|
TAMAN
NASIONAL GUNUNG RINJANI
Secara administratif terletak di tiga kabupaten yaitu kabupaten
Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat
Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani ini mempunyai luas wilayah
40.000 hektar dan merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia
(3726mdpl) setelah Gunung Kerinci di Sumatera Barat dan Puncak
Jaya di Irian Barat.
Sosial Budaya Masyarakat
Sembalun merupakan desa pada kaki Gunung Rinjani, termasuk dalam
kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur. Desa ini terbagi menjadi
dua Rukun Tetangga yaitu Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung.
Dari Aikmel menuju ke Sembalun adalah perjalanan yang mengasyikkan.
Apalagi nantinya kita akan melihat bahwa desa Sembalun merupakan
desa yang dihimpit oleh kaki-kaki raksasa pegunungan yang
mengitarinya. Seolah merupakan desa yang amat terpencil.
Agama
Masyarakat Sembalun mayoritas memeluk agama Islam. Tempat ibadah
banyak dijumpai dimana-mana. Terdapat satu buah masjid yang cukup
besar di desa Sembalun Lawang. Tampaknya penduduk desa ini rajin
beribadah.
Pemerintahan
Lembaga-lembaga pemerintahan seperti kantor kepala desa, maupun
kantor pembantu camat ada di desa ini. Mungkin karena disadari
bahwa Gunung Rinjani merupakan salah satu potensi wisata
turis-turis domestik maupun mancanegara maka tata kota dan
jalan-jalan aspal dibangun dengan kondisi yang layak.
Pendidikan
Sudah tersedianya satu sekolah menengah tingkat pertama, dan
beberapa sekolah dasar, tingkat pendidikan masyarakat Sembalun
bisa dikatakan cukup baik, dengan rata-rata tamatan SLTP dan
paling tinggi tamatan SLTA. Untuk dapat melanjutkan ke tingkat
yang lebih tinggi lagi mereka harus pergi ke Mataram
Mata Pencaharian
Masyarakat Sembalun memanfaatkan lahan di kaki gunung Rinjani
untuk dibuka sebagai ladang. Masyarakat Sembalun sebagian besar
adalah peladang sayur-sayuran seperti bawang merah, bawang putih,
kol, cabai dan lain-lain. Setelah dipanen mereka menjualnya ke
pasar yang terdekat yaitu ke pasar Aikmel atau ada juga yang
dibawa ke Mataram. Selain berladang sebagian ada juga yang
memanfaatkan danau Segara Anak untuk memancing ikan dan dijual.
Karakteristik Gunung Rinjani
Hutan di Gunung Rinjani termasuk hutan
jenis heterogen dan homogen pada daerah daerah tertentu.
Pada ketinggian 1000 – 2000 mdpl dapat kita temui jenis tumbuh–
tumbuhan seperti Beringin (Ficus superb), Garu (Dysoxylum sp),
Bayur, dan perkebunan penduduk yang ditanami suyur – sayuran
seperti kol, cabai, bawang, juga kentang. Pada ketinggian 2000 –
3000 mdpl vegetasi yang dominan adalah cemara Gunung (Casuarina
junghuniana). Pada ketinggian 3000 mdpl ke atas hanya terdapat
jenis rumput – rumputan dan bunga abadi (edelweiss).
Salah satu keeksotisan Gunung Rinjani adalah Danau Segara Anak
yang terbentuk secara vulkanik akibat letusan Gunung Rinjani.
Danau ini terletak di ketinggian 2800 mdpl, kaya akan ikan–ikan
maupun flora fauna lain.
Kekayaan danau ini sering dieksploitasi oleh penduduk setempat
dengan mengambil ikan-ikannya.
Namun satu yang perlu dicatat disini adalah adanya kearifan lokal
penduduk setempat sehingga eksploitasi tidak sampai menimbulkan
kerusakan lingkungan. Ikan-ikan yang banyak terdapat di danau ini
adalah ikan mas, mujair dan ikan harper. Pada bulan Februari lalu
tim pendaki dari Astacala berhasil menombak ikan mas seberat 3,5
kg.
Danau Segara Anak dipercaya oleh masyarakat sekitar mempunyai tuah
yang dapat menyembuhkan penyakit, juga untuk pemujaan mendapatkan
benda – benda yang sakti.
Di dekat Danau Segara Anak terdapat gunung kecil yang disebut
Gunung Baru. Jarang orang yang bisa ke puncak Gunung Baru tersebut
walaupun menurut informasi sudah ada jalur menuju kesana. Bisa
jadi hal ini disebabkan karena Gunung Baru tersebut masih aktif
dan mengeluarkan gas.
Jalur Pendakian
Sembalun Lawang
Merupakan jalur yang sering dilalui oleh para pendaki baik lokal (masyarakat
setempat) maupun dari luar. Waktu total perjalanan 13 jam (paling
cepat). Jalur ini didominasi oleh bukit-bukit kecil dengan sabana
yang amat luas. Untuk pohon besar paling banyak kita jumpai Cemara
Gunung (Casuarina junghuniana )
Terdapat tiga pos yang dapat ditempuh selama 8 jam yaitu : POS I
ditempuh selama 5 jam (dari Sembalun Lawang), POS I ke POS II
ditempuh selama 1 jam, POS II ke POS III ditempuh selama 2 Jam.
Sebelum POS III ada dua jalur yang menuju ke Pelawangan yaitu
jalur Bukit Penyesalan yang panjang dan melewati POS III serta
Jalur Penderitaan, dimana jalur ini agak pendek dibandingkan
dengan Bukit Penyesalan tetapi lebih terjal.
Letak persimpangan ini adalah beberapa meter setelah Jembatan
Bolong (jembatan setelah Pos II, terbuat dari beton tapi sebagian
sudah rusak). Kalau akan melewati Bukit Penyesalan maka mengambil
arah kanan, sedangkan kalau ingin melewati Bukit Penderitaan
melewati jalur sebelah kiri. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk ke
Pelawangan lebih cepat jika melalui Bukit Penderitaan, karena ini
merupakan jalan pintas, dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.
Sumber air dapat dengan mudah kita temui di jalur ini. Sumber air
pertama terdapat di POS II (ada kali kecil), sebelum POS III,
serta di Pelawangan (berjarak sekitar 100 m dari Pelawangan turun
ke bawah).
Senaru
Dibandingkan dengan jalur Sembalun jalur ini lebih pendek dan
terjal. Sepanjang jalur didominasi oleh hutan-hutan heterogen
lebat dengan berbagai macam tumbuhan dan hewannya. Menurut
kepercayaan penduduk setempat, di jalur ini banyak berkeliaran
makhluk-makhluk halus yang bisa menjelma menjadi apa saja. Kalau
melewati jalur ini kita akan melewati Danau Segara Anak terlebih
dahulu sebelum menuju ke Puncak Rinjani
Torean
Merupakan jalur yang menyusuri sungai. Jalurnya sendiri sudah
sukar ditemui. Informasi lebih lengkap sampai saat ini belum
penulis dapatkan.
Sembalun Bumbung
Jalur ini biasanya dilalui oleh penduduk lokal, namun sekarang
jarang dilalui karena sebagian sudah tertutup dan tidak jelas.
Transportasi
Transportasi dari Yogyakarta menuju ke Sembalun Lawang pada 5
Februari 2000 adalah sebagai berikut:
|
Dari
|
Menuju
|
Jenis
Angkutan
|
Biaya
|
|
YOGYA
|
SURABAYA
|
Bis
(MIRA)
|
Rp.
6.000,-
|
|
SURABAYA
|
Plbh.
KETAPANG
|
Bis
(AKAS)
|
Rp.
9.000,-
|
|
Plbh.
KETAPANG
|
Plbh.
GILIMANUK
|
Ferry
|
Rp.
1.600,-
|
|
Plb.GILIMANUK
|
Term
UBUNG
|
Bis
|
Rp.
5.000,-
|
|
Term
UBUNG
|
PADANG
BAI
|
L-300
|
Rp.
8.000,-
|
|
Plb.
PADANG BAI
|
Plb.LEMBAR
|
Ferry
|
Rp.
7.100,-
|
|
Plb.LEMBAR
|
MATARAM
|
L-300
|
Rp.
4.000,-
|
|
MATARAM
|
AIKMEL
|
Minibus
|
Rp.
3.000,-
|
|
AIKMEL
|
SEMBALUN
|
Minibus
|
Rp.
4.000,-
|
|