|
MPA
Cakrawala A
to Z
Masa
tidak terko'ordinir
Sejarah
berdirinya MPA Cakrawala bermula pada desember 1994, yaitu pada
masa UKM MAPALA STIEDHA masih berdiri di STIE Widya Wiwaha.
Munculnya ide untuk mendirikan mapala baru ini di sebabkan oleh
manajemen dan kegiatan di mapala yang saat itu tidak lagi
mencerminkan kegiatan sebagai mapala yang yang sesungguhnya dan
juga manajemen yang ada dan berlaku di dalamnya tidak di kelola
dengan baik. hal ini tidak hanya menurut pandangan orang luar yang
melihatnya tetapi juga di akui oleh anggota UKM MAPALA STIEDHA
sendiri, karena melihat kondisi yang seperti diatas maka
berkumpullah mahasiswa-mahasiswa yang menginginkan perubahan
kearah yang semestinya dan mereka yang mempunyai visi serta misi
tentang arah perubahan tersebut. Arah perubahan esensial yang
diinginkan adalah perubahan secara menyeluruh baik dari segi fisik
kegiatan dan yang lebih terpenting untuk merubah image masyarakat
khususnya civitas akademika tentang citra buruk mapala yang
identik dengan hura hura, pergaulan bebas, arogan dan MAPALA alias
Mahasiswa Paling Lama , maka pada saat itu muncullah sekelompok
kecil para mahasiswa baru yang mempunyai potensi dalam
pengembangan kreatifitas dan prestasinya pada bidang kegiatan alam
bebas. hal itu terjadi karena sebagian besar dari kelompok
kelompok kecil tadi kurang atau bahkan tidak puas dengan kebijakan
kebijakan yang ada pada UKM MAPALA terdahulu, karena bagi mereka (kelompok
kelompok kecil tadi-red) apa yang telah di lakukan UKM MAPALA
STIEDHA sama sekali tidak mencerminkan idialisme sebagai lembaga
yang berorientasi pada kegiatan kegiatan alam bebas ataupun
petualangan. Alhasil kelompok kecil tersebut bergerak secara
kelompok kelompok tanpa ada suatu induk Organisasi yang
mengaturnya. Hingga pada suatu saat terjadi musibah bencana alam
meletusnya G Merapi, yang banyak memakan korban. Idealisme
kelompok kelompok kecil tersebut tanpa terkomandao melakukan aksi
sosial berupa pengumpulan dana sosial serta menyertakan diri
sebagai tenaga bantuan sosial dalam menangani maslah pengungsian,
bertemulah kelompok kelompok kecil tersebut yang pada akhirnya
dari perbincangan tentang keinginan tentang untuk mewujudkan induk
Organisasi yang dapat menyatukan mereka yang sesuai dengan jalur
serta idealisme sebagaimana mestinya sebuah lembaga kegiatan alam
bebas. kemudian muncullah suatu rencana dan pernyataan konsep dari
berbagai sumber dan mulai membentuk sebuah tim kerja yang bertugas
membuat rencana kerja, pengumpulan kelompok kelompok kecil atau
individu individu yang exist terhadap kegiatan kegiatan alam bebas.
Perbincangan masalah pendirian mapala baru tersebut di mulai pada
saat bertemu di gunung Merapi tepatnya pada saat Aksi Sosial
membantu korban letusan gunung Merapi. Pertemuan ini di kuatkan
lagi dengan pertemuan di gua Cerme Imogiri, bantul. Yang di ikuti
tujuh belas orang pada tanggal 17 s/d 20 desember 1994. pada saat
pertemuan inilah di capai kesepakatn untuk mendirikan mapala baru
yang kemudian bernama UKM MPALA STIE WW, sebagai embrio MPA
CAKRAWALA yang di kenal saat ini.
Masa
Peralihan
Disebut
masa peralihan dalam hal ini, perubahan dari MAPALA STIEDHA
menjadi UKM MAPALA, perubahan ini ditandai dengan pergantaian
total kepengurusan, termasuk anggota dan aturan aturan yang
berlaku. setiap visi dan misi organisasi yang lebih berwawasan
lingkungan, organisatoris, intelektual tanpa mengabaikan tugasnya
sebagai mahasiswa. karena diakuinya kinerja dari UKM MAPALA dan
keberhasilan merubah citra buruk mapala terutama dilingkungan
kampus, maka pada tanggal 2 april 1995, UKM MAPALA mendapatkan
status semi otonomi sekaligus berubah nama menjadi UKM MPA
CAKRAWALA (selanjutnya diperingati sebagai HUT MPA Cakrawala) yang
secara struktural masih berada di bawah senat mahasiswa. perubahan
status ini tentu sangat menyenangkan sekaligus membanggakan,
tetapi tidak membuat UKM ini berhenti berkreasi untuk membuktikan
keberadaan mereka dengan status semi otonomi ini diraskan ada
beberapa kemudahan Birokrasi yang tadinya berbelit belit menjadi
lebih singkat dan otomatis lebih memudahkan dalam penyusunan dan
pelaksanaan program kerja.
Masa
Konsolidasi
Dengan
status semi otonomi sudah tentu tanggung jawab yang di emban oleh
anggota akan lebih berat, sehingga secara moral UKM ini di tuntut
lebih Profesional, dan terus meningkatkan kemampuan organisasi
khususnya di bidang kepetualangan. Berbagai kegiatan yang
terprogram maupun tidak terpropgram satu persatu di selesaikan
dengan tetap mengacu pada visi dan misi yang disepakati. usasaha
keras ini mendapat pengakuan dari pihak akademik dan organisasi
mahasiswa lainnya. Sehingga UKM MPA.CAKRAWALA pada bulan juli 1996
mendapatkan status lembaga khusus, yang secara struktural tidak
lagi di bawah BPM. Dengan status baru ini setiap kegiatn MPA
Cakrawala tidak lagi berhubungan dengan senat mahasiswa melainkan
langsung ke Puket III bagian kemahasiswaan dengan sepengetahuan
BPM.
Masa
Transisi dan Perubahan
Setelah
di pimpin oleh angkatan pertama selama dua periode, maka di MPA
Cakrawala seperti pada organisasi lainnya juga mengalami
pergantian kepengurusan (regenerasi) kepada yang lebih muda. Angin
perubahan seiring regenerasi kepengurusan merupakan sesuatu yang
harus terjadi. dengan perbedaan angkatan ini muncul ide ide baru
yang membawa perubahan kepada organisasi. perubahan itu sendiri di
sesuaikan dengan perkembangan anggota, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas anggota, dengan tidak meninggalkan landasan gerak
kegiatan MPA Cakarawala yaitu PETUALANGAN PENELITIAN PENGABDIAN
dan PRESTASI. Meskipun sedang dalam masa transisi dan pencarian
format terbaik untuk masa depan tetapi cara kerja dan kemampuan
anak anak MPA Cakrawala tetap di akui, hal ini terbukti pada
kongres SMPT STIE Widya Wiwaha tanggal 24 oktober 1998, MPA
Cakrawala mendapat status otonomi penuh secara struktural langsung
di bawah Puket III bagian Kemahasiswaan STIE Widya Wiwaha. Dengan
statusnya yang baru MPA Cakrawala terus membenahi diri, menambah
pengetahuan di bidang kepetualangan, perbaikan Intern dan hub
Ekstern Organisasi. sampai sekarangpun organisasi ini masih
berbenah dan memperbaiki diri untuk mempertahankan apa yang telah
di capainyaserta mencapai hasil yang terbaik untuk memajukan dan
mengembangkan organisasi MPA Cakrawala pada khususnya dan dunia
kepetualangan pada umumnya.
Sumber
[Buletin BiANGLALA. MPA.CAKRAWALA] |