#16
June 2000 Edition
|
Tim Redaksi:
Robertus Wahendro Adi, Ganny Tombokan, Stefanus Djoni, Heru Wibawa
|
Sekapur
Sirih
Kalau bulan Mei kita
konotasikan sebagai bulan Maria dan hari Ibu, pernah tahu nggak kalau
bulan Juni ini adalah bulan Hati Kudus Yesus dan hari Bapak?
Sesuai dengan penanggalan
liturgi, perayaan misa pada hari minggu dipersembahkan sebagai devosi kepada
Tuhan Yesus:
1 Juni: Hari Raya Yesus
naik ke Surga
11 Juni: Hari Raya Pentakosta
18 Juni: Hari Raya Trinitas
25 Juni: Hari Raya Corpus
Christi (Tubuh dan Darah Kristus)
30 Juni: Hari Raya Hati
Kudus Yesus
Berkesesuaian dengan
itu, di bulan kaum laki-laki ini, persembahan edisi buletin juga mengacu
pada penghormatan bagi kaum bapak. Bagaimanapun juga, dalam kehidupan ini
kaum laki-laki juga memegang peranan yang tidak kalah penting bagi terciptanya
kebahagiaan sebuah keluarga. Keluarga adalah awal mula perkembangan sebuah
pribadi manusia yang sangat mendominasi pada perkembangan pribadi selanjutnya.
Demikianlah juga bahwa sejak dahulu kala laki-laki dan perempuan memang
diciptakan berbagi peran dalam mengelola dunia ini.
Dunia yang sudah maju
ini, bahkan akan memasuki abad baru yang sering disebut sebagai abad Post
Modern, menumbuhkan banyak decak kagum atas hasil-hasil karya memukau yang
telah berhasil diciptakan oleh manusia. Kemajuan teknologi bagaimanapun
juga banyak mempengaruhi perilaku manusia dewasa ini dan cenderung menjadi
parameter kemajuan sebuah peradaban. Teknologi yang sejak awal mula tercipta
sebagai alat bantu, telah juga menciptakan ketergantungan-ketergantungan
dalam kehidupan manusia. Bayangkan jika kita hidup tanpa telepon, listrik,
dan komputer? Pada kenyataan yang lain, banyak juga teknologi yang digunakan
sebagai sarana perusak kehidupan daripada pembangun kehidupan. Penyelewengan
moral seringkali dilakukan dengan alat-alat hasil teknologi, seperti komputer
dan internet.
Pertanyaannya, “Apakah
teknologi telah membangun kehidupan peradaban manusia?” Teknologi pada
dasarnya bebas nilai. Manusia-manusia di belakangnyalah yang telah memberikan
nilai-nilainya. Seperti pisau, ia bisa menjadi pembunuh hebat di tangan
perampok, namun bisa sebagai alat utama dalam menyediakan kebutuhan hidup
manusia ketika ia di tangan seorang koki. The man behind the gun.
Kembali bahwa pembangunan kehidupan adalah terletak pada pembangunan pribadi-pribadi
manusianya instead of hasil karyanya.
Di sinilah peran keharmonian
manusia, antara laki-laki maupun perempuan, juga terutama di dalam keluarga
begitu penting, bapak maupun ibu, dan juga anak.
Berada di posisi manakah
kita?
Tak lupa, buat semua
kaum laki-laki, baik yang sudah maupun yang nantinya mendapat sebutan Bapak,
redaksi mengucapkan, Happy Father Day.
(Redaksi)
|
|
|
|
MENU
Sekapur
Sirih
Kilasan
Info
Utama:
Cermin Hidup di Masa Post-Modern
A Letter to
Pa
Kilas
Balik
Jangan
Lupa
Serba-serbi
Yang
Segera Tambah Umur
|
|
Kilasan
Info
GEREJA DI TENGAH KOTA
Pernah nggak temen-temen naik SBS nomor 16, 195, dan 85 dari Tiong Bahru
Plaza jurusan Zion Road turunnya di halte ke 4? (yang pasti pencetan no
1 dong.. ^_^ ) atau naik shuttle bus gratisan dari Orchad turunnya Great
World City? Bagi yang belum pernah, nggak salah kok mencoba..., kalau
sudah nyampai sana, amati sekeliling dan lihat salah satu bangunan yang
berdiri diam di tengah hiruk pikuk kota, terletak di 12 Zion
Road.
Church of St. Bernadette. A beautiful name given to the building.
Apa sih istimewanya?
Gereja ini, yang bergaya arsitektur tidak seperti model-model arsitektur
gereja kuno ala Eropa, berdiri sejak tahun 1959. Saat ini, di antara gelombang
jaman dan arus modernisasi negeri Merlion, St. Bernadette mengayun dayung-dayungnya,
mengayuh dan berlayar bersama Fr. Patrick Goh dan Fr. Paul Staes, juga sejumlah
staff yang membantunya. Banyak sekali aktivitas yang bernaung di bawah
komunitas gereja yang berada di City District dan yang menggembalakan
sekitar 2650 umat ini. KKIS, sebuah wadah umat perantauan asal Nusantara
juga ikut nimbrung dan cukup memberi peran di dalamnya. Ada seorang diakon,
Friar John Wong, OFM, yang sebentar lagi akan ditahbiskan, membantu paroki
ini. Brother John, begitu panggilan akrab di telinga dan mulut mudikan,
adalah seorang yang murah senyum, pintar bergaul, suka membantu, dan cukup
dekat di kalangan KKIS dan mudikanya. Juga ada seorang sekretaris, Mr. Joseph
Tan, dan seminaris, Brother Frederick Quek, yang ikut berkarya di situ.
Semua mudikan pasti tahu gereja ini (yang nggak tau kuper deh.. hihihi..nggak
ding :-P ). Latihan koor, line dance, misa, makan-makan, pendalaman iman,
rapat, janjian, basket etc..etcnya kegiatan mudika maupun KKIS hampir selalu
ada di sono. Habisnya.....tempatnya memang asik sih... ada ruang gereja,
ada ruang rapat, ada ruang koor, ada ruang audio visual, ada dua hall yang
cukup lapang, ada kantin, ada tokonya, lapangan basketnya, terus teras
ruangnya yang cukup gede (cukup buat nge-dance.... 20 orang lebih, juga
cukup buat maen pingpong :-) ). Pokoknya cukup deh kalo ngajakin
Oom, Tante, Aak, Teteh, Dede, Oma, Opa....... eh kok jadi Kijang ...? Sori
hihihi.
Juga perlu dicatet, toiletnya lumayan bersih, nggak jorok! (Ruangan-ruangannya
pake AC lagi....hmmm....segarrrr...) Ini bagus untuk kenyamanan disamping
tersedianya drinking fountain yang selalu bikin hepi pembawa-pembawa botol aqua
dan pemburu air putih gratisan.
Mau tahu jadwal misanya?
Wah......rasanya bisa lihat sendiri deh di webnya veritas,
tapi yang paling penting dan gampang adalah cukup dengan mengingat bahwa
ada misa Bahasa Indonesia jam 3:30 pm tiap hari minggu ke 2 dan ke 4 setiap bulan.
Trus minggu 1, 3 dan 5 ngapain?
No problem, mudika ada pendalaman iman di situ jam 11.00, sehabis ikut
misa paginya yang dimulai jam 9.15 dan sehabis maem roti panggang yang
yummy punya... aih, bikin laper deh. Ngobrol-ngobrol soal makanan, ada banyak
tempat makan di sekitarnya, ada di Great World City, ada juga nasi padang,
juga ada food court-food court lainnya. Jadi selain makanan rohani, tercukupi
juga makanan jasmani, lengkap deh.....(seringkali juga ada acara traktiran
lho.....), plus kalo mau ngeceng ke Orchard tinggal nyebrang langsung nyelip
di queue-nya shuttle bus.....hehehe......dasar anak muda.... :-)
Last but not least, segenap jajaran paroki St. Bernadette udah begitu
baik ngasih fasilitas yang begitu nyaman dan bisa ditempatin kita untuk
beraktivitas, mustinya kita berterima kasih donk (Makasih ya.....).
Juga semestinya nggak boleh jadi ‘anak nakal’.(Ngga kok, mudikan nggak ada
yang nakal.....
*^_^* ).
Eh iya lupa, kalo ada mudikan yang mau makai tempat, jangan sembarangan
lho......, musti lewat pengurus, begitu peraturannya.
OK deh, met ketemu di St. B...
('ndro)
<menu> |
|
|
Utama
Cermin Hidup di Masa Post-Modern
Abad dua puluh sebentar lagi menjadi sejarah dan sekarang ini kita akan
memasuki abad baru kedua puluh satu. Banyak kejadian-kejadian yang berlalu
dan tidak begitu menjadi tangapan serius dari kebanyakan orang, tanpa disadari
karena kesibukan-kesibukan sehari-hari. Sebenarnya bila diteliti dengan
detail dan perlahan perubahan di dalam lingkungan sosial dan keagamaan
di masa Postmodern sudah berubah jauh. Tradisi-tradisi lama sudah memudar
tanpa disadari.
Jaman ini jaman edan, begitulah kata banyak pujangga Jawa. Edan,
baik dalam perilaku manusianya maupun karya-karya yang telah dicapainya.
Pergi dari ujung ke ujung dunia sudah bukan suatu perjalanan panjang lagi,
menunggang Concorde dari New York ke London hanya untuk menikmati jamuan
makan malam di Istana Kensington, kemudian pada malam itu juga terbang
dengan jet eksekutif ke Paris dan kembali setelah makan pagi dengan pialang
saham di Ritz Carlton ke Charles de Gaulle untuk mengejar Concorde ke New
York, tiga porsi kaviar Belgia dan sampanye dalam kurun waktu hanya 24
jam saja. Atau seorang pelajar SMP yang lebih senang menghabiskan waktunya
di kamar dengan play station-nya daripada bermain petak umpet bersama
teman-temannya. Atau ada lagi seorang yang lebih senang ber-chatting
ria semalam suntuk di depan monitor komputer daripada duduk ngobrol minum
kopi di warung. Tidak hanya itu, kasus-kasus di Timur Tengah, dan belahan
bumi yang lain, Indonesia termasuk di dalamnya, juga ikut mewarnai gambaran
perilaku manusia masa kini.
Di Indonesia saja aborsi sudah banyak dan yang lebih menakutkan adalah
aborsi yang tercatat sedikit sekali dibandingkan dengan yang tidak tercatat.
Data di Pusat Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), tercatat sebanyak 99
kasus aborsi legal di klinik PKBI tahun 1999. Menurut perkiraan, di Indonesia
terdapat 750.000 - 1.000.000 kasus aborsi per tahunnya. (1)
Dengan kemajuan Bioteknologi, banyak tradisi lama terasa tak berlaku
lagi. Di New Jersey, USA ada kasus perceraian dan sang suami ingin mempunyai
anak dengan membenihi perempuan lain dengan embrio dari istrinya yang sudah
bercerai (2). Ini adalah contoh lain dari perubahan di lingkungan sosial
di masa Postmodern.
Tanggal 21 Mei baru-baru ini Romo Ignatius Wibowo, berada di Singapura
dan dengan permintaan dari anggota KKIS-Mudika yang tulen mengadakan misa
minggu. Dalam kotbahnya Romo Wibowo menekankan agar kita-kita ini menyadari
akan perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita di masa Post-Modern ini.
Sekarang ini menurut Romo Wibowo sedang terjadi de-tradisionalisasi di
lingkungan sosial dan pengertian yang dangkal tentang keagamaan. Cara-cara
gadis-gadis di Singapura berpakaian saat ke gereja (pake celana pendek),
perkara cerai, aborsi dan pre-marital or extra-marital seks kadang-kadang
sudah diangap cakrawala biasa kehidupan. Kita dikuasai dengan aktivitas-
aktivitas rutin sehari-hari -- bangun, mandi, ke kantor, makan malam, nonton
TV, ngerumpi, tidur, dst. Bahkan beliau pernah ditanya umat seperti ini,
“Mo, supaya doa-nya dikabulkan kita perlu pakai dua atau tiga lilin?”
Dalam lingkungan sosial dan religius banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor
luar. Tradisi-tradisi lama berubah bersama dengan evolusi kemanusiaan.
Perkembangan teknologi dan sosial yang lebih globalisasi di masa Post Modern
adalah unsur yang menentukan perubahan. Tetapi... pilihan-pilihan hidup
dalam lingkungan sosial dan religius dimasa apapun diputuskan atau ditentukan
oleh setiap individu masing-masing.
(Ganny Tombokan)
1. Aborsi, Bukti Gawatnya Seks Bebas Remaja - Rabu, 16 Februari
2000, 08:20 WIB - KOMPAS Cyber Media
2. When the couples splits up, who gets the embryos? – June
2, ABCNEWS.COM – Chuck Sivertsen and The Associated Press http://abcnews.go.com/sections/us/DailyNews/embryos000602.html
A Letter to Pa
Your body was lying there motionless. That body that I used to massage
and wrap my arm around, that potbelly that my itchy hands used to rub.
I was guarding your coffin like a sentinel that night, constantly looking
around in search of your soul. Despite our physical proximity, I was
overwhelmed with loneliness and my heart was filled with immense sorrow.
Six years have passed, yet I can still recall the sting of those tears
when you were gone. Twenty-three years old and fresh from university, I
was then full of dreams and hopes. Your abrupt departure choked me with
questions on all my ideals and the meaning of life. For a brief moment,
I turned into a bitter and angry young man who resented the world and God.
"Why must this happen?" I asked God. During those darkest hours of my life,
He knocked at my heart and asked me a simple question, "Where is your faith,
son?" It was an awakening call for me, and a pure simple faith that you
had cultivated in me helped me regain my life. Phew, slamet ... (sambil
ngelus-ngelus dada)
As I write this, all the memories start to flood back. The night trips
to Puncak. Watching Thomas Cup together. The jogging sessions in Ancol,
and the yummy yum-cha afterwards. The stroll along the white sandy beach
in Oz. Neither will I forget how you tricked me on one April Fool's day
(my sleepy brain didn't work well that morning, just a lame excuse). You
were the one who reminded me to slow down when I drove too fast, who bailed
me out when I ran into a cop, and who beat me flat in the Digger game (remember
that archaic computer game?). The list goes on and they all seem just like
yesterday. Sometimes I do miss your old Vespa sound that used to grace
our front gate at 5pm.
Not to make you big-headed, but to me you have been a symbol of sacrifice,
love, and patience. You taught me by action what compassion and perseverance
meant. "Wow", you might say, "those are big words!" No, I don't profess
to understand them fully either - aye tau sikit-sikit lah - but am certainly
working on them. Many things in you still and will remain a mystery to
me (never fully understand why you picked that surname). But the love you
had showered on me in all those years reassures me that they are of secondary
importance.
To my beloved father and my friend,
Happy Father's Day, Pa!
(Simon)
<menu> |
|
|
Kilas
Balik
Hallo Mudikans,
Di e-buletin kali ini, kita akan sajikan menu baru yaitu ‘reportase’
atau kilas balik aktivitas mudikans & remaja yg tujuannya sebagai evaluasi
akan semua kegiatan yg sudah berlangsung dan juga akan dimuat kegiatan
yg akan dilakukan oleh mudikans…
Yach kita lihat kembali kegiatan di awal Mei lalu,
Tentu saja kalian semua sudah membaca tulisan atau reportase singkat acara
rekreasi di MacRitchie, 1 Mei kemaren. Gimana… asyik khan… mau diada’in
lagi ‘gak? Yach tentu saja rekreasi seperti ini akan diadakan lagi pada
akhir bulan Oktober – namun di tempat yang berbeda dan aktivitas yang berbeda
pula. Menurut hasil survey, peserta yang turut serta dalam acara ini menyatakan
‘enjoy’ dalam acara tersebut dan minta dibuat acara serupa….. Tapi perlu
dicatat kalo susunan panitia akan berubah…!!!
Kegiatan latihan line dance mulai berjalan normal kembali di bulan Mei
yaitu rutin setiap minggu I, III dan IV, setelah pada bln sebelomnya kita
menemui beberapa masalah untuk latihan line dance. Setelah turut serta
di acara feast day gereja St. Bernadette tanggal 13 Mei lalu, beberapa
mudikans mulai tertarik untuk ikutan latihan line dance. Demikian juga berlangsung
latihan line dance pada tanggal 30 Mei dan 7 Juni lalu. Jumlah peserta
sangatlah bervariasi – tapi yg pasti kegiatan ini semakin menarik karena
gerakan serta lagu-lagunya semakin meriah dan bervariasi…
Hari Sabtu, tgl. 20 Mei lalu, KKIS beruntung sekali kedatangan seorang
pembicara public yaitu Bapak Akzen Gumelar. Karyanya tidak saja diberikan
di Bogor saja sebagai tempat tinggalnya, tetapi dia telah menjadi perantara
Tuhan di pedalaman Kalimantan, Bandung, Singapura bahkan Australia.
Kali ini Bapak Akzen membawakan topic ‘family reconciliation’ dan semua
itu disajikan dengan lugas dan cara yg sangat sederhana namun mengena.
Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari juga membuat para bapak/ibu maupun
anak-anak sadar bahwa peranan keluarga sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan
pribadi seseorang. Diungkapkan juga beberapa kesaksian di mana seorang anak
mengalami suatu peristiwa yang hampir serupa dengan apa yang telah dialami
oleh orangtuanya (semacam hukum karma). Namun intisari pembicaraan itu
adalah bagaimana mewujudkan suatu keluarga yg utuh dan harmonis di dalam
semua problematika kehidupan ini…
Hari berikutnya, diadakan suatu misa dengan mengundang Rm. Ignatius
Wibowo, SJ yang emang sedang ada di Singapura. Pada kesempatan tersebut,
Romo Bowo membawakan homili yang sangat pas untuk kehidupan di masa Postmo
ini. Intinya, kembali pada pemahaman spriritualitas seseorang, budaya serta
etika di dunia Postmo. Beliau menuturkan suatu fenomena yang terjadi sekarang
ini, di mana di Singapura ini tidak ada yang namanya norma-norma kemasyarakatan,
yang ada adalah norma-norma yang mengacu pada pribadi masing-masing. Terjadi
de-tradisionalisasi, begitu kata beliau, tipikal manusia modern memang.
Bahkan pendalaman tentang nilai-nilai keagamaan pun ada yang dihayati secara
dangkal. Pernah Romo ditanya seseorang, “Mo, supaya doanya dikabulkan,
butuh dua lilin atau tiga lilin?” Lucu ya...? emang...... alhasil mudikan
pada ketawa semua.......eh....tetapi jangan sombong lho, terkadang tanpa
tersadari kita sendiri mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan ‘lucu’ sejenis
itu. Beliau juga menuturkan tentang perlunya manusia postmodern sekarang
ini kembali menghayati Allah melalui dunia mistik, dunia yang cenderung
mulai ditinggalkan, dan dengan dunia mistik inilah Allah bisa dipahami
dengan sebenar-benarnya. Yang tak kalah ditunggu-tunggu: selesai misa
langsung disusul dengan makan siang bersama… wah, ini memang jatah mudika
dech… ;-b
Selanjutnya acara Serius Santai (SERSAN) nya mudika. Ini kali keduanya
SERSAN tampil dengan topik karir yang spesifik. BANK. Pertama denger yang
kepikiran adalah $$$$ =)... dasar mudika yang emang masih banyak pelajar
plus orang-orang yang baru kerja. Acara ini diadain di minggu keempat Mei,
tepatnya 28 Mei. Sersan Anna yang sudah lama malang melintang di medan consulting,
dan terakhir-akhir ini markir di Maybank memberi ulasan panjang lebar tentang tiap
celah yang bisa diisi ama semua profesi, dari IT, finance, engineering sampe
ke any background. Saking serunya, tuh whiteboard sampe gak ada tempat
sisa. Dan ujung-ujungnya mudika dengan kompaknya mengingatkan sang sersan mengenai
$alary range di bank. Mulai dari yang level clerk sampe ke manajer level
atas. Weleh weleh weleh.... tempting.... so ada yang minat kerja di bank ??
Tanggal 4 juni, pendalaman iman yang dipimpin oleh Bang Kur, dari seksi
rohani, membahas tentang bahasa Roh dan cara hidup jemaat pertama. Diskusinya
cukup menarik, masing-masing mencoba menghayati petikan isi kitab suci
dan share tentang pemahaman maupun pengalaman masing-masing sedemikian
hingga memperkaya penghayatannya. Sebuah metode yang menarik, bahwa kita
benar-benar diminta untuk mengerti tentang peristiwa yang benar-benar terjadi
yang melatar belakangi peristiwa dalam kitab suci. Makasih buat Oom Adi
dan Tante Agnes yang cukup banyak memberikan sharing-sharing dan pemahaman
sehingga membantu sekali untuk bisa lebih mengerti.
Nah, dalam waktu dekat ini kita Mudika dan KKIS pun turut diundang berame-rame
pergi ke Batam. Maklum, Romo Reichenbach SS.CC terkagum-kagum dengan suara
koor mudika waktu nyanyiin ‘Halleluyah’ nya G.F Handel. Jadi, tanggal 23
juli nanti bakalan berombongan datang ke peresmian gereja Beato Damian
di Bengkong. Mau ikut? Cepetan daftar ke Kurniawan, jumlah peserta terbatas
lho......
Ada lagi nih, kabar terbaru yang berhasil dihimpun mengatakan bahwa
retret kita nantinya bakal dibimbing oleh Romo Ismartono, SJ. Beliau adalah
sekretaris KWI dan sudah cukup punya pengalaman dalam pembinaan kaum muda,
juga telah makan banyak asam dan garam nya kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pasti asik dong......nggak hanya asik sih, pasti banyak berguna deh.....tunggu
info selanjutnya.
(Djoni)
<menu> |
|
|
|
Jangan
lupa................Line
Dance
Tiap hari Selasa, minggu
ke-1, 3 dan 5 jam 19:30.
tempatnya di Parish
Hall, Gereja St. Bernadette.
Selengkapnya hubungi
Djoni
<[email protected]>
(Sie Acara)
Jangan
lupa............................mudika ada pendalaman
iman.
Tiap hari minggu ke-1, 3 dan ke-5 setiap
bulan. Tempatnya di Gereja St. Bernadette,
jam 11:00
selengkapnya hubungi Kurniawan
<[email protected]>
(Sie Rohani)
Jangan
Lupa .......................tiap
hari Jumat ada koor.
Tempatnya di ruang koor (choir room) Gereja
St. Bernadette, jamnya 19:30.
Kalo bingung, bisa nanya Reni
<[email protected]>
(Sie Koor)
Jangan
Lupa ........................olahraga
biar badan tetap fit dan sehat.
Ada tennis tiap Sabtu
ke-2 dan 4, jam 17:00 - 20:00.
Ada badminton tiap
Minggu ke-1, 3 dan 5 jam 15:00.
Ada basket tiap
Sabtu ke-1, 3 dan 5 jam 08:00.
jangan lupa juga hubungi
Heri <[email protected]>
biar nggak tersesat.
dan ketinggalan bus.
(Sie OR )
Jangan
Lupa ..........................mudika selalu asyik kegiatannya.
Termasuk yang udah lewat, mau tau ????
Klik aja di sini:
http://members.xoom.com/mudikakkis/ann/PastIndex.htm
<menu> |
|
|
Serba-serbi
FATHER AND SON
(by: Boyzone)
It's not time to make a change
Just relax -- take it easy
You're still young -- that's your fault
There's so much you have to know
Find a girl, settle down
If you want, you can marry
Look at me -- I am old
But I'm happy
I was once like you are now
And I know that it's not easy
To become when you've found
Something going on
But take your time -- think a lot
Think of everthing you've got
For you will still be here tomorrow
But your dreams may not.
How can I try to explain?
When I do -- it turns away again
And it's always been the same
Same old story
From the moment I could talk
I was ordered to listen
Now there's a way, and I know
That I have to go away
I know, I have to go...
It's not time to make a change
Just sit down and take it slowly
You're still young -- that's your fault
There's so much you have to go through
Find a girl, settle down
If you want, you can marry
Look at me -- I am old
But I'm happy
All the times, that I've cried
Keeping all the things I knew inside
And it's hard
But it's harder to ignore it
If they were right--I'd agree
But it's them -- they know
Not me,
Now there's a way and I know
That I have to go away
I know I have to go
<menu> |
|
|
02-Jul Christin
03-Jul Alvin Deskian
03-Jul Liu Suwandi
05-Jul Diana Indriani
05-Jul Juliana Sukardi
07-Jul Fenny Yuliana Setiadi
08-Jul Yulianti
10-Jul Sulistia Koro
13-Jul Agatha Vivi
13-Jul Monika Santoso
14-Jul Sui/Juliana Sutanto
18-Jul Khrisna Dermawan
19-Jul Klemens Ismoyo Djajapurosa
19-Jul Ling-Ling
22-Jul Nikolas Tjhin
25-Jul Cindy Anastasia
26-Jul Theresia
27-Jul Paulus Helly
28-Jul Leonard Sudharta
29-Jul Rafael Lais
31-Jul Stefanus Djoni
<menu>
|
Any question and suggestion??
E-mail [email protected]
Back
to Bulletin Index
Back
to Main Page
©Mudika-KKIS
1998-2000. All rights reserved.
|