| |
Ghadir Khoum Adalah Untuk Segenap Umat Islam
Masyhad 18
Dzulhijjah 1420 H/25 Maret 2000 M
Berkenaan
dengan hari raya Ghadir Khum yang didalam riwayat-riwayat kita disebut
dengan ied akbar, saya ucapkan selamat kepada segenap umat Syiah dunia,
kepada bangsa Iran yang mulia, kepada hadirin sekalian yang terhormat, dan
kepada segenap orang mengakui tingginya kedudukan makrifat-makrifat Ilahi
yang murni.
Pada
hari-hari pertama tahun ini, terdapat beberapa hari bahagia untuk masyarakat
secara umum yaitu hari raya Norouz yang sebelumnya adalah Idul Adha, dan
sekarang ialah hari raya Ghadir Khoum. Dalam suasana penuh vitalitas, suka
cita dan di sisi makam suci Hazrat Abul Hasan Imam Ali bin Musa Arridha A.S
ini masalah pertama yang ingin saya kemukakan di depan para hadirin saudara
dan saudari sekalian ialah menyangkut masalah AlGhadir sendiri.
Al-Ghadir
adalah masalah keislaman dan bukan masalah kesyiahan saja. Dalam sejarah
Islam disebutkan bahwa suatu hari Rasulullah mengutarakan suatu pernyataan
dan beliau aktualisasikan. Pernyataan dan aktualisasi ini memiliki pelajaran
dan makna dari berbagai aspeknya. Kita tidak bisa mengatakan bahwa AlGhadir
dan hadits AlGhadir hanya digunakan oleh kaum Syiah sedangkan umat Islam
lainnya tidak memanfaatkan kandungan ucapan mulia Rasul yang kaya muatan dan
tidak dikhususkan untuk masa tertentu ini. Hanya saja, karena dalam kasus
Ghadir Khoum ini terdapat pengangkatan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
A.S, maka umat Syiah lebih menaruh perhatian kepada hari dan hadits ini.
Tetapi, kandungan hadits AlGhadir tidak hanya menyangkut masalah
pengangkatan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, melainkan
juga mengandung muatan-muatan lain yang bisa diaplikasikan oleh umat Islam
lainnya.
Mengenai
prinsip terjadinya peristiwa AlGhadir, sudah sepatutnya semua orang yang
berminat kepada masalah-masalah sejarah Islam mengetahui bahwa masalah
Ghadir Khoum adalah satu masalah yang diakui dan tidak diragukan
kebenarannya. Bukan hanya orang Syiah yang meriwayatkannya.
Para ahli hadits Sunni maupun Syiah, baik pada periode terdahulu
maupun periode pertengahan dan setelahnya, telah meriwayatkan peristiwa yang
terjadi dalam perjalanan Haji Wada’ Rasul di Ghadir Khoum. Rombongan besar
umat Islam yang turut menunaikan haji bersama Rasul dalam perjalanan ini
sebagian ada yang di depan. Rasul mengirim para kurir kepada mereka yang ada
di depan supaya kembali ke belakang dan berhenti agar mereka yang berada di
barisan belakang tiba di tempat.
Rapat akbar
pun terjadi. Sebagian orang mengatakan jumlahnya 90 ribu, sebagian lagi
mengatakan 100 ribu, ada pula yang mengatakan 120 ribu. Di saat cuaca panas,
masyarakat Jazirah Arab yang sebagian besar adalah penghuni gurun sahara dan
desa-desa yang terbiasa dengan cuaca panas bahkan ada yang tidak tahan
dengan panas cuaca saat itu. Mereka berdiri di atas tanah yang panas menyala.
Mereka meletakkan pakaian aba’ah di bawah kaki supaya tahan panas. Hal ini
juga disebutkan dalam riwayat-riwayat Ahlussunah.
Dalam
situasi seperti ini, Rasululllah SAWW menampilkan Amirul Mukminin di depan
mata orang-orang kemudian berkata:
"Barang
siapa menjadikan aku sebagai pemimpinya, maka Ali-lah pemimpinnya. Ya Allah
tolonglah orang yang menolongnya, dan musuhilah orang yang memusuhinya."
Kata-kata
ini tentunya juga beliau utarakan sebelum dan sesudahnya. Tetapi masalahnya
yang terpenting ialah bahwa di sini beliau mengutarakan secara resmi dan
tegas masalah wilayat (kepemimpinan), yakni masalah pemerintahan Islam serta
menunjuk Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib sebagai figur pilihan. Seperti
yang tentu pernah Anda dengar dan pernah pula saya utarakan, saudara-saudara
kita dari kalangan Ahlussunah juga meriwayatkannya dalam puluhan kitab-kitab
muktabar mereka, dan bukan dalam satu atau dua kitab saja. Riwayat-riwayat
ini sudah dihimpun oleh Almarhum AlAllamah AlAmini. Selain beliau, juga
banyak para penulis yang mencatatnya dalam jumlah kitab yang besar. Atas
dasar ini, pertama-tama hari ini adalah hari wilayat (kepemimpin), dan kedua
adalah hari kepemimpinan Ali bin Abi Thalib.
Dalam
kalimat yang diucapkan Rasul ini, apakah makna wilayat? Secara ringkas,
maknanya ialah bahwa Islam tidak terbatas hanya pada solat, puasa, zakat,
dan amal-amal ibadah individual. Islam juga memiliki sistem politik dan
pemerintahan yang berlandaskan ketentuan-ketentuan yang sudah
dipertimbangkan. Dalam terminologi Islam, pemerintahan Islam ialah wilayat.
Dalam bentuk bagaimanakah wilayat itu? Wilayat ialah suatu pemerintahan di
mana sosok yang berkuasa memiliki ikatan-ikatan cinta, batin, pemikiran dan
akidah dengan segenap lapisan masyarakat. Makna wilayat bukanlah
pemerintahan yang dipaksakan, pemerintahan yang disertai kudeta,
pemerintahan yang penguasanya tidak menerima akidah rakyatnya, tidak
mementingkan pikiran-pikiran dan sensibilitas rakyatnya, dan bahkan
pemerintahan yang sudah umum ditengah masyarakat –sebagaimana
pemerintahan-pemerintahan yang ada di dunia sekarang ini- dimana penguasanya
menikmati berbagai fasilitas khusus dan perlakuan istimewa serta terdapat
zona khusus untuknya guna mendapatkan kenikmatan-kenikmatan duniawi.
Wilayat
adalah pemerintahan yang didalamnya terdapat ikatan-ikatan pemikiran, akidah,
kasih sayang, kemanusiaan, dan cinta antara penguasa dan rakyat.
Pemerintahan dimana rakyat bersambung dan bergabung dengan penguasa, menaruh
simpati kepadanya, dan penguasanya pun menganggap sumber seluruh sistem
politik beserta tugas-tugasnya ini adalah dari Allah, serta memandang
dirinya sebagai hamba dan abdi Allah. Dalam wilayat tidak ada aroganisme.
Pemerintahan yang diperkenalkan oleh Islam lebih merakyat daripada
demokrasi-demokrasi yang popular di dunia. Pemerintahan ini memiliki ikatan
dengan pikiran, perasaan, akidah dan berbagai kebutuhan pemikiran rakyat.
Pemerintahan adalah untuk melayani masyarakat.
Secara
materi, pemerintahan tidak boleh dipandang sebagai santapan untuk diri
penguasa dan komponen pemerintahan. Bermegah-megahan bukanlah wilayat.
Bukanlah sosok pemimpin orang yang berada di pucuk pemerintahan Islam
kemudian mengincar materi demi kekuasaan, demi dirinya, demi kedudukan yang
sudah dan akan dicapainya. Dalam pemerintahan Islam sosok wali amr yaitu
orang yang diserahi urusan mengelola sistem politik secara hukum sederajat
dengan orang lain. Dia memang berhak untuk melaksanakan berbagai pekerjaan
besar untuk rakyat, negara, Islam dan umat Islam, namun dia sendiri juga
berada di bawah hukum.
Sejak hari
pertama hingga sekarang, khususnya setelah berdirinya pemerintahan Republik
Islam, terdapat orang-orang yang menyelewengkan makna wilayat. Wilayat
diperkenalkan sebagai sesuatu yang bukan apa adanya. Mereka katakan makna
wilayat ialah bahwa rakyat itu terlarang dan memerlukan ketua dan pemimpin.
Orang-orang yang punya nama secara tegas menulis sedemikian ini di dalam
buku-buku dan artikel-artikel mereka. Ini adalah dusta belaka dan merupakan
fitnah kepada Islam dan wilayat.
Dalam
AlGhadir, masalah wilayat diutarakan Rasul sebagai satu masalah resmi, dan
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ditunjuk sebagai substansinya. Tentu saja
terdapat banyak rincian dalam masalah ini, dan Andapun mengetahuinya. Dan
kalau masih ada orang yang tidak mengetahui rincian itu, khususnya para
pemuda, maka hendaknya merujuk kepada berbagai tulisan dan kitab
argumentatif dan ilmiah. Dalam hal ini berbagai kitab sudah ditulis dan
bermanfaat.
Dalam
permulaan tahun ini saya sudah mengemukakan seruan persatuan nasional dan
keamanan nasional. Mengenai dua seruan ini, saya berminat untuk menjelaskan
dua materi ringkas kepada hadirin yang mulia serta kepada segenap masyarakat
Iran. Masalah Ghadir Khoum bisa dijadikan sebagai sumber persatuan,
sebagaimana yang diungkapkan oleh Almarhum Ayatullah Syahid Mutahari dalam
artikelnya yang berjudul ‘Ghadir Khoum dan Persatuan Islam’. Beliau menyebut
kitab AlGhadir yang membicarakan berbagai persoalan menyangkut peristiwa
Ghadir Khoum sebagai salah satu poros persatuan Islam. Dan ini memang benar.
Kelihatannya mungkin aneh, tetapi inimerupakan kenyataan. Masalah AlGhadir,
selain aspek dimana Syiah menerimanya sebagai keyakinam, yaitu penobatan
Amirul Mukminin oleh Rasul sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits AlGhadir,
juga mengemukakan masalah wilayat yang merupakan masalah lintas Sunnah dan
Syiah. Jika sekarang ini umat Islam dunia dan bangsa-bangsa di negara-negara
Islam meneriakkan seruan wilayat Islami, niscaya sebagian besar jalan keluar
tidak akan hilang, berbagai kebuntuan umat Islam akan terbuka dan berbagai
dilematika dunia Islam akan segera teratasi.
Masalah
pemerintahan, sistem, dam otoritas politik adalah salah satu masalah yang
tersulit untuk berbagai negara. Sebagian negara terbentur kepada despotisme
dan diktatorial, kepada pemerintahan yang korup, kepada pemerintahan yang
rentan, dan kepada pemerintahan boneka. Jika pemerintahan Islam sesuai
maknanya yang hakiki, yakni wilayat, ditampilkan sebagai satu syiar untuk
umat Islam, maka kelemahan akan terobati, begitu pula masalah ekonomi,
masalah status sebagai negara boneka, dan masalah diktatorial. Atas dasar
ini, bendera wilayat adalah satu bendera Islami.
Kepada
segenap saudara-saudara dari kalangan Syiah dan Sunni di negara kita ini –untuk
sementara ini sengaja saya kemukakan batasan geografis-, saya menghimbau
supaya masalah AlGhadir ditinjau dengan kacamata ini, serta menaruh
perhatian kepada bagian dari hadits dan masalah AlGhadir ini.
Saudara-saudara kita dari kalangan Ahlussunah hendaknya juga merayakan hari
raya AlGhadir, hari raya wilayat, sebagaimana kami. Hari ini adalah
merupakan asal kelahiran masalah wilayat, karena itu hari ini sangatlah
penting, sebagaimana pentingnya wilayat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
yang disepakati bersama oleh kita dan saudara-saudara kita dari kalangan
Sunni.
Baik pada
masa pasca kemenangan revolusi maupun pada masa pra revolusi, saya selalu
meyakini bahwa Syiah dan Sunnah sudah seharusnya menyingkirkan pertikaian
lamanya dalam pergaulan mereka sehari-hari. Konfrontasi dan perdebatan harus
disingkirkan lalu merekatkan berbagai persamaan mereka. Ini sendiri juga
merupakan salah satu dari berbagai kesamaan itu. Sampai sekarang saya masih
meyakini hal ini.
Dewasa ini,
banyak sekali upaya untuk menciptakan ikhtilaf antara Syiah dan Sunnah.
Namun orang-orang yang berpikir dan pandai menganalisis tentunya mengetahui
keuntungan dan manfaat yang bisa diperoleh kaum mustakbirin dari upaya ini.
Tujuan mereka ialah menceraikan
Iran
dari himpunan negara-negara Islam. Revolusi Islam hanya terbatas pada
teritorial Iran. Mereka menciptakan kondisi supaya
Iran
mendapat tekanan dari negara-negara Islam lainnya, serta mencegah
bangsa-bangsa lain mengambil pelajaran dari bangsa Iran. Kita harus
benar-benar melawannya. Siapapun, baik dari lingkungan Sunnah maupun Syiah,
yang membantu terjalinnya solidaritas dan komunikasi yang baik dan
bersahabat antara Syiah dan Sunnah, maka ia telah melakukan pekerjaan yang
menguntungkan revolusi, Islam dan cita-cita umat Islam. Dan siapapun yang
berusaha menciptakan perpecahan, maka ia telah bergerak kepada arah yang
berlawanan.
Saya
mendapat informasi jelas bahwa sekarang sebagian negara Islam yang tidak
ingin saya sebutkan namanya menaruh dan menggunakan uang dari kotak-kotak
dana yang berkaitan dengan tujuan dan kehendak pihak-pihak asing, khususnya
untuk menulis buku-buku yang mendiskreditkan Syiah, akidah Syiah, dan
sejarah Syiah yang kemudian dipublikasikan ke Dunia Islam. Apakah mereka itu
memang bersimpati kepada Ahlussunnah? Tidak. Mereka tidak menghendaki Syiah,
tidak pula Sunnah. Mereka tidak bersahabat dengan Syiah maupun Sunnah. Namun,
karena di Iran sekarang ini pemerintahan dan bendera Islam ada di tangan
kelompok Syiah dan karena mereka memandang segenap komitmen rakyat
Iran
tertumpu pada Syiah, maka segala bentuk permusuhan mereka kepada revolusi
tertumpu kepada revolusi Islam. Mereka berusaha memberantas Syiah agar
pemerintahan politik Islam dan bendera kehormatan ini tidak menjalar ke
tempat-tempat lain dan menarik simpati kaum muda di negara-negara lain.!
Jangan sampai ada orang yang membantu pengkhianatan para musuh ini. Siapapun,
baik di negara kita, di lembaga-lembaga Islam, di kalangan Syiah maupun
diantara saudara-saudara kita dari kalangan Ahlussunah di negara kita,
jangan sampai ada yang melakukan tindakan yang membantu ambisi kaum
mustakbirin untuk menciptakan kebencian dan permusuhan.
Dengan
pernyataan ini, tentu saja kami tidak bermaksud mengatakan supaya orang
Syiah menjadi Sunni, atau orang Sunni menjadi Syiah, juga bukan supaya orang
Syiah dan Sunni tidak lagi melakukan kegiatan ilmiah sesuai dengan
kemampuannya untuk memperkuat akidah mereka. Kegiatan ilmiah kebetulan baik
sekali. Sama sekali tidak ada masalah. Silahkan mereka menulis buku-buku
ilmiah dan dalam lingkungan ilmiah, bukan dalam lingkungan non-ilmiah,
apalagi dengan nada yang tercela dan keras. Dengan demikian, jika seseorang
bisa membuktikan logikanya, maka kita tidak boleh mencegah kegiatannya.
Namun, jika seseorang menghendaki perpecahan dengan kata-kata, tindakan dan
berbagai macam cara, maka kita menganggapnya sebagai melayani musuh.
Orang-orang Sunni harus waspada, begitu pula orang-orang Syiah. Persatuan
nasional yang kami katakan tadi juga meliputi masalah ini.
Perlu juga
saya ungkapkan di sini bahwa dewasa ini terdapat orang-orang yang
memperlakukan persatuan nasional bukan sebagai semboyan-semboyan agamis,
melainkan mencemarinya dengan slogan-slogan politik belaka. Kami sudah
menasehati mereka dan sekarang pun kami juga menghimbau supaya persatuan
bangsa yang besar dan bersatu ini jangan sampai goyah. Memisahkan bangsa
yang besar ini satu dengan yang lain adalah tindakan melayani musuh bangsa
ini. Jika bangsa yang besar dan matang ini memelihara persatuan nasional di
negeri ini, niscaya akan tercipta peluang untuk persatuan bangsa-bangsa
lain. Jika umat Islam yang berjumlah sekitar satu setengah milyar ini
bersatu dalam berbagai persoalan prinsipal mereka, maka bisa Anda lihat
betapa besarnya kekuatan yang akan tercipta di dunia ini. Namun, jika
persatuan nasional ternyata retak, maka bicara soal persatuan Dunia Islam
adalah omongan yang fiktif dan mengundang tawa semua orang. Sebagian orang
menginginkan! supaya ini terjadi.
Bagaimanakah persatuan nasional bisa dipenuhi? Salah satu hal yang bisa
menjamin persatuan nasional ialah bahwa orang-orang yang kata-katanya punya
pengaruh di tengah masyarakat, atau para pejabat dan figur-figur agamawan
dan rohaniwan hendaknya tidak memberikan pernyataan yang mengotori perasaan
sekelompok masyarakat kepada kelompok-kelompok lain. Mereka jangan sampai
membangkitkan fitnah. Membangkitkan fitnah dan membuat masyarakat saling
curiga adalah salah satu bahan program para musuh terhadap bangsa ini.
Radio-radio asing dan pusat-pusat pemberitaan ini mungkin bisa dikatakan
bahwa separoh dari pernyataan-pernyataan mereka sudah direkayasa supaya satu
kelompok masyarakat tertentu berburuk sangka kepada kelompok yang lain.
Mereka duduk dan merancang pernyataan sedemikian rupa agar punya pengaruh.
Orang-orang
yang bekerja dengan lisan dan pena pertama-tama harus waspada agar apa yang
mereka nyatakan jangan sampai menciptakan prasangka buruk, jangan sampai
menjadikan masyarakat saling berburuk sangka dan pessimis kepada pemerintah,
karena hal ini juga merupakan satu bentuk tindakan membangkitkan fitnah dan
perbuatan dosa lain. Sebagian orang sangat berkepentingan dengan pembuatan
isu, membikin-bikin berita, mendistorsi berita, dan boleh jadi asal usul
beritanya benar, namun berita ini dikemukakan sedemikian rupa agar materinya
yang tidak sesuai dengan kenyataan bisa ditanamkan pada persepsi lawan
bicaranya, agar hati rakyat, para pemuda, para pembaca dan pendengarnya
berburuk sangka kepada para pejabat pemerintah, dan supaya orang-orang
mengalami keragu-raguan.
Apa
untungnya perbuatan ini? Perbuatan ini tidak mendatangkan hasil apapun
kecuali menghambat laju perkembangan bangsa dan negara, membuat pemerintah
ragu-ragu dalam bekerja, membuat rakyat frustasi kepada masa depan, dan
merampas kekuatan optimisme yang besar dari tangan rakyat. orang berusaha
menciptakan prasangka buruk orang-orang lain kepada pemerintahan secara
keseluruhan atau kepada sebagian pejabat pemerintah. Padahal, kalau memang
ada pernyataan yang benar, maka pernyataan ini bisa menghasilkan pengaruh
yang jauh lebih baik jika disalurkan melalui jalur tertentu kepada pejabat
atau kepada pejabat yang ada di atasnya. Ketika suatu peristiwa terjadi,
kasus teror terjadi, kejahatan terjadi di suatu tempat, terdengarlah
pernyataan yang sedemikian menyimpang, menimbulkan kecurigaan, dan
membangkitkan keheranan para pembaca pernyataan orang-orang yang sama sekali
tidak memiliki tanggungjawab. Coba lihat, betapa mereka yang memberitakan
tentang fakt! a-fakta yang ada itu ternyata sangat jauh atau memang sengaja
menjauhi fakta. Ini semua adalah masalah-masalah yang merusak persatuan
nasional. Atas dasar ini, persatuan nasional adalah salah satu aspirasi yang
paling mendasar dari sebuah bangsa.
Sebuah
bangsa akan maju jika bersatu dalam memasuki gelanggang ekonomi dan terjadi
peperangan. Dengan persatuan nasional wibawa bangsa akan lebih terpelihara.
Di bawah naungan persatuan suatu bangsa akan berhasil meraih segala
cita-cita besarnya. Perselisihan, perpecahan, hati yang saling tercerai,
membenturkan berbagai kelompok dan tokoh tidak akan bisa memberikan
pengabdian. Dengan demikian, ini merupakan satu prinsip yang mudah-mudahan
bisa dijaga oleh kita semua. Ini adalah harapan kami kepada para pejabat
yang berurusan dengan opini khalayak umum.
Materi
kedua ialah materi keamanan nasional. Keamanan nasional sangatlah penting.
Keamanan nasional tentunya mencakup keamanan dalam dan luar negeri. Keamanan
luar negeri ialah menyangkut keamanan negara yang terancam dari arah
kekuatan-kekuataan di luar perbatasan, atau tentara militer yang menyerang
perbatasan suatu negara seperti beberapa perang yang pernah terjadi, atau
berupa serangan politik dan propaganda terhadap sebuah negara yang
adakalanya menimbulkan kekacauan dan kerusuhan. Hal ini berulang kali
terjadi di pelbagai negara sehingga menimbulkan berbagai kesulitan. Keamanan
dalam negeri merupakan upaya dalam skala besar yangmana jika segenap pejabat
terkait bekerja dengan mengerahkan segenap kemampuannya akan sanggup
menjamin aspirasi besar ini. Maka dari itu, keamanan bukanlah masalah kecil.
Seperti
yang pernah saya katakan pada awal tahun, jika keamanan tidak ada, maka
aktivitas ekonomi juga tidak akan ada, keadilan sosial tidak akan ada,
pengetahuan dan kemajuan ilmu pengetahuan tidak akan terjadi, semua sektor
sebuah negara secara bertahap akan porak poranda. Dengan demikian, keamanan
merupakan tonggak dan fondasi.
Dalam
masalah keamanan tentu ada contoh-contoh yang tidak begitu krusial, seperti
ketidak amanan yang dialami oleh segenap masyarakat dalam kehidupan
sehari-harinya, atau pernah didengarnya dari orang-orang lain. Ini adalah
sesuatu yang kalau toh penting, namun tidak terlalu mengancam. Contohnya
ialah pencurian, walaupun aparat keamanan tetap harus mencegahnya. Pencurian
adalah masalah yang tentu harus dicegah dengan serius oleh aparat kepolisian.
Sejumlah orang mengacaukan keamanan rumah tangga orang lain demi tujuannya
yang terselubung dan hina. Ini merupakan satu contoh untuk ketidak amanan,
namun ini bukanlah contoh utama. Ini merupakan ketidak amanan dari
orang-orang yang cuek, jahat dan hina yang tentunya menimbulkan dampak buruk
dan mengganggu keamanan lingkungan. Ini juga merupakan ketidak amanan.
Di kanan
kiri kita terdapat laporan-laporan yang tentunya sebagian dari Anda sudah
pernah melihat atau mendengarnya. Orang-orang yang tidak komitmen kepada UU
dan ketentuan adalah orang-orang jahat yang menciptakan ketidak amanan di
berbagai tempat dan di majalah-majalah terhadap bangsa serta kehormatan dan
wibawa masyarakat. Aparat kepolisian dan badan legislatif bertanggujawab
menindaklanjuti kekejian dan kebrutalan para pengacau keamanan lingkungan
dan urusan masyarakat, supaya mereka yang menjadikan titik kelemahan yang
ada sebagai batu loncatan itu jangan sampai berpikir bahwa mereka berhak
melakukan segala kesalahan dan perbuatan-perbuatan menyimpang. Mereka harus
tahu bahwa mengacaukan kemanan lingkungan hidup masyarakat hukumannya bukan
hanya meringkuk di dalam tahanan dalam waktu singkat. Islam memberikan
hukuman yang lebih berat untuk para pengacau keamanan dan mereka yang
menakut-nakuti masyarakat.
Jika hukum
Ilahi diterapkan kepada mereka dan para pencuri, khususnya mereka yang
menjadikan pekerjaan ini sebagai profesi, tentu hukum ini akan punya
pengaruh besar. Tak usah mereka memperhatikan sebagian apa yang dianggap
tabu di dunia serta berbagai gelombang propaganda, tetapi coba lihat apa itu
hukum Allah? Hukum Allah menentukan segala sesuatu pada tempatnya dan sesuai
dengan kadarnya. Kekacauan di bidang ekonomi juga merupakan bagian dari
ketidak amanan. Mereka mengacaukan lingkungan ekonomi. Jika ada orang yang
memiliki modal kecil, maka mereka menghancurkan modal-modal kecil dan
fasilitas rakyat dengan tindakan-tindakan ilegal dan kelicikan. Mereka
merampasnya demi keuntungan mereka sendiri. Selagi ada kesempatan, mereka
tidak bosan melakukan penyalahgunaan-penyalahgunaan pribadi. Mereka
mengacaukan lingkungan ekonomi.
Coba Anda
perhatikan, jika kondisi ekonomi dalam sebuah negara sakit, maka salah satu
penyakitnya ialah adanya celah-celah pelarian dari hukum yang bisa
dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk memenuhi kantong-kantong mereka.
Mereka merebut fasilitas masyarakat dan pemerintah demi interes dan
kedudukan mereka.
Masalah
yang lebih krusial ialah ketidak amanan sosial yang pada hakikatnya ketidak
amanan nasional banyak berkaitan dengan masalah ini. Mereka mengacaukan
keamanan lingkungan kerja, lingkungan ilmu, lingkungan mahasiswa. Sebelumnya
pernah saya singgung bahwa seorang pejabat AS sebulan lalu menyatakan di
Iran bakal terjadi kekacauan. Ini juga merupakan ketidak amanan. Mereka
mempunyai berbagai program. Karena itu, segenap komponen masyarakat harus
waspada. Orang-orang yang banyak mendapat gelombang konspirasi mereka juga
harus waspada.
Sejak awal
revolusi hingga sekarang, musuh sudah berkali-kali berusaha mengacaukan
lingkungan kerja. Mereka berusaha menciptakan aksi mogok agar tenaga kerja
berhenti melakukan kegiatan konstruktif di dalam negeri. Kendati sampai
sekarang tidak pernah bisa, mereka tetap merancangnya. Mereka juga
mengacaukan keamanan di dalam berbagai universitas. Mereka sudah mencobanya
dalam satu dua kasus, tetapi mahasiswa sendiri telah menampar mulut musuh.
Namun, boleh jadi musuh pernah berhasil di tempat-tempat tertentu. Upaya
mereka ialah menghentikan aktivitas, kegiatan dan usaha di dalam kelas dan
membuat para dosen dan mahasiswa menganggur, dengan cara menyulut ketegangan
dan kerusuhan atas nama semboyan, unjuk rasa dsb.
Semua orang
mengetahui bahwa para mahasiswa kita memiliki potensi yang cemerlang. Di
tengah kegiatan para mahasiswa, kita melihat hal-hal yang memang benar-benar
membangkitkan harapan dan sinyalemen cerahnya masa depan. Salah satu
pekerjaan musuh ialah menciptakan ketidak amanan di lingkungan universitas.
Yakni mereka melakukan tindakan untuk mempersulit dan memustahilkan kegiatan
belajar, sekolah, mengajar dan kegiatan di laboratorium, atau mereka
berusaha merusak keamanan kota sebagaimana yang pernah terjadi di Teheran
pada tanggal 12 dan 13 Juli 1999, dimana jiwa para pemuda, anak kecil, para
wanita, para pejalan kaki dan orang-orang yang berada di balik jendela
rumahnya terancam bahaya. Mengapa? Karena sebagian orang lebih mementingkan
aksi turun ke jalan-jalan dan menciptakan kerusuhan dengan melancarkan
gerakan kekerasan dan pembangkangan. Mereka membakari kendaraan bermotor
atau memecahkan kaca-kaca.
Kemudian
mereka membuat-buat alasan. Tetapi alasan manakah yang membolehkan
sekelompok orang menciptakan kerusuhan di sebuah negara yang merupakan rumah
mereka sendiri -ini bukan rumah orang asing-? Di saat peristiwa seperti ini
terjadi, petugas keamanan, pasukan militer, dan pasukan sukarelawan tentu
tidak akan diam berpangku tangan. Siapakah yang harus waspada di depan
kseperti ini? Jawabannya tak lain ialah masyarakat sendiri, para pemuda
sendiri, para aparat sendiri, para mahasiswa sendiri dan
lingkungan-lingkungan yang menjadi sasaran aksi makar ini sendiri. Haruslah
diperhatikan, kalau mereka melihat seseorang tampil ke depan untuk
mengompori situasi, maka orang itu harus ditangkap. Ketahuilah, mulut
musuhlah yang sedang berkoar, suara musuhlah yang keluar dari kerongkongan
orang ini.
Sebagaimana
di setiap tempat para musuh selalu mencari-cari sesuatu, di dalam setiap
kasus pun mereka menemukan hal-hal seperti ini. Setelah segenap masyarakat
waspada, tanggungjawab keamanan ada di tangan instansi-instansi terkait,
yaitu kementerian inteljen, kementerian dalam negeri, aparat kepolisian,
badan yudikatif dsb. Inilah harapan rakyat yang paling besar kepada aparat
pemerintah, dan ini juga merupakan permintaan saya yang paling utama kepada
instansi-instansi terkait. Semuanya harus waspada dan mengawasi. Semuanya
harus menunjukkan sikap waspada terhadap berbagai kasus. Kita tidak boleh
membiarkan musuh melakukan apa saja yang mereka kehendaki.
Dalam
masalah keamanan dalam negeri ini, adakalanya berkaitan dengan pihak di luar
negeri, seperti halnya tindakan mengompori. Lihatlah, beberapa hari lalu
seorang menteri AS menyampaikan pidato. Setelah hampir setengah abad,
orang-orang AS baru mengakui bahwa merekalah yang menggerakkan kudeta 28
Mordad (1953). Mereka baru mengakui telah menyokong pemerintahan Pahlevi
yang penindas, diktator, dan korup. Hampir 47 tahun setelah kudeta 28 Mordad,
baru sekarang mereka mengakui hal ini. Kemudian mereka juga mengakui telah
menyokong Saddam Husain dalam memerangi Iran.
Menurut
Anda, bagaimanakah perasaan bangsa
Iran
yang teraniaya ini depan sikap dan pengakuan-pengakuan tersebut? Perang
delapan tahun telah dipaksakan Rezim Irak terhadap kita. Berbagai kota dibom
bardir, sumber-sumber kehidupan musnah, para pemuda berguguran sebagai
syahid, trilyunan aset nasional musnah, berbagai kesempatan lenyap, sebuah
kejahatan besar dalam sejarah terjadi. Sejak saat itu sudah berkali-kali
kami tegaskan bahwa AS membantu Saddam Husain. Dalam berbagai pidato pada
hari-hari peperangan berulang kali kami menegaskan masalah ini. Tetapi
mereka memungkirinya dan mengatakan tidak berpihak. Kini, 12 tahun setelah
perang usai, Menlu AS dalam pidatonya yang transparan di sebuah lembaga
pusat secara resmi mengakui telah membantu Saddam Husain.
Sekarang,
apa gunanya pengakuan-pengakuan kalian itu untuk kita. 25 tahun Muhammad
Reza Pahlevi yang tiran, penindas dan bejat telah menjadikan musuh bangsa
ini berkuasa. Sekarang kalian mengakui dan mengatakan: "Ya, kitalah yang
melakukan perbuatan itu?" Apa gunanya untuk masa sekarang ini?! Seseorang
memukul, membunuh anak dan kesayangan orang lain lalu begitu saja mengatakan
saya minta maaf. Apalagi mereka juga tidak menyatakan permohonan maaf.
Mereka hanya menyatakan pengakuan. Kalian (AS) telah menggerakkan kudeta 28
Mordad. Setelah itu, kalian memasung negara ini ke dalam kezaliman dan
kebejatan. Sekarang kalian baru mengatakan: "Memang, kamilah yang
melakukannya." Apa gunanya pengakuan kalian sehubungan dengan masa itu untuk
masa kami sekarang ini?!
Saya
katakan sekarang, boleh jadi 20 atau 25 tahun mendatang seorang menteri AS
lainnya tampil dan mengatakan pengakuannya: "Memang, pada satu waktu –yaitu
masa sekarang ini- kami telah melakukan konspirasi anti Iran. Kami telah
melancarkan gerakan ini, kami telah melakukan perbuatan menyimpang ini, kami
telah membekali musuh-musuh Iran sedemikian rupa, kami telah
mengorganisasikan para pembangkang pemerintah Iran, dan seterusnya"
Setelah
sekian tahun berbuat kejahatan, dan sekarang pun kalian masih melakukan
tindakan-tindakan serupa dengan tindakan pada masa-masa itu, lantas untuk
apa pengakuan kalian itu untuk bangsa
Iran?!
Dalam pernyataan kalian, ada dua kalimat yang kalian katakan, yaitu bahwa
Iran memiliki bangsa yang besar dan memiliki kebudayaan yang tua. Apakah ini
cukup untuk menghapus semua pengkhianatan, permusuhan dan pembunuhan hak
bangsa ini?! Apakah kalian sedang mengecohkan bocah kecil?! Bangsa ini
sendiri jauh labih mengetahui bahwa bangsa
Iran
adalah bangsa yang tua dan memiliki warisan-warisan budaya yang bernilai.
Sebelum kalian, kami sendiri tahu bahwa letak geografis kami sangatlah
penting dan strategis. Namun, apakah baru sekarang masalah ini membuat
kalian bersusah payah dan apakah baru sekarang kalian mengetahuinya?! Inilah
perangai orang-orang yang hanya ingin memperlakukan sebuah bangsa dengan
sikap tirani dan otoriter.
Keaiban
besar AS yang merupakan malapetaka besar bagi umat manusia sekarang ini
ialah sikapnya yang tirani dan mempraktikkan posisi antara tuan dan rakyat
jelata dalam memperlakukan bangsa-bangsa dan masyarakat dunia. Kepada OPEC
bersikap tirani. Kepada bangsa-bangsa dan politik suatu negara juga demikian.
Untuk apa bersikap tirani? Apakah demi aspirasi? Tidak, sikap tirani itu
hanya untuk interesnya sendiri. Mereka (AS) hanya menghendaki pelayan yang
menjamin kepentingan-kepentingannya. Bisa jadi, karena berbagai alasan,
suatu negara dan bangsa bersedia berada di bawah sikap tirani ini. Namun,
(lain lagi) jika ada suatu bangsa seperti Iran dimana pemerintahnya tidak
berhutang kepada kalian, tangan mereka tidak berada di bawah pisau kalian,
tidak punya kelemahan di depan kalian, tidak melakukan perbuatan yang
membuat mereka takut kepada ekspos kalian, dan memiliki hubungan dengan
rakyat. Bangsa Iran juga merupakan bangsa yang telah menjajaki kehor! matan
dan Islam serta keteguhan kepada akidah dan kehidupan yang disertai dengan
keyakinan yang mendalam dan merdeka. Apakah berdosa jika bangsa yang
sedemikian ini tidak bersedia tunduk di bawah tirani kalian ? Dengan cara
dan instrumen apakah kalian akan menaklukkannya jika bangsa ini tidak
bersedia menerima tirani dan mengatakan, kami menolak prinsip tirani dan
kesewenang-wenangan kalian? Bagaimana mungkin kalian bisa melakukannya?!
Kekuatan-kekuatan adi daya bersikeras untuk mengesankan bahwa apa saja yang
mereka kehendaki di dunia bisa mereka lakukan. Di berbagai tempat hal ini
memang terjadi, tetapi mengapa terjadi? Sebabnya ialah para pemimpin negara
di situ berposisi sebagai boneka dan lemah.
Pemerintahan Islam dan rakyat Iran dengan keteguhannya selama 20 tahun dan
kemajuan yang dicapainya kendati adi daya AS menentang habis-habisan bangsa
Iran dan tujuan-tujuannya telah membuktikan bahwa AS dan ada daya lain atau
konsolidasi semua adi daya tidak akan bisa berbuat tidak senonoh di depan
suatu bangsa yang sadar, pemberani serta mengetahui dan membela hak-haknya.
Saya
katakan pula, pemerintah AS yang sekarang mengaku 25 tahun membela
kediktatoran, sampai sekarang masih tetap membela kediktatoran.tersebut,
namun dengan cara propaganda dan gangguan. Sekarang mereka (Rezim Pahlevi)
sudah tiada. Mereka sudah pergi menuju jahannam. Yang ada hanya
sampah-sampah mereka di AS yang bernaung di bawah dukungan pemerintah AS.
Para antek dan orang-orang bayaran mereka di pelosok dunia manapun,
termasuk yang ada di sudut-sudut negara kita ini, selalu didukung oleh AS.
Sekarang
seorang menteri AS tersebut dalam pidatonya juga masih mempromosikan Rezim
Syah dengan kebohongan. Dikatakannya bahwa Rezim Syah memang diktator, namun
telah memajukan ekonomi Iran. Ini merupakan kebohongan terbesar dan
menggelikan yang telah diucapkan oleh seorang menteri luar negeri AS dalam
situasi sekarang. Benarkah mereka telah memajukan ekonomi Iran?! Tentang ini,
ketahuilah, khususnya para pemuda, bahwa orang-orang yang mengalami masa itu
telah merasakan fakta-fakta yang ada dari dekat bahwa Iran pada masa itu
Rezim Pahlevi telah melakukan pengkhianatan terbesar kepada ekonomi Iran,
baik dari aspek taraf ekonomi pada masa itu maupun dari aspek
fondasi-fondasi ekonomi yang dampaknya masih terasa hingga tahun-tahun
setelahnya. Iran dijadikan sebagai gudang produk-produk impor dari Barat
yang tak ada nilai dan faedahnya. Sarana-sarana yang tak laku, barang-barang
lebihan dan tak diperlukan dibeli dengan harga yang tinggi.
Pertanian
negara yang pernah meswasembada penuh dihancurkan secara total oleh Rezim
Pahlevi sehingga keadaan masih tetap tak berubah sampai bertahun-tahun.
Pertanian kita masih belum pulih seperti sediakala. Sebabnya ialah arus
urbanisasi yang terjadi dengan dorongan dari mereka. Masalah ini tentu tidak
bisa dicegah dengan mudah. Mereka telah membuat bangsa ini bergantung kepada
negara asing dalam sektor pertanian. Ketika itu
Iran
membeli gandum dari AS, sedangkan lumbung-lumbung gandum dibuat oleh
orang-orang Rusia. Jadi, bukan hanya dari sisi gandum Iran bergantung kepada
luar, tetapi juga dari sisi penyimpanannya. Ketika itu mereka merusak
desa-desa. Industri negara yang saat itu mengalami kemajuan dihentikan.
Kemajuan yang seharusnya terjadi dalam industri demi mencegah barang-barang
impor akhirnya tidak terjadi. Industri yang sangat aktif di negara ini
dicegah Industri yang digalakkan hanyalah industri yang memiliki
ketergantungan yang s! ama besarnya dengan produk-produk yang dihasilkannya,
atau bahkan lebih.
Kegiatan
ilmu pengetahuan mereka hentikan. Mereka bicara tentang universitas dan
mahasiswa, tetapi dalam praktik kegiatan ilmiah di universitas-universitas
Iran sangat minim. Orang-orang yang pikirannya aktif dan memiliki potensi
yang cemerlang ingin bekerja seandainya di dalam negeri tidak ditindas,
tetapi mereka terpaksa pergi dan bekerja di luar negeri karena di sini tidak
bisa.
Perusahaan-perusahaan asing mendominasi sebagian besar sumber-sumber ekonomi
negara. Mereka memusnahkan sebagian besar sumber-sumber minyak dengan
cuma-cuma. Sekarangpun harga minyak tentunya juga murah. Uang yang kini
diperoleh para produsen minyak pada hakikatnya bisa dikatakan bahwa mereka
hanya menerima sepersepuluh dari uang yang seharusnya mereka dapati. Saya
katakan pula sekarang bahwa uang yang didapati negara-negara importir minyak
sebagai pajak jumlahnya lebih banyak dari keuntungan yang diperoleh
negara-negara eksportir minyak. Sampai sekarang masih demikian. Namun saat
itu tidak bisa dibandingkan dengan sekarang.
Selama
sekian tahun hingga tahun 50-an, harga minyak perbarel di bawah satu US
dolar . Lalu, karena orang-orang Eropa dan AS ingin menjual produk-produknya
kepada mereka (para produsen minyak) dengan harga mahal, sedangkan mereka
tidak punya uang, maka Eropa dan AS mendongkrak harga minyak sesuai
keinginannya sendiri hingga mencapai angka 8 sampai 9 US dolar, supaya
mereka bisa mendapatkan uang dan membeli produk-produk tersebut.
Pada zaman
Rezim Syah, uang-uang
Iran
dalam jumlah yang besar ditransfer ke dalam rekening-rekening milik AS.
Sebagai imbalannya, AS memberi dan menjual berbagai suku cadang pesawat dan
barang-barang keperluan lainnya. Jadi, masalah produksi sendiri tidak
dibicarakan. Ekonomi Iran saat itu adalah ekonomi yang terburuk untuk rakyat
Iran. Dan ini tentunya sangat baik untuk para penjarah dan orang-orang AS.
Kini masa sudah berlalu sekian tahun, dan para analis dan ekonom tentu tahu,
dan bukan rahasia lagi untuk para ahli saat itu bahwa Rezim Syah telah
mendatangkan bencana untuk ekonomi Iran.
Rezim ini
dikatakan telah memajukan ekonomi
Iran.
Mengapa baru sekarang hal ini diutarakan?! Sebabnya ialah supaya para pemuda
Iran sekarang yang terkadang mengalami kesulitan akibat kondisi ekonomi yang
ada beranggapan bahwa pada masa rezim lama ekonomi Iran lebih baik. Trik
dengan maksud seperti ini diutarakan oleh politisi itu dengan sangat polos.
Niatnya ialah menyatakan dan menyebarkan persepsi bahwa ekonomi Iran pada
masa lalu adalah ekonomi yang berkembang. Padahal masa itu adalah masa yang
paling buruk untuk lapisan rakyat miskin, dan masa yang paling buruk dari
sisi perampasan dan penjarahan sumber-sumber alam di Iran oleh pihak-pihak
asing, terutama AS.
Maksud
musuh dari luar negeri ini ialah menciptakan ketidak-amanan, perselisihan,
keragu-raguan dan guncangan. Bukannya tanpa alasan jika sekarang rakyat dan
pemerintah Iran memandang AS sebagai musuh. Mereka (AS) mengatakan, "Mari
kita robohkan dinding ketidak percayaan." Ini dikatakan oleh Menlu AS di
sana. Di sini pun sebagian penulis langsung memohon kepada Allah (agar ini
terjadi). Mereka inilah yang sebagian kemungkinan besar berafiliasi dengan
lembaga-lembaga (AS) tersebut dan mendapat dukungan dari
sana. Mereka langsung menindak-lanjuti
masalah ini.
Masalahnya
bukanlah ada atau tidak adanya kepercayaan. Masalahnya ialah bangsa Iran
melihat masa lalunya. Sejak awal revolusi, bangsa Iran segera melihat AS
sebagai musuh. Sejak awal-awal revolusi sampai sekarang, AS masih terlihat
memusuhi bangsa
Iran,
kepentingan nasional bangsa Iran dan pemerintahan yang diminati bangsa
Iran.
Hanya saja, sebagian dari aksi permusuhan ini dibantah oleh AS, tetapi
sebagian lain diakuinya. Mereka mengakui bantuannya kepada Saddam. Bisa
dipastikan, dalam waktu relatif dekat, AS juga akan mengakui dengan cara apa
mereka menyerahkan bom-bom kimia kepada pemerintah Irak. Kami punya para
korban-korban luka senjata kimia. Kita memiliki orang-orang yang cacat
akibat persitiwa ini. Kami telah melihat semua bahaya ini. Apapun yang
dilihat bangsa Iran, masalah-masalah seperti ini akan terlihat.
Dewasa ini
pun, berbagai sarana propaganda mereka digunakan untuk menyudutkan Iran.
Begitu juga fasilitas politiknya. Mereka mengesahkan dana untuk memusuhi
keamanan. Sepak terjang politik luar negeri mereka selalu merongrong Iran.
Bangsa Iran melihat ada musuh yang sedang berdiri di
sana. Atas dasar ini, persepsi bangsa kami
tentang AS bukanlah tidak adanya kepercayaan kepada AS, melainkan
memandangnya sebagai musuh.
Mereka
katakan siap berunding dengan pemerintah
Iran.
Ini merupakan sebentuk langkah-langkah pendahuluan untuk menambah permusuhan.
Ini adalah tipuan. Sebagian orang mengatakan kita harus pergi untuk
berunding dengan AS agar permusuhan ini bisa dienyahkan. Tetapi, tidak.
Permusuhan dengan AS tidak akan teratasi dengan perundingan. AS hanya
memburu kepentingannya sendiri di Iran. Jika di sini terdapat pemerintahan
boneka seperti
Rezim Syah,
AS akan menghantam bangsa Iran seperti pada saat itu. Jika pemerintahan
Iran
independen, maka AS akan melakukan aksi permusuhan seperti sekarang. Jika
kita lakukan perbandingan, akan kita lihat bahwa bahaya orang yang merdeka
di depan AS jauh lebih kecil ketimbang bahaya tunduk kepada tekanan-tekanan
AS.
Persepsi
bangsa Iran ialah mengandalkan spirit keberanian dan pengorbanannya di depan
konspirasi dan penipuan, di depan ketidak amanan, dan permusuhan. Bangsa
Iran mengandalkan kekuatan dirinya, kekuatan akalnya, manajemen dan
intelektualitas pemerintahnya serta kepada keberanian dan keteguhannya.
Bangsa Iran percaya bahwa suatu saat mereka akan bisa membuat segenap
musuhnya, termasuk AS, menyesali aksi permusuhan kepada mereka, sebagaimana
yang terjadi pada sebagian musuh yang tadinya memang musuh tetapi kemudian
tampil menjadi pihak mediator secara normal.
Ya Rabbi,
dengan berkat Nabi Muhammad dan keluarganya, turunkanlah anugerah-Mu dari
detik ke detik kepada bangsa ini. Menangkanlah bangsa ini dalam meniti jalan
untuk menggapai cita-cita besar yang telah mereka gariskan. Ya Rabbi,
binasakan dan jungkirkanlah musuh bangsa ini. Berkat Nabi Muhammad dan
keluarganya, tunjukkanlah kekuatan hakiki dan gaib-Mu terhadap orang-orang
yang melancarkan aksi makar terhadap bangsa ini.
Ya Rabbi,
terimalah pembelaan dengan segenap jiwa dan raga bangsa ini atas citra,
kemerdekaan, agama dan pribadinya sebagai salah satu perjuangan untuk
mendekatkan diri kepada-Mu. Ya Rabbi, jagalah kaum muda kami dan jadikanlah
hati mereka yang cemerlang itu semakin banyak mengenal-Mu. Ya Rabbi,
singkirkanlah sesegera mungkin berbagai kesulitan yang dialami bangsa ini.
Tolonglah orang-orang yang mengabdi kepada bangsa ini. Hadapkan kepada
amarah dan murka-Mu orang-orang yang mengkhianati bangsa ini. Ceriakanlah
hati AlMahdi Sahibuzzaman atas kami. Gembirakanlah arwah suci Imam Khomaini
atas kami. Gembirakan dan puaskanlah arwah suci para syuhada atas kami.
Wassalamualaikum. Wr.Wb.
|
|