga? Teeeettt salah. Jawabannya adalah 15 menit.
Kuncinya karena ilmu Kiasu telah dengan sukses diadaptasi, dan kusewa sepeda dengan harga $5 per jam, agar doku tak melayang lebih dari $5 karena time limit, harus kugeber kayuhanku, maka 5 dollar ku tak jadi melayang. Walhasil kini pantat dan kaki terasa pegel..

Acara berlanjut dengan menggonjang-ganjing dapur Mang Ferdi yang telah dengan suse paye menggapai bakso nan assoooyy dari Batam dan telah dengan sukses pula kita membuat flat matenya... dengan setia mengumpet di kamar takut keluar, he..he.. baru tahu dia...

Udah abis???? belon dhong.... Acara masih berlanjut dengan kongkow, main SMS ria dan nonton Tepe... Sedihnya... daku kecolongan foto saat baru pules ke alam mimpi, dengan suksesnya salah seorang dari pengemar daripada aku..mengambil fotoku.. Untungnya daku bukanlah satu-satunya korban dari paparazzi nan ganas ini..

Abis daripada itu sebagian dari mudikans seakan tak rela masa liburnya terampas begitu aja, sebagian masih ada nyang makan-makan, sementara daku bersama dengan beberapa perjaka mudikans lain nonton What Women Want dan Accidental Spy... dijamin lucuuu.. Perkenankanlah daku untuk menceritakan kisah daripada filem itu ke milis, biar pada nggak penasaran :)..

Kini tinggal tersisa rasa lelah dan penat di sekujur ragaku dan daku yakin yang lain pun merasakan hal yang sama.. Ahhhh untung besok adinda masih libur dari tugas kantor, sehingga bisa menikmati long weekend dengan berjemur di kolam sambil menikmati pemandangan alam nan menawan..

Begitulah sekilas perjalanan mudikans dalam melewati nuansa Gong Xi Fa Cai tanpa Mister MacDonalds and Bung Sanders..

Selanjutnya kerabat kerja redaksi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan mudikans, kepada maestro masak Ferdinand yang sukar terlukiskan kebolehannya menggocek penggorengan dengan pedang wasiat a-la Bogore, sehingga terciptalah pempek, bakwan, bakso, opor, dan sambel goreng nan aduhai rasanya... Ibu Felisia yang telah menunjukkan bakat "kepemimipinannya"... eh kebolehannya membuat 1 ember es selasih dan cincau, Grace dan Rudy dengan bakso dan saladnya, Selvia dengan pecelnya dan mudikan-mudikan semuanya yang telah turut memeriahkan acara: Joy, Elsa, Hermawan, Ningsih, Hendro, Andri, Natalia, Reza NUS, Robert, Chris, Yovita, Simon, Budi, Christopher... eh Solihin (Reza, watch out, your twin is coming), Clara, Reni, Mario, Elvina, Johan, Rocky, Ria, Merry, Stanley, Efendi dan yang lain yang kalo ada kelupaan nyebutin, tenggggkkiiiuuuuu banget deh.. Emang mudikans paling kompak dan boleh deh....

Selanjutnya redaksi kembali ke studio yang sedang mencoba untuk menghubungi rekan yang sedang berada di lokasi keramaian lain di Puncak, untuk mencoba melaporkan hasil pantauan.

Sekian dan Terima kasih

Heri


My diary:
Enjoying the festive season in S'pore with my fellow mudikans

Sunday, 24 December 2000

Rangkaian kegiatan Natal anak-anak Mudika bermula dari Malam Natal, saat sekitar 30-an dari kita ngumpul di rumah Bambang dan Fenny di Parkview Apartment, Bukit Batok Street 25. Di sana kita menikmati nasi kuning dan juga galantin hasil garapan Ferdinand. Nggak lupa kita menghabiskan waktu dengan karaoke... dengan salah satu moment yang paling top adalah melihat ekspresi Kur saat Bambang tanpa bisa ditahan lagi menyanyikan "My Way"...

...sampai tiba saatnya untuk cabut ke Church of St. Mary of The Angels yang letaknya nggak jauh dari Parkview untuk menghadiri Christmas Eve Mass di sana, yang dimulai jam 9 malam. Sebelum misa ada persembahan koor dari muda-mudi paroki setempat, yang performance-nya cukup untuk menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi bagi kita untuk bertugas koor di dua misa Natal di St. Bernadette esok harinya... :-)

Misa selesai dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit. Setelah misa, kita pulang ke rumah masing-masing, beristirahat untuk menyambut Natal esok hari... not before taking some photographs there, of course.


Monday, 25 December 2000

Rangkaian padat kegiatan di hari Natal dimulai dengan tugas koor di Misa Natal jam 10:30 di Church of St. Bernadette -- satu-satunya Christmas Mass bahasa Inggris di St. Bernadette pada hari itu... Kita memang jauh-jauh hari diundang oleh Father Patrick Goh, St. Bernadette's Head Priest, untuk bertugas di misa Natal hari itu.

Dengan penuh semangat lagu demi lagu kita nyanyikan, di bawah pimpinan Cik Kurniawan dan Yenny pada piano/organ. Sebelum misa dimulai kita membawakan "Home For Christmas", a very sweet song which becomes a dear favourite of ours, untuk menghibur umat. Tadinya kita mau ngebawain "Transeamus" juga, tapi nggak ada waktu...

Misa pun dimulai...
Untuk opening hymn kita memilih "O Come All Ye Faithful", dan "Joyful, Joyful" untuk lagu persembahan. The long yet beautiful, John Rutter's "Angels' Carol" for communion hymn, "Hark! The Herald Angels Sing" untuk thanksgiving hymn, dan "Joy To The World" sebagai lagu penutup.

Sebagai extra, kita membawakan "Jingle Bells" yang meriah, dan atas permintaan Mrs. Dorothy si koordinator liturgi St. Bernadette, akhirnya "Transeamus" kita bawakan juga. Semuanya tentu saja dalam 4 suara...

Sorenya giliran kita tugas koor di misa Natal bahasa Indonesia di tempat yang sama, jam 16:30. Lagu-lagunya pada dasarnya sama, hanya saja beberapa lagu yang ada terjemahan bahasa Indonesianya kita bawakan dalam bahasa Indonesia, seperti misalnya "Joy To The World"...

Sesudah misa, menyusul perayaan Natal bersama KKIS yang digelar di kantin gereja. Acara demi acara bergulir, diawali dengan Ferdinand yang melantunkan "It's Beginning To Look A Lot Like Christmas", lagu yang makin membuatnya ngetop soalnya dia juga ngebawain lagu ini waktu kita carolling di Suntec tanggal 16 - 17 Desember yang lalu... Lalu koor Mudika membawakan lagu favorit "Home For Christmas", dan Monique dengan suara emasnya mengalunkan "The Christmas Song". Tentu saja Cik Kurnia selalu setia mengiringi dengan keyboard. Semuanya dipandu Erni dan Monique yang bertindak sebagai MC..

Lalu tiba saatnya acara permainan yang seru, dengan beberapa regu keluarga yang terlibat. Sementara permainan yang mengandalkan keterampilan menggambar, kecepatan, kreatifitas dan kekompakan yang digawangi oleh Natalia itu berlangsung, kuartet Bambang, Paul, Ferdinand dan Andri memanfaatkan waktu yang tersedia untuk lari bersembunyi di belakang untuk buru-buru latihan untuk terakhir kalinya sebelum tampil mentas... Mereka pun kembali tepat pada waktunya untuk melantunkan "What Child Is This" dan "God Rest You Merry, Gentlemen" in a capella style....

Tentu saja urusan makan malam nggak terlupakan. Dilengkapi dengan buah anggur yang asyik, kita menyantap spaghetti, bihun, sop sosis dan sebagainya dengan nikmatnya. Setelah rame-rame membereskan ruangan kantin, kita pun pulang ke rumah masing-masing sekitar jam 8 lewat...


Saturday, 30 December 2000

Mask Party!!
Kita menikmati makan malam olahan Tante Margaretha, yang seperti biasa selalu yummy, sebelum acara dimulai. Ayam, tahu telor, cap cay, kerupuk udang...

Sekitar jam 19:30 kita-kita sudah siap dengan topeng masing-masing. Sesosok mahluk super sangar dengan jubah hitam dan topeng the beast yang menutupi seluruh kepalanya, lengkap dengan tanduknya, membuat kita semua terperangah... Kita pun berpasang-pasangan memasuki Main Hall untuk membuka seluruh rangkaian acara dengan polonaise.

Beraneka topeng pun bertebaran... dari Ningsih dengan Doraemon-nya, Ping Ping dan Djoni dengan kostum gaya tentara Romawi, Heru sang DJ dengan Darth Vader-nya, Eveline dengan mahkota bunganya, Philip Spiderman, Heri Pumpkin, Fenny The Pooh, Christian The Lion, dan masih banyak lagi...

Acaranya pun macem-macem, dengan Reza dan Lily sebagai emcees. Kontes tebak judul film pakai peragaan gerak dan lagak (untung aja di daftar film yang mesti ditebak nggak ada Basic Instinct...), yang menampilkan Beautiful Stranger, The Matrix, Chicken Rice War, Toy Story, and so on, yang dengan kocak diperagakan oleh Heri, Erni, Kur, Philip, Si Sangar, dan lain-lain. Diselingi dengan gerak dan lagu oleh Yovita cs. yang datang dari Jakarta.

Sampai ke acara berbalas pantun, yang buntut-buntutnya memicu para mudikans untuk berkreasi melontarkan pantun demi pantun di mailing list di hari-hari ke depan (liat aja buktinya di bagian bawah e-bulletin ini)... Tak ketinggalan acara tukar kado yang digelar dengan cara yang lain dari biasanya: setiap kado yang udah dibungkus kertas koran itu ditulisi dengan warna baju yang dipakai si pemilik kado dan juga huruf kedua dari nama sang pemilik, kemudian diedar-edarkan ke kiri dan ke kanan, berganti-ganti arah sesuai dengan gerakan joget dua emcee kita...

Pada pemilihan topeng dan kostum terbaik, duet tentara Romawi kita (ermm.. itu kostum tentara Romawi atau dinosaurus ya?? not too sure about that) menempati runner-up untuk kategori cowok dan cewek. Sementara juara satu cewek diraih Eveline, dan juara cowoknya, unanimously, si sosok sangar berjubah hitam dan bertopeng seram mirip devil itu...

Acara pun ditutup dengan doa dan beres-beres ruangan, dan jam 10 lewat kita pun bubaran. Oh yah, seperti biasa di semua acara Mudika, formal maupun informal, foto-foto pun nggak ketinggalan...


Sunday, 31 December 2000

Kali ini sekitar 30-an mudikans mengacak-ngacak rumah Philip yang tempatnya sama seperti rumah Bambang dan Fenny, yaitu di Parkview Apartment di Bukit Batok. Rumah Philip pun meledak dengan macam-macam aktifitas, dari main boardgame perang-perangan, karaoke, sampai kartu... selain tentu saja makanan yang asyik berat seperti gado-gado dan otak-otak.

Selesai dari sana, sebagian mengikuti New Year Eve Mass di Church of St. Mary of The Angels, dan sebagian lagi cabut ke Suntec dan Boat Quay untuk menghabiskan pergantian milenium di sana...


Monday, 1 January 2001

Yeah. Inilah pertama kalinya koor Mudika KKIS mentas di public open space macam Orchard! Tepatnya, kita berpartisipasi di event yang diselenggarakan oleh The Archdiocese of Singapore's Commission for the Pastoral Care of Migrants and Itinerant People.

Diperkuat 30-an mudikans, kita sempat mampir dulu di St. Bernadette untuk latihan terakhir kalinya sebelum cabut naik bis ke Orchard. Dan jam 7 kurang pun kita sampai di pohon Natal raksasa di samping Orchard MRT, tempat kita dan banyak performers lain dari berbagai bangsa bakal manggung...

Setelah tiga dance performances dari Sri Lankan group, giliran kita untuk mentas... Kita membawakan Bengawan Solo, Many Gifts One Spirit, and the all-time favourite, Ondel Ondel, dengan Sienny bertindak sebagai spokeswoman kita.

Setelah mentas sebagian besar dari kita pun makan bareng di Scotts Road sebelum pulang ke rumah masing-masing, menyambut hari esok yang sudah mulai penuh dengan kesibukan...
Oh how we hate January 2nd...

(andri)


<menu>

 
 
 
Jangan Lupa:

Jangan lupa..... Dateng ke Pemilu Mudika...Gunakan suaramu.... (sebelum bisu :-))

Jangan lupa..... Minggu Tanggal 11 Februari adalah hari Ulang Tahun KKIS.
Ikuti misa akbarnya..... OK?

Jangan lupa......... Legio Maria
Jam 11:00 tiap minggu ke-2 dan ke-4
Jam 15:00 tiap minggu ke-1, 3 dan 5
Tempat: Classroom 4, Parish Centre Level 3, Church of St. Bernadette.
Selengkapnya hubungi Sunny <[email protected]>

Jangan lupa............................ Mudika ada pendalaman iman.
Tiap hari Minggu ke-1, 3 dan ke-5 setiap bulan. Tempatnya di Gereja St. Bernadette, jam 11:00. Selengkapnya hubungi Kurniawan <[email protected]>
(Sie Rohani)

Jangan Lupa ....................... tiap hari Jumat ada koor.
Tempatnya di Choir Room, Gereja St. Bernadette, jamnya 19:30.
Kalo bingung, bisa nanya Reni <[email protected]>
(Sie Koor)

Jangan Lupa ........................ olahraga biar badan tetap fit dan sehat.
Ada tennis tiap Sabtu ke-2 dan 4, jam 17:00 - 20:00.
Ada badminton tiap Minggu ke-1, 3 dan 5 jam 15:00.
Ada basket tiap Sabtu ke-1, 3 dan 5 jam 08:00.
jangan lupa juga hubungi Heri <[email protected]>
biar nggak tersesat. dan ketinggalan bus. 
(Sie OR )

Jangan Lupa .......................... mudika selalu asyik kegiatannya.
Termasuk yang udah lewat, mau tau ????
Klik aja di sini...
 

<menu>

 

 

Serba-serbi


Ini adalah kompilasi pantun-pantun karya mudikans yang dikirim ke mailing list dari penghujung tahun 2000 dan awal tahun 2001....... selamat menikmati!


    Sebelon berangkat kerja, MAKAN pagi
    Malam-malam enak MAKAN kare
    MAKANya Kur, jadi ketua lagi
    MAKAN-MAKAN kita rayakan, HORE!!!!
    (Heri, gak suka makan kecuali gratisan.....same dongg)


    Buah duku bentuknya bulat
    Heri lucu kayak Srimulat
    (Andri, nge-fans ama srimulat)


    rame rame join mudika
    banyak temen banyak bakwan eh kawan..
    mo nonton sama Eka
    mo difoto sama kurniawan!!
    (Eve pengen nonton dan difoto)


    anak bebek induknya ayam betina
    langsung berenang waktu melihat dunia
    jangan takut berkoek dalam pantun ceria
    tidak ada kalah menang kita semua ikut tertawa
    (Hariyanto...pengen ketawa gara-gara 'pantun'nya Heru)


    Kalo untuk main badminton,
    Pak Bambang adalah jagonya,
    kalo untuk makan makan,
    Kayaknya semua anak mudika juga jago !

    Kagak masuk ke dalam pantun,
    tetep adja dipaksa juga,
    anak mudika senang berpantun,
    Udah bosen same model biase
    (Heru lagi belajar bikin pantun)


    Hatiku riang dan senang
    selalu berdendang merdu
    Mudika memang selalu senang
    Tak pernah ada yang sendu

    Kalau lapar boleh kita makan kue
    Awas mabuk kalau minum sake
    Mudika memang selalu oke
    tak pernah lupa karaoke
    (Selvia lagi seneng karena rumahnya habis dijarah mudikan pas sinciaan...lho???)


    Kalo menyelam, jangan di kali
    Airnya kotor, banyak berbuih
    Kapal Selam, digoreng kering
    Isinya telor, rasanya gurih

    Palinglah enak tahu Sumedang
    Kalo asinan tentunya dari Bogor
    Rame-rame kami berdendang
    Sambil nikmatin lontong opor

    Opor ayam dimakan pake lontong
    Bisa juge disantap ama satay
    Ini benaran bukannya nyombong
    Mudika KKIS emang mantap dan okay
    (Heri juga lagi seneng habis makan lontong opor dan pempeknya Ferdi)


    Awas musang di semak-semak
    Lebih licik dari serigala
    Main tenis membakar lemak
    Tidak keluar biaya pula

    Di semak-semak banyak ceri
    Makasih banyak kang Heri...
    (Andri lagi ngajakin maen tenis..... calon kuat Sie OR ???)


    Pulang dari mudik membawa oleh-oleh
    Jangan lupa dibagi ke kawan-kawan
    Kerja boleh, studi juga boleh
    Tapi basket jangan sampai ketinggalan
    (Hermawan tak mau ketinggalan dengan basketnya.... ini calon kuat juga ?)


    Grace Debby, Felisia Miranti
    Selvia, Ferdinand Purwadi
    Gimana kalo nanti masak babi
    Di bikin sate pasti enak sekali
    ('ndro abis kesengsem ama sate babi masakan tante Margaretha)


    minum kopi, setelah nonton
    ngelihat none, pake baju kotak-kotak
    mo ngingetin lagi, entar ade badminton
    tapi sebelonnye, bakalan makan otak-otak..

    makan keripik kentang, ampe bibir kering
    beli di kantin, minuman pepsi
    jangan lupa datang, ke bible sharing
    acara rutin, dari seksi rohani

    Bahan mesiu, didapet dari Berlin
    Buah pepaye, diimpor dari Phuket
    ane ucapin tengkiu, buat non Evelyn
    yang udah susah paye', ngedapetin tiket
    (Nyang ini Sie OR beneran.... yang katanya mo pensiun, mo pindah jabatan)


    makan soto, pake bakwan
    mo di foto, deketin kurniawan!
    (Eve, lagi mo nyalo tiket..sekalian pengen foto)


    nonton film syurr, sambil ngumpet-ngumpet
    musti make sure, tuh kamera kaga macet

    Buah duku, bikin batuk
    Udah dulu, ane ngantuk...
    (lagi-lagi Heri...)


    nonton di orchard, same same
    sekali diphoto, rame rame
    siapa tahu kur bawa makanan ke cineplex
    kita dukung rame rame
    (Ningsih, pengemar berat makanannya Kur)


    makan bakso malang di pinggir kali
    gua ngejunk, aduh asyik sekali

    ada virus navidad, makanya elo hati-hati!
    sebelum kiamat, kapan makan2 dan foto2 lageee..?
    ('ndro, lagi sirik karena gak ikutan foto-foto pas natalan)


    pulang indo makan bakso malang
    makanya hendro, cepetan pulang....yeeee

    ada udang di balik batu,
    ntar nonton bawa camera lu gaaaaaak........
    (Eve, lagi kangen ama 'ndro....ah masa??)


    makan baso malang aduh asyik sekali
    hendro ngejunk di pinggir kali

    Ada virus navidad, makanya elo makan hati!
    Kapan-kapan sebelom kiamat, foto2 lageee..?
    (Kur, suka ngintip orang ngejunk di pinggir kali......)


    The sky is cloudy
    Rain is all over the place
    Happy birthday Budy
    Happy birthday Grace

    Please rest assured, honey
    I'm in no way a playboy
    Happy belated birthday Yenny
    Happy belated birthday Joy...
    (Andri, lagi pengen ditraktir ama yang ulang tahun)


    Even though the sky is cloudy
    and rain is all over the place
    Tonite we're having dinner together, arent we, Budy?
    And what time will we meet up, Grace?
    (Nah....Cik Kur ini rupanya lebih terang-terangan)


<menu>

 


Yang Segera Tambah Umur
 

1-Feb Andre Tah Wei
2-Feb Reza Samakoen
2-Feb Farius Tjioesman
6-Feb Yolanda Tarunai
7-Feb Daniel Adinugroho
7-Feb Karin Zulkarnaen
10-Feb Solihin Jinata
10-Feb Johan Kustedja
10-Feb Susiana
12-Feb Reiny
12-Feb David Buntoro
12-Feb Finna Hendrani
13-Feb Yovitha Poppy
13-Feb Indriawati Gunadi
17-Feb Eka Adimulya
18-Feb Mimi
23-Feb Sugianto Ely
23-Feb L A Reni
23-Feb Sakaria Viramic
23-Feb Yanto
23-Feb Marijanto
24-Feb Maria Elizabeth Sulistio
25-Feb Felix Surjadjaja
25-Feb Arie Putra
26-Feb Hendrijanto


<menu>




Any question and suggestion??
E-mail [email protected]

Back to Bulletin Index
Back to Main Page
 

©Mudika-KKIS 1998-2001. All rights reserved.


Hosted by www.Geocities.ws

1