Alam Kita · Berita · Cari Ilmu · Gallery · Info OPA · Cari Situs · Info Track · Alamat OPA · Info Film · Info Djokja · Info Cakrawala · ke Depan

[email protected]
Password
New users
sign up!
 
 
 

ALAMkita

A1

<< Prev | | Next>>

TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI

      Secara administratif terletak di tiga kabupaten yaitu kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani ini mempunyai luas wilayah 40.000 hektar dan merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia (3726mdpl) setelah Gunung Kerinci di Sumatera Barat dan Puncak Jaya di Irian Barat.


Sosial Budaya Masyarakat 
Sembalun merupakan desa pada kaki Gunung Rinjani, termasuk dalam kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur. Desa ini terbagi menjadi dua Rukun Tetangga yaitu Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung. Dari Aikmel menuju ke Sembalun adalah perjalanan yang mengasyikkan. Apalagi nantinya kita akan melihat bahwa desa Sembalun merupakan desa yang dihimpit oleh kaki-kaki raksasa pegunungan yang mengitarinya. Seolah merupakan desa yang amat terpencil.


Agama
Masyarakat Sembalun mayoritas memeluk agama Islam. Tempat ibadah banyak dijumpai dimana-mana. Terdapat satu buah masjid yang cukup besar di desa Sembalun Lawang. Tampaknya penduduk desa ini rajin beribadah.


Pemerintahan
Lembaga-lembaga pemerintahan seperti kantor kepala desa, maupun kantor pembantu camat ada di desa ini. Mungkin karena disadari bahwa Gunung Rinjani merupakan salah satu potensi wisata turis-turis domestik maupun mancanegara maka tata kota dan jalan-jalan aspal dibangun dengan kondisi yang layak.


Pendidikan
Sudah tersedianya satu sekolah menengah tingkat pertama, dan beberapa sekolah dasar, tingkat pendidikan masyarakat Sembalun bisa dikatakan cukup baik, dengan rata-rata tamatan SLTP dan paling tinggi tamatan SLTA. Untuk dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi mereka harus pergi ke Mataram


Mata Pencaharian
Masyarakat Sembalun memanfaatkan lahan di kaki gunung Rinjani untuk dibuka sebagai ladang. Masyarakat Sembalun sebagian besar adalah peladang sayur-sayuran seperti bawang merah, bawang putih, kol, cabai dan lain-lain. Setelah dipanen mereka menjualnya ke pasar yang terdekat yaitu ke pasar Aikmel atau ada juga yang dibawa ke Mataram. Selain berladang sebagian ada juga yang memanfaatkan danau Segara Anak untuk memancing ikan dan dijual.

Karakteristik Gunung Rinjani

     Hutan di Gunung Rinjani termasuk hutan jenis heterogen dan homogen pada daerah daerah tertentu.

Pada ketinggian 1000 – 2000 mdpl dapat kita temui jenis tumbuh– tumbuhan seperti Beringin (Ficus superb), Garu (Dysoxylum sp), Bayur, dan perkebunan penduduk yang ditanami suyur – sayuran seperti kol, cabai, bawang, juga kentang. Pada ketinggian 2000 – 3000 mdpl vegetasi yang dominan adalah cemara Gunung (Casuarina junghuniana). Pada ketinggian 3000 mdpl ke atas hanya terdapat jenis rumput – rumputan dan bunga abadi (edelweiss).

Salah satu keeksotisan Gunung Rinjani adalah Danau Segara Anak yang terbentuk secara vulkanik akibat letusan Gunung Rinjani. Danau ini terletak di ketinggian 2800 mdpl, kaya akan ikan–ikan maupun flora fauna lain.

Kekayaan danau ini sering dieksploitasi oleh penduduk setempat dengan mengambil ikan-ikannya. 

Namun satu yang perlu dicatat disini adalah adanya kearifan lokal penduduk setempat sehingga eksploitasi tidak sampai menimbulkan kerusakan lingkungan. Ikan-ikan yang banyak terdapat di danau ini adalah ikan mas, mujair dan ikan harper. Pada bulan Februari lalu tim pendaki dari Astacala berhasil menombak ikan mas seberat 3,5 kg.

Danau Segara Anak dipercaya oleh masyarakat sekitar mempunyai tuah yang dapat menyembuhkan penyakit, juga untuk pemujaan mendapatkan benda – benda yang sakti.

Di dekat Danau Segara Anak terdapat gunung kecil yang disebut Gunung Baru. Jarang orang yang bisa ke puncak Gunung Baru tersebut walaupun menurut informasi sudah ada jalur menuju kesana. Bisa jadi hal ini disebabkan karena Gunung Baru tersebut masih aktif dan mengeluarkan gas.

Jalur Pendakian


Sembalun Lawang
Merupakan jalur yang sering dilalui oleh para pendaki baik lokal (masyarakat setempat) maupun dari luar. Waktu total perjalanan 13 jam (paling cepat). Jalur ini didominasi oleh bukit-bukit kecil dengan sabana yang amat luas. Untuk pohon besar paling banyak kita jumpai Cemara Gunung (Casuarina junghuniana )

Terdapat tiga pos yang dapat ditempuh selama 8 jam yaitu : POS I ditempuh selama 5 jam (dari Sembalun Lawang), POS I ke POS II ditempuh selama 1 jam, POS II ke POS III ditempuh selama 2 Jam. Sebelum POS III ada dua jalur yang menuju ke Pelawangan yaitu jalur Bukit Penyesalan yang panjang dan melewati POS III serta Jalur Penderitaan, dimana jalur ini agak pendek dibandingkan dengan Bukit Penyesalan tetapi lebih terjal.

Letak persimpangan ini adalah beberapa meter setelah Jembatan Bolong (jembatan setelah Pos II, terbuat dari beton tapi sebagian sudah rusak). Kalau akan melewati Bukit Penyesalan maka mengambil arah kanan, sedangkan kalau ingin melewati Bukit Penderitaan melewati jalur sebelah kiri. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk ke Pelawangan lebih cepat jika melalui Bukit Penderitaan, karena ini merupakan jalan pintas, dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.

Sumber air dapat dengan mudah kita temui di jalur ini. Sumber air pertama terdapat di POS II (ada kali kecil), sebelum POS III, serta di Pelawangan (berjarak sekitar 100 m dari Pelawangan turun ke bawah).

Senaru
Dibandingkan dengan jalur Sembalun jalur ini lebih pendek dan terjal. Sepanjang jalur didominasi oleh hutan-hutan heterogen lebat dengan berbagai macam tumbuhan dan hewannya. Menurut kepercayaan penduduk setempat, di jalur ini banyak berkeliaran makhluk-makhluk halus yang bisa menjelma menjadi apa saja. Kalau melewati jalur ini kita akan melewati Danau Segara Anak terlebih dahulu sebelum menuju ke Puncak Rinjani


Torean
Merupakan jalur yang menyusuri sungai. Jalurnya sendiri sudah sukar ditemui. Informasi lebih lengkap sampai saat ini belum penulis dapatkan.

Sembalun Bumbung
Jalur ini biasanya dilalui oleh penduduk lokal, namun sekarang jarang dilalui karena sebagian sudah tertutup dan tidak jelas.

Transportasi

Transportasi dari Yogyakarta menuju ke Sembalun Lawang pada 5 Februari 2000 adalah sebagai berikut:

Dari

Menuju

Jenis Angkutan

Biaya

YOGYA

SURABAYA

Bis (MIRA)

Rp. 6.000,-

SURABAYA

Plbh. KETAPANG

Bis (AKAS)

Rp. 9.000,-

Plbh. KETAPANG

Plbh. GILIMANUK

Ferry

Rp. 1.600,-

Plb.GILIMANUK

Term UBUNG 

Bis

Rp. 5.000,-

Term UBUNG

PADANG BAI

L-300

Rp. 8.000,-

Plb. PADANG BAI

Plb.LEMBAR

Ferry 

Rp. 7.100,-

Plb.LEMBAR

MATARAM

L-300

Rp. 4.000,-

MATARAM 

AIKMEL

Minibus

Rp. 3.000,-

AIKMEL

SEMBALUN

Minibus

Rp. 4.000,-

 

A1

<< Prev | | Next>>

Webmaster selalu menunggu info-info kiriman lainnya dari para teman-teman netter's, boleh Ulasan, Kesimpulan study kasus, info teknik berpetualang/pendakian, Info Track, Info kegiatan di organisasi masing masing, dan lain-nya, terus di kirimkan ke "[email protected]" Terima kasih. semoga kita dapat selalu saling membagi pengetahuan kita masing-masing.Wassalam.
(-webman..) 

 

 

 

 

hak cipta © Nov 2000 MPA. CAKRAWALA STIE Widya Wiwaha Yogyakarta Jl Lowanu Sorosutan 55162 telp 0274.37709 ext 15 Yogyakarta 

Pemeliharaan & Pengembangan  komentar kpd web master  [VieNa Creative Publisher]  revisi  05/25/01

ke atas

Hosted by www.Geocities.ws

1