Mudika-KKIS Bulletin


e-bulletin
#03
May 1999 edition
 

free topic:

Buah Iman dari Pastor Robi

Shalom,

Untuk kesempatan ini, saya mau sedikit sharing mengenai bible study yang dipandu oleh Pastor Robert Wowor untuk Mudika tanggal 10 April 1999. Tema yang diambil yaitu ‘Anak yang Hilang’ dari Lukas 15:11-32. Dalam Injil dikisahkan seorang anak bungsu yang minta bagian warisannya dan kemudian pergi merantau. Setelah bangkrut, ia pulang kembali ke ayahnya yang meyambutnya dengan sukacita. Akan tetapi keadaan ini tidak dapat diterima oleh anak yang sulung yang selalu patuh kepada ayahnya.

Selama ini kalau kita membaca perikop tersebut, kita selalu menganggap anak yang bungsu adalah anak yang serba kurang ajar, suka foya-foya, dan sebagainya, pokoknya yang negatif. Sedangkan anak yang sulung itu patuh kepada orang tua, taat, bertanggungjawab dan sebagainya, yang serba baik. Akan tetapi waktu Bible Study bersama Romo Robi, semuanya menjadi lain. Beliau meninjau isi kitab suci bukan dengan pandangan modern, melainkan dengan cara pandang orang Yahudi saat itu. Semua dilihat menurut tradisi orang Yahudi.

Pertama diceritakan anak yang bungsu minta warisan, padahal orang tuanya masih hidup. Mungkin menurut kita anak bungsu itu kurang ajar, tetapi menurut orang Yahudi hal itu wajar-wajar saja. Karena orangtua menjadi tanggung jawab anak yang sulung, sehingga anak yang kedua atau berikutnya boleh minta bagian warisannya. Setelah mendapat warisan, anak bungsu itu pergi ke negeri yang jauh. Akan tetapi, sifat kemanjaannya belum hilang sehingga hidupnya santai. Ia pergi ke negeri yang jauh bukan berarti ia berontak dari orangtua. Bagi orang Yahudi ikatan antara orang tua dan anak sangat kuat, tetapi anak itu tetap mau pergi juga. Ini menunjukkan keberanian anak bungsu, berani keluar dari ikatan, dan memulai sesuatu yang baru. Juga perlu diperhatikan bahwa anak itu tidak menghabiskan semua uangnya, akan tetapi timbul bahaya kelaparan dan iapun mulai melarat.

Sifat yang cukup menonjol dari anak itu yaitu anak itu mempunyai tanggung jawab. Meskipun ia jatuh miskin, ia tidak mencuri, mengemis atau kembali kepada orangtuanya minta dikasihani, melainkan ia mau bekerja. Dan kerjanya juga tidak pilih-pilih. Ia bersedia bekerja di peternakan babi, padahal babi itu najis bagi orang Yahudi. Dari sini kita bisa melihat bahwa anak bungsu itu mempunyai daya kreativitas, berani mencoba apa saja. Akan tetapi upahnya terlalu sedikit, sehingga ia berpikir untuk pulang kepada orang tuanya. Ia berpendapat lebih baik bekerja di tempat ayahnya karena jaminannya lebih baik dari yang ia terima di tempat itu. Ia mau datang kepada orangtuanya bukan sebagai anak, akan tetapi sebagai orang upahan, sebagai seorang pekerja. Nyatanya anak yang kedua ini tidak selamanya mempunyai unsur negatif.

Sekarang kita lihat anak yang sulung. Ia memang anak yang baik dan selalu mengikuti kehendak orangtuanya. Ia rajin dan mau bekerja keras, karena ia merasa mempunyai tanggung jawab untuk mengurus orangtuanya. Tetapi, anak pertama ini menjalankan semuanya itu bukan dengan rasa cinta, melainkan karena kewajiban. Ini terbukti ketika ia melihat perlakuan ayahnya kepada adiknya, ia tidak setuju dan marah. Ia merasa ia yang selama ini baik tidak mendapat perlakuan yang sebaik itu, sedang adiknya yang hidupnya foya-foya diperlakukan sangat baik. Ini dikarenakan dia tidak pernah minta sesuatu kepada ayahnya. Dia tidak minta karena tidak mempunyai daya kreativitas, semuanya dikerjakan menurut perintah saja. Ia tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang baru. Dan biasanya ini menimbulkan sifat mudah iri. Akhirnya mulai berpikiran jahat dan negatif. Karena marah, ia mengatakan “Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur,…..”. Padahal ia tidak tahu pasti. Dari mana ia tahu kalau anak bungsu itu memboroskan harta dengan pelacur ? Ia tidak tahu. Tetapi karena marah dan iri, ia mengatakan semuanya itu.

Dari semuanya itu apa yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita? Setiap orang berhak mencari jaminan hidup yang lebih baik selama itu masih halal. Bahkan untuk itu, kalau perlu secara lebih rendah hati. Kita sebagai anak muda hendaknya mengambil sifat sebaik anak pertama dan dengan segala pergumulannya seperti anak kedua. Kita patut meniru sifat baik anak kedua dalam arti berani mencoba sesuatu dengan yakin dan mempunyai daya kreativitas. Juga tidak telalu memilih-milih, mau mulai dari bawah. Sedangkan sifat baik dari anak pertama yang dapat kita pakai yaitu hendaklah kita patuh dan bertanggung jawab kepada orangtua kita dengan rasa cinta bukan dengan terpaksa atau kewajiban saja. (eka)

past activities
IRAS Seminar

Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota … Eh salah tuh.

Pada hari Minggu 28 Maret yang baru liwat , Mudika menyelenggarakan seminar pengisian formulir pajak IRAS. Seminar diselenggarakan di ruangan di atas kantin St Bernadette dan ditujukan bagi Mudikans yang sudah bekerja dan masih awam soal pengisian form pajak. Maklum, di negeri orang, pajak pun berbeda. Jangan sampai salah ngisi nanti malah kelebihan bayar atau malah ditangkap di negeri orang.

Setelah kenyang makan-makan en puas ngobrol, “calon” pengisi form IRAS bergerak naik ke atas kantin. Walaupun hidup di Singapur yang kata orang sangat disiplin dalam hal waktu, adat dan kebiasaan Indonesia sebagai penghasil “KARET” nomor satu di dunia tetap dibawa. Tak heran kalo “JAM KARET” diterapkan juga dalam seminar ini.

Pak Ketu membuka seminar dengan membagi-bagi makanan… eh salah… foto kopi formulir IRAS kepada peserta. Sayangnya 10 - 15 menit pertama peserta malah sibuk konsultasi sendiri-sendiri sama orang yang udah pernah ngisi form pajak. Satu blok konsultasi ama Andi, satu blok konsultasi ama Kur, satu blok konsultasi ama  … (waduh cilaka nich, udah lupa). Jadi terasa kurang efektif.

Setelah sekian lama “dead-lock”, akhirnya Andi barengan ama Eka mulai menerangkan point demi point formulir IRAS. Mulailah muncul pertanyaan-pertanyaan, terutama dalam hal-hal yang bisa mengurangi pajak yang harus dibayar.
Contoh: Course Fees. Course apa saja yang bisa dimasukkan untuk mengurangi pajak. Ternyata hanya course-course yang berkaitan dengan pekerjaan yang bisa mengurangi pajak. Terus kalo punya asuransi, fee asuransi tidak bisa dipakai untuk mengurangi pajak jika CPF > 5000.

Hal-hal baru ditemukan, seperti tidak ada orang yang mengaku mempunyai penghasilan dari deviden. Padahal denger-denger Pak Ketu punya saham (gosip booo). Terus account di POSB ternyata bebas pajak (pantesan bunganya paling kecil). Satu lagi, pemerintah tak akan mendebet account untuk pajak sekaligus, melainkan dicicil bulan-per-bulan. Wah, ini mah namanya “diskon”.

Pemerintah Singapore juga memberi kemudahan dalam pengisian form, entah lewat cara manual (pos), telepon, atau internet (tapi yang terakhir ini, menurut temen kantor gua lebih sering “down” daripada “up”). Enaknya cara terakhir, kita tidak perlu mengirimkan dokumen-dokumen pendukung, kecuali jika diminta.

Setelah puas bertanya-jawab << wah, lupa nich apa yang ditanya en apa jawabannya >>, pulanglah peserta seminar. Bagi yang mengisi form IRAS tahun ini, seminar ini bermanfaat sebagai panduan dalam pengisian. Bagi yang belum mengisi form tahun ini, seminar ini setidaknya menambah pengetahuan dan sebagai persiapan dalam pengisian form IRAS tahun depan. (budi)
 

coming activities
RETREAT

Retreat yang tadinya udah disiapkan untuk akhir Mei terpaksa dipindahkan ke akhir Juni (Jum'at - Minggu 25-27 Juni). Abis tempatnya udah pada full-booked. Ternyata orang Singapur demen retreat juga yak?!

Well, anyway timingnya saat taon ajaran baru baru mau dimulai....
so it's good to prepare our soul to face the coming semester, isn't it?

Tempatnya udah dapet, di Franciscan Retreat Centre (47 Jurong West Street 42). Biaya S$ 20 untuk 2 hari 3 malam all included (murah pan?). Temanya bakal membawa kita ke pendalaman hubungan dengan yang di Atas, dan gimana cara bertahan dalam iman di negeri rantau ini (menemukan dan mengmbangkan potensi pribadi). So... siap-siapin waktunya... kalo perlu ambil cuti jalan2. Bagi yang biasa weekend ngeloyor ke Orchard, why not this time ngeloyor ke Jurong West   =)
Pembicara: Pastor Yohanes Samiran SCY dan Suster Maria Joanni FrPr.

Berhubung tempat terbatas, maka peserta cuma dibatasi 50 orang. Bagi yang berminat untuk mengikuti retret, dapat segera mendaftarkan diri kepada:
1. Eka Adimulya (4635194 / pg 92277329)
2. Helina Arif (2505144)


Susunan Pengurus Mudika KKIS periode 1999
Ketua Kurniawan Kasudarman 7740391 / pg 94941719
Sekretaris/Bendahara Grace W. Rianto 2505144
Pembantu Umum Bambang Setiady Lim 7759589 / pg 92844872
  Grace Debby Suhaedy 7906440
Seksi Rohani/Sosial Eka Adimulya 4635194 / pg 92277329
Seksi Olahraga Arief Suriadi 5673901 / pg 95361034
Seksi Publikasi Erni 7906440
Seksi Humas Joy Wahyudi 8731866
  Sakaria Viramic 4568144
Seksi Koor Heru Wibawa 5673901 / pg 96067699
Seksi Remaja Leonard Sudharta  hp 96816742
  Christina Theresia The 3829220



Kegiatan Rutin Mudika KKIS


Activities:
When?
Venue
How to go?
Contact Person
Pendalaman Alkitab
(Bible Study)
tiap Minggu ke 1, 3, (5)
pk 11.00 pagi
rumah Tante Agnes 
3 Bright Hill Drive, S'pore 579587,
telp 5522049
Bis: 163, 165, 166, 167, 410, 605, 855, 980
Bus Stop: B 07 Upper Thomson Road
B 10 Upper Thomson Road 
MRT: bishan, ang mo kio, toa payoh
Eka (4635194 / pg 2277329)
Latihan Koor
(Choir Practice)
tiap Jum'at
pk 19.30
kediaman Grace R / Helina 
5 Bassein Rd #02-02, telp 2505144 
MRT: Novena Heru (pg 96067699)
Badminton Session Minggu ke 1, 3, (5)
pk 3.00 - 5.00 sore
Buena Vista 
Community Center
MRT: Buena Vista
Bis:  7, 165 turun di Holland Village
Arief (pg 95361034)
Tenis & other activities tiap Sabtu ke 2 & 4 
sore
Parkview Appartment MRT: Bukit Batok
+ Bis: 77, 106 turun di bus stop ke-4
Arief (pg 95361034)

 

    Kali ini ucapan ultahnya borongan yek!!!

    May God bless you all !!!

    Cindy Fransisca 28-March
    Hendrik Kurniawan 08-March
    Ignatius Haryanto 23-March
    Margaretta Yuliana 11-March
    Marlene Halim 11-March
    Shirley Mohidi 10-March
    Stephen Widjaja 13-March
    Sugianto Wibisono 16-March
    Virtus Dharma Surjana 31-March
    Widy Kiswanto 25-March
    Antonius Erik Wibowo 08-April
    Daniel Budianto 03-April
    Daniel Yudho Pamungkas 19-April
    Diana Lestari 28-April
    El Fie Salim 27-April
    Marcelino Ximenes NMagno 26-April
    Pandya Ananta 19-April
    Rudy Santoso 20-April
    Sherly Sudarsono 07-April
    Shinta Hendrawan 29-April
    Tan Ka Hin 29-April



Any question and suggestion??
E-mail [email protected]


Back to Bulletin Index
Back to Main Page

©Mudika-KKIS 1998-1999. All rights reserved.

Hosted by www.Geocities.ws

1