e-bulletin
#10
December 1999 edition
free topic:
Toastmasters Club
Hi mudikans,
Pada ingat kan kemaren itu Rabu 19 Nov, kita ngadain pertemuan
bersama Steve Kosasih dari Jakarta. Ternyata penantian temen-temen kita
dari jam 7.30 gak sia-sia. Untuk acara dadakan di weekday, pesertanya lumayan
banyak... ada 15 orang yang hadir , yakni: Yang ngomong (Steve), Philip,
Joy, Bambang & keluarga, Heru, Irma, Moerti, Simon, Anna, Yohan plus
tuan rumah Om & Tante Agnes.... 'n satu lagi yang nulis (e).
Dari awal pertemuan udah terlihat kalo pesertanya antusias
sekali dengan topik ini. Bayangin aje... udah niat2in dateng ke Thomson
Road hari Rabu malam... gak heran kalo pas Steve ngomong, semuanya pada
fully consent...
Tapi pada dasarnya bukan cuman niat pesertanya doank
sih... emang si Steve ini tukang cuap cuap jempolan... udah biasa jual
susu di PT Nestle Indonesia kali ye.... =)
Pas dia tanya ke peserta, mo ngomong soal apa, kontan
semuanya bilang mo denger ttg Toastmaster. Ya uis, akhirnya doi mulai cerita
ttg sejarah Toastmaster pas pertama didirikan di California th 1924...
habis itu ttg manfaat ikut club kayak gini, juga prosedur untuk join toastmaster
club, tingkatan2 yang ada dalam club ini, apa aja yang diadakan di tiap
pertemuan. Kita2 jadinya diperkenalkan dengan istilah ah-counter, time
keeper, evaluator, toastmaster, competent toatmaster, able toastmaster,
etc. Ngomongnya satu arah, tapi sering diselak dengan berbagai pertanyaan
dadakan dari mudikans.... dan of course diwarnai dengan humor2 segar khas
Steve & mudika.
Steve memberikan gambaran bahwa pada dasarnya Toastmasters
International ini adalah sebuah non-profit organisation, yang bertujuan
untuk mengumpulkan orang2 yang ingin saling belajar mengembangkan kemampuan
berkomunikasi di depan umum dalam bahasa Inggris. Toastmasters Int ini
yang nantinya bakal supply club information kit, buku2 panduan, dlsb shg
proses belajar kita terarah. Yang kita dapatkan dari Toastmaster ini selain
baik untuk ngelatih PD kita (tapi gak nyombong), mengerti audience, bahasa
tubuh yang tepat, untuk pergaulan, juga bisa sangat berguna untuk di tempat
kerja nantinya... misalnya pas ketemu ama client, presentasi baik internal
maupun external, etc.
Di ujung acara si Steve ngasih presentasi (dlm bhs Indo)
tentang Marketing, yang nota bene gak ada hubungannya dgn topik Toastmasters
tadi dan juga audiencenya tidak mempunyai persiapan untuk dengerin topik
ini. Dengan 9 slides yang dia sediain, dia bisa membawa kita semua ke dunia
marketing yang jadi keahlian dia sehari-hari. Emang terbukti manjur ikutan
toastmaster-nya.... ngakunya awal2 join Toastmaster, Steve juga keringetan
'n gugup setengah mampus disuruh ngomong depan orang banyak..... =)
Wah gak terasa deh jam udah menunjukkan pk 10.30 malam...
busyeeet.... padahal rencananya sampe jam 9.00 doank =), dipotong telat
dlsb.... tetap aja gak terasa bosen sama sekali kalo udah dengerin Steve
ngomong.
tambahan:
Toastmasters International sudah mencapai lebih dari
8500 clubs dengan lebih dari 170000 anggota di lebih dari 60 negara. Dan
satu keuntungan dari join club ini adalah sekali kita udah jadi member
toastmaster di satu tempat, kita bisa datang ke meeting toastmasters di
mana aja di seluruh dunia.... wuaaaoooow..... asyik kan?
Untuk informasi lebih lanjut, bisa baca ke http://www.toastmasters.org
Jauh2 hari si Teddy udah ngajakin buat bentuk Toastmasters
Club sendiri... gimana ada yang minat gak? Dibutuhkan minimal 20 orang
untuk start club baru. Or else, kita bisa join club2 yang udah exist yang
dekat dengan rumah/tempat kerja kita.
(e)
past activities
Romo Suryo nyang heboh!!
Malam Minggu 13 Nov 99 Mudika mengadakan
pertemuan special di kediaman tante Agnes dengan pembicara yang special
juga yakni Romo Suryo (namanya sich jawa.. tapi orangnya bule..). Topik
yang dibawakan juga cukup menarik perhatian kawula muda yaitu tentang gender
‘n yang paling menarik adalah ttg persiapan perkawinan.
Romo Suryo membawakan tema ini dengan sangat
kocak dan penuh dengan guyonan sehingga waktu yang disediakan selama 1
jam, terasa berlalu dengan sangat cepat. Namun berefek sakit perut karena
kebanyakan tertawa.....
Romo dengan tegas membedakan antara ‘perbedaan’
(distinction) dengan ‘pembedaan’ (discrimination). Wanita
dan pria pada dasarnya memang memiliki perbedaan dalam segi fisik, psikologi,
dan fungsi namun martabat wanita dan pria adalah SAMA!!! Sehingga di dalam
perkawinan tidak ada yang lebih tinggi atau yang lebih rendah... semuanya
sederajat. Suami istri memang memiliki fungsi yang berbeda namun keduanya
saling melengkapi, sama seperti tubuh manusia di mana pria adalah ‘kepala’
dan wanita adalah ‘hati’ di mana yang satu tidak dapat berfungsi tanpa
yang lain.
Sebagaimana kita ketahui bahwa perkawinan
Katolik menganut asas monogami tak terceraikan, maka Romo menekankan agar
kita berhati-hati dan memikirkan secara masak-masak sebelum kita memutuskan
untuk menikah. Karena tujuan sekunder dari perkawinan adalah menjadi pendamping,
idealnya kita mengenal calon pasangan secara dekat selama kurang lebih
2 tahun. Romo pun mengemukakan 6 unsur yang harus kita pertimbangkan dalam
memilih pasangan hidup, dari yang kurang penting hingga yang terpenting,
yaitu :
1. Kesehatan
2. Umur dan tingkat pendidikan >> agar tidak
terjadi kesenjangan yang mencolok
3. Tingkat ekonomi
4. Watak / karakter >> kesesuaian watak sangat
menunjang, bukan kesamaan watak
5. Agama >> menurut Romo, lebih baik seorang
atheis kawin dg sesama atheis daripada dgn orang beragama, karena kecenderungannya
yang udah beragama bakal tertarik jadi atheis malah. Nah
lho?
6. Moral >> berbuat berdasarkan pikiran
Agar tercapai perkawinan yang ‘murni’ kita
haruslah banyak berdoa, berkemauan keras, menjauhi godaan, serta memiliki
iman yang kuat.
Anak anak kita tanpa iman tidak akan pernah
kaya,
Anak anak kita dengan iman tidak akan
pernah miskin.....
-LAR-
PD karismatik bersama Esther
Kandao & Meike Lolong
Senin 15 Nov Mudika mengadakan persekutuan
doa karismatik di kediaman tante Christine dengan pembicara Ibu Esther
Kandau dan Ibu Meike Lolong. Walaupun kegiatan ini hanya dihadiri oleh
5 orang, namun acara berlangsung dengan sangat meriah. Ibu Meike membawakannya
dengan penuh semangat, mengobarkan semangat kita untuk lebih mengenal Yesus
secara lebih dekat melalui sabda-sabdaNya. Acara ini berlangsung sekitar
1,5 jam dan kemudian dilanjutkan dengan melihat rekaman pelayanan mereka
di pedalaman Kalimantan sambil sedikit diskusi.
-LAR-
coming activities
Bedah buku bersama Alexander
K. Kasudarman
The last millenium has not been a great success.
We have advanced in science and technology, but not much in human behaviour.
There has been war, persecution, conflict, discrimination, injustice and
poverty. Is it possible that this has been due to poor thinking?
Imagine a ship at sea that is in trouble.
The lights keep going out. The engine is faltering. The rudder is unreliable.
The first mate is drunk. The crew is very demoralized. The service is appalling.
The passengers on the ship are very dissatisfied. Then a new captain and
first mate are brought in by helicopter. Very quickly everything changes.
The morale of the crew is lifted. Service improves. The engine is fixed.
The rudder is fixed. The lights stay on. Everything is fine. But the ship
is still heading in the wrong direction!
"Everything has changed except our way of
thinking." - Albert Einstein
"Is it too late to change our way of thinking?"
- Edward de Bono
"Do you want to change your way of thinking?"
- Alexander K. Kasudarman
Nah lho... bingung kan pade? emang siapa yach
Alexander K. Kasudarman ini?
Mau tau? Silahkan datang ke pertemuan mudika
yang lain dari biasanya....
pertama kalinya kita bakal ngadain acara
khusus untuk bedah buku....
gak pake piso, gak pake jarum, gak pake baju
operasi....
Hari : Minggu 5 Des 1999
Pukul : 11.00 am
Tempat : Salah satu function room di bangunan
baru gereja St Bernadette, Zion Road (di atas kantin baru)
Pasien yang mo dibedah:
NEW THINKING FOR THE NEW MILLENIUM
Edward de Bono: the best selling author of
Six Thinking Hats
1999, England, Penguin Group
Location change
Gedung baru di Church of St. Bernadette
Ada kabar gembira buat mudika... tunggu punya
tunggu, akhirnya gedung baru di belakang gereja St Bernadette udah kelar.
Peresmiannya udah dari tgl 14 Nov kemaren ( yang ikutan pasti inget ama
dansa klasik yang berhasil menyedot puluhan pengikut =b ).
Nah karena KKIS merupakan bagian dari keluarga
St Bernadette, mudika dapat jatah juga buat make function rooms yang ada.
Salah satunya Choir Room yang ber-AC, ber-karpet & ber-piano. Untuk
pertemuan minggu pagi mudika juga bisa dilakukan di salah satu Class Room
yang ada atau Meeting Room yang dilengkapi dengan OHP.
Tak lupa, kita mengucapkan terima kasih bangeeeeet
buat Aina yang sudah beberapa bulan rumahnya dipakai untuk latihan koor,
juga untuk Ferdinand & Grace Rianto yang selalu merelakan flatnya untuk
koor di saat2 mepet :o). Merci beaucoup. Juga untuk Tante Agnes
& Om Adi yang rumahnya sering kita ramaikan baik untuk pendalaman iman
maupun pertemuan dadakan. Moga-moga di lain waktu kita masih boleh memakai
tempatnya... hehehe... habis, pasti pada kangen ama masakan Emak. =b
Kegiatan Rutin Mudika KKIS
|
Activities:
|
When?
|
Venue
|
How to go?
|
Contact Person
|
|
Bible Study
|
tiap Minggu ke 1, 3, (5)
pk 11.00 pagi |
Salah satu Class Room, di atas kantin baru
St Bernadette Church, Zion Road |
Bis yang lewat: 16, 75, 195
MRT: Tiong Bahru, Outram Park |
Eka (4635194) |
|
Choir Practice
|
tiap Jum'at
pk 19.30 |
Choir Room, di atas kantin baru
St Bernadette Church, Zion Road
|
Bis yang lewat: 16, 75, 195
MRT: Tiong Bahru, Outram Park |
Heru (4671321 / pg 96067699) |
|
Tenis +++
|
tiap
Sabtu ke 2 & 4
sore |
Parkview Appartment |
MRT: Bukit Batok
+ Bis: 77, 106 turun di bus stop ke-4 |
Arief (5673901 / pg 95361034) |
|