Alam Kita · Berita · Cari Ilmu · Gallery · Info OPA · Cari Situs · Info Track · Alamat OPA · Info Film · Info Djokja · Info Cakrawala · ke Depan

[email protected]
Password
New users
sign up!
 
 
 

ILmu

A5

  << Prev | | Next >>

SURVIVAL

Mengapa Ada Survival

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :

Keadaan alam (cuaca dan medan) 
Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan) 
Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan) 

Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.

Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam

S : Sadar dalam keadaan gawat darurat

U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah

R : Rasa takut dan putus asa hilangkan

V : Vitalitas tingkatkan

I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya

V : Variasi alam bisa dimanfaatkan

A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya

L : Lancar, slaman, slumun, slamet

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah "STOP" yang artinya :

S : Stop & seating / berhenti dan duduklah

T : Thingking / berpikirlah

O : Observe / amati keadaan sekitar

P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Kebutuhan survival

Yang harus dipunyai oleh seorang survivor (penyelamat)

1. Sikap mental 

- Semangat untuk tetap hidup 

- Kepercayaan diri

- Akal sehat 

- Disiplin dan rencana matang

- Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan

- Cara membuat bivak

- Cara memperoleh air

- Cara mendapatkan makanan

- Cara membuat api 

- Pengetahuan orientasi medan 

- Cara mengatasi gangguan binatang 

- Cara mencari pertolongan 

3. Pengalaman dan latihan 

- Latihan mengidentifikasikan tanaman 

- Latihan membuat trap, dll 

4. Peralatan 

- Kotak survival 

- Pisau jungle , dll 

5. Kemauan belajar 

Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :

Mengkoordinasi anggota 

Melakukan pertolongan pertama (penenangan terhadap anggota yang lemah)
Melihat kemampuan anggota (fisik, mental)
Mengadakan orientasi medan (naik ke tempat tertinggi seperti puncak pohon dll)
Mengadakan penjatahan makanan (di handel satu orang atas keputusan bersama)
Membuat rencana dan pembagian tugas 
Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar (kode S O S asap dll)
Membuat jejak dan perhatian (api, asap, susunan batu dll)
Mencari pertolongan (penebang kayu, pendaki lainnya, jaga wana dll)
Usahakan untuk tidak terpisah sendiri - sendiri (team work)

Bahaya-bahaya dalam survival

Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

1. Ketegangan dan panik 

Pencegahan :

- Sering berlatih 

- Berpikir positif dan optimis 

- Persiapan fisik dan mental 

2. Matahari / panas 

- Kelelahan panas 

- Kejang panas 

- Sengatan panas 

Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :

- Penyakit akut/kronis 

- Baru sembuh dari penyakit 

- Demam 

- Baru memperoleh vaksinasi 

- Kurang tidur 

- Kelelahan 

- Terlalu gemuk 

- Penyakit kulit yang merata 

- Pernah mengalami sengatan udara panas 

- Minum alkohol 

- Dehidrasi 

Pencegahan keadaan panas :

- Aklimitasi 

- Persedian air 

- Mengurangi aktivitas 

- Garam dapur 

- Pakaian : 

- Longgar 

- Lengan panjang 

- Celana pendek 

- Kaos oblong 

3. Serangan penyakit 

- Demam 

- Disentri 

- Typus 

- Malaria 

4. Kemerosotan mental 

Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris

Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah

Keadaan lingkungan mencekam

Pencegahan : Usahakan tenang

Banyak berlatih



5. Bahaya binatang beracun dan berbisa 
Keracunan 

Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang

mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.

Penyebab : Makanan dan minuman beracun

Pencegahan : Air garam di minum

Minum air sabun mandi panas

Minum teh pekat

Di tohok anak tekaknya



6. Keletihan amat sangat 

Pencegahan : Makan makanan berkalori

Membatasi kegiatan

7. Kelaparan 
8. Lecet 

9. Kedinginan 

Untuk penurunan suhu tubuh < 30° C bisa menyebabkan kematian

Membuat Bivak (Shelter)

Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin

Macam :

Shelter asli alam

Gua : Bukan tempat persembunyian binatang

Tidak ada gas beracun

Tidak mudah longsor 

Shelter buatan dari alam 
Shelter buatan 

Syarat bivak : 

Hindari daerah aliran air (lembah anai)

Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh

Bukan sarang nyamuk/serangga

Bahan kuat

Jangan terlalu merusak alam sekitar (alam sekitar sebagai tameng dari angin)

Terlindung langsung dari angin (di sekitar perdu, tidak di kaki bukit atau puncaknya)

Mengatasi Gangguan Binatang

a. Nyamuk 

Obat nyamuk, autan, dll 
Bunga kluwih dibakar 
Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk 
Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk 

b. Laron 

Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan 

c. Lebah

Apabila disengat lebah :
Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali 
Tempelkan tanah basah/liat di atas luka 
Jangan dipijit-pijit 
Tempelkan pecahan genting panas di atas luka 

d. Lintah 

Apabila digigit lintah :
Teteskan air tembakau pada lintahnya 
Taburkan garam di atas lintahnya 
Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya 
Taburkan abu rokok di atas lintahnya 

e. Semut 

Gosokkan obat gosok pada luka gigitan 
Letakkan cabe merah pada jalan semut 
Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut 

f. Kalajengking dan lipan 

Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar 
Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit 
Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka 
Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka 
Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan 

Membuat Perangkap (Trap)

Macam-macam trap :

Perangkap model menggantung 
Perangkap tali sederhana 
Perangkap lubang jerat 
Perangkap menimpa 
Apace foot share 

Bahan :

tali/kawat 
Umpan 
Batang kayu 
Cabang pohon 

Membaca Jejak

Jenis :

Jejak buatan : dibuat oleh manusia 
Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan 

Jejak alami biasanya menyatakan tentang :

Jenis binatang yang lewat 
Arah gerak binatang 
Besar kecilnya binatang 
Cepat lambatnya gerak binatang 
Membaca jejak alami dapat diketahui dari :

Kotoran yang tersisa 

Pohon atau ranting yang patah 
Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput 

Air

Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.

Air yang tidak perlu dimurnikan :

Hujan (Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan)
Dari tanaman rambat/rotan
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
Dari tanaman (Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut)

Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :

Air sungai besar 
Air sungai tergenang 
Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut) 
Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan 
Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan 

Makanan

Patokan memilih makanan :

  Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia 

  Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok 

  Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo 

  Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan 

  Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam 

  Hubungan air dan makanan

  Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit 

  Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan 

  Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak 

Tumbuhan yang dapat dimakan

Dari batangnya :

  Batang pohon pisang (putihnya) 

  Bambu yang masih muda (rebung) 

  Pakis dalamnya berwarna putih 

  Sagu dalamnya berwarna putih 

  Tebu 

Dari daunnya :

  Selada air 

  Rasamala (yang masih muda) 

  Daun mlinjo 

  Singkong 

  Akar dan umbinya :

  Ubi jalar, talas, singkong 

Buahnya :

  Arbei, asam jawa, juwet 

Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :

  Jamur merang, jamur kayu 

Ciri-ciri jamur beracun :

  Mempunyai warna mencolok 

  Baunya tidak sedap 

  Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning 

  Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan 

  Bila diraba mudah hancur 

  Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya 

  Tumbuh dari kotoran hewan 

  Mengeluarkan getah putih 

Binatang yang bisa dimakan

  Belalang 

  Jangkrik 

  Tempayak putih (gendon) 

  Cacing 

  Jenis burung 

  Laron 

  Lebah , larva, madu 

  Siput 

  Kadal : bagia belakang dan ekor 

  Katak hijau 

  Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya 

  Binatang besar lainnya 

Binatang yang tidak bisa dimakan

  Mengandung bisa : lipan dan kalajengking 

  Mengandung racun : penyu laut 

  Mengandung bau yang khas : sigung 

Api

Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.

   
Dengan lensa / Kaca pembesar 

Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.

    
Gesekan kayu dengan kayu. 

Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar

    
Busur dan gurdi 

Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.

Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Survival kit

Survival kit ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :

  • Perlengkapan memancing 

  • Pisau 

  • Tali kecil 

  • Senter kecil + cadangan lampu dan baterai

  • Cermin suryakanta, cermin kecil 

  • Peluit 

  • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air (kapsul film/slide foto)

  • Tablet garam, norit 

  • Obat-obatan pribadi 

  • Jarum + benang + peniti :)


A5

  << Prev | | Next >>

Webmaster selalu menunggu info-info kiriman lainnya dari para teman-teman netter's, boleh Ulasan, Kesimpulan study kasus, info teknik berpetualang/pendakian, Info Track, Info kegiatan di organisasi masing masing, dan lain-nya, terus di kirimkan ke "[email protected]" Terima kasih. semoga kita dapat selalu saling membagi pengetahuan kita masing-masing.Wassalam.
(-webman..) 

 

 

 

 

hak cipta © Nov 2000 MPA. CAKRAWALA STIE Widya Wiwaha Yogyakarta Jl Lowanu Sorosutan 55162 telp 0274.37709 ext 15 Yogyakarta 

Pemeliharaan & Pengembangan  komentar kpd web master  [VieNa Creative Publisher]  revisi  05/24/01

ke atas

Hosted by www.Geocities.ws

1