Menghentikan Pertengkaran Anak
Pertengkaran anak-anak
merupakan hal yang rutin kita temui di dalam rumah, akan tetapi ketika
pertengkaran itu telah berubah menjadi pertengkaran yang terus menerus dan
perkelahian, atau bahkan menjurus kepada hal-hal yang membahayakan, maka kita
perlu serius mengantisipasinya. Berikut beberapa tips bagi orang tua, untuk
mengurangi rasa putus asa kita ketika menghadapi anak-anak yang bertengkar:
1. Biarkan anak-anak mengutarakan perasaannya, misalnya anak-anak kita setiap
bermain bersama selalu berakhir dengan pertengkaran seperti berebut mainan,
berebut saluran TV, menggunakan kamar mandi dll, juga saling memanggil dengan
nama-nama yang buruk atau mengadukan satu sama lain ke orang tua. Dalam
situasqqqi ini orang tua dapat berbicara kepada anak mengenai perasaan mereka.
Saat melihat anak-anak bertengkar kita bisa mengatakan, “Ayo berhenti
bertengkar, Allah tidak suka dengan anak-anak yang bertengkar, kalian kan
kakak-adik harus saling sayang” kemudian jika salah satu anak mengadukan
saudaranya katakan “kamu marah ya sama kakak/adikmu, kenapa?” biasanya si
anak akan menjawab “Ya saya marah sama kakak/adik” dan setelah mengutarakan
perasaannya, mungkin anak kemudian bermain di ruang lain.
2. Juga penting bagi orang tua untuk memperhatikan bahwa ada salah satu anak
yang bisa diajak kerjasama atau mempunyai kepribadian yang lebih baik dibanding
saudaranya, akan tetapi jika orang tua membanding-bandingkan kelebihan anak itu
didepan anak lainnya, hal ini tidak akan membuat situasi menjadi baik. Bahkan
akan malah membuat anak lainya cemburu dan iri. Sebaliknya cobalah untuk
memberikan tanggapan hanya pada saat si anak melakukan hal yang tidak baik dan
hindarkan membandingkan dengan saudaranya yang lebih baik.
3. Selanjutnya hindari mengatakan hal-hal yang mengungkapkan persamaan-persamaan
dengan anak-anak lainnya. Sebab hal ini juga akan mendorong kepada
membanding-bandingkan. Pun jika orang tua berusaha untuk bersikap sama terhadap
semua anak, akan tetapi anak akan merasakan ketidak adilan. Upayakan agar orang
tua memperlakukan anak sesuai dengan apa yang masing-masing anak butuhkan.
4. Jangan memihak ketika anak bertengkar. Biarkan anak menyelesaikannya sendiri,
karena kita tidak tahu siapa yang memulai pertengkaran, atau jika pun kita tahu
siapa yang memulai pertengkaran, memihak pada salah satu anak akan membuat
situasi makin buruk. Semakin kita tidak ikut campur pada pertengkaran mereka
maka mereka akan cepat belajar tentang perbedaan (dan persamaan) diantara
mereka.
Tentunya pertengkaran tidak akan dapat berhenti secara tiba-tiba meskipun orang
tua telah melakukan hal-hal tersebut dengan benar. Kenyataannya dibutuhkan waktu
dan keteguhan bagi orang tua untuk mempelajari hal-hal baru dalam memperlakukan
anak-anaknya, yang juga merupakan hal-hal baru bagi anak-anak untuk belajar
tentang kebersamaan. Jangan menyerah, meskipun situasinya terlihat bertambah
buruk, yang pada akhirnya mungkin akan bertambah baik. Setidaknya dalam jangka
panjang orang tua telah mengajarkan kepada anak-anak bagaimana pentingnya hidup
rukun.
Melati Salsabila