Tahun Yubileum bukan hanya untuk mengenangkan masa lalu. Kita harus memandang ke depan. Masa lampau merupakan norma bagi iman kita, tetapi bukan model bagi penghayatan iman kita pada zaman sekarang. Dari sejarah kita melihat bagaimana Gereja selama berabad-abad telah menanggapi tuntutan zaman, serta menemukan dan menunjukkan wajah yang baru, tanpa meninggalkan identitas yang asli.
Bagaimana wajah Gereja dalam abad ke-21 nanti? Agaknya ada 3 ciri yg sekarang sudah mulai berkembang. Pertama, agama Kristiani tidak lagi akan menentukan bentuk kebudayaan Barat, atau kebudayaan manapun juga, berarti agama Kristiani tidak akan dominan lagi dan tidak merupakan mayoritas lagi. Kedua, Gereja akan lebih menghargai tanggung jawab pribadi setiap orang beriman. Ketiga, Gereja akan perlu tetap mengembangkan semangat misionernya.
Gereja minoritas
Bukan hanya di Indonesia atau di Asia pada
umumnya Gereja akan menjadi minoritas, tetapi juga di Barat. Dalam 3 abad
terakhir sudah berkembang masyarakat sipil yang tidak ditandai lagi oleh
kekristenan. Apakah pemisahan antara masyarakat sipil dengan keagamaan
itu harus disesali? Perlukah ditakuti? Paling tidak bisa dikatakan bahwa
pemisahan itu juga membawa keuntungan.
Dengan adanya pemisahan itu di negara2 yg dulu "Kristiani" sekarang terlihat gereja2 pada hari Minggu hampir kosong. Bukan hanya orang2 yang hidupnya jelek yg menjadi tidak aktif, tetapi juga orang baik2. Kita hrs menyadari bhw iman tdk diwariskan turun temurun seperti faktor2 biologis. Iman tetap merupakan pertemuan Allah dgn pribadi setiap manusia, secara bebas. Dapatkah diharapkan org terus memelihara suatu kebiasaan, kalau kebiasaan itu belum pernah membawa mereka kepada suatu pertemuan sejati dengan Kristus, kalau kekristenan tidak lebih daripada suatu tradisi kebudayaan atau keluarga ?
Malah bisa dikatakan bhw bagi banyak orang yang tidak aktif lagi ke gereja, keputusan untuk meninggalkan kebiasaan yg bagi mrk hanyalah formalitas itu, malah merupakan suatu konsekuensi yg jujur, suatu kemajuan rohani. Sebaliknya, mereka yang tetap ke gereja, tanpa paksaan moral, sekarang sering memberi kesaksian iman sungguh2, iman yg dihayati dgn sadar dan gembira. Bahwa itu bisa terjadi merupakan suatu keajaiban yg mengagumkan pd zaman ini.
Hal itu tdk berarti bhw selanjutnya umat Kristiani diharap menghayati imannya secara sembunyi2. Orang Kristiani tetap merupakan anggota masy. Bhw masyarakat itu modern & sekuler tidak menjadi halangan untuk melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat. Mrk melibatkan diri & ikut berbicara ttg segala masalah politik & ekonomi, ilmu pengetahuan & kebudayaan masyarakat zaman ini. Mereka ikut bergembira atau ikut merasa prihatin atas hal2 yg terjadi.
Pada zaman ini Gereja tidak perlu binasa, asal disadari bahwa suatu perkembangan baru mulai terjadi, yang perlu ditanggapi, yakni ciri kedua Gereja masa depan yg mau kami bahas disini.
Tanggung Jawab Pribadi
Dulu keyakinan pribadi tidak begitu diutamakan.
Di zaman Reformasi, kalau satu raja menjadi Protestan, seluruh bangsanya
ikut menjadi Protestan. Kalau penguasa setempat menentang Reformasi protestan,
seluruh bawahannya tetap Katolik. Suara hati pribadi kalah dgn "kebenaran"
resmi yang diumumkan oleh atasan.
Di banyak tmp keadan itu skrg sudah berubah. Konsili Vatikan II sudah mengakui dgn resmi bhw pengambilan keputusan adalah tanggung jawab hati nurani pribadi setiap orang.
Suatu tanda dari perkembangan itu yakni bhw byk umat sekarang merindukan pendalaman iman. Minat umat mempelajari Kitab Suci serta teologi belum pernah begitu besar seperti sekarang. Byk umat mempelajari masalah moral, seperti moral perkawinan / keadilan sosial, terdorong oleh kebutuhan hati nuraninya. Juga praktek doa sudah berkembang. Rumusan2 doa yg dihafalkan di sekolah tidak cukup lagi. Meditasi serta berbagai cara berdoa batin makin lama makin diminati. Juga retret serta dialog ttg hal2 rohani. Byk kelompok sdh dibentuk, yg berkumpul secara berkala untuk membicarakan iman mereka, yakni hidup mereka di bwh terang injil. Kalau kita tidak picik kita pasti melihat bahwa suatu umat Allah gaya baru sudah mulai tumbuh.
Tidakkah mungkin umat Allah yang menghayati imannya secara baru ini memperngaruhi juga para imam untuk menjalankan tugas penggembalaan mereka dgn gaya yg baru ?
Kita sudah berkali-kali mengalami bhw dekrit2 yg diterjunkan dari atas tidak lagi mdpt tanggapan positif dari bawah, dari umat basis. Contoh paling terkenal ialah esiklik Humanae Vitae. Umat Kristiani ingin mengerti; mrk bukannya menolak ketaatan, tetapi tidak mau diperlakukan lagi sebagai anak2 kecil. Bukan larangan yg diharapkan, tetapi keterangan ttg bahaya2 & resiko2 yg melatarbelakangi larangan itu. Umat sudah menyadari bahwa tanggung jawab atas perbuatannya terletak pada bahunya sendiri. Umat mengharap pertolongan para gembalanya untuk memikul beban yang membahagiakan itu, bukan untuk mengambil alih tanggung jawabnya.
Dalam keadaan ini banyak awam bersedia membantu para imam dalam pelaksanaan tugas yg menjadi tanggung jawab mereka. Hal itu bisa dilihat dgn adanya katekis2, petugas2 liturgi, prodiakon serta dewan paroki dgn seksi2nya. Banyak awam juga bersedia membantu administrasi keuangan gereja dsb. Dengan demikian wajah Gereja yg lama berangsur-angsur berubah. Tetapi timbul juga suatu resiko baru yg perlu diwaspadai. Maka kita perlu mengembangkan ciri Gereja masa depan yang ketiga.
Semangat Misioner
Situasi misionaris dan juga pembentukan kelompok
& komunitas kecil adalah kenyataan2. Dalam komunitas kecil org2 mrs
kerasan. Tetapi keadaan itu membawa resiko bahwa komunitas itu menutup
diri thd masyarakat di luar kelompoknya sendiri atau malah memisahkan diri.
Dulu misi adalah tugas para misionaris. Mereka dipersiapkan secara khusus, lalu diutus ke salah satu negara misi. Tetapi dalam keadaan sekarang setiap negara adalah negara misi. Dimana2 sabda Kristus hrs diwartakan & dilaksanakan, "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku". Maka tidak cukup kalau kita hanya memupuk kehidupan & keakraban dlm komunitas kecil saja. Kita tetap mempunyai tugas ke luar. Injil harus disebarluaskan di seluruh masyarakat. Tanpa itu kita tidak hidup lagi menurut Injil. Yang perlu bukan proselitisme dgn memakai metode2 pemasaran seperti yang dipakai orang2 bisnis. Yang perlu adalah kesaksian kita di hadapan masyarakat. Kita harus mencari jalan2 untuk memberi kesaksian, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.
Juga para imam tidak hanya bertugas unt memelihara kawanan domba yg setia, tetapi harus keluar mencari domba2 yg hilang. Untuk tujuan itu segala sesuatu yg membuat kita lebih berkontak dgn masyarakat adalah penting, sepert ikut serta dalam kegembiraan masyarakat, ikut menghadapi bahaya, meminati kebudayaan, mengikuti perkembangan politik, menghadapi dosa2 zaman ini. Hal2 itu tidak kurang penting dibandingkan dengan segala sesuatu yang memelihara kontak kita dgn Yesus, Tuhan, yang hidup dalam Gereja-Nya.
Kita memang misionaris, tetapi kita mau bertanggung jawab penuh dan tetap berjiwa misioner. Dengan demikian kita memberi wajah baru kepada gereja di masa sekarang dan dalam abad y.a.d.
J. Waskito, SJ
(disadur dari majalah UTUSAN,
bulan Des 1999)
Hallo temen-temen,
wah... mungkin cerita Natalan
gue agak terlambat yach?! Tapi emang niat dari dulu mo nulis ini sich...
cuma baru sekarang ini punya waktu luang... :o)
Iya, sejak aku dateng ke S'pore ini, aku sudah kenal banyak anak mudika di S'pore. Malah sempet ikutan latihan koor setiap jum'at dipimpin langsung sama ketuanya, Kurniawan. Alhasil, udah banyak temen dech di S'pore ini & enjoy bener... :o)
Gue mo cerita juga X'mas eve yg sangat beda dgn pengalamanku di Belanda dulu... :o)
Hasil latihan koor anak2 mudika selain u/ misa Natal, juga u/ caroling di salah satu Rumah sakit. Nah, singkat cerita setelah latihan terus-menerus, setiap minggu sekali, malah sempet seminggu dua kali juga... tgl. 24 Dec sekitar jam 15.00 kita semua (sekitar 20 orang) ngumpul di MRT Novena. Di depan station MRT kita semua udah make topi Sinterklas semua & latihan beberapa lagu... wah lucu banget dech, banyak orang yg ngeliatin kelompok kita ini... :o)
Lalu sekitar jam 16.10 kita masuk ke Aula rumah sakit... lalu ambil ancang-ancang nyanyi... Kali ini semuanya ambil tampang serius walaupun jadi terkesan lucu krn pake topi sinterklas semua! ;b Kita nyanyi sekitar 10 lagu & cukup garing juga pertama kali mulai nyanyi tuch 'gak ada yg memperhatikan... Baru setelah beberapa lagu meriah, mulai berdatangan dech tepuk tangan... jadi semangat kita & makin mo terus nyanyi dech...hi.hi..hi....
Sayangnya semua lagu-lagu itu selesai cuma dalam waktu 20 menit (pendapat pribadi), padahal masih mo nyanyi terus.. habis waktu latihannya jauh-jauh lebih banyak daripada pentasnya! Jadi mo terus nyanyi dech... ;B
Tapi sesudah itu, kita photo-photo, mulai dari photo bareng sampe close up krn pada lucu pake topi sinterklas semuanya... :o) Alhasil lama-an photo-photonya daripada nyanyi caroling itu sendiri..hi..hi..
Habis nyanyi, semua dapet makanan kecil sebelom kita lanjut pergi ke rumah Bambang u/ santap malam. Selesai santap malam, dilanjutkan dgn karaoke & ngobrol...
Sekitar jam 22.15 kita semua
baru berangkat ke gereja St. Marie of Angel, Bukit Batok. Beruntung kita
dateng cepat, jadi bisa reserve banyak tempat u/ anak2 mudika laennya...
Yang asyik bagi gue adalah Natal kali ini gue bisa ngumpul lagi bersama
temen2, yg walaupun baru gue kenal tapi serasa sudah kenal lama! (emang
banyak juga yg dulu dari UI atau temennya temen gue, dll :o)
Mereka juga kompak-kompak
& enjoy u/ sharing kegembiraan... :o) Ini agak beda dgn Natalan gue
dulu di Belanda yg gerejanya rame tapi 'gak pada gue kenal.. terus misa
nya pake Belanda lagi... ;b
Kalo kemaren itu misanya dalam
English & 1/2 jam sebelom misa di mulai ada semacam tablo oleh remaja
gereja. Sudah itu misa dimulai & bukan main.... penuuhhh banget mbok!!...
Enaknya sich gerejanya pake AC, jadi biar yg berdiri juga 'gak keringetan..hi..hi..hi...
Pastornya sering ngelucu &
kotbahnya pun bagus! Enjoy dech gue... walaupun udah mulai ngantuk krn
sejak hari2 sebelomnya tuch jarang tidur.. entah ikutan latihan koor, toastmasters,
dll dech! (sekarang gue jadi pengacara nich, pengangguran banyak acara!
hi..hi....)
Nah sekitar jam 01.30 misanya selesai & anak2 mudika seperti biasa photo-photo dulu krn jarang-jarang bisa tampil cuek, pake topi sinterklas & warna baju yg ceria (merah, hijau, biru) saat tampil caroling! :o)
Dari gereja, akhirnya kita pisah jadi dua kelompok, sebagian nginep di rumah Bambang, yang laennya nginep di rumahnya Simon. Seperti biasa, yg udah ngantuk bisa langsung tidur, tapi yg masih melek bisa ngobrol dulu... :o)
Yang jelas Natal kali ini gue enjoy banget dech! Banyak temen2 baru di S'pore, bisa aktif ikutan mudika lagi (mana ada yg namanya mudika di Belanda yach?! :o) Di Belanda tuch 'gak ada yg namanya lingkungan ataupun mudika.. jadi susah sekali kalo mo nge'laba'..hi..hi..hi...
Iya, gitu dulu dech cerita Natal dari gue. Maaf lewat jalur umum nich.
I wish you merry merry X'mas...
cheers,
djoni
| 26 Dec kemaren ada perayaan
natal KKIS di gereja St Bernadette. Terus tanpa permisi dulu ama Romo Is,
saya mengangkat dialog karangannya.
Terus terang pertama saya baca tulisan & renungan Romo Is itu, saya langsung terkesan dengan betapa sebuah patung yang sudah hangus & hancur pun bisa mengajarkan sesuatu pada kita. Bagaimana kita tidak boleh hanya meratapi puing-puing akibat kekerasan & bentrok agama di negeri kita. Bagaimana kita diajari untuk tidak mengutuk, tapi untuk mencintai; tidak menyesali tapi mengambil hikmah; tidak diam melainkan mengulurkan tangan; tidak hanya melihat melainkan ikut melahirkan kembali nilai2 yang diajarkan Yesus kepada kita. Alhasil dialog di bawah memberi
renungan yang sangat berkesan bagi kita di Singapur yang kadang menjadi
lupa di tengah gemerlapnya perayaan natal di Orchard, lupa akan apa arti
Natal sesungguhnya :o)
|
SEBUAH PERCAKAPAN NATAL DI AKHIR ABAD INI DI SEBUAH NEGERI YANG NAMANYA INDONESIA
Bagaimana mungkin kau ber-Natalan Maria, tubuhmu hangus begini? Wajahmu rusak, tanganmu kehilangan semua jari-jarinya?
Inilah risiko jawabanku kepada Malaekat itu:"Fiat mihi secundum verbum tuum - ... jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lk 1:37).
Ah, tak tahan aku mengamatimu ... Bagaimana kita akan ber Natalan lagi? Bagaimana kau akan berlutut di gua kandang hewan itu, bagaimana kau akan mendengarkan lagu-lagu Natal yang merdu, bagaimana kau akan menggendong Kanak-Kanak Yesus bila jari-jari tanganmu hancur seperti ini? Bagaimana kau akan ... Ah Maria, wajahmu berantakan, sepertinya benda keras telah dihantamkan pada hidungmu...
Sebetulnya penderitaan ini bukan hal baru bagiku. Kau ingat bukan, setelah aku jawab tawaran-Nya untuk menjadi ibu-Nya, aku tak lepas dari derita: Melahirkan-Nya pun tidak terlaksana di rumahku sendiri, kami di perantauan waktu, ketika Dia baru saja lahir, kami harus lari dari buruan penguasa waktu itu. Dan aku juga sedih, ketika mendengar bahwa:"Lalu ia, Sang Penguasa itu, menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah..."( Mat 2:16). Dan akhirnya, tubuhnya yang dulu mungil, yang aku pangku di gua itu, aku pangku lagi di bawah salib... pada umur-Nya yang ketiga puluh tiga... untuk awal drama kasih itu, aku yang dipanggil untuk terlibat, akhirnya, aku pula yang diserahi untuk menutupnya...
Lalu, bagaimana mungkin kau akan ber Natalan lagi di dalam abad dan milenium yang akan datang ini. Dulu kau masih muda, kuat... oh perempuan yang kuat, aku kagum padamu... tetapi kini, bagaimana kau akan melahirkan Yesus lagi, bila tubuhmu hangus seperti ini...
Tubuh utuh aku tak punya lagi, kau yang punya... Tangan lengkap, tak ada lagi padaku, tetapi ada padamu... wajah pun telah menjadi puing... tetapi kau masih punya yang utuh, yang masih mampu tersenyum dan tertawa bersama mereka yang begembira, dan menangis bersama mereka yang sedih... Kaulah yang mengaku beriman pada-Nya, kaulah yang dipanggil untuk melahirkan Yesus... dengan tanganmu, kau ulurkan tangan-Nya supaya mampu sampai tahun 2000, bahkan lebih. Melalui wajahmu, dia mau tersenyum pada dunia masa kini dan ingin tertawa bersama mereka yang bergembira. Kaulah yang akan melahirkan Yesus yang mampu menangis bersama dengan mereka yang juga menangis sedih di jaman ini, karena mereka juga dihancurkan seperti keadaanku sekarang ini... Kaulah yang harus melahirkan-Nya kembali...agar dia tidak hanya jadi Sang Manusia di masa lampau, yang dibuatkan "gua-gua"-an di jaman ini, tetapi juga Tuhan masa kini, Tuhan masa depan... lewat kehidupanmu bersama teman-temanmu...
Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku...(Lk 1:34)
Kata-kata seperti itu, juga dulu aku lontarkan kepada malaikat itu, dan dia menjawab:"... bagi Allah tak ada yang mustahil... (Lk 1:37) cinta-Nya lebih kuat dari pada pedihnya luka-luka ini...
-----
22 Desember 1999 -----
Teman-teman,
selamat Natal, semoga cinta kasih Tuhan tetap menyertai kita dalam memasuki
tahun yang akan datang.
Teriring salam
saya,
-- I. Ismartono,
SJ --
Pengurus Mudika KKIS periode 1999 Ini nih nama-nama pengurus periode 99 yang bentar lagi udah akan melepaskan masa baktinya =)
| Ketua | Kurniawan Kasudarman | 7740391 / pg 94941719 |
| Sekretaris/Bendahara | Grace W. Rianto | 2505144 |
| Pembantu Umum | Bambang Setiady Lim | / pg 92844872 |
| Grace Debby Suhaedy | 7906440 | |
| Seksi Rohani/Sosial | Eka Adimulya | 4635194 / pg 92277329 |
| Seksi Olahraga | Arief Suriadi | 5673901 / pg 95361034 |
| Seksi Publikasi | Erni | 7906440 |
| Seksi Humas | Joy Wahyudi | 8731866 |
| Sakaria Viramic | ||
| Seksi Koor | Heru Wibawa | 4671321 / pg 96067699 |
| Seksi Remaja | Leonard Sudharta | hp 96816742 |
| Christina Theresia The | 3829220 |
Kegiatan Rutin Mudika KKIS
|
|
|
|
|
|
| Pendalaman
Alkitab
(Bible Study) |
tiap
Minggu ke 1,3,(5)
pk 11.00 pagi |
Salah
satu function room,
St Bernadette Church, Zion Rd |
Bis
yang lewat: 16, 75, 195
MRT: Tiong Bahru, Outram Park |
Eka ( 4635194 ) |
| Latihan
Koor
(Choir Practice) |
tiap
Jum'at
pk 19.30 |
Choir
Room,
St Bernadette Church, Zion Rd |
Bis
yang lewat: 16, 75, 195
MRT: Tiong Bahru, Outram Park |
Heru (4671321 / pg 96067699) |
| Tenis & other activities | tiap
Sabtu ke 2 & 4
sore |
Parkview Appartment | MRT:
Bukit Batok
+ Bis: 77, 106 turun di bus stop ke-4 |
Arief (5673901 / pg 95361034) |
Hepi Bersdeiiiiiii...!!!
AC Mahendra K Datu 23-Jan
Aika Yuri Winata 6-Jan
Budy Harnata 30-Jan
David Thesman 31-Jan
Francisca Yunita Susanto 13-Jan
Grace Debby Suhaedy 30-Jan
Helina Arif 8-Jan
Hendra Mardiyo 5-Jan
Irma Arsianti 7-Jan
Jeane Rebecca Hartono 31-Jan
Jenilia Kustono 27-Jan
Joy Wahyudi 29-Jan
Kurniadi 12-Jan
Maria Cynthia 28-Jan
Philip Setiadi 18-Jan
Reza Andradi 7-Jan
Thio Yenny 27-Jan
Vera 10-Jan
yang pada mo minta traktir,
bisa siap-siap nih ;>