free topic:
Buah Iman dari Pastor Robi
Shalom,
Untuk kesempatan ini, saya mau
sedikit sharing mengenai bible study yang dipandu oleh Pastor Robert Wowor
untuk Mudika tanggal 10 April 1999. Tema yang diambil yaitu ‘Anak yang
Hilang’ dari Lukas 15:11-32. Dalam Injil dikisahkan seorang anak bungsu
yang minta bagian warisannya dan kemudian pergi merantau. Setelah bangkrut,
ia pulang kembali ke ayahnya yang meyambutnya dengan sukacita. Akan tetapi
keadaan ini tidak dapat diterima oleh anak yang sulung yang selalu patuh
kepada ayahnya.
Selama ini kalau kita membaca perikop
tersebut, kita selalu menganggap anak yang bungsu adalah anak yang serba
kurang ajar, suka foya-foya, dan sebagainya, pokoknya yang negatif. Sedangkan
anak yang sulung itu patuh kepada orang tua, taat, bertanggungjawab dan
sebagainya, yang serba baik. Akan tetapi waktu Bible Study bersama Romo
Robi, semuanya menjadi lain. Beliau meninjau isi kitab suci bukan dengan
pandangan modern, melainkan dengan cara pandang orang Yahudi saat itu.
Semua dilihat menurut tradisi orang Yahudi.
Pertama diceritakan anak yang bungsu
minta warisan, padahal orang tuanya masih hidup. Mungkin menurut kita anak
bungsu itu kurang ajar, tetapi menurut orang Yahudi hal itu wajar-wajar
saja. Karena orangtua menjadi tanggung jawab anak yang sulung, sehingga
anak yang kedua atau berikutnya boleh minta bagian warisannya. Setelah
mendapat warisan, anak bungsu itu pergi ke negeri yang jauh. Akan tetapi,
sifat kemanjaannya belum hilang sehingga hidupnya santai. Ia pergi ke negeri
yang jauh bukan berarti ia berontak dari orangtua. Bagi orang Yahudi ikatan
antara orang tua dan anak sangat kuat, tetapi anak itu tetap mau pergi
juga. Ini menunjukkan keberanian anak bungsu, berani keluar dari ikatan,
dan memulai sesuatu yang baru. Juga perlu diperhatikan bahwa anak itu tidak
menghabiskan semua uangnya, akan tetapi timbul bahaya kelaparan dan iapun
mulai melarat.
Sifat yang cukup menonjol dari
anak itu yaitu anak itu mempunyai tanggung jawab. Meskipun ia jatuh miskin,
ia tidak mencuri, mengemis atau kembali kepada orangtuanya minta dikasihani,
melainkan ia mau bekerja. Dan kerjanya juga tidak pilih-pilih. Ia
bersedia bekerja di peternakan babi, padahal babi itu najis bagi orang
Yahudi. Dari sini kita bisa melihat bahwa anak bungsu itu mempunyai daya
kreativitas, berani mencoba apa saja. Akan tetapi upahnya terlalu sedikit,
sehingga ia berpikir untuk pulang kepada orang tuanya. Ia berpendapat lebih
baik bekerja di tempat ayahnya karena jaminannya lebih baik dari yang ia
terima di tempat itu. Ia mau datang kepada orangtuanya bukan sebagai anak,
akan tetapi sebagai orang upahan, sebagai seorang pekerja. Nyatanya anak
yang kedua ini tidak selamanya mempunyai unsur negatif.
Sekarang kita lihat anak yang sulung.
Ia memang anak yang baik dan selalu mengikuti kehendak orangtuanya. Ia
rajin dan mau bekerja keras, karena ia merasa mempunyai tanggung jawab
untuk mengurus orangtuanya. Tetapi, anak pertama ini menjalankan semuanya
itu bukan dengan rasa cinta, melainkan karena kewajiban. Ini terbukti ketika
ia melihat perlakuan ayahnya kepada adiknya, ia tidak setuju dan marah.
Ia merasa ia yang selama ini baik tidak mendapat perlakuan yang sebaik
itu, sedang adiknya yang hidupnya foya-foya diperlakukan sangat baik. Ini
dikarenakan dia tidak pernah minta sesuatu kepada ayahnya. Dia tidak minta
karena tidak mempunyai daya kreativitas, semuanya dikerjakan menurut perintah
saja. Ia tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang baru. Dan biasanya
ini menimbulkan sifat mudah iri. Akhirnya mulai berpikiran jahat dan negatif.
Karena marah, ia mengatakan “Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah
memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur,…..”.
Padahal ia tidak tahu pasti. Dari mana ia tahu kalau anak bungsu itu memboroskan
harta dengan pelacur ? Ia tidak tahu. Tetapi karena marah dan iri, ia mengatakan
semuanya itu.
Dari semuanya itu apa yang dapat
kita aplikasikan dalam kehidupan kita? Setiap orang berhak mencari jaminan
hidup yang lebih baik selama itu masih halal. Bahkan untuk itu, kalau perlu
secara lebih rendah hati. Kita sebagai anak muda hendaknya mengambil sifat
sebaik anak pertama dan dengan segala pergumulannya seperti anak kedua.
Kita patut meniru sifat baik anak kedua dalam arti berani mencoba sesuatu
dengan yakin dan mempunyai daya kreativitas. Juga tidak telalu memilih-milih,
mau mulai dari bawah. Sedangkan sifat baik dari anak pertama yang dapat
kita pakai yaitu hendaklah kita patuh dan bertanggung jawab kepada orangtua
kita dengan rasa cinta bukan dengan terpaksa atau kewajiban saja. (eka)
past
activities
Pada hari Minggu kuturut ayah
ke kota … Eh salah tuh.
Pada hari Minggu 28 Maret yang
baru liwat , Mudika menyelenggarakan seminar pengisian formulir pajak IRAS.
Seminar diselenggarakan di ruangan di atas kantin St Bernadette dan ditujukan
bagi Mudikans yang sudah bekerja dan masih awam soal pengisian form pajak.
Maklum, di negeri orang, pajak pun berbeda. Jangan sampai salah ngisi nanti
malah kelebihan bayar atau malah ditangkap di negeri orang.
Setelah kenyang makan-makan
en puas ngobrol, “calon” pengisi form IRAS bergerak naik ke atas kantin.
Walaupun hidup di Singapur yang kata orang sangat disiplin dalam hal waktu,
adat dan kebiasaan Indonesia sebagai penghasil “KARET” nomor satu di dunia
tetap dibawa. Tak heran kalo “JAM KARET” diterapkan juga dalam seminar
ini.
Pak Ketu membuka seminar dengan
membagi-bagi makanan… eh salah… foto kopi formulir IRAS kepada peserta.
Sayangnya 10 - 15 menit pertama peserta malah sibuk konsultasi sendiri-sendiri
sama orang yang udah pernah ngisi form pajak. Satu blok konsultasi ama
Andi, satu blok konsultasi ama Kur, satu blok konsultasi ama … (waduh
cilaka nich, udah lupa). Jadi terasa kurang efektif.
Setelah sekian lama “dead-lock”,
akhirnya Andi barengan ama Eka mulai menerangkan point demi point formulir
IRAS. Mulailah muncul pertanyaan-pertanyaan, terutama dalam hal-hal yang
bisa mengurangi pajak yang harus dibayar.
Contoh: Course Fees. Course
apa saja yang bisa dimasukkan untuk mengurangi pajak. Ternyata hanya course-course
yang berkaitan dengan pekerjaan yang bisa mengurangi pajak. Terus kalo
punya asuransi, fee asuransi tidak bisa dipakai untuk mengurangi pajak
jika CPF > 5000.
Hal-hal baru ditemukan, seperti
tidak ada orang yang mengaku mempunyai penghasilan dari deviden. Padahal
denger-denger Pak Ketu punya saham (gosip booo). Terus account di POSB
ternyata bebas pajak (pantesan bunganya paling kecil). Satu lagi, pemerintah
tak akan mendebet account untuk pajak sekaligus, melainkan dicicil bulan-per-bulan.
Wah, ini mah namanya “diskon”.
Pemerintah Singapore juga memberi
kemudahan dalam pengisian form, entah lewat cara manual (pos), telepon,
atau internet (tapi yang terakhir ini, menurut temen kantor gua lebih sering
“down” daripada “up”). Enaknya cara terakhir, kita tidak perlu mengirimkan
dokumen-dokumen pendukung, kecuali jika diminta.
Setelah puas bertanya-jawab
<< wah, lupa nich apa yang ditanya en apa jawabannya >>, pulanglah
peserta seminar. Bagi yang mengisi form IRAS tahun ini, seminar ini bermanfaat
sebagai panduan dalam pengisian. Bagi yang belum mengisi form tahun ini,
seminar ini setidaknya menambah pengetahuan dan sebagai persiapan dalam
pengisian form IRAS tahun depan. (budi)
coming
activities
RETREAT
Retreat yang tadinya udah
disiapkan untuk akhir Mei terpaksa dipindahkan ke akhir Juni (Jum'at -
Minggu 25-27 Juni). Abis tempatnya udah pada full-booked. Ternyata orang
Singapur demen retreat juga yak?!
Well, anyway timingnya saat taon ajaran baru baru mau dimulai....
so it's good to prepare our soul to face the coming semester, isn't it?
Tempatnya udah dapet, di Franciscan
Retreat Centre (47 Jurong West Street 42). Biaya S$ 20 untuk 2 hari 3 malam
all included (murah pan?). Temanya bakal membawa kita ke pendalaman hubungan
dengan yang di Atas, dan gimana cara bertahan dalam iman di negeri rantau
ini (menemukan dan mengmbangkan potensi pribadi). So... siap-siapin waktunya...
kalo perlu ambil cuti jalan2. Bagi yang biasa weekend ngeloyor ke Orchard,
why not this time ngeloyor ke Jurong West =)
Pembicara: Pastor Yohanes Samiran SCY dan Suster Maria Joanni FrPr.
Berhubung tempat terbatas,
maka peserta cuma dibatasi 50 orang. Bagi yang berminat untuk mengikuti
retret, dapat segera mendaftarkan diri kepada:
1. Eka Adimulya (4635194 / pg 92277329)
2. Helina Arif (2505144)
Susunan
Pengurus Mudika KKIS periode 1999
| Ketua |
Kurniawan Kasudarman |
7740391 / pg 94941719 |
| Sekretaris/Bendahara |
Grace W. Rianto |
2505144 |
| Pembantu Umum |
Bambang Setiady Lim |
7759589 / pg 92844872 |
| |
Grace Debby Suhaedy |
7906440 |
| Seksi Rohani/Sosial |
Eka Adimulya |
4635194 / pg 92277329 |
| Seksi Olahraga |
Arief Suriadi |
5673901 / pg 95361034 |
| Seksi Publikasi |
Erni |
7906440 |
| Seksi Humas |
Joy Wahyudi |
8731866 |
| |
Sakaria Viramic |
4568144 |
| Seksi Koor |
Heru Wibawa |
5673901 / pg 96067699 |
| Seksi Remaja |
Leonard Sudharta |
hp 96816742 |
| |
Christina Theresia The |
3829220 |
Kegiatan
Rutin Mudika KKIS
|
Activities:
|
When?
|
Venue
|
How to go?
|
Contact Person
|
Pendalaman Alkitab
(Bible Study) |
tiap
Minggu ke 1, 3, (5)
pk 11.00
pagi |
rumah
Tante Agnes
3 Bright
Hill Drive, S'pore 579587,
telp
5522049 |
Bis: 163, 165, 166, 167, 410, 605,
855, 980
Bus Stop: B 07 Upper Thomson Road
B 10 Upper Thomson Road
MRT: bishan, ang mo kio, toa payoh |
Eka
(4635194 / pg 2277329) |
Latihan Koor
(Choir Practice) |
tiap
Jum'at
pk 19.30 |
kediaman
Grace R / Helina
5 Bassein Rd #02-02, telp 2505144 |
MRT:
Novena |
Heru
(pg 96067699) |
| Badminton Session |
Minggu
ke 1, 3, (5)
pk 3.00
- 5.00 sore |
Buena
Vista
Community
Center |
MRT:
Buena Vista
Bis:
7, 165 turun di Holland Village |
Arief
(pg 95361034) |
| Tenis & other activities |
tiap
Sabtu ke 2 & 4
sore |
Parkview
Appartment |
MRT:
Bukit Batok
+ Bis:
77, 106 turun di bus stop ke-4 |
Arief
(pg 95361034) |
|