Utama
Cerpen
Bunda, Di Manakah Engkau?
Hari-hari ini begitu berat kujalani. Bagaimana tidak.....banyak hal yang
selalu saja membuat masalah. Tugas-tugas kuliah bertumpuk dan belum satupun
yang terselesaikan, belum lagi melihat hasil ujian yang dominan C
dan ooops....ada satu D...... cape...cape deh.....
Udah deh....nggak tau gimana ngatasinnya. Pengennya sih misuh-misuh
aja......maki-maki nggak karuan.
Ngurusin perlengkapan untuk paskahan........ya ampun hampir saja lupa!
....ini satu lagi kerjaan yang musti diberesin......menyesal juga, mengapa
aku manut-manut aja waktu kepilih di seksi perlengkapan, padahal sudah
terpampang jelas di mata, kerjaannya berat dan banyak.
Kemarin, Saviro, teman seangkatanku, sempat menjadi sasaran umpatanku.
Rasain....aku sudah benci saja sama dia. Mentang-mentang ketua panitia,
kerjaannya menyuruh melulu, nggak melihat orang lagi sibuk. Sempat aku
merasa bahwa segala-galanya adalah sia-sia dan ingin meninggalkan semuanya,
tapi wah...pengecut sekali jika harus lari. Tapi rasanya sudah tidak ada
jalan untuk menyelesaikan semua, sementara waktu-waktu semakin menghimpit
dengan teraturnya.
Novena,.....sudah cape rasanya aku mendaraskan Salam Maria, tapi semuanya
sia-sia. Keadaan malah semakin buruk, Tita pacarku malah ngamuk-ngamuk
karena saat malam minggu semakin jarang saja kukunjungi. Bagaimana tidak,
jadwal novena di gereja jatuhnya malam minggu, sementara hari lain nggak
sempat ketemu karena rumahku jauh dengan rumah pacarku. Usul ke pastor
paroki supaya jadwalnya di pindah, malah diketawain.....sebel.
Rosario....aduh apalagi yang ini. Doanya panjang banget dan bikin ngantuk.
Terkadang iri juga mendengar cerita teman-teman tentang terkabulnya
doa-doa kepada Maria. Nggak tau deh, apakah Bunda Maria selalu milih-milih?
Sudah berkali-kali aku mohon, tapi hasilnya tetap nihil. Bahkan sempat
ziarah ke Sendang Sono untuk meminta nilai A, tapi tetep sama, nilai C
yang di dapat.
Apakah harus ke Lourdes? ke Guadalupe? Waduh...jauh banget....nggak
punya ongkos.
Bunda... bunda....di mana sih engkau ? Mengapa doa-doaku seperti bablas,
lenyap tidak terdengar di telingamu?............ Adakah salah permintaan
atau salah cara meminta? Atau salah tempat........?
Dulu aku legioner, jadi salah satu perwiranya malah, tapi mengapa ?...
mengapa tidak ada satu pun doaku terkabul?
dan saat ini.......entahlah....tidak tahu lagi apa yang musti
kukerjakan.... masihkah engkau mendengarku, dan mendoakanku? Hmmm.....tak
tahulah, di manakah sebenarnya engkau?
.....................................................
............................
Malam ini sangat dingin, tapi yah....selimut ini cukup menghangatkan
tubuhku. Jam dinding masih terdengar berdetak-detak, jam 3 pagi. Tak terasa
semalam ini tertidur di sofa ruang tamu, tapi untung ada selimut.......hmm...
tapi siapa yang memberiku selimut? Jelas aku tidak mengambilnya, karena tadi
aku cape banget sepulang dari rumah Tita, dan duduk-duduk sebentar terus
tertidur.
Ibuku, ya pasti dia. Bapak tidak mungkin, karena Bapak pergi dinas ke luar
kota.
Pasti sekarang Ibu sedang tidur, lebih baik aku ke kamar melanjutkan
tidurku, sebelum besok pergi ke gereja.
Melewati kamar Ibu, ternyata pintu masih terbuka. Kulihat Ibu tertidur
pulas, tenang. Sementara patung kecil Bunda Maria masih saja tertata rapi
di dekat buffet. Aku teringat ketika sebelum tidur Ibu selalu berdoa di
depan patung itu. Ibu memang dekat sekali dengan Bunda Maria, meskipun
aku sendiri tidak tahu sampai sedekat apa. Ya..ya.... dulu sewaktu kecil,
Ibu selalu menasihatkan kepada kami anak-anaknya bahwa Bunda Maria juga
Ibu kami, dia juga selalu mendampingi dan mendoakan kami.
Ibu masih tertidur pulas, mungkin kecapean setelah seharian bekerja.
Setiap pagi ibu selalu menyiapkan sarapanku. Menanak nasi, menggoreng tempe
atau telur juga meramu kopi susu. Terkadang juga membelikan nasi pecel
ke Lik Yah tetangga sebelah....sedaaaap.....nasi pecel adalah kesukaanku,
apalagi lauknya rempeyek kedelai. Dulu sewaktu masih sekolah, Ibu selalu
membangunkanku pagi-pagi supaya lekas mandi dan tidak terlambat. Tapi sekarang
tidak lagi, karena aku seringkali kuliah siang hari.
Juga ibu mencuci baju, di rumah kami memang tidak ada mesin cuci.
Banyak lagi lainnya....tak tersebut..... memasak....menjahitkan baju....sampai
pada belanja kebutuhan keluarga dan semacamnya....
Ibuku bukan wanita karir. Ibuku adalah Sumiati, lulusan SMA, istri
seorang pegawai kantor kecamatan Bangunrejo. Sehari-hari membantu keuangan
keluarga dengan membuat beras kencur untuk dijual di warung Mak Karto.
Ibuku pandai memasak, jadi kami cukup betah makan di rumah daripada makan
di luar, apalagi boleh nambah sesuka-sukanya......Ibuku bisa menjahit, meski
hanya dengan jarum, benang dan jari-jarinya, jadi kalau celana robek tidak
perlu keluar ke penjahit.
Oh!.....ternyata aku baru menyadarinya. Banyak hal yang telah diberikan
Ibu kepadaku. Seorang yang selama ini kuanggap sebagai yang begitu lemah,
ternyata kepadanyalah justru aku berlindung dan mendapat perlindungan.
Darinyalah aku mencari hidup dan mendapat penghidupan. Kepadanyalah dulu
sering aku berlari ke pelukan ketika Bapak marah menghajarku, dan darinyalah
aku kemudian tahu bahwa Bapak mencintaiku dan tidak ingin aku menjadi
seorang pencuri dan tukang kelahi.
Ya...ya.... meskipun Ibu hanya jualan beras kencur, tapi dia sudah menciptakan
seorang insinyur, yaitu kakakku. Dan dengan dibantu kakakku, Ibuku sedang
menciptakan lagi seorang insinyur, yaitu aku. Nantipun Ibu juga menciptakan
seorang dokter, yaitu Bela adikku.
Ibuku, begitu panjang dan berat beban hidup yang engkau jalani. Aku
sendiri, anakmu, sekian lama masih belum juga mengerti akan hal-hal yang
seharusnya memang dijalani. Sebuah kesederhanaan, tidak pernah tampak oleh
mataku meskipun itu telah menyatu di dirimu. Kegigihan, tak pernah aku
sadari, meski itu ada di dalam tulang belulangmu. Kepasrahan,......yah.....
itulah yang tidak pernah ada padaku. Kerendahan hati, ini yang aku anggap
kelemahan dan kekalahan.
Ibuku, itukah buah kedekatanmu dengan Bunda Maria, bunda Yesus Tuhanku?
............mungkin kalian begitu dekatnya seperti kedekatanmu dengan Lik
Yah tetangga sebelah, sering berbincang-bincang tentang harga-harga lombok
yang menaik, atau kencur-kencur pasar yang sering membusuk pada musim-musim
penghujan.
Aku tidak tahu apa yang ada di dalam doamu, tapi yakin pasti ada aku
di situ.
Ibuku..........bukan hanya Bunda Maria yang adalah ibuku, tetapi engkau
yang juga adalah Bunda Mariaku.
Aku sendiri telah menghabiskan banyak waktu dan menguras tenaga
mencari-cari dan memohon, tetapi tidak pernah menyadari penampakan Bunda
itu yang nyata di dalam dirimu.
Mungkin engkau tidak sesuci Bunda itu, tetapi keyakinanku, Tuhan kelak
akan menyucikanmu.
Dan biarlah, pada saat ini aku duduk dan bersimpuh sampai aku tertidur
di pangkuanmu seperti waktu kecil dulu.
Kubiarkan setiap doa-doamu membaluti sekujur tubuhku..........
Bunda Maria, sekarang aku mulai mengerti mengapa engkau dipilih Allah.
Kemurnianmu, ketulusanmu, kesetiaanmu, keberserahan dirimu............dan
dengan begitu Tuhan telah mau menguduskanmu, dan melimpahkan anugerah menjadi
ibu.
Bunda Maria....Bunda Yesus Tuhanku, engkaupun juga Bundaku......
..............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
Ave Maria, Gratia Plena,...................................
Dominus Tecum, Benedicta tu..............
.................................................................................
........................................................
Singapore, May, 2000
(Bebet)
Selamat Hari Ibu
Hai semua,
Pernah kepikir nggak betapa besar perjuangan dan pengorbanan ibu kita
selama kita masih ‘nginap’ di dalam kandungan beliau ??
Hmm.... Pasti semua udah tau yach, tapi mungkin ‘cerita’ di bawah ini
dapat lebih memperjelas sehingga membuat kita semakin cinta kepada sang
ibu... ? :-)
Sejak sel telur dan sel benih pria ketemu dan terjadi pembuahan, maka
terbentuklah suatu kehidupan baru. Nah, normalnya janin ini akan tinggal
dan berkembang di dalam rahim ibu selama 266 hari. Banyak sekali
perubahan yang terjadi pada tubuh sang ibu, begitu juga akan banyak sekali
perkembangan yang terjadi pada sang janin.
Perubahan yang nyata terjadi pada ibu, misalnya: karena adanya janin,
rahim yang dalam keadaan normal kira2 sebesar telor ayam (30 gram) akan
melar menjadi 1000 gram. Kebayang nggak tuh berapa puluh kali lipat ??
Karena pembesaran rahim ini, maka kandung kencing ibu menjadi terdesak.
Akibatnya sang ibu jadi sering bolak balik pengen ke WC (wah, sengsara
khan? Apalagi kalo musim dingin..?:-) ). Juga karena pembesaran
rahim ke arah atas, kadang-kadang paru-paru ikut ketekan, sehingga ibu bisa
agak sesak. Demi memenuhi kebutuhan janin, volume darah ibu bertambah 25%
lebih banyak dari keadaan normal. Ini juga menjadi suatu beban buat
kerja jantung ibu -- juga sirkulasi darahnya, dan kadang-kadang mengakibatkan
timbulnya varises pada ibu. Metabolisme tubuh ibu juga meningkat
sebanyak 15 - 20 %, sehingga ibu hamil memerlukan gizi yg lebih baik.
Karena itu, biasanya berat badan ibu hamil akan naik sebanyak 6.5 - 16.5 kg,
rata-rata normal sih 12.5 kg.
Pada saat hamil, produksi salah satu hormon yg disebut MSH (Melanosit
Stimulating Hormone) bertambah, hormon ini fungsinya mengatur pigmen di
kulit kita. Akibatnya akan terjadi penimbunan di kulit ibu hamil,
di perut - pipi - dahi - hidung, yang disebut sebagai Cloasma Gravidarum.
Juga terbentuknya garis-garis putih kebiru-biruan di perut ibu (Striae Lividae
and Striae Albicans). Iiih... kan bisa bikin ibunya jadi jelek... ? :-(
Sedangkan si janinnya santai-santai aja berkembang di dalam rahim ibu. Janin
mendapat supply nutrisi dan oksigen melalui placenta (ari-ari) yang
menghubungkan si janin dengan ibu. Nutrisi dan oksigen ini ditransport oleh
darah. Setelah dipakai oleh janin, zat-zat sisanya seperti karbondioksida dan
sisa metabolisme akan dikembalikan lagi ke ibu, juga melalui placenta ini.
Nah, dengan nutrisi yg cukup ini, janin akan giat membentuk organ2 tubuh,
juga membentuk sistem-sistem yg mengatur fungsi tubuh nya untuk survive di
luar rahim nanti.
Banyak sekali komplikasi-komplikasi yg mungkin terjadi pada ibu selama masa
kehamilan karena perubahan dan perkembangan tersebut di atas... Pada
awal kehamilan, ibu sering terganggu oleh gejala ‘morning sickness’, yaitu
mual dan muntah yang biasanya terjadi pada pagi hari. Ini merupakan gejala
yg wajar, tetapi ada keadaan kalau muntahnya berlebihan sehingga ibunya harus
mendapatkan penanganan medis. Juga ada suata keadaan yang disebut sebagai
"Pre-eklamsia dan Eklamsia", yaitu gejala yg terdiri dari tekanan darah ibu
menjadi meningkat, badannya jadi bengkak, pusing, sesak dan pada yg berat
bisa terjadi kejang-kejang. Akibatnya sang ibu harus di-opname, dan pada
kasus-kasus tertentu terpaksa dilakukan terminasi kehamilan baik secara
operasi Sectio Caesarrea atau persalinan normal, tergantung kondisi ibu.
Pengorbanan ibu bukan hanya pada masa kehamilan saja, tetapi juga pada
masa persalinan dan sesudah persalinan (masa nifas). Persalinan normal
untuk melahirkan anak pertama biasanya memakan waktu selama 14 - 16.5 jam,
dihitung dari pecahnya air ketuban. Bayangkan... Ibu harus susah dan menahan
sakit untuk selama itu (hii..... serem)
Betapa banyak tenaga yg diperlukan dalam jangka waktu itu untuk melahirkan.
Belom lagi perdarahan yg terjadi, normalnya sih 500 ml.
Tetapi kadang-kadang bisa terjadi perdarahan yg sangat banyak, yang bisa
berakibat buruk jika tanpa penanganan yg cepat.
Pada masa nifas, saat tubuh ibu berusaha kembali ke keadaan normal,
ibu juga rentan terhadap banyak penyakit. Misalnya infeksi yg terjadi akibat
persalinan, sebagai akibat dari penanganan tenaga medis yg kurang
memperhatikan teknik septis dan aseptis.
Sebenarnya masih banyak lagi hal2 yg mungkin terjadi pada ibu selama
dan setelah kehamilan, yang nggak mungkin diuraikan satu per satu di sini...
(bisa jadi kuliah kedokteran deh... he...he... :-) ).
Tetapi sekarang udah lebih jelas 'kan bagaimana kerasnya perjuangan ibu
sampai kita sukses lahir ke dunia ini... ??
Belom lagi kasih, perhatian dan pengorbanan yang diberikan selama
membesarkan kita.....
Semoga cerita singkat ini, bisa membuat kita semakin menyayangi dan
mengasihi ibu kita.....
Selamat Hari Ibu.... :-)
Cindy Anastasia
<menu>
|