1. Rejeki yang dijamin
2. Rejeki yang dijanjikan
3. Rejeki yang dimiliki
4. Rejeki yang dibagi-bagi
Segala sesuatu yang diberikan Allah untuk kelangsungan hidup masing-masing makhluknya disebut sebagai rejeki.
Pemahaman ini untuk mencegah sifat buruk sangka terhadap Allah; mengapa ada yang miskin dan ada yang kaya.
Karena sudah menjadi bahasa Indonesia, maka pemahaman kita terhadap arti kata rejeki sudah sama, yaitu segala sesuatu yang didapat dari alam dan menjadi hak milik.
Untuk memahami bagaimana cara rejeki tersebut sampai kepada makhluk, maka sebaiknya kita mengetahui sifat-sifat dari rejeki tersebut.
Ada yang terus menerus berdoa tetapi kekurangan harta, dan sebaliknya ada yang tak pernah berdoa tetapi kaya raya!
Menurut Imam Al-Ghazali ada empat macam sifat rejeki tersebut :
1. Rejeki yang sifatnya dijamin Allah pasti ada ketersediaannya, yaitu bahan makanan dan pakaian.
Allah menjamin ketersediaan untuk kedua jenis rejeki tersebut.
Binatang cecak yang bersarang di rumah gedung moderen disediakan nyamuk dan serangga; sedangkan nyamuk disediakan darah manusia.
Apalagi manusia yang sudah lebih tinggi mobilitasnya dari pada binatang ; pasti sudah ada rejekinya di alam yang luas ini.
Kalau ada orang kelaparan dan tak berpakaian maka hal tersebut merupakan hukuman dari Allah.
Seperti bodoh tak mau belajar
Ditambah sikap selalu iri
Akibatnya rejeki sangat sukar
2. Rejeki yang sifatnya dijanjikan Allah secara tidak terduga datangnya. Ini hanya diberikan kepada orang-orang yang senang berbuat baik menolong orang lain, sesuai dengan yang diperintahkan Allah.
Ujudnya tidak saja dalam bentuk natura (benda-benda) tapi juga dalam bentuk fasiltas-fasilitas, kemudahan-kemudahan langsung maupun tak langsung.
Suatu saat anda membantu seorang musafir di kediaman sendiri, mungkin pada kesempatan lain nantinya anak anda di kota antah-berantah akan dibantu orang pula.
Hal ini merupakan rejeki langsung bagi anak anda dan rejeki tak langsung untuk anda.
Agar diri tak dianggap kurang
Ikuti peribahasa orang Minangkabau
Berbuat salah sangat terlarang
Berbuat baik jangan terlampau
3. Rejeki yang sifatnya menjadi milik sendiri; ada pula benda-benda yang sudah kita kuasai, tiba-tiba lepas kekuasaannya dari tangan kita, tegasnya hilang atau dicuri orang lain.
Hanya barang-barang yang kita kuasainya sajalah yang betul-betul menjadi milik sendiri, sedangkan yang diambil orang lain pada hakekatnya bukanlah milik kita atau milik kita yang diambil orang lain.
Tidak berzakat, tidak bersedekah
Diberi peringatan oleh Tuhan
Ditimpa bala serta musibah
Datangnya cepat atau perlahan
4. Rejeki yang sifatnya dibagi-bagi Allah, dengan aturan-aturan nyata di dunia; Rejeki tersebut dapat dimiliki sesudah kita berusaha.
Tanpa berusaha, meskipun berdoa terus-menerus rejeki ini tidak akan anda miliki.
Hanya orang-orang yang mau dan rajin berusaha sajalah yang mendapat porsi besar dari pembagian harta ini.
Contoh, bila anda tidak bersekolah, pasti tidak akan mendapat rejeki yang layak dalam kehidupan moderen ini, karena sifat pembagian rejeki tersebut membutuhkan campur tangan manusia.
Bagi orang yang belum punya
Inilah perintah, syariat agama
Carilah harta sebanyak-banyaknya
Seakan kamu hidup lama