Utama
Grace Debby:
Belajar Terus
�Pokoknya Pe De�� ungkapan khas seorang gadis bersuara alto dengan
senyum dan wajah cerianya. Grace Debby Suhaedy, nama lengkapnya,
bekerja sebagai Web Designer di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
investment.
Sore ini, di tengah lalu lalang penghuni S�pore, aku berdiri dan menanti
temanku itu. Tak lama kemudian muncullah doi dari tangga eskalator dengan
stelan krem dan celana kain coklat membawa tas tangan hitam. Seperti biasa,
senyumnya tak lupa dimunculkan.
�Sudah berapa lama?� tanyanya yang kujawab dengan iseng bahwa
aku sudah menantinya sejak kemarin. Hahaha�.. memang kami sudah biasa bercanda
ria, kadangkala juga saling menyela. Selama satu tahun lebih aku telah
mengenalnya dan kami sering bersama-sama dalam kegiatan-kegiatan Mudika
KKIS.
Kami berjalan keluar Rafles Place MRT Station menuju Lau Pa Sat untuk
makan malam. Perbincangan demi perbincangan mengalir dengan asiknya. Grace
memang enak untuk diajak ngobrol. Penggemar Steamed Chicken Rice dan segala
macam sup ini bercerita banyak hal tentang dunia kerja. Maklum, baru beberapa
bulan bekerja pasti banyak pengalaman yang berkesan. Bekerja itu berbeda
dengan sekolah, begitu katanya. Dunia kerja lebih enak, di sini ada berbagai
hal yang bisa dipelajari: ketemu teman baru, berhubungan dengan banyak
orang, lingkungan profesional, dsb.
�Dulu ketika gua di NTU, rasanya stress sekali. Berr..rat� Grace
mengawali ceritanya. �Pokoknya gua nggak mau riset lagi. Kerjaan nggak
jelas, trus banyak banget, pokoknya males deh. Itu bukan dunia gua kali
ya.�
Memang, berpindah �haluan� bukanlah hal yang mudah. Grace yang dulu
lulus dari Teknik Sipil UI melanjutkan studi dengan beasiswa master by
research di School of Civil and Structural Engineering, NTU. Meski dengan
jurusan yang sama, dunia risetnya adalah sesuatu yang berhubungan dengan
teknologi informasi. �Jadi sama sekali baru� lanjutnya, �Dulu
sering ngantuk-ngantuk kalo kerja (riset, red), nggak jelas sih�
Sekarang gimana?
�Sekarang apa yang gua lakukan itu jelas. Kalo loe kerja ya, loe
bakal tau apa yang mau loe lakukan� jawabnya. �Jadi semangat nih
hidup gue�
Ketika dulu mau lulus dari NTU dan lagi �hobi-hobi�nya ngelamar kerja,
si Ahli Masak Mudika ini pernah diterima di suatu perusahaan supplier.
Namun entah mengapa penerimaan itu tidak jadi sehingga membuatnya 'down'
selama seminggu. Tampaknya berkat Tuhan senantiasa berlimpah, buktinya
Grace akhirnya diterima di perusahaan yang sekarang ini. Diputuskannya
juga untuk terus menggeluti bidangnya sekarang ini yang notabene tidak
berhubungan dengan Teknik Sipil.
Di tempat kerjanya yang baru, Grace belajar Cold Fusion dan database
programming. Selama 2 bulan ini dia juga menilai kolega-koleganya se-kantor
yang sudah punya pengalaman 2 atau 3 tahun. �Dan ternyata gue juga nggak
jauh ketinggalan dibanding mereka� katanya bangga sambil menikmati
Chicken Rice.
Tampaknya ini yang memacu Grace untuk senantiasa belajar. Prinsipnya:
�Belajar terus�. Menurutnya kalau kita belajar terus menerus,
lama-lama kita akan ahli. Grace juga pengen belajar hal-hal yang lain,
belajar finance contohnya, kalo ada kesempatan kenapa enggak?
Dalam hal bahasa, si Rambut Pendek Seleher ini mengaku punya kesulitan.
Tetapi seperti prinsipnya tadi, dia memaksakan diri untuk bisa belajar
bahasa, khususnya English. Dari berbagai pengalaman, kalau tidak dipaksa
dia nggak bakalan bisa. Maka sekarang Grace mengusahakan dirinya untuk
banyak membaca dan �listening�. Setiap ada kesempatan untuk melakukan itu,
dia akan melakukannya. Lingkungan sekitar sangat mempengaruhi dalam proses
belajarnya ini. Banyak sekali kemajuan-kemajuan yang sudah diperolehnya.
Kalo dulu punya kesulitan mendengarkan Channel News Asia, sekarang sudah
tidak lagi. Tampaknya prinsip belajar terus yang diterapkannya telah
membuahkan hasil.
S
ejak kelas 3 SMP, Grace Debby sudah bergabung dengan Legio Maria.
Legio semakin membuatnya rajin berdoa. Dan di dalam berdoa, Tuhan senantiasa
dekat dengannya. �Semakin kita rajin berdoa, semangat hidup kita meningkat.�
Tidak heran bahwa Grace Debby sekarang menjabat sebagai salah seorang perwira
Legio Maria Bunda Rahmat Ilahi KKIS. Di dalam Legio juga, kepekaan sosial
semakin meningkat : Melalui sharing teman-teman tiap minggu dan melalui
kunjungan-kunjungan yang dilakukan.
Pernah dulu Grace meninggalkan Legio. Waktu itu dikarenakan kepindahan
rumahnya di Jakarta. Dalam perjalanan seterusnya, dia semakin jarang berdoa
dan tidak begitu bersemangat ke gereja. Puji Tuhan, sekarang tidak lagi,
itu juga dikarenakan adanya Legio Maria di sini. Grace semakin menghayati
makna Ekaristi, terutama sekali saat menyambut Tubuh Kristus dalam komuni.
�Rajin berdoa� itulah kunci yang selalu ditekankannya.
Gadis kelahiran Medan ini mengaku tidak begitu suka jalan-jalan. Kalaupun
jalan-jalan, palingan itu untuk sekedar berhaha-hihi sebentar, bersosialisasi
dengan teman-teman. Selalu berusaha untuk mencintai orang lain dan �tersenyum�
adalah resep hidupnya.
�Gue itu orangnya ekspresif dan sensitif� akunya. �Kalau lagi
ceria, bisa ngakaknya minta ampun. Tapi kalo sedih, ya nangis. Bahkan kalau
lihat film yang sedihnya sedikit aja, gue bisa nangis. Trus kalau lihat
orang sedih, gue bisa lebih sedih lho dari orang itu. Pokoknya gitu deh�
Itulah Grace Debby. Sosok berbintang Aquarius, lahir 30 Januari 1974,
yang punya kemampuan untuk me-manage orang dan dulu pernah punya cita-cita
menjadi guru, masih berjalan menelusuri masa-masa mudanya. Belajar dan
Belajar. Tak lupa berdoa dengan semangat hidup yang senantiasa menyala.
Percakapan dan makan malam kami diakhiri dengan perpisahan di Raffles
Place MRT station. Malam ini, Grace melanjutkan perjalanan ke Mount Elizabeth
Hospital menjenguk seorang teman yang baru saja melahirkan. Sakit batuk
yang belum sembuh benar tidak menjadi halangan baginya menjalankan tugas
Legio. Salut Grace! (rwa)
<menu>
A Simple Story from Cyberspace :
Wanna Push A Mountain?
A man was sleeping at night in his cabin when suddenly his room filled
with light, and the Savior appeared. The Lord told the man he had work
for him to do, and showed him a large rock in front of his cabin.
The Lord explained that the man was to push against the rock with all
his might.
This the man did, day after day. For many years he toiled from sun up
to sun down, his shoulders set squarely against the cold, massive surface
of the unmoving rock, pushing with all his might. Each night the man returned
to his cabin sore, and worn out, feeling that his whole day had been spent
in vain.
Since the man was showing signs of discouragement, the Adversary decided
to enter the picture by placing thoughts into the man's weary mind: "You
have been pushing against that rock for a long time, and it hasn't budged.
Why kill yourself over this? You are never going to move it." Thus, giving
the man the impression that the task was impossible and that he was a failure.
These thoughts discouraged and disheartened the man.
"Why kill myself over this?" he thought. "I'll just put in my time,
giving just the minimum effort; and that will be good enough." And that
is what he planned to do, until one day he decided to make it a matter
of prayer and take his troubled thoughts to the Lord.
"Lord," he said, "I have labored long and hard in your service, putting
all my strength to do that which you have asked. Yet, after all this time,
I have not even budged that rock by half a millimeter."
"What is wrong? Why am I failing?"
The Lord responded compassionately, "My friend, when I asked you to
serve me and you accepted, I told you that your task was to push against
the rock with all your strength, which you have done. Never once did I
mention to you that I expected you to move it. Your task was to push. And
now you come to me with your strength spent, thinking that you have failed.
But is that really so? Look at yourself. Your arms are strong and muscled,
your back is sinewy and brown, your hands are calloused from constant pressure,
and your legs have become massive and hard. Through opposition you have
grown much, and your abilities now surpass that which you used to have.
Yet you haven't moved the rock. But your calling was to be obedient and
to push and to exercise your faith and trust in My wisdom."
"This you have done. I, my friend, will now move the rock."
At many times, when we hear a word from God, we tend to use our own
intellect to decipher what He wants, when actually what God wants is just
simple obedience and faith in Him . . . .
By all means, exercise the faith that moves mountains, but know that
it is still God who moves the mountains.
When everything seems to go wrong . . . just P.U.S.H.!
When the job gets you down . . . just P.U.S.H.!
When people don't react the way you think they should . . . just P.U.S.H.!
When your money looks "gone" and the bills are due . . . just P.U.S.H.!
When people just don't understand you . . . Just P.U.S.H.!
P.U.S.H - Pray Until Something Happens!!!!!
God Bless!
<menu>
|