#13
March 2000 Edition
  
Sekapur Sirih:

Happy birthday to you......happy birthday to you.....happy birthday, happy birthday..........
Selamat ulang taon yach......... 
eh tebakan, siapa coba yang lagi ulang taon?

Siapa menduga, siapa menyangka bahwa ternyata bulletin kita sekarang ini telah genap  satu tahun dalam peziarahannya di belantara Singapur bersama-sama dengan mudika.
Bagi hampir setiap orang, ulang tahun adalah peristiwa yang begitu istimewa mengingat bahwa pada saat itulah diwaktu yang lampau kegembiraan kelahiran pernah memberikan warna baru bagi kehidupan dunia.

Namun jikalau kita melihat dan menghitung hari-hari, saat ulang tahun sebenarnya tidaklah berbeda dengan saat-saat yang  lain. Matahari tetap terbit dan terbenam, bulan tetap bersinar dan meredup, angin tetap bertiup dan diam. Apa yang pernah terjadi itu adalah sebuah masa lampau, yang sebenarnya hanyalah sebuah peristiwa manis yang hanya bisa tinggal dalam kenangan. Kenangan yang bagi kita sendiri seakan-akan tidaklah pernah dialami.

Lalu, mengapa ada perayaan ulang tahun?
Bila diibaratkan sebuah perjalanan, waktu demi waktu adalah seperti titik-titik koordinat yang harus kita lewati secara terus menerus. Tanpa mampu kita berhenti ataupun berbalik.
Demikianlah, bahwa ada suatu waktu dimana  kita melewati titik-titik yang merupakan periodisasi skala yang telah tertentu. Titik-titik itulah  saat   yang sebenarnya tepat untuk sekedar "berhenti".
Menengok, melihat, untuk kemudian melangkah lagi. Dan saat itulah yang sering kita sebut dengan ulang tahun, sebuah perulangan dalam orde tahun.

Sekejap waktu yang kita abaikan, sekejap itu pula waktu yang sebenarnya kita buang.
Sehari waktu kita terlewati, sebegitu pulalah kita bayar dengan satu hari usia kita.
Akan kita ganti dengan apakah setiap hari-hari agar hilangnya bisa terganti tanpa merugi?

A Destination. Sebuah anugerah bagi manusia untuk bisa mencoba melihat dan bahkan menentukan arah perjalanan hidupnya walaupun itu mungkin hanya setitik pandangan dan sekejap keputusan. Anugerah yang tidak diberikan kepada makhluk lain. 
Mungkin ini adalah salah satu jawaban dari  pertanyaan-pertanyaan tanpa henti " what is a life for? Where do I go from here? ........" dsb

Pada ulang tahun kali ini yang juga bertepatan dengan masa Pra Paskah, e-bulletin mengajak untuk merefleksi kembali apa yang pernah kita lalui bersama-sama, di dalam komunitas mudika.
E-bulletin  yang telah melalui proses yang sebenarnya masih cukup singkat namun padat ingin mewujudkan bentuk komunitas kita, sebagai wadah dari mudikan, oleh mudikan dan untuk mudikan.
Dan sangat membanggakan bahwa partisipasi mudikan begitu antusias untuk mengisi edisi yang istimewa ini. Terimakasih teman-teman. :-)

Dan refleksi hanyalah salah satu bagian dari proses perjalanan  menuju pada arah yang benar. Refleksi harus diejawantahkan ke dalam sikap, keputusan dan perencanaan. Dengan begitulah  kita bisa menyatukan keterpisahan masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, sedemikian hingga nampak keseluruhan  bentangan jalan yang kita sudah, sedang dan akan lalui.

Melihat pada masa lampau, bertindak pada kekinian, dan bertanggung-jawab pada masa mendatang.

('ndro)



MENU
*
Sekapur Sirih
Kilasan Info 
Utama : "Menyucikan Diri"
Kemiskinan Kita Manusia
Yang Udah Lewat, Yang Lagi Trend, Yang Akan Datang
Jangan Lupa
Serba-serbi
Yang Lagi Tambah Umur

*


 
 
  
Kilasan Info:

Mau tahu gereja Katolik apa aja yang ada di S'pore?? 
Lagi iseng, pingin ikutan misa di gereja yang belum pernah didatengi?? 
Bikin janji sama temen untuk ketemu di gereja XYZ, tapi nggak tahu XYZ 
itu ada di mana?? 

Nah... ini dia daftar lengkap semua paroki yang ada di S'pore. 
Total ada 30, dikelompokkan ke dalam lima distrik. 

CITY DISTRICT
    Cathedral of the Good Shepherd 
        Queen Street (dekat Chijmes & City Hall) 
    Church of St. Peter and Paul
        Queen Street (dekat City Hall) 
    St. Joseph's Church 
        Victoria Street (dekat City Hall) 
    Church of Our Lady of Lourdes 
        Ophir Road (dekat Sim Lim) 
    Church of the Sacred Heart 
        Tank Road (dekat Fort Canning) 
    Church of St. Bernadette
        Zion Road (dekat River Valley Road & Great World City) 
    Church of St. Michael 
        St. Michael's Road (dekat CTE & Serangoon Road) 
    Church of St. Teresa 
        Bukit Purmei (dekat Kampong Bahru & Lower Delta Road) 
    Novena Church 
        Thomson Road (dekat Novena MRT) 

NORTH DISTRICT 
    Church of St. Joseph 
        Upper Bukit Timah Road 
    Church of St. Anthony
        Woodlands Avenue 1 
    Church of Our Lady Star of the Sea
        Yishun Street 22 
    Church of the Holy Spirit 
        Upper Thomson Road 
    Church of the Risen Christ
        Toa Payoh Central 
    Church of Christ the King 
        Ang Mo Kio Avenue 8 

WEST DISTRICT 
    Church of St. Francis of Assisi 
        Boon Lay Avenue 
    Church of St. Mary of the Angels 
        Bukit Batok East Avenue 2 
    Church of the Holy Cross
        Clementi Avenue 1 
    Blessed Sacrament Church
        Commonwealth Drive (dekat Commonwealth MRT) 
    Church of St. Ignatius 
        King's Road (dekat Farrer Road) 

EAST DISTRICT
    Church of St. Stephen 
        Sallim Road (dekat Aljunied Road) 
    Church of Our Lady Queen of Peace
        Sandy Lane (Tanjong Katong, dekat Paya Lebar MRT) 
    Church of the Holy Family 
        East Coast Road (dekat Marine Parade) 
    Church of Our Lady of Perpetual Succour
        Siglap Hill (Changi Road, dekat Kembangan MRT) 
    Church of the Holy Trinity 
        Tampines Street 11 

SERANGOON DISTRICT 
    St. Anne's Church 
        Sengkang East Way (Punggol Road) 
    Church of the Nativity of the Blessed Virgin Mary 
        Upper Serangoon Road (Hougang, dekat Punggol Park) 
    Church of St. Vincent de Paul 
        Yio Chu Kang Road 
    Immaculate Heart of Mary Church 
        Highland Road (dekat Yio Chu Kang Road & Upper Serangoon Road) 
    Church of St. Francis Xavier 
        Chartwell Drive (dekat Ang Mo Kio & Bishan) 

Kalau mau tahu alamat lengkap, jadwal misa, etc. etc. dari gereja-gereja di 
atas, surf aja ke: 
 http://www.veritas.org.sg/directory/cdir.cgi 

Terus, gimana caranya supaya bisa nyampe di gereja yang mau kita datengin 
itu?? Cari di TransitLink Guide dan Street Directory dong... 

(Andri)

<menu>

 
 
Utama:
MENYUCIKAN DIRI 

Bacaan: Yoh 2:13-25, Yesus Menyucikan Bait Allah

13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. 

14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. 

15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. 

16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” 

17 Maka teringatlah murid-murid-Nya bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” 

18 Orang-prang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” 

19 Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” 

20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” 

21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. 

22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. 

23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. 

24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 

25 Dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. 
 

Refleksi Prapaska: 
Masa prapaska adalah masa yang tepat untuk merefleksikan kehidupan kita. Selama empat puluh hari dari 365, Gereja menyediakan waktu untuk menyucikan diri kita masing-masing. Kita perlu membiarkan Tuhan Yesus menyucikan diri kita - sama seperti bacaan di atas - Yesus menyucikan Bait Allah. Dan memang karena diri/tubuh kita adalah kediaman Allah, Bait Allah. 

Bagaimana cara menyucikan diri? 

BERPANTANG DAN BERPUASA. Dengan berpantang dan berpuasa, kita membersihkan jiwa dan raga kita. Tuhan Yesus yang tidak berdosa pun didorong oleh Roh, masuk padang gurun untuk menghadapi godaan dan setan, penyebab dosa. Ia menghadapinya dengan berdoa dan berpuasa, demikian Ia mengalahkan setan (Mat 4:1-11). 

Berpantang/berpuasa bukan hanya berarti mengurangi/tidak makan sesuatu yang kita sukai, tetapi juga berani bertapa dalam keramaian, berdoa dalam kesibukan kerja, menemukan keheningan dalam tantangan dan godaan. 

Apa yang dikerjakan Yesus setelah berpuasa? Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerjaan Sorga sudah dekat!” (Mat 4:17). Yesus berbuat baik! 

BERBUAT BAIK. Rasul Paulus memberi contoh perbuatan-perbuatan jahat (daging): percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. (Gal 5:19-21a). 

Tetapi, tidak berbuat jahat itu belum berarti berbuat baik. Ingat kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin (Luk 16:19-31). Kita perlu memberi buah-buah Roh di tempat kita berada: di rumah, sekolah dan tempat kerja. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal 5:22-23a). 

BERDOA. Yesus tidak hanya berdoa sebelum Ia tampil di depan umum, tetapi Ia pergi ke tempat yang sunyi dan menyempatkan diri untuk berdoa (Luk 5:16). 

Ia juga meminta kita agar kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1). 

Lalu apa yang dapat kita panjatkan dalam doa kita? Doa dapat merupakan pengakuan iman, pujian kepada Tuhan, permohonan akan rahmat kehidupan, dan pengampunan. Itu semua terangkum dalam doa Bapa Kami (Mat 6:9-13). 
 

Dengan berpantang dan berpuasa, berbuat baik, dan berdoa, niscaya tubuh kita akan suci kembali dan kita siap menyongsong Kristus yang bangkit di hari paska mendatang. 

 (Seksi Rohani) 

 KEMISKINAN KITA MANUSIA
(Mat 6:1-6, 16-18)
Bapamu ... akan membalasnya kepadamu

Masa puasa itu tepat untuk mengakui kemiskinan kita sebagai makhluk, yang dalam segala tergantung dari Allah: hidup kita, kesejahteraan, kesehatan kita. 
Apalagi kita masih makhluk berdosa, yang memerlukan pendamaian; ini kita siapkan dengan doa, puasa dan matiraga selama waktu Prapaska ini. 

1. Tetapi hukum yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri ialah: kita diampuni, hanya bila kita mengampuni sesama yang bersalah kepada kami. Kita di dunia hanya akan diberi damai, dimulai dengan kita dalam keluarga, dengan teman-kawan dan sanak saudara kita. Kita akan 
mendapat limpahan pengampunan, kalau kita mau mengampuni musuh kita, orang yang membenci, berminat jahat kepada kita, orang yang sudah mengangkat senjata, mendiamkan dan merendahkan kita. 

2. Kita akan dikabulkan doa dan permohonan kita, kalau kita juga ingat akan permohonan saudara-saudara kita yang sengsara, minta bantuan, ditindas, diperas, dianiaya, minta pembebasan dan keringanan. Dan di sini kita harus melihat di rumah tangga dan keluarga kita, 
di kantor, di sekolah. Banyak orang bermohon, mengharapkan kita. 

3. Kita memberi derma itu hanya kewajiban membagi dari apa yang dikurniakan Bapa di surga, untuk kita bagi rata kepada semua. Kita bisa memberi derma dengan membagi harta, uang, kekayaan, tetapi juga waktu, bakat, keterampilan, kemampuan, pelajaran. Kita dapat 
membagi harta rohani: saling mendoakan, mengampuni, mengasihi, berkorban. Bahkan kita dapat menyumbang dari kemiskinan kita: melakukan tugas berat, menerima keterbatasan, menderita sakit, cacat, kelemahan, sebagai anggota-anggota kecil, miskin, menderita, dalam satu tubuh yang juga menderita, tubuh Kristus Sang Penyelamat. 

Selamat bermatiraga ... 

 Renungan Rabu Abu dari Inspirasi Hidup, 
A. Soenarja, SJ 

<menu>

 
 
YaNG uDaH LeWaT

Create Your Destination

Singkatnya, acara ini merupakan bincang-bincang tentang karir, sharing and sekaligus menjadi trigger, untuk membuka aktivitas kegiatan di bidang karir di mudika.

Acara ini dibuka dengan sharing tentang perjalanan karir dari beberapa rekan mudika, dengan diselingi beberapa pertanyaan dan nggak lupa ada juga nyanyi dan joget-jogetnya diawal acara. 

Beberapa rekan yang sempat berbicara, seperti Philip, Dicky, Erni, Kurniawan, Hendro, Joni, Moerti, dll, menceritakan suka dukanya dalam berkarir, pilihan-pilihan yang dia buat, bagaimana dia berusaha mencintai pekerjaannya, perlunya keseimbangan antara karir dengan segi kehidupan yang lain, sikap percaya diri dan pantang menyerah, dan juga bimbingan dari Tuhan yang membawa dia sampai ke kehidupan dia yang sekarang ini. 
Beberapa rekan yang saat itu masih menyelesaikan studinya, uga sempat melemparkan beberapa pertanyaan mengenai kesempatan kerja dan arah karir.
Keterbatasan waktu, memaksa moderator untuk menghentikan acara ini, setelah mendengarkan input-input dari para peserta diskusi.

Feedback dan Follow up

Sharing ini ternyata memang tidak berhenti sebagai sharing saja. Beberapa usulan dan tindak lanjut dari acara ini muncul, untuk dijadikan tema pada acara-acara diskusi yang akan datang. Pembahasan karir pada hari itu memang cukup general, sehingga muncul usulan untuk membuat acara diskusi yang lebih spesifik di bidang tertentu,misalnya bidang insurance, IT, finance, construction, etc. Pembahasan itu akan berupa sharing dari rekan-rekan yang bekerja dibidang tersebut, kesempatan karir, life style, pressure di pekerjaan dll.

Arah atau objective dari karir merupakan suatu hal yang menjadi pertanyaan banyak orang, baik yang sudah bekerja maupun yang sedang memulai karirnya. Bagaimana mencari / menentukan arah karir kita, menjadi satu tema pembahasan yang cukup menarik dan dapat dipertimbangkan oleh seksi acara mudika.

Usulan lain yang masuk adalah mengenai pembahasan proposal project. Salah satu rekan yang mempunyai proposal, akan membawakannya ke forum mudika, untuk dibahas apakah project itu feasible atau tidak. Diskusi ini akan berguna untuk mengasah logika dan insting bisnis dari para mudika.

Seksi acara sebagai fasilitator diskusi di mudika akan selalu mengharapkan usulan-usulan dari rekan-rekan mudika, dan  menyiapkan acara-acara yang menarik dan berguna.

(Teddy Aryanto)

YaNG LaGi TReND

Jalan-jalan dan jogging pagi
tuk....wak........tuk...wak badan sehat..........
tukwak....tukwak badan kuat..............
Lari pagi euy.....plus jalan-jalan pagi nikmatin hawa segar Singapur dikala pagi.
Nah yang baru-baru  ini  dengan dipelopori Bang Heru pergi ke Mac Ritchie 
dan rencananya mau dilanjutin ke Bukit Timah Hill.
Mau ikut? ikutin terus kabar-kabar mudika

Line dance dan hip-hop
Nyang ini nih, goyang-goyang assoiii.......
Bang Djoni yang mempelopori.
Bakar-bakar lemak dan kolesterol sambil enjoy nikmatin musik.......
hmmm.....kapan lagi kalo nggak di mudika...?

Nyanyi lagu Gregorian
wowwww......gebrakan baru Pak Kur ini bakal ikutan nimbrung 
di bumi singapur yang akhir-akhir ini mulai mendingin dan memanas.
Mau nyang ini? 
dateng aja waktu latihan koornya mudika
 
 

YaNG aKaN DaTaNG

mau tahu..............?
Ada Jalan Salib plus acara prapaskah laennya, ada  acara games remaja, ada Paskahan, ada Healthy Life Style, ada SerSan, ada Retreat,
ada deh pokoknya........
so, why don't you come and join us.................  ?

<menu>

 
 
Jangan Lupa:

Jangan lupa..........................mudika mo ngadain retret.
Kabar-kabarnya sih diadainnya bulan.......
ooops....nggak boleh ngebocorin rahasia pengurus.
Kalau mau tau silahkan ketemu atau kontak (atau ngedate juga boleh)
ama  Kurniawan < [email protected] >
(Sie Rohani)

Jangan lupa............................mudika ada pendalaman iman.
Tiap hari minggu ke-1, 3 (dan 5) setiap bulan.Tempat di Gereja St Bernadet, jam 11.00
selengkapnya hubungi Kurniawan <[email protected]>
(Sie Rohani)

Jangan Lupa .......................tiap hari Jumat ada koor.
Tempat: ruang koor (choir room) Gereja St. Bernadette, jamnya 7.30 pm.
Kalo bingung, bisa nanya Reni <[email protected]>
(Sie Koor)

Jangan Lupa ........................olahraga biar badan tetap fit dan sehat.
Ada tennis tiap sabtu , jam 17.00-20.00
Ada badminton tiap minggu ke-1 dan ke-3  jam 3 sore.
jangan lupa juga hubungi Heri {HP: 4657114}
biar nggak tersesat. dan ketinggalan bus. 
(Sie OR )

Jangan Lupa ..........................mudika selalu asyik kegiatannya.
Termasuk yang udah lewat, mau tau ????
Klik aja di sini:
http://members.xoom.com/mudikakkis/news/PastIndex.htm

Jangan Lupa.......jangan sampai ketinggalan info, let's go...go....go........
go together to mudika......................

<menu>

 
 
Serba-serbi

Cerita Bermakna:

Di daerah Palestina ada 2 Buah Laut yang Terkenal. Keduanya sangat berbeda. 
Yang satu dinamakan Laut (danau) Galilea, yakni sebuah danau yang luas dengan air yang jernih dan bisa diminum. 
Ikan dan manusia berenang dalam danau tersebut. Danau itu juga dikelilingi oleh kebun ladang dan kebun hijau. Banyak orang mendirikan rumah mereka disekitarnya. Dan Yesus pun berlayar di danau tersebut beberapa kali. 
Laut yang lain dinamakan Laut (danau) Mati, dan sungguh sesuai namanya. Segala sesuatu yang ada didalamnya mati. Airnya sangat Asin sehingga Anda pun bisa sakit bila meminumnya. Danau itu tidak ada ikannya. Tak ada sesuatupun yang tumbuh di tepinya. Tak seorangpun ingin tinggal di sekitar danau ini karena baunya yang tidak sedap. 

Jadi apa yang membuat keduanya berbeda ? Bedanya adalah Danau yang satu menerima dan memberi; sedangkan danau yang satunya hanya menerima dan menyimpan. 

Sungai Yordan mengalir ke permukaan Laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar danau itu. Danau tersebut memanfaatkan air sungai Yordan dan meneruskannya kepada danau lainnya untuk juga memanfaatkannya. 

Sungai Yordan kemudian juga mengalir ke dalam laut mati namun tidak pernah keluar lagi.Laut Mati secara egois menyimpan air sungai Yordan bagi dirinya sendiri, Hal itulah yang membuatnya "MATI". Karena laut itu hanya Menerima dan Tidak memberi. 
-John Marsabella- 

(Kiriman: Heru) 
 

Cerita Berha...ha...ha...ha:

RAKUS
Suatu ketika ada seorang pendeta yang sedang mengadakan kunjungan
rutin ke jemaatnya. Kali ini dia berkunjung ke rumah seorang nenek yang sudah tua. 

Bapak pendeta ini melihat ada sebuah tempat makanan di meja yang berisi kacang.
 "Apakah Anda tidak berkeberatan saya memakan kacang itu?"  kata pak pendeta.
"Oh, tidak apa-apa... makan saja," sahut si nenek. Cerita punya cerita, tidak terasa satu jam berlalu. Kacang di tempat makanan itu sudah habis  tak  bersisa. Sambil sedikit malu pak pendeta ini berkata, 
"Wah, maaf ya, saya tidak bermaksud untuk menghabiskannya, sebenarnya saya  hanya ingin memakan sebagian saja," katanya. 
Dengan santainya si nenek  berkata,  "Oh, tidak apa-apa, sejak saya kehilangan gigi-gigi saya, saya hanya bisa 
menghisap (baca: di-emut/menjilati) coklat yang ada di kacang-kacang itu".

(Kiriman: Andi)
 

<menu>

 
Yang Lagi Tambah Umur

Christina Theresia The 08-Mar
Cindy Fransisca 28-Mar
Creszentia Nina Handokon 30 Mar 
Diana Puspita 26-Mar
Gerry Leowardy  21-Mar
Hendrik Kurniawan  08-Mar
Hermanto Moerti  06-Mar
Ignatius Haryanto  23-Mar
Lina 31-Mar
Luciana  17-Mar
Margaretta Yuliana  11-Mar
Marlene Halim 11-Mar
Sandra Handono  21-Mar
Shirley Mohidi 10-Mar
Stephen Widjaja  13-Mar
Sugianto Wibisono 16-Mar
Sunny Notorahardjo 11-Mar
Suwato  23-Mar
Virtus Dharma Surjana 31-Mar
Wahyu Hidayat  10-Mar
Widya T  09-Mar
Winny Subagia 28-Mar

 Happy b'day to you
&
Happy b'day to e-bulletin

<menu>


 

Any question and suggestion??
E-mail [email protected]


Back to Bulletin Index
Back to Main Page


© Mudika-KKIS 1998-2000. All rights reserved.

 



Hosted by www.Geocities.ws

1