|
[review] In Memoriam Carstensz Pyramide Irian Jaya, April 1987
1. Agus Putera (209/ARY/85)
2. Darma Surya Purnama (193/ARY/85)
3. Irwan Fauzie (218/ARY/85)
4. Kacuk (Simpatisan)
'Mahasiswa Pencinta Alam' Aranyacala Trisakti Jakarta
Didasari dengan satu niat baik dan tulus, untuk mengingatkan kita semua akan
persatuan dan kesatuan di negara kedaulatan Republik Indonesia, ditengah-tengahberbagai ancaman
disintegrasi bangsa (ta'ela...), maka diadakanlah Ekspedisi Poligon 1999. Adapun ekspedisi yang
diprakarsai oleh Kopassus yang bekerjasama dengan mahasiswa Indonesia ini dilaksanakan di
sembilan gunung di Indonesia, dari ujung barat ampe ujung timur, untuk melakukan upacara
peringatan Hari Kemerdekaan RI yang dilakukan serentak pas tgl 17-nya di puncak-puncak
gunung tsb. Cukup banyak juga anak ary yang terlibat sebagai peserta di ekspedisi ini; Edwin gondrong +
Dewi onyin ke Leuser-Aceh, Saleh alias Abud ke Bukit Raya-Kalbar, Disyon kotak (Dirut Consina) ke
Binaiya-Ambon, Nina ke Semeru-Jatim, Atin ke Agung-Bali dan gue ke carstensz-Irian (sekarang
Papua). Enak juga sih... masuk barak, tinggal pasang badan kira-kira 2-3 minggu buat latihan
fisik ala tentara tiap pagi dan sore (walaupun gue dan pendaki lain yang ke Carstensz
diperlakukan "sedikit lebih kejam", masuk barak pertama keluar belakangan) kaga
usah mikirin ijin, dana, kuliah (?) kaga pake rapat panitia segala, pokoknya semua
beres dah, paling tinggal nyiapin peralatan pendakian pribadi aja yang langsung disuplai sama orang gudang.
Buat gue (dan ary juga tentunya.) pendakian ini pastinya engga' sekedar pendakian ke
atep Indonesia, tapi juga nerusin perjuangan 4 orang almarhum yang meninggal saat Ekspedisi
Carstensz 1987, sekaligus Ekspedisi Cendrawasih 1994 yang gagal dapet ijin. Makanya gue pas masih
di barak bener-bener "jakondi" alias jaga kondisi.(makan teratur, tidur teratur, ngerokok? nah...
ini yang susah, minimal dikuranginlah dan jangan samsu!) Takut sakit, cedera, dll yang bisa
menggagalkan keberangkatan gue, soalnya cuma gue anak ary yang kesono. Tim carstensz
berangkat meninggalkan Jakarta pada tanggal 8 Agustus 1999, dengan kekuatan personil 20 orang, terdiri
dari; TNI 5 orang, Mapala UI 4 orang, kru Indosiar 2 orang, ITB Bandung, UNAS Jakarta, IKIP
Jakarta, Dimpa Muhamadiah Malang, Ranita IAIN Jakarta, Palawa Unpad Bandung, Mapagama UGM Jogya,
Impessa Perbanas Jakarta dan Aranyacala Trisakti Jakarta masing-masing 1 orang. Sampe di Timika
(karena kita naiknya motong lewat freeport, jadi engga lewat nabire/illaga), istirahat 2 hari ,
langsung berangkat ke tembagapura, kota modern di ketinggian 1800 m. Disini juga 1 malem aja,
besoknya langsung bergerak menuju lembah danau-danau (4200 m), yang kalo lewat illaga (jalur
ekspedisi carstensz 1987) waktu tempuhnya bisa semingguan. Karena kita melintasi freeport,
menggunakan fasilitas cable car/kereta gantung dan mulai trekking dari pos ayam hitam kira-kira
ketinggiannya 3600 m. Jadi kita bergerak dari 0 mdpl sampe 4200 mdpl cuma 3 hari saja. Setelah
itu baru ngabisin pusingnya di camp. Ada yang 2 hari, ada yang 3 hari bahkan ada yang masih AMS
(Acute Mountain Sickness alias penyakit ketinggian) sampe pas tgl 16-nya (nama dan
alamat ada pada redaksi... yang pasti bukan gue.) Jadi dari tanggal 11- 15 Agustus
kegiatannya muter-muter di sekitar camp, ke glacier puncak jaya, middle peak, lembah kuning, teras besar, pokoknya
aklimatisasi dah. Baru pas tgl 16-nya istirahat total + persiapan akhir. Besoknya pas tanggal 17,
Summit attack sekitar jam 01.30 dini hari dan sampe puncak sekitar jam 13.00 siang. (yang paling
terakhir nyampe sekitar jam 15.00) setelah itu upacara, foto dll, kemudian turun ke camp. Sampe
di camp sekitar jam 18.30 (rombongan terakhir sampe camp menjelang tengah malam)
.
Pada kesempatan ini juga gue mendapat kehormatan dari BP Ary untuk ngebawa dan masang
plakat "In Memoriam" yang udah sekitar 2 tahun ngejogrok di sekret.
Tadinya gue mau pasang di puncak, (pas lagi aklimatisasi ke teras besar tu plakat udah gue bawa sampe ke lembah kuning,
berhubung ukurannya besar dan engga bisa dipacking dalem ransel maka harus ditenteng kaya bawa
map) tapi karena sangat menyulitkan pergerakan, diputuskan untuk dipasang di Lembah danau-danau
yang merupakan base camp terakhir sebelum summit attack ke Carstensz. Plakat terpasang
pada tanggal 19 Agustus 1999, kira-kira jam 14.30 WIT. Emang sih, agak miring
bawahnya. Maklumlah, gue cuma dimodalin 2 bh mata bor (itu juga bekas.) sama si
Hendra, jadi begitu miring, udah engga bisa ngebor lagi. Anyway pokoke sip deh, udah kepasang.
Besoknya, sebelum turun ke Tembagapura, tim Ekspedisi Poligon melakukan upacara
singkat / doa bersama di depan plakat In Memoriam, sebagai penghormatan terhadap
rekan-rekan yang tewas dalam ekspedisi tersebut. Mudah-mudahan arwah mereka
dapat beristirahat dengan tenang dan mendapat tempat yang layak disisi-Nya. Amin.
Aranyacala cintaku, baktiku akhir-akhirnya...
Rico, 371/ARY/93
ps: thank's buat semua rekan-rekan di sekret yang udah kasak-kusuk nyiapin
semua kebutuhan ekspedisi selama gue di barak. Jangan bosen yah.
Carstensz Pyramide (4884 M) Plakat In Memoriam
Summit, 17-8-1999 Lembah danau-danau (4200 M)
19-8-1999
Di
kutip dari homepagenya Aranyacala: http://members.nbci.com/aranyacala/ |