#16 
June 2000 Edition
Tim Redaksi:
Robertus Wahendro Adi, Ganny Tombokan, Stefanus Djoni, Heru Wibawa
  
Sekapur Sirih 
 
Kalau bulan Mei kita konotasikan sebagai bulan Maria dan  hari Ibu, pernah tahu nggak kalau bulan Juni ini adalah bulan Hati Kudus Yesus dan hari Bapak?  
Sesuai dengan penanggalan liturgi, perayaan misa pada hari minggu dipersembahkan sebagai devosi kepada Tuhan Yesus:  

1 Juni: Hari Raya Yesus naik ke Surga 
11 Juni: Hari Raya Pentakosta 
18 Juni: Hari Raya Trinitas 
25 Juni: Hari Raya Corpus Christi (Tubuh dan Darah Kristus) 
30 Juni: Hari Raya Hati Kudus Yesus 

Berkesesuaian dengan itu, di bulan kaum laki-laki ini, persembahan edisi buletin juga mengacu pada penghormatan bagi kaum bapak. Bagaimanapun juga, dalam kehidupan ini kaum laki-laki juga memegang peranan yang tidak kalah penting bagi terciptanya kebahagiaan sebuah keluarga. Keluarga adalah awal mula perkembangan sebuah pribadi manusia yang sangat mendominasi pada perkembangan pribadi selanjutnya. Demikianlah juga bahwa sejak dahulu kala laki-laki dan perempuan memang diciptakan berbagi peran dalam mengelola dunia ini.

Dunia yang sudah maju ini, bahkan akan memasuki abad baru yang sering disebut sebagai abad Post Modern, menumbuhkan banyak decak kagum atas hasil-hasil karya memukau yang telah berhasil diciptakan oleh manusia. Kemajuan teknologi bagaimanapun juga banyak mempengaruhi perilaku manusia dewasa ini dan cenderung menjadi parameter kemajuan sebuah peradaban. Teknologi yang sejak awal mula tercipta sebagai alat bantu, telah juga menciptakan ketergantungan-ketergantungan dalam kehidupan manusia. Bayangkan jika kita hidup tanpa telepon, listrik, dan komputer? Pada kenyataan yang lain, banyak juga teknologi yang digunakan sebagai sarana perusak kehidupan daripada pembangun kehidupan. Penyelewengan moral seringkali dilakukan dengan alat-alat hasil teknologi, seperti komputer dan internet.  

Pertanyaannya, “Apakah teknologi telah membangun kehidupan peradaban manusia?” Teknologi pada dasarnya bebas nilai. Manusia-manusia di belakangnyalah yang telah memberikan nilai-nilainya. Seperti pisau, ia bisa menjadi pembunuh hebat di tangan perampok, namun bisa sebagai alat utama dalam menyediakan kebutuhan hidup manusia ketika ia di tangan seorang koki. The man behind the gun. Kembali bahwa pembangunan kehidupan adalah terletak pada pembangunan pribadi-pribadi manusianya instead of hasil karyanya.  

Di sinilah peran keharmonian manusia, antara laki-laki maupun perempuan, juga terutama di dalam keluarga begitu penting, bapak maupun ibu, dan juga anak.  
Berada di posisi manakah kita? 

Tak lupa, buat semua kaum laki-laki, baik yang sudah maupun yang nantinya mendapat sebutan Bapak, redaksi mengucapkan, Happy Father Day. 

(Redaksi) 
 

  
 
MENU 
* 
Sekapur Sirih 
Kilasan Info  
Utama: Cermin Hidup di Masa Post-Modern 
A Letter to Pa 
Kilas Balik 
Jangan Lupa 
Serba-serbi 
Yang Segera Tambah Umur

*

  
Kilasan Info 


GEREJA DI TENGAH KOTA

Pernah nggak temen-temen naik SBS nomor 16, 195, dan 85 dari Tiong Bahru Plaza jurusan Zion Road turunnya di halte ke 4? (yang pasti pencetan no 1 dong.. ^_^ ) atau naik shuttle bus gratisan dari Orchad turunnya Great World City? Bagi yang belum pernah, nggak salah kok mencoba..., kalau sudah nyampai sana, amati sekeliling dan lihat salah satu bangunan yang berdiri diam di tengah hiruk pikuk kota, terletak di 12 Zion Road.

Church of St. Bernadette. A beautiful name given to the building.
Apa sih istimewanya?

Gereja ini, yang bergaya arsitektur tidak seperti model-model arsitektur gereja kuno ala Eropa, berdiri sejak tahun 1959. Saat ini, di antara gelombang jaman dan arus modernisasi negeri Merlion, St. Bernadette mengayun dayung-dayungnya, mengayuh dan berlayar bersama Fr. Patrick Goh dan Fr. Paul Staes, juga sejumlah staff yang membantunya. Banyak sekali aktivitas yang bernaung di bawah komunitas gereja yang berada di City District dan yang menggembalakan sekitar 2650 umat ini. KKIS, sebuah wadah umat perantauan asal Nusantara juga ikut nimbrung dan cukup memberi peran di dalamnya. Ada seorang diakon, Friar John Wong, OFM, yang sebentar lagi akan ditahbiskan, membantu paroki ini. Brother John, begitu panggilan akrab di telinga dan mulut mudikan, adalah seorang yang murah senyum, pintar bergaul, suka membantu, dan cukup dekat di kalangan KKIS dan mudikanya. Juga ada seorang sekretaris, Mr. Joseph Tan, dan seminaris, Brother Frederick Quek, yang ikut berkarya di situ.

Semua mudikan pasti tahu gereja ini (yang nggak tau kuper deh.. hihihi..nggak ding :-P ). Latihan koor, line dance, misa, makan-makan, pendalaman iman, rapat, janjian, basket etc..etcnya kegiatan mudika maupun KKIS hampir selalu ada di sono. Habisnya.....tempatnya memang asik sih... ada ruang gereja, ada ruang rapat, ada ruang koor, ada ruang audio visual, ada dua hall yang cukup lapang, ada kantin, ada tokonya, lapangan basketnya, terus teras ruangnya yang cukup gede (cukup buat nge-dance.... 20 orang lebih, juga cukup buat maen pingpong :-)  ). Pokoknya cukup deh kalo ngajakin Oom, Tante, Aak, Teteh, Dede, Oma, Opa....... eh kok jadi Kijang ...? Sori hihihi.
Juga perlu dicatet, toiletnya lumayan bersih, nggak jorok! (Ruangan-ruangannya pake AC lagi....hmmm....segarrrr...) Ini bagus untuk kenyamanan disamping tersedianya drinking fountain yang selalu bikin hepi pembawa-pembawa botol aqua dan pemburu air putih gratisan. 

Mau tahu jadwal misanya?
Wah......rasanya bisa lihat sendiri deh di webnya veritas, tapi yang paling penting dan gampang adalah cukup dengan mengingat bahwa ada misa Bahasa Indonesia jam 3:30 pm tiap hari minggu ke 2 dan ke 4 setiap bulan.
Trus minggu 1, 3 dan 5 ngapain?
No problem, mudika ada pendalaman iman di situ jam 11.00, sehabis ikut misa paginya yang dimulai jam 9.15 dan sehabis maem roti panggang yang yummy punya... aih, bikin laper deh. Ngobrol-ngobrol soal makanan, ada banyak tempat makan di sekitarnya, ada di Great World City, ada juga nasi padang, juga ada food court-food court lainnya. Jadi selain makanan rohani, tercukupi juga makanan jasmani, lengkap deh.....(seringkali juga ada acara traktiran lho.....), plus kalo mau ngeceng ke Orchard tinggal nyebrang langsung nyelip di queue-nya shuttle bus.....hehehe......dasar anak muda.... :-)

Last but not least, segenap jajaran paroki St. Bernadette udah begitu baik ngasih fasilitas yang begitu nyaman dan bisa ditempatin kita untuk beraktivitas, mustinya kita berterima kasih donk (Makasih ya.....). Juga semestinya nggak boleh jadi ‘anak nakal’.(Ngga kok, mudikan nggak ada yang nakal..... *^_^* ).

Eh iya lupa, kalo ada mudikan yang mau makai tempat, jangan sembarangan lho......, musti lewat pengurus, begitu peraturannya.

OK deh, met ketemu di St. B... 

('ndro) 

<menu> 

  
  
Utama 


Cermin Hidup di Masa Post-Modern

Abad dua puluh sebentar lagi menjadi sejarah dan sekarang ini kita akan memasuki abad baru kedua puluh satu. Banyak kejadian-kejadian yang berlalu dan tidak begitu menjadi tangapan serius dari kebanyakan orang, tanpa disadari karena kesibukan-kesibukan sehari-hari. Sebenarnya bila diteliti dengan detail dan perlahan perubahan di dalam lingkungan sosial dan keagamaan di masa Postmodern sudah berubah jauh. Tradisi-tradisi lama sudah memudar tanpa disadari.

Jaman ini jaman edan, begitulah kata banyak pujangga Jawa. Edan, baik dalam perilaku manusianya maupun karya-karya yang telah dicapainya. Pergi dari ujung ke ujung dunia sudah bukan suatu perjalanan panjang lagi, menunggang Concorde dari New York ke London hanya untuk menikmati jamuan makan malam di Istana Kensington, kemudian pada malam itu juga terbang dengan jet eksekutif ke Paris dan kembali setelah makan pagi dengan pialang saham di Ritz Carlton ke Charles de Gaulle untuk mengejar Concorde ke New York, tiga porsi kaviar Belgia dan sampanye dalam kurun waktu hanya 24 jam saja. Atau seorang pelajar SMP yang lebih senang menghabiskan waktunya di kamar dengan play station-nya daripada bermain petak umpet bersama teman-temannya. Atau ada lagi seorang yang lebih senang ber-chatting ria semalam suntuk di depan monitor komputer daripada duduk ngobrol minum kopi di warung. Tidak hanya itu, kasus-kasus di Timur Tengah, dan belahan bumi yang lain, Indonesia termasuk di dalamnya, juga ikut mewarnai gambaran perilaku manusia masa kini.

Di Indonesia saja aborsi sudah banyak dan yang lebih menakutkan adalah aborsi yang tercatat sedikit sekali dibandingkan dengan yang tidak tercatat. Data di Pusat Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), tercatat sebanyak 99 kasus aborsi legal di klinik PKBI tahun 1999. Menurut perkiraan, di Indonesia terdapat 750.000 - 1.000.000 kasus aborsi per tahunnya. (1)

Dengan kemajuan Bioteknologi, banyak tradisi lama terasa tak berlaku lagi. Di New Jersey, USA ada kasus perceraian dan sang suami ingin mempunyai anak dengan membenihi perempuan lain dengan embrio dari istrinya yang sudah bercerai (2). Ini adalah contoh lain dari perubahan di lingkungan sosial di masa Postmodern.

Tanggal 21 Mei baru-baru ini Romo Ignatius Wibowo, berada di Singapura dan dengan permintaan dari anggota KKIS-Mudika yang tulen mengadakan misa minggu. Dalam kotbahnya Romo Wibowo menekankan agar kita-kita ini menyadari akan perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita di masa Post-Modern ini. Sekarang ini menurut Romo Wibowo sedang terjadi de-tradisionalisasi di lingkungan sosial dan pengertian yang dangkal tentang keagamaan. Cara-cara gadis-gadis di Singapura berpakaian saat ke gereja (pake celana pendek), perkara cerai, aborsi dan pre-marital or extra-marital seks kadang-kadang sudah diangap cakrawala biasa kehidupan. Kita dikuasai dengan aktivitas- aktivitas rutin sehari-hari -- bangun, mandi, ke kantor, makan malam, nonton TV, ngerumpi, tidur, dst. Bahkan beliau pernah ditanya umat seperti ini, “Mo, supaya doa-nya dikabulkan kita perlu pakai dua atau tiga lilin?”

Dalam lingkungan sosial dan religius banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Tradisi-tradisi lama berubah bersama dengan evolusi kemanusiaan. Perkembangan teknologi dan sosial yang lebih globalisasi di masa Post Modern adalah unsur yang menentukan perubahan. Tetapi... pilihan-pilihan hidup dalam lingkungan sosial dan religius dimasa apapun diputuskan atau ditentukan oleh setiap individu masing-masing.

(Ganny Tombokan)


1. Aborsi, Bukti Gawatnya Seks Bebas Remaja - Rabu, 16 Februari 2000, 08:20 WIB - KOMPAS Cyber Media 
2. When the couples splits up, who gets the embryos? – June 2, ABCNEWS.COM – Chuck Sivertsen and The Associated Press http://abcnews.go.com/sections/us/DailyNews/embryos000602.html 

 


 
A Letter to Pa 

Your body was lying there motionless. That body that I used to massage and wrap my arm around, that potbelly that my itchy hands used to rub. I was guarding your coffin like a sentinel that night, constantly looking around in search of your soul. Despite our physical proximity, I was overwhelmed with loneliness and my heart was filled with immense sorrow.

Six years have passed, yet I can still recall the sting of those tears when you were gone. Twenty-three years old and fresh from university, I was then full of dreams and hopes. Your abrupt departure choked me with questions on all my ideals and the meaning of life. For a brief moment, I turned into a bitter and angry young man who resented the world and God. "Why must this happen?" I asked God. During those darkest hours of my life, He knocked at my heart and asked me a simple question, "Where is your faith, son?" It was an awakening call for me, and a pure simple faith that you had cultivated in me helped me regain my life. Phew, slamet ... (sambil ngelus-ngelus dada)

As I write this, all the memories start to flood back. The night trips to Puncak. Watching Thomas Cup together. The jogging sessions in Ancol, and the yummy yum-cha afterwards. The stroll along the white sandy beach in Oz. Neither will I forget how you tricked me on one April Fool's day (my sleepy brain didn't work well that morning, just a lame excuse). You were the one who reminded me to slow down when I drove too fast, who bailed me out when I ran into a cop, and who beat me flat in the Digger game (remember that archaic computer game?). The list goes on and they all seem just like yesterday. Sometimes I do miss your old Vespa sound that used to grace our front gate at 5pm.

Not to make you big-headed, but to me you have been a symbol of sacrifice, love, and patience. You taught me by action what compassion and perseverance meant. "Wow", you might say, "those are big words!" No, I don't profess to understand them fully either - aye tau sikit-sikit lah - but am certainly working on them. Many things in you still and will remain a mystery to me (never fully understand why you picked that surname). But the love you had showered on me in all those years reassures me that they are of secondary importance. 

To my beloved father and my friend,

        Happy Father's Day, Pa! 

(Simon) 
 

<menu> 

  
  
Kilas Balik
  
Hallo Mudikans,
Di e-buletin kali ini, kita akan sajikan menu baru yaitu ‘reportase’ atau kilas balik aktivitas mudikans & remaja yg tujuannya sebagai evaluasi akan semua kegiatan yg sudah berlangsung dan juga akan dimuat kegiatan yg akan dilakukan oleh mudikans… 

Yach kita lihat kembali kegiatan di awal Mei lalu, 
Tentu saja kalian semua sudah membaca tulisan atau reportase singkat acara rekreasi di MacRitchie, 1 Mei kemaren. Gimana… asyik khan… mau diada’in lagi ‘gak? Yach tentu saja rekreasi seperti ini akan diadakan lagi pada akhir bulan Oktober – namun di tempat yang berbeda dan aktivitas yang berbeda pula. Menurut hasil survey, peserta yang turut serta dalam acara ini menyatakan ‘enjoy’ dalam acara tersebut dan minta dibuat acara serupa….. Tapi perlu dicatat kalo susunan panitia akan berubah…!!! 

Kegiatan latihan line dance mulai berjalan normal kembali di bulan Mei yaitu rutin setiap minggu I, III dan IV, setelah pada bln sebelomnya kita menemui beberapa masalah untuk latihan line dance. Setelah turut serta di acara feast day gereja St. Bernadette tanggal 13 Mei lalu, beberapa mudikans mulai tertarik untuk ikutan latihan line dance. Demikian juga berlangsung latihan line dance pada tanggal 30 Mei dan 7 Juni lalu. Jumlah peserta sangatlah bervariasi – tapi yg pasti kegiatan ini semakin menarik karena gerakan serta lagu-lagunya semakin meriah dan bervariasi… 

Hari Sabtu, tgl. 20 Mei lalu, KKIS beruntung sekali kedatangan seorang pembicara public yaitu Bapak Akzen Gumelar. Karyanya tidak saja diberikan di Bogor saja sebagai tempat tinggalnya, tetapi dia telah menjadi perantara Tuhan di pedalaman Kalimantan, Bandung, Singapura bahkan Australia.

Kali ini Bapak Akzen membawakan topic ‘family reconciliation’ dan semua itu disajikan dengan lugas dan cara yg sangat sederhana namun mengena. Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari juga membuat para bapak/ibu maupun anak-anak sadar bahwa peranan keluarga sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan pribadi seseorang. Diungkapkan juga beberapa kesaksian di mana seorang anak mengalami suatu peristiwa yang hampir serupa dengan apa yang telah dialami oleh orangtuanya (semacam hukum karma). Namun intisari pembicaraan itu adalah bagaimana mewujudkan suatu keluarga yg utuh dan harmonis di dalam semua problematika kehidupan ini…

Hari berikutnya, diadakan suatu misa dengan mengundang Rm. Ignatius Wibowo, SJ yang emang sedang ada di Singapura. Pada kesempatan tersebut, Romo Bowo membawakan homili yang sangat pas untuk kehidupan di masa Postmo ini. Intinya, kembali pada pemahaman spriritualitas seseorang, budaya serta etika di dunia Postmo. Beliau menuturkan suatu fenomena yang terjadi sekarang ini, di mana di Singapura ini tidak ada yang namanya norma-norma kemasyarakatan, yang ada adalah norma-norma yang mengacu pada pribadi masing-masing. Terjadi de-tradisionalisasi, begitu kata beliau, tipikal manusia modern memang. Bahkan pendalaman tentang nilai-nilai keagamaan pun ada yang dihayati secara dangkal. Pernah Romo ditanya seseorang, “Mo, supaya doanya dikabulkan, butuh dua lilin atau tiga lilin?” Lucu ya...? emang...... alhasil mudikan pada ketawa semua.......eh....tetapi jangan sombong lho, terkadang tanpa tersadari kita sendiri mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan ‘lucu’ sejenis itu. Beliau juga menuturkan tentang perlunya manusia postmodern sekarang ini kembali menghayati Allah melalui dunia mistik, dunia yang cenderung mulai ditinggalkan, dan dengan dunia mistik inilah Allah bisa dipahami dengan sebenar-benarnya. Yang tak kalah ditunggu-tunggu: selesai misa langsung disusul dengan makan siang bersama… wah, ini memang jatah mudika dech… ;-b 

Selanjutnya acara Serius Santai (SERSAN) nya mudika. Ini kali keduanya SERSAN tampil dengan topik karir yang spesifik. BANK. Pertama denger yang kepikiran adalah $$$$ =)... dasar mudika yang emang masih banyak pelajar plus orang-orang yang baru kerja. Acara ini diadain di minggu keempat Mei, tepatnya 28 Mei. Sersan Anna yang sudah lama malang melintang di medan consulting, dan terakhir-akhir ini markir di Maybank memberi ulasan panjang lebar tentang tiap celah yang bisa diisi ama semua profesi, dari IT, finance, engineering sampe ke any background. Saking serunya, tuh whiteboard sampe gak ada tempat sisa. Dan ujung-ujungnya mudika dengan kompaknya mengingatkan sang sersan mengenai $alary range di bank. Mulai dari yang level clerk sampe ke manajer level atas. Weleh weleh weleh.... tempting.... so ada yang minat kerja di bank ??

Tanggal 4 juni, pendalaman iman yang dipimpin oleh Bang Kur, dari seksi rohani, membahas tentang bahasa Roh dan cara hidup jemaat pertama. Diskusinya cukup menarik, masing-masing mencoba menghayati petikan isi kitab suci dan share tentang pemahaman maupun pengalaman masing-masing sedemikian hingga memperkaya penghayatannya. Sebuah metode yang menarik, bahwa kita benar-benar diminta untuk mengerti tentang peristiwa yang benar-benar terjadi yang melatar belakangi peristiwa dalam kitab suci. Makasih buat Oom Adi dan Tante Agnes yang cukup banyak memberikan sharing-sharing dan pemahaman sehingga membantu sekali untuk bisa lebih mengerti. 

Nah, dalam waktu dekat ini kita Mudika dan KKIS pun turut diundang berame-rame pergi ke Batam. Maklum, Romo Reichenbach SS.CC terkagum-kagum dengan suara koor mudika waktu nyanyiin ‘Halleluyah’ nya G.F Handel. Jadi, tanggal 23 juli nanti bakalan berombongan datang ke peresmian gereja Beato Damian di Bengkong. Mau ikut? Cepetan daftar ke Kurniawan, jumlah peserta terbatas lho......

Ada lagi nih, kabar terbaru yang berhasil dihimpun mengatakan bahwa retret kita nantinya bakal dibimbing oleh Romo Ismartono, SJ. Beliau adalah sekretaris KWI dan sudah cukup punya pengalaman dalam pembinaan kaum muda, juga telah makan banyak asam dan garam nya kehidupan sosial kemasyarakatan. Pasti asik dong......nggak hanya asik sih, pasti banyak berguna deh.....tunggu info selanjutnya.

(Djoni) 

<menu> 

  
  
Jangan Lupa: 

Jangan lupa................Line Dance 
Tiap hari Selasa, minggu ke-1, 3 dan 5 jam 19:30. 
tempatnya di Parish Hall, Gereja St. Bernadette. 
Selengkapnya hubungi Djoni <[email protected]> 
 (Sie Acara)        
                         
Jangan lupa............................mudika ada pendalaman iman. 
Tiap hari minggu ke-1, 3 dan ke-5 setiap bulan. Tempatnya di Gereja St. Bernadette, jam 11:00 
selengkapnya hubungi Kurniawan <[email protected]> 
(Sie Rohani) 

Jangan Lupa .......................tiap hari Jumat ada koor. 
Tempatnya di ruang koor (choir room) Gereja St. Bernadette, jamnya 19:30. 
Kalo bingung, bisa nanya Reni <[email protected]> 
(Sie Koor) 

Jangan Lupa ........................olahraga biar badan tetap fit dan sehat. 
Ada tennis tiap Sabtu ke-2 dan 4, jam 17:00 - 20:00. 
Ada badminton tiap Minggu ke-1, 3 dan 5 jam 15:00. 
Ada basket tiap Sabtu ke-1, 3 dan 5 jam 08:00. 
jangan lupa juga hubungi Heri <[email protected]> 
biar nggak tersesat. dan ketinggalan bus.  
(Sie OR ) 

Jangan Lupa ..........................mudika selalu asyik kegiatannya. 
Termasuk yang udah lewat, mau tau ???? 
Klik aja di sini: 
http://members.xoom.com/mudikakkis/ann/PastIndex.htm 
 

<menu> 

  
  
Serba-serbi 
 

FATHER AND SON  
(by: Boyzone) 

It's not time to make a change 
Just relax -- take it easy 
You're still young -- that's your fault 
There's so much you have to know 

Find a girl, settle down 
If you want, you can marry 
Look at me -- I am old 
But I'm happy
 I was once like you are now 
 And I know that it's not easy 
 To become when you've found 
 Something going on 
But take your time -- think a lot 
Think of everthing you've got 
For you will still be here tomorrow 
But your dreams may not.
How can I try to explain? 
When I do -- it turns away again 
And it's always been the same 
Same old story 
From the moment I could talk 
I was ordered to listen 
Now there's a way, and I know 
That I have to go away 
I know, I have to go...
It's not time to make a change 
Just sit down   and take it slowly 
You're still young -- that's your fault 
There's so much you have to go through 
Find a girl, settle down 
If you want, you can marry 
Look at me -- I am old 
But I'm happy
All the times, that I've cried 
Keeping all the things I knew inside 
And it's hard 
But it's harder to ignore it 
If they were right--I'd agree 
But it's them -- they know 
Not me, 
Now there's a way and I know 
That I have to go away 
I know I have to go
 

 

<menu> 

  

Yang Segera Tambah Umur
 
02-Jul Christin
03-Jul Alvin Deskian
03-Jul Liu Suwandi
05-Jul Diana Indriani
05-Jul Juliana Sukardi
07-Jul Fenny Yuliana Setiadi
08-Jul Yulianti
10-Jul Sulistia Koro
13-Jul Agatha Vivi
13-Jul Monika Santoso
14-Jul Sui/Juliana Sutanto
18-Jul Khrisna Dermawan
19-Jul Klemens Ismoyo Djajapurosa
19-Jul Ling-Ling
22-Jul Nikolas Tjhin
25-Jul Cindy Anastasia
26-Jul Theresia
27-Jul Paulus Helly
28-Jul Leonard Sudharta
29-Jul Rafael Lais
31-Jul Stefanus Djoni

Happy Birthday to you!!

<menu>
 
 
Any question and suggestion?? 
E-mail [email protected] 
 

Back to Bulletin Index 
Back to Main Page 


©Mudika-KKIS 1998-2000. All rights reserved. 


 
Hosted by www.Geocities.ws

1