|
PESAN
HAJI
Dzulhijjah 1421 H/Maret
2001 M
Musim haji kembali
memperlihatkan keagungannya di pangkalan wahyu dan kenabian, kembali
menggelar arena yang memukau dan membangkitkan semangat. Arus bangsa-bangsa
muslim dari pelbagai penjuru dunia mengalir menuju samudera ini sehingga
keharmonisan umat yang satu mengkristal di bawah bendera tauhid. Sentimen
dan perasaan yang melebur dalam himpunan-himpunan umat manusia ini
mencerminkan berbagai aspirasi, kebutuhan, penderitaan, dan kemampuan umat
Islam yang besar.
Bumi haji kini tengah
menyambut kedatangan masyarakat dari Iran, Irak, Palestina, Libanon, wilayah
anak benua India, wilayah Afrika utara, Turki, Bosnia, dan dari pelbagai
wilayah Asia dan Eropa lainnya. Hati mereka yang sarat dengan kerinduan bisa
menjabarkan hati umat Islam. Haji adalah demi kedekatan dan demi pertukaran
informasi umat Islam dari berbagai pelosok dunia. Akar yang merekatkan hati
mereka ini ialah sebuah pesan yang pertama kali diserukan dari bumi (Makkah)
ini dan yang telah menampakkan panjang dan lebarnya dunia dan sejarah dalam
pancaran cahaya, yaitu pesan tauhid dan wahdah; tauhidullah dan wahdatul
ummah. Tauhid adalah penafian terhadap penuhanan para taghut, para adi daya,
dan sosok-sosok yang hanya mengandalkan uang dan kekuasaan. Sedangkan wahdah
adalah lambang kewibawaan dan kekuatan umat Islam.
Haji yang tak terjangkau
(keagungannya) oleh segala kata dan tulisan ini selalu menyuguhkan pesan
monumental itu setiap tahun dalam pertemuan akbarnya lalu mengirimnya ke
semua penjuru Dunia Islam. Pada musim haji setiap muslim di setiap belahan
Dunia Islam harus mengenal kembali hakikat ini karena kejayaan, keagungan,
dan kesuksesan multidimensional negara-negara Islam hanya bisa dicapai
dibawah naungan dua hakikat; tauhid dalam semua dimensi individual, sosial,
dan politiknya, dan wahdah dalam arti yang sebenarnya dan bisa
dimanifestasikan dalam dunia masa kini.
* * *
Dalam pertemuan akbar
haji tahun ini, ada puluhan kata pahit dan manis yang bisa ditampung dari
puluhan negara Islam, dan setiap kata dan pesan ini membebankan tugas muslim
satu dengan yang lain yang saling bersaudara. Keseluruhan dari kisah ini
akan memperlihatkan prospek realitas umat Islam di depan mata mereka semua.
Adapun kisah bangsa Irak
ialah tentang kesewenang-wenangan, intervensi, kediktatoran, dan
diskualifikasi para penguasanya dalam mengelola negara sehingga rakyat tidak
sejahtera dan dipaksa menerima kesengsaraan. Kisah tentang bangsa Afganistan
ialah tentang fanatisme golongan dan pandangan yang sempit sehingga pahala
perjuangan mereka di masa lalu lenyap tertiup angin dan rakyatpun
terombang-ambing oleh tangan-tangan jahil orang-orang yang lalai dan durhaka.
Kisah bangsa Bosnia adalah tentang penghapusan Islam oleh Amerika dan
antek-anteknya sehingga identitas keislaman mereka terancam dan kedaulatan
nasional mereka berada di ambang kepunahan.
Kisah bangsa Palestina
adalah kisah tentang berkibarnya bendera intifadhah yang membanggakan di
atas tiang-tiangnya yang berdiri tegak, tentang tumpahnya darah para pemuda
yang telah menumpulkan pedang kelaliman dan kebengisan kaum Zionis. Kisah
bangsa Libanon adalah tentang keteguhannya yang menakjubkan sehingga mitos
bahwa para perampas negara Palestina tidak bisa dikalahkan akhirnya menjadi
bahan tertawaan orang, tentang keteguhan yang telah menghasil
kekalahan-kekalahan kaum Zionis secara memalukan.
Kisah bangsa-bangsa Asia
Tengah, Asia Timur (Timur Jauh), Afrika, dan warga muslim minoritas di Eropa
dan Amerika masing-masing bercerita tentang suka duka dan plus minusnya
sendiri. Dan akhirnya kisah bangsa Islam Iran yang jaya ialah tentang
keteguhan, keimanan, dan pengalamannya dari hari ke hari dalam menghadapi
berbagai jenis konspirasi musuh serta tekadnya yang bulat dalam perjuangan
mewujudkan sebuah masyarakat Islam ideal yang akan sampai ke telinga para
simpatisan dan pengagumnya.
* * *
Umat Islam dewasa ini
tengah mengalami berbagai kesuksesan dan kegagalan. Baik pemerintah muslim
maupun rakyatnya sama-sama memikul tugas-tugas besar di depan realitas ini,
dan Dunia Islam tengah melintasi suatu tahap yang sensitif dari perjalanan
sejarahnya. Pengenalan terhadap tugas-tugas dan rasa tanggungjawab di depan
ini semua bisa menutup lembaran kelam dan kelemahan dari buku sejarah Islam
serta akan membuka kembali lembaran kejayaan dan keemasan umat Islam dan
kecermalangan dunia Islam secara materi dan spiritual.
Dewasa ini dunia Barat
yang menjadi faktor semakin parahnya kelemahan dan keterbelakangan
negara-negara Islam telah tertimpa berbagai problema besar dan tak
tertuntaskan. Kebobrokan materialisme dan sistem kapitalisme secara gradual
semakin memperlihatkan pengaruhnya pada pilar-pilar peradaban materialistik,
dan secara bertahap pula berbagai macam wabah penyakit kronis yang
tersembunyi di balik radiasi kuat industri dan modal akan tampak dan membawa
berita tentang dekatnya masa krisis. Dunia Islam akan merasakan angin
kesadaran yang menerpa wajahnya yang menyala dan didera penderitaan.
Tanda-tandanya ada di berbagai wilayah Dunia Islam, khususnya di Iran yang
mujahid dan agung serta di Palestina dan Libanon.
Sinar harapan telah
menerangi hati para pemuda di berbagai tempat dan telah membuyarkan gelapnya
pelecehan dan kekuatan Barat. Kesempatan ini tidak diperoleh dengan mudah.
Ribuan jiwa yang mulia telah berkorban di jalan ini. Setelah ini tetap ada
perjalanan yang panjang dan sulit, namun meyakinkan dan penuh kepastian.
Dewasa ini bangsa Palestina telah memikul bagian besar dalam proses
pembukaan dan penempuhan jalan ini, karena itu semuanya harus ikut membantu
bangsa yang teraniaya namun berani dan sadar ini. Rakyat dan pemerintah
negara-negara lain bisa menanggung bagian lain dari penempuhan jalan ini
demi membantu bangsa heroik Palestina.
* * *
Kesadaran umat Islam
adalah ancaman bagi ketamakan dan berbagai interes musuh yang ilegal.
Senjata yang ada di tangan musuh di hadapan gelombang besar adalah senjata
psikologis; menciptakan rasa frustasi dan melecehkan identitas. Di masa
sekarang dan di masa yang akan datang pun musuh terus mengerahkan segenap
kekuatan dan materinya, ribuan sarana propagandanya agar umat Islam frustasi
menyaksikan masa depan yang cemerlang atau musuh membujuk umat agar
menyongsong masa depan yang sesuai dengan niat buruk para musuh.
Serangan kebudayaan dan
psikologis yang dimulai sejak era kolonialisme hingga kini adalah jurus
Barat yang paling ampuh dalam upaya mendominasi negara-negara Islam.
Sasaran peluru beracun
ini pertama adalah para elit intelektual kemudian rakyat jelata. Perlawanan
terhadap trik ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan pengabaian terhadap
kebudayaan Barat yang cenderung imperialistik dan dipaksakan. Kebudayaan
Barat harus disaring oleh kalangan elit intelektual. Elemen-elemennya yang
bermanfaat diambil sedangkan elemen-elemennya yang merugikan dan bobrok
harus dienyahkan dari pikiran dan perilaku masyarakat Islam. Kriteria dalam
filterisasi ini ialah kedaulatan budaya Islam serta konsep-konsep AlQuran
yang penuh bobot dan petunjuk. Ini adalah merupakan satu bagian prinsipal
dari perjuangan komprehensif dan membawa hasil baik yang dipikul oleh ulama
agama, para cendikiawan, dan elit politik di segenap penjuru Dunia Islam.
Semoga haji tahun ini
bisa meneguhkan ketekadan kita semua dalam menempuh jalan yang penuh berkah
dan membanggakan ini. Saya memohon kepada Allah SWT agar segenap jamaah haji
diberi taufik ibadah haji yang maqbul dan dapat memanfaatkan berbagai
anugerah dan berkah yang ada dalam gelanggang haji yang tiada taranya ini.
Kepada Baqiyyatullah Al-A'dham (arwahuna fidahu wa ajjalallahu
farajahussyarif) yang sepertinya juga hadir dalam upacara ibadah tahunan ini,
saya ucapkan salawat serta salam seluas anugerah dan rahmat Ilahi. Semoga
doanya yang mustajab berguna bagi penyelesaian semua persoalan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Sayid Ali Al-Husaini Al-Khameneni
6 Zulhijjah
1421 Hijriah / 2 Maret 2001 M
|