WAHYU 3
Hakimiyyah Uluhiyyah
"Apakah mereka mempunyai
sembahan-sembahan selain
Allah yang mensyariatkan untuk
mereka agama yang tidak diizinkan oleh Allah?" (Asyyura : 21)
"Maka demi Tuhanku,
mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam
perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa
keberatan dalam hati mereka terhadap
keputusan yang kamu berikan, dan mereka
menerima dengan sepenuhnya." (An-Nisa': 65).
"Keputusan(hukum) itu hanyalah
kepunyaan Allah. Dia telah
memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain dia. Itulah
agama yang lurus tetapi kebanyakkan manusia tidak mengetahui". (Yunus: 40).
Dan hendaklah
engkau menjalankan hukum di antara
mereka dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah dan janganlah engkau
menurut kehendak hawa nafsu mereka,
dan berjaga-jagalah supaya mereka tidak
memesongkanmu dari sesuatu hukum yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu. Kemudian jika mereka berpaling
(enggan menerima hukum Allah itu), maka ketahuilah, hanyasanya Allah mahu menyeksa mereka dengan sebab setengah
dari dosa-dosa mereka; dan sesungguhnya
kebanyakan dari umat manusia itu
adalah orang-orang yang fasik. (Al-Maidah : 49)
Sesudah itu, patutkah mereka berkehendak lagi kepada hukum-hukum jahiliyah? Padahal - kepada orang-orang
yang penuh keyakinan - tidak ada sesiapa
yang boleh membuat hukum yang lebih pada daripada Allah. (Al-Maidah :
50)
Patutkah sesudah (mengakui dan menerima
perjanjian) itu, mereka mencari lain dari ugama Allah? Padahal kepadaNyalah tunduk taat sekalian
makhluk yang ada di langit dan
di bumi, sama ada
dengan sukarela ataupun terpaksa, dan kepadaNya lah
mereka dikembalikan. (Ali Imran :
83)
Kesudahannya Kami jadikan engkau (wahai Muhammad dan utuskan engkau) menjalankan satu Syariat (yang cukup lengkap) dari hukum-hukum
ugama; maka turutlah Syariat itu, dan janganlah
engkau menurut hawa nafsu orang-orang
yang tidak mengetahui (perkara yang benar). (Al-Jaathiah : 18)
Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan
sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa
yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka
sesungguhnya ia
telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata. (Al-Ahzab :36)
"Dan sesiapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa
yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang
KAFIR." (Al-Maidah: 44).
Larangan Melantik
Orang KAFIR Sebagai Pemimpin
"Wahai Orang-orang yang beriman !
Janganlah kamu melantik (mengambil) orang Yahudi dan
Nasrani sebagai pemimpin kerana sebahagian daripada mereka adalah penolong
sebahagian yang lain. Sesiapa yang melantik
mereka (menjadi pemimpin mereka) sesungguhnya mereka adalah sebahagian daripada mereka. Sesungguhnya
Allah tidak akan memberi hidayah kepada kaum yang zalim". (Al-Maidah:
51).
Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang yang menjadikan ugama kamu sebagai
ejek-ejekan dan permainan - dari orang-orang yang telah diberikan Kitab sebelum kamu, dan
orang-orang kafir musyrik itu: menjadi
penolong-penolong; dan bertaqwalah kepada Allah, jika kamu benar-benar
orang yang beriman. (Al-Maidah: 57)
Janganlah orang-orang
yang beriman mengambil orang-orang kafir menjadi teman rapat
dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa
yang melakukan (larangan)
yang demikian maka tiadalah ia
(mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak
menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka
(yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya
kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diriNya (menyeksa kamu). Dan kepada
Allah jualah tempat kembali. (Ali Imran : 28)
Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu mengambil
orang-orang yang bukan dari kalangan kamu
menjadi "orang dalam" (yang dipercayai).
Mereka tidak akan berhenti-henti
berusaha mendatangkan bencana kepada kamu. Mereka sukakan
apa yang menyusahkan
kamu. Telahpun nyata (tanda) kebencian
mereka pada pertuturan mulutnya, dan apa
yang disembunyikan oleh hati mereka lebih
besar lagi. Sesungguhnya telah kami jelaskan
kepada kamu keterangan-keterangan itu jika kamu (mahu)
memahaminya. (Ali Imran : 118)
Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuh
kamu menjadi teman rapat, dengan
cara kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita rahsia orang-orang mukmin) dengan sebab hubungan baik dan kasih
mesra yang ada di antara kamu
dengan mereka, sedang mereka telah
kufur ingkar terhadap kebenaran (Islam) yang sampai kepada kamu;
mereka pula telah mengeluarkan Rasulullah (s.a.w) dan juga
mengeluarkan kamu (dari Tanah Suci
Makkah) disebabkan kamu beriman kepada
Allah Tuhan kamu. (Janganlah kamu
berbuat demikian) jika betul kamu
keluar untuk berjihad pada jalanKu
dan untuk mencari keredaanKu. (Tidak ada sebarang
faedahnya) kamu mengadakan hubungan kasih mesra dengan
mereka secara rahsia, sedang Aku amat mengetahui
akan apa
yang kamu rahsiakan dan apa yang kamu
zahirkan. Dan (ingatlah), sesiapa di antara
kamu yang melakukan perkara yang demikian, maka sesungguhnya telah sesatlah ia dari jalan yang betul.
(Al-Mumtahanah : 1)
Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu menjadikan
bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu sebagai orang-orang
yang didampingi jika mereka memilih kufur dengan meninggalkan
iman; dan sesiapa di antara
kamu yang menjadikan mereka orang-orang yang didampingi, maka merekalah orang-orang yang zalim. (At-Taubah : 23)
Allah tidak sekali-kali akan memberi
jalan kepada orang-orang kafir untuk membinasakan orang-orang yang beriman.
(An-Nisa' :
141)
Engkau tidak akan dapati sesuatu
kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, tergamak
berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang yang menentang itu ialah bapa-bapa
mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. (Al-Mujadalah :
22)
Allah
Pelindung (Yang mengawal dan menolong) orang-orang
yang beriman. Ia
mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya
(iman). Dan orang-orang
yang kafir, penolong-penolong
mereka ialah Taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya
(iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli
neraka, mereka kekal di dalamnya.
(Al-Baqarah : 257)