Kilas
Balik
Suksesi
Peristiwa suksesi merupakan peristiwa yang sangat penting bagi sebuah
organisasi, baik level RT-RW maupun negara, dari level OSIS sampai
PBB. Keberhasilannya menjadi parameter tingkat kedewasaan organisasi tersebut.
Mengapa? Saat-saat suksesi adalah saat terjadi perubahan besar.
Perubahan ini yang menjadi tantangan bagi organisasi tersebut untuk terus
berlanjut atau berhenti.
Tanggal 14 Januari menjadi awal bagi Mudika KKIS untuk menjalankan suksesi.
Pertemuan dihadiri oleh sekitar 40 mudikans di Conference Room St Bernadette.
Tahap pertama adalah pencalonan. Mudikans diharapkan menuliskan calon-calon
yang dianggap pantas untuk menjadi pengurus baru periode 2001. Pencalonan
memakan waktu seminggu, di mana mudikans yang tidak sempat hadir pada hari
itu masih diberi kesempatan untuk memberikan daftar nama calonnya melalui
e-mail.
Hari Senin, 22 Januari 2001, Felis resmi melalui mailing list
mudika mengumumkan daftar nama kandidat yang nantinya akan diolah lebih
lanjut melalui approaching dan kemudian calon-calon tersebut akan muncul
di pemilihan. Cukup banyak rupanya calon-calonnya (baca mailing list yee).
Terakhir, Minggu tanggal 4 Februari nanti adalah pemilihannya.
Bertempat di Conference Room, St. Bernadete's Parish Center, pukul 11:00.
Jangan sampai ketinggalan ya... gunakan hak pilih anda!!!
Sepucuk Surat dari Adinda kepada Kakandanya
Kakandanya adinda,
telah dengan sukses kurayakan 2 1/2 hari sincia di Singapura bersama
teman-teman yang tersisa di sini. Dimulai dengan undangan makan salad dan
bakso di rumah Grace Debby di hari Selasa, dilanjut ke Singapore River
Hong Bao 'tuk menonton kembang api gede, ternyata kusadari orang Singapore
nggak kalah "ndeso"nya ama kite-kite, tiap kali kembang api berdentum kudengar
suara "woooaaahhh" mengaum di udara malam nan panas sambil kugenggam lupchong
and fish ball satay di tangan.
Hari pertama Sincia kulalui dengan makan pecel, mihun goreng dan emping
nan menggoyang lidah di rumah Selvia, dan kutemukan permainan baru Uno
nan menegangkan di mana adindamu berhasil memecahkan rekor... paling sering
merobohkan bangunan.. Kulanjutkan dengan sukses memporakporandakan apartemen
kita nan tercinta dengan 20+++ mudikans yang telah dengan sukses meredam
kemampuanku tuk mendendangkan lagu "My Way-lor" dan memeriahkan acara,
tengkiu so much mudikans.. Tak kuduga pula kutemukan formula matematika:
sambel goreng ati + pempek nan nyam-nyam + opor ayam + bakwan jagung +
miscellanous snack dimakan 20an mudikan tersisa 3 plastik besar krupuk
udang + 1 plastik emping + assorted biscuit + lontong (lho kok kaga nyambung
ya)
Hari kedua Sincia kulewati dengan tak kalah serunya, dimulai dengan
berkelana ke East Coast yang tak kalah serunya sehingga tak kusadari kutemukan
yang lain di ilmu matematika. Cobalah dikau bayangkan kalau jarak dari
A ke B ditempuh mudikan dengan bersepeda dalam waktu 45 menit.
Hitunglah berapa waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari B
ke A dengan naik sepeda yang sama? 45 menit juga? Teeeettt salah. Jawabannya
adalah 15 menit.
Kuncinya karena ilmu Kiasu telah dengan sukses diadaptasi, dan kusewa
sepeda dengan harga $5 per jam, agar doku tak melayang lebih dari $5 karena
time limit, harus kugeber kayuhanku, maka 5 dollar ku tak jadi melayang.
Walhasil kini pantat dan kaki terasa pegel..
Acara berlanjut dengan menggonjang-ganjing dapur Mang Ferdi yang telah
dengan suse paye menggapai bakso nan assoooyy dari Batam dan telah dengan
sukses pula kita membuat flat matenya... dengan setia mengumpet di kamar
takut keluar, he..he.. baru tahu dia...
Udah abis???? belon dhong.... Acara masih berlanjut dengan kongkow,
main SMS ria dan nonton Tepe... Sedihnya... daku kecolongan foto saat baru
pules ke alam mimpi, dengan suksesnya salah seorang dari pengemar daripada
aku..mengambil fotoku.. Untungnya daku bukanlah satu-satunya korban dari
paparazzi nan ganas ini..
Abis daripada itu sebagian dari mudikans seakan tak rela masa liburnya
terampas begitu aja, sebagian masih ada nyang makan-makan, sementara daku
bersama dengan beberapa perjaka mudikans lain nonton What Women Want dan
Accidental Spy... dijamin lucuuu.. Perkenankanlah daku untuk menceritakan
kisah daripada filem itu ke milis, biar pada nggak penasaran :)..
Kini tinggal tersisa rasa lelah dan penat di sekujur ragaku dan daku
yakin yang lain pun merasakan hal yang sama.. Ahhhh untung besok adinda
masih libur dari tugas kantor, sehingga bisa menikmati long weekend dengan
berjemur di kolam sambil menikmati pemandangan alam nan menawan..
Begitulah sekilas perjalanan mudikans dalam melewati nuansa Gong Xi
Fa Cai tanpa Mister MacDonalds and Bung Sanders..
Selanjutnya kerabat kerja redaksi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya
kepada rekan-rekan mudikans, kepada maestro masak Ferdinand yang sukar
terlukiskan kebolehannya menggocek penggorengan dengan pedang wasiat a-la
Bogore, sehingga terciptalah pempek, bakwan, bakso, opor, dan sambel goreng
nan aduhai rasanya... Ibu Felisia yang telah menunjukkan bakat "kepemimipinannya"...
eh kebolehannya membuat 1 ember es selasih dan cincau, Grace dan Rudy dengan
bakso dan saladnya, Selvia dengan pecelnya dan mudikan-mudikan semuanya
yang telah turut memeriahkan acara: Joy, Elsa, Hermawan, Ningsih, Hendro,
Andri, Natalia, Reza NUS, Robert, Chris,
Yovita, Simon, Budi, Christopher... eh Solihin (Reza, watch out, your twin
is coming), Clara, Reni, Mario, Elvina, Johan, Rocky, Ria, Merry, Stanley,
Efendi dan yang lain yang kalo ada kelupaan nyebutin, tenggggkkiiiuuuuu
banget deh.. Emang mudikans paling kompak dan boleh deh....
Selanjutnya redaksi kembali ke studio yang sedang mencoba untuk menghubungi
rekan yang sedang berada di lokasi keramaian lain di Puncak, untuk mencoba
melaporkan hasil pantauan.
Sekian dan Terima kasih
Heri
My diary:
Enjoying the festive season in S'pore with my fellow mudikans
Sunday, 24 December 2000
Rangkaian kegiatan Natal anak-anak Mudika bermula dari Malam Natal, saat
sekitar 30-an dari kita ngumpul di rumah Bambang dan Fenny di Parkview
Apartment, Bukit Batok Street 25. Di sana kita menikmati nasi kuning
dan juga galantin hasil garapan Ferdinand. Nggak lupa kita menghabiskan
waktu dengan karaoke... dengan salah satu moment yang paling top adalah
melihat ekspresi Kur saat Bambang tanpa bisa ditahan lagi menyanyikan
"My Way"...
...sampai tiba saatnya untuk cabut ke Church of St. Mary of The Angels yang
letaknya nggak jauh dari Parkview untuk menghadiri Christmas Eve Mass di
sana, yang dimulai jam 9 malam. Sebelum misa ada persembahan koor dari
muda-mudi paroki setempat, yang performance-nya cukup untuk menimbulkan
rasa percaya diri yang tinggi bagi kita untuk bertugas koor di dua misa
Natal di St. Bernadette esok harinya... :-)
Misa selesai dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit. Setelah misa, kita pulang
ke rumah masing-masing, beristirahat untuk menyambut Natal esok hari...
not before taking some photographs there, of course.
Monday, 25 December 2000
Rangkaian padat kegiatan di hari Natal dimulai dengan tugas koor di Misa
Natal jam 10:30 di Church of St. Bernadette -- satu-satunya Christmas Mass
bahasa Inggris di St. Bernadette pada hari itu... Kita memang jauh-jauh hari
diundang oleh Father Patrick Goh, St. Bernadette's Head Priest, untuk bertugas
di misa Natal hari itu.
Dengan penuh semangat lagu demi lagu kita nyanyikan, di bawah pimpinan
Cik Kurniawan dan Yenny pada piano/organ. Sebelum misa
dimulai kita membawakan "Home For Christmas", a very sweet song which
becomes a dear favourite of ours, untuk menghibur umat. Tadinya kita mau
ngebawain "Transeamus" juga, tapi nggak ada waktu...
Misa pun dimulai...
Untuk opening hymn kita memilih "O Come All Ye Faithful", dan "Joyful,
Joyful" untuk lagu persembahan. The long yet beautiful, John Rutter's
"Angels' Carol" for communion hymn, "Hark! The Herald Angels Sing"
untuk thanksgiving hymn, dan "Joy To The World" sebagai lagu penutup.
Sebagai extra, kita membawakan "Jingle Bells" yang meriah, dan atas
permintaan Mrs. Dorothy si koordinator liturgi St. Bernadette, akhirnya
"Transeamus" kita bawakan juga. Semuanya tentu saja dalam 4 suara...
Sorenya giliran kita tugas koor di misa Natal bahasa Indonesia di tempat
yang sama, jam 16:30. Lagu-lagunya pada dasarnya sama, hanya saja beberapa
lagu yang ada terjemahan bahasa Indonesianya kita bawakan dalam bahasa
Indonesia, seperti misalnya "Joy To The World"...
Sesudah misa, menyusul perayaan Natal bersama KKIS yang digelar di kantin
gereja. Acara demi acara bergulir, diawali dengan Ferdinand yang
melantunkan "It's Beginning To Look A Lot Like Christmas", lagu yang makin
membuatnya ngetop soalnya dia juga ngebawain lagu ini waktu kita carolling
di Suntec tanggal 16 - 17 Desember yang lalu...
Lalu koor Mudika membawakan lagu favorit "Home For Christmas", dan
Monique dengan suara emasnya mengalunkan "The Christmas Song". Tentu saja
Cik Kurnia selalu setia mengiringi dengan keyboard. Semuanya dipandu Erni
dan Monique yang bertindak sebagai MC..
Lalu tiba saatnya acara permainan yang seru, dengan beberapa regu keluarga
yang terlibat. Sementara permainan yang mengandalkan keterampilan
menggambar, kecepatan, kreatifitas dan kekompakan yang digawangi oleh
Natalia itu berlangsung, kuartet Bambang, Paul, Ferdinand dan Andri
memanfaatkan waktu yang tersedia untuk lari bersembunyi di belakang untuk
buru-buru latihan untuk terakhir kalinya sebelum tampil mentas...
Mereka pun kembali tepat pada waktunya untuk melantunkan "What Child Is
This" dan "God Rest You Merry, Gentlemen" in a capella style....
Tentu saja urusan makan malam nggak terlupakan. Dilengkapi dengan buah
anggur yang asyik, kita menyantap spaghetti, bihun, sop sosis dan
sebagainya dengan nikmatnya. Setelah rame-rame membereskan ruangan kantin,
kita pun pulang ke rumah masing-masing sekitar jam 8 lewat...
Saturday, 30 December 2000
Mask Party!!
Kita menikmati makan malam olahan Tante Margaretha, yang seperti biasa
selalu yummy, sebelum acara dimulai. Ayam, tahu telor, cap cay, kerupuk
udang...
Sekitar jam 19:30 kita-kita sudah siap dengan topeng masing-masing.
Sesosok mahluk super sangar dengan jubah hitam dan topeng the beast
yang menutupi seluruh kepalanya, lengkap dengan tanduknya, membuat kita
semua terperangah... Kita pun berpasang-pasangan memasuki Main Hall untuk
membuka seluruh rangkaian acara dengan polonaise.
Beraneka topeng pun bertebaran... dari Ningsih dengan Doraemon-nya, Ping
Ping dan Djoni dengan kostum gaya tentara Romawi, Heru sang DJ
dengan Darth Vader-nya, Eveline dengan mahkota bunganya, Philip Spiderman,
Heri Pumpkin, Fenny The Pooh, Christian The Lion, dan masih banyak lagi...
Acaranya pun macem-macem, dengan Reza dan Lily sebagai emcees. Kontes
tebak judul film pakai peragaan gerak dan lagak (untung aja di daftar film
yang mesti ditebak nggak ada Basic Instinct...), yang menampilkan Beautiful
Stranger, The Matrix, Chicken Rice War, Toy Story, and so on, yang
dengan kocak diperagakan oleh Heri, Erni, Kur, Philip, Si Sangar, dan
lain-lain. Diselingi dengan gerak dan lagu oleh Yovita cs. yang datang dari
Jakarta.
Sampai ke acara berbalas pantun, yang buntut-buntutnya memicu para mudikans
untuk berkreasi melontarkan pantun demi pantun di mailing list di hari-hari
ke depan (liat aja buktinya di bagian bawah e-bulletin ini)...
Tak ketinggalan acara tukar kado yang digelar dengan cara yang
lain dari biasanya: setiap kado yang udah dibungkus kertas koran itu
ditulisi dengan warna baju yang dipakai si pemilik kado dan juga huruf
kedua dari nama sang pemilik, kemudian diedar-edarkan ke kiri dan ke kanan,
berganti-ganti arah sesuai dengan gerakan joget dua emcee kita...
Pada pemilihan topeng dan kostum terbaik, duet tentara Romawi kita (ermm.. itu
kostum tentara Romawi atau dinosaurus ya?? not too sure about that) menempati
runner-up untuk kategori cowok dan cewek. Sementara juara satu cewek diraih
Eveline, dan juara cowoknya, unanimously, si sosok sangar berjubah hitam dan
bertopeng seram mirip devil itu...
Acara pun ditutup dengan doa dan beres-beres ruangan, dan jam 10 lewat kita
pun bubaran. Oh yah, seperti biasa di semua acara Mudika, formal maupun
informal, foto-foto pun nggak ketinggalan...
Sunday, 31 December 2000
Kali ini sekitar 30-an mudikans mengacak-ngacak rumah Philip yang tempatnya
sama seperti rumah Bambang dan Fenny, yaitu di Parkview Apartment
di Bukit Batok. Rumah Philip pun meledak dengan macam-macam aktifitas,
dari main boardgame perang-perangan, karaoke, sampai kartu... selain tentu
saja makanan yang asyik berat seperti gado-gado dan otak-otak.
Selesai dari sana, sebagian mengikuti New Year Eve Mass di Church of St.
Mary of The Angels, dan sebagian lagi cabut ke Suntec dan Boat Quay untuk
menghabiskan pergantian milenium di sana...
Monday, 1 January 2001
Yeah. Inilah pertama kalinya koor Mudika KKIS mentas di public open space
macam Orchard! Tepatnya, kita berpartisipasi di event yang diselenggarakan
oleh The Archdiocese of Singapore's Commission for the Pastoral Care of
Migrants and Itinerant People.
Diperkuat 30-an mudikans, kita sempat mampir dulu di St. Bernadette untuk
latihan terakhir kalinya sebelum cabut naik bis ke Orchard.
Dan jam 7 kurang pun kita sampai di pohon Natal raksasa di samping Orchard
MRT, tempat kita dan banyak performers lain dari berbagai bangsa bakal
manggung...
Setelah tiga dance performances dari Sri Lankan group, giliran kita untuk
mentas... Kita membawakan Bengawan Solo, Many Gifts One Spirit, and the
all-time favourite, Ondel Ondel, dengan Sienny bertindak sebagai spokeswoman
kita.
Setelah mentas sebagian besar dari kita pun makan bareng di Scotts Road
sebelum pulang ke rumah masing-masing, menyambut hari esok yang sudah mulai
penuh dengan kesibukan... Oh how we hate January 2nd...
(andri)
<menu> |